Beranda / Zaman Kuno / Aku Dan Tuan Duke / 61. Pendeta dari Jauh

Share

61. Pendeta dari Jauh

Penulis: cyllachan
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-30 18:10:02
Aku menghela napas. Aku tidak bisa pura-pura terkejut. Aku sudah tahu betul itu. Tetapi ... mengapa mendengarnya langsung dari bibir Alexey membuatku merasa sakit hati. Aku berusaha keras menahan perasaanku ini di depan Alexey. Aku berusaha tegar.

"Aku bersumpah demi Tuhan, Anya. Aku tidak pernah menyakitinya. Dia memutar semua itu di pengadilan, di pergaulan kelas atas," lirih Alexey.

Kemudian, suamiku itu mulai bercerita.

Prinsessa Sofia Romanov. Anak dari mendiang Boris Romanov, yang seharusnya menjadi pewaris tahta Kekaisaran Levron. Ayahnya meninggal karena sakit, kemudian ibunya yang depresi pun bunuh diri. Kejadian itu menyisakan Sofia Romanov seorang. Pamannya, yakni Tsar Nikolay Romanov pun mengambilnya untuk diasuh. Seperti seharusnya, karena mereka tidak punya anak laki-laki, maka tahta pun disematkan pada Tsar Nikolay Romanov. Sedari kecil Alexey sudah mengenalnya saat berumur sepuluh tahun. Dia ingat betul gadis kecil itu. Pendiam dan polos. Sofia kecil lebih suka menyendi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Mak Goprak
belum ada lanjutannya
goodnovel comment avatar
Delisa Harumi Azkia
udh lama gk update ya ternyata
goodnovel comment avatar
leny mudjiono
blm ada lanjutannya kah Thor?
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Aku Dan Tuan Duke   121. Jerat

    Kutarik tali kekang kuda hingga mengikik.Kemudian aku berusaha mati-matian menyembunyikan kegugupan ini. Tapi memang aku dasarnya tolol saja. Tadinya aku ingin berkata, 'Hai apa kabar?'. Namun yang keluar dari mulut adalah sesuatu yang lain."Igor! Siapa ini?!" Igor malah jadi sasaran semburanku pagi-pagi."My lord, beliau adalah Lady Levitski.""Levitski?"Aku memastikan sekali lagi. Kali ini aku betul-betul mengucapkan namanya. Dan ia berada di hadapanku! Jantungku kian tidak beres. Dia tak kunjung tenang. Dadaku berdebar tidak karuan saat sadar bahwa ini semua bukanlah mimpi."Sergei! Ambil alih! Berikan mereka makan dan latihan satu jam lagi!""Baik my lord! Hiya!" Sergei memyahut cekatan. Pasukan berkudaku mengikuti pria itu masuk ke pelataran kastil. Kaki-kaki kuda mereka bergemuruh. Seakan gempa sekecil itu pun bisa membuat wanita kecil nan menggemaskan ini runtuh.Ia terlihat takut pada laju kuda-kuda pasukanku.

  • Aku Dan Tuan Duke   120. Kedatangan

    Malam hari tiba, besok kami akan langsung kembali ke Kota Balazmir. Sebelum tidur, aku dan Sergei memutuskan untuk sedikit minum-minum di kedai lantai bawah."Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah kau ingin bertemu dengan wanita itu?"Sergei telah menanggalkan segala formalitasnya. Saat kami cuma berdua, ia berubah menjadi seorang kawan baik. Sahabatku.Aku menyesap bir dingin yang baru disajikan oleh Ela. Kami duduk di meja panjang kedai. Ela kembali mengelapi gelas-gelas."Tidak juga."Sergei mengernyit di bawah rambut hitamnya yang ikal."Apa maksudmu? Bukankah kita jauh-jauh kemari supaya kau bisa bertemu dengannya?"Aku merenung.Aku pun tak yakin mengapa aku melakukan ini semua. Bermil-mil jauhnya dari rumah hanya untuk melihat sekilas sosok itu. Lalu pulang tanpa berbincang dan bahkan menyapanya."Aku sudah mengiriminya surat. Jika dia memang mau menjual asetnya, dia bisa datang ke tempat kita. Tapi ... sepertinya

