Share

Bab 356

Penulis: Celine
Sejak kasus perceraianku dan Ardi terkuak, sikap ibu mertua terhadap aku makin memburuk. Seperti saat meneleponku sekarang, nada bicaranya tidak hanya kasar, dia juga menyuruhku pergi ke Kediaman Wijaya hanya dalam waktu lima belas menit.

Namun, sepertinya dia lupa kalau aku akan segera bercerai dengan Ardi, itu berarti aku bukan lagi menantu di Keluarga Wijaya. Tentu saja aku, Raisa Larasati, tidak akan bersikap hormat dan patuh padanya seperti sebelumnya.

Jadi, aku pun menjawabnya dengan tenang, "Aku harus bertugas malam ini, jadi tidak bisa datang sekarang. Nyonya Yuliana, kalau ada hal penting yang ingin disampaikan, bisa langsung katakan saja pada Dokter Ardi."

Aku bisa menebak apa yang Yuliana inginkan dariku. Sudah dua hari sejak terakhir kali kami bertemu. Yuliana pasti ingin mendesak kami untuk segera menjalani prosedur perceraian, jadi dia ingin sekali menyuruhku pergi menemuinya. Akan tetapi, aku sudah menjelaskan sikapku padanya terakhir kali, sampai menyerahkan kertas koso
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Mukminat Tana Minat
knp lg2 ibux Raisa buat mslh sih knp tkut hdup mlarat ngk punya uang jd dia slalu ikut campur Raisa trus sih ibu ni buat emosi aj
goodnovel comment avatar
Yuyun Rayanti
ah lagi lagi mertua arogan Dokter galak jangan jangan saudara zelda
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 930

    Aku memang tidak bisa menahan tawaku, tetapi aku segera kembali memasang wajah serius. "Kenapa kamu tersenyum seperti itu?""Kamu adalah istriku tersayang, tentu saja aku harus tersenyum padamu." Ardi memelukku dengan lembut, lalu tersenyum hingga matanya melengkung.Aku mendorongnya dengan sikuku. "Siapa yang memintamu tersenyum? Jangan tersenyum terus."Ketika mengingat hal itu, emosiku kembali bangkit. Rasanya seperti ada pisau yang menusuk di dadaku, mengaduknya sampai semua organ dalamku terasa sakit, hingga aku kesulitan bernapas.Rasa sakitnya membuat air mataku keluar dari pelupuk mata tanpa bisa ditahan."Ssshh." Ardi mengeluarkan suara rendah.Meskipun aku kurus, ini tetaplah dorongan dengan siku. Ardi adalah seorang pasien yang sedang dalam kondisi lemah.Aku khawatir akan benar-benar melukainya, jadi aku langsung berbalik untuk memeriksa kondisinya.Wajah Ardi terlihat pucat, tetapi dia menggenggam tanganku dengan lembut, menghentikanku untuk memeriksa kondisinya. Suaranya

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 929

    "Bu, Ibu pasti juga belum makan. Ayo kita makan bersama." Aku menerima makanan itu, meletakkannya di meja kecil, lalu tidak lupa mengajak ibu mertuaku makan.Ketika ibu mertuaku menyiapkan hidangan, aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat keluar, aku melihat mata ibu mertuaku memerah. "Ardi, kamu sudah banyak tersiksa. Kamu bahkan tidak bisa makan dengan baik ....""Bu, jangan menakuti diri sendiri. Aku adalah seorang dokter, bagaimana mungkin aku tidak mengetahui kondisiku sendiri? Aku hanya tidak bisa makan terlalu banyak selama beberapa hari ini. Sebentar lagi aku sudah bisa makan dengan bebas. Ibu jangan mengatakannya seolah-olah ini sangat menakutkan." Ardi langsung menyela sebelum ibu mertuaku mulai menangis.Ardi berbicara dengan sangat santai, tetapi mata ibu mertuaku malah tampak makin memerah. "Kamu sudah tidak sadarkan diri selama tiga hari. Ibu sangat ketakutan. Kalau kamu tidak segera sadar, Ibu tidak tahu bagaimana Ibu harus menjalani sisa hidup ini.""Kala

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 928

    Ketika tiba-tiba ada orang yang muncul, aku merasa sedikit panik. Namun, setelah melihat dengan jelas bahwa itu adalah Pak Sandy dan Bu Neila, aku kembali tenang. Aku berdiri sambil tersenyum menatap mereka, lalu berkata, "Tidak sama sekali. Kalian datang di waktu yang tepat."Saat pandanganku jatuh pada wajah Bu Neila, telinganya langsung memerah, sementara pipinya juga diselimuti dengan semburat merah tipis. Tatapannya juga tampak sedikit malu. Dia pasti teringat candaanku padanya tadi malam.Di sisi lain, Pak Sandy tampak sangat tenang. Dia tersenyum sambil menyapa kami, lalu berkata, "Kami mendengar Dokter Ardi sudah sadar, jadi kami langsung datang untuk mengambil keterangan."Ternyata mereka datang untuk mengambil keterangan.Tadi malam aku sudah berhasil mengidentifikasi pelakunya. Pekerjaan yang harus mereka lakukan setelah itu pasti tidak sedikit, bahkan mereka pasti begadang hingga larut. Aku tidak menyangka pagi ini mereka datang untuk meminta keterangan Ardi. Mereka benar-

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 927

    Selama dia ada di sisiku, itu sudah cukup.Aku memeluknya, memejamkan mata, menikmati ketenangan di saat ini.Namun, aku tiba-tiba teringat hal lain ketika berpelukan. Aku langsung membuka mata, lalu mendorong tangannya dengan keras. "Sudah, jangan memelukku lagi. Paman Dika masih ada di sini.""Orang itu tidak ingin menjadi obat nyamuk, jadi dia sudah pergi dari tadi," kata Ardi sambil tertawa.Aku menoleh ke arah pintu. Benar saja, sosok Paman Dika memang sudah tidak ada di dalam ruangan. Pintu ruang perawatan juga sudah ditutup. Paman Dika ini benar-benar orang yang perhatian dan bijaksana.Pada saat itu juga, Ardi kembali menggenggam tanganku. "Raisa, di luar sedang ada kembang api."Benar, di luar jendela kembang api kembali menerangi langit.Meskipun bukan lagi kembang api tahun baru pukul dua belas malam, kembang api itu masih tampak memukau, indah, serta meriah.Aku membalas genggaman tangan Ardi, bersandar padanya, lalu melihat kembang api di luar jendela dalam diam. Dalam sua

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 926

    Senyum dan mata yang tidak asing itu, tatapan lembut yang tidak asing itu, serta panggilan yang begitu tidak asing.Semua ini membuat air mataku mengalir deras dengan cepat.Tinjuku kembali terangkat, tetapi tak peduli bagaimanapun juga, aku tidak sanggup memukulnya.Sepasang mata lembut Ardi telah meluluhkan hatiku. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir, jadi aku hanya bersandar