  • Aku Dan Tuan Duke   119. Wastu Negeri Dongeng

    "My lord, apa benar ini jalannya?" tanya Sergei."Kurasa begitu."Kami menyusuri jalanan desa dengan kuda. Aku dan Sergei bersama dua orang pengawal lagi telah tiba di wilayah Barony Levitski. Ternyata perjalanan cukup melelahkan dan butuh berhari-hari. Kami tidak pernah menjejakkan kaki di wilayah ini. Ini adalah wilayah selatan yang tidak begitu terjamah oleh pembangunan. Namun berbeda dengan wilayah timur yang sulit ditanami pangan, wilayah selatan jauh lebih subur. Tak dapat pembangunan besar pun wilayah ini lebih bisa menghidupi diri mereka sendiri. Industri lokal juga seharusnya berkembang.Berjalan-jalan di desa begini serasa mengarungi waktu. Desa ini terasa kuno. Mungkin terlambat sepuluh tahun dari daerah-daerah di kota."Kita cari penginapan," perintahku.Tak butuh waktu lama bagi kami untuk tiba di salah satu bangunan dua lantai yang seperti penginapan. Ada seorang pria yang sedari tadi bersandar di dekat daun pintu. Sergei segera

  • Aku Dan Tuan Duke   118. Proposal

    Rumah tanggaku telah berakhir. Aku resmi menjadi seorang duda. Tentu agak alot dan sukar, namun aku berhasil meyakinkan pengadilan dan gereja agar bisa mempermudah perceraian kami.Sofia, si perempuan tidak tahu diri itu meminta Kastil Marie sebagai syarat untuk bercerai. Seorang pria bernama Vadim, dia orang yang serba bisa kini menjadi asistenku. Ia begitu piawai membelaku di pengadilan. Hingga aku hanya perlu membayar satu juta keping Lyrac kepada Sofia sebagai kompensasi perceraian. Sofia menuduhku tak menafkahinya. Namun itu terpatahkan oleh semua bukti pengiriman uang dari bank. Dan ia tak bisa meminta Kastil Marie karena itu masih dalam nama Ibu. Segalanya berjalan lancar. Meski sekarang timbul gosip dan isu miring tentangku. Berbagai fitnah bermunculan. Alexey Korzakov si penjagal, Alexey Korzakov si tukang main perempuan, dan lain-lain. Aku tahu siapa yang menyebarkan dan menciptakan fitnah-fitnah keji itu. Mungkin di kalangan bangsawan kelas atas, gosip menyebar tanpa ampun.

  • Aku Dan Tuan Duke   117. Akhir

    Rencana liburan si kembar kuperpendek. Mereka kusuruh pulang lebih awal karena kejadian ini.Untung saja waktu itu Ibu tidur lelap di bawah pengaruh obat. Ia jadi tidak mendengar perseteruan kami. Luka di punggungku kini dibebat dengan perban. Aku terduduk di ranjang kamar. Kedua bocah ini sudah rapi hendak berpergian lagi melewati kota-kota untuk sampai ke wilayah Grand Dukedom Durnovko."Paman ... kapan paman sembuh?" tanya Mikhail begitu polos. Aku tersenyum mengelus kepalanya yang dipenuhi helaian rambut emas khas darah keluarga kami."Secepatnya. Paman sudah sering bertarung. Jadi kalian tidak perlu cemas. Nanti kalau sudah pulang, jangan ceritakan kepada ayah dan ibu kalian ya," pesanku."Kenapa?""Paman tidak ingin orang tua kalian khawatir. Kalau sampai mereka tahu, bisa-bisa Mikhail dan Maria tidak boleh lagi berkunjung ke kastil ini.""Tidak mau!" Maria merengek. "Maria ingin bertemu Paman lagi. Tapi ... Maria takut sama Bibi Jahat

  • Aku Dan Tuan Duke   116. Belati

    Stepan harus ke luar negeri bersama dengan Vera. Ada urusan diplomatik katanya. Sedangkan Vera menitipkan anak-anak mereka yang berumur empat tahun setengah di kastilku. Tentu karena Ibu mendesak ingin menghabiskan waktu dengan cucunya.Aku mengiyakan saja. Mungkin beberapa minggu lagi Stepan dan Vera akan pulang. Barulah kami bisa mengantar si kembar untuk pulang ke rumah mereka. Jujur ... aku yang biasanya tidak suka dengan anak kecil, malah aku senang akan keduanya. Maria agak pendiam, tapi ia sebetulnya paham dengan apa yang kukatakan. Sedangkan Mikhail, dia tidak bisa diam. Selalu kesana kemari.Sempat kami semua kebingungan dan khawatir karena mereka tiba-tiba raib. Dari pagi hingga petang. Tapi mereka sekonyong-konyong muncul di ruang tamu. Dan setelah kuiming-imingi kudapan manis, barulah mereka bicara soal lorong-lor

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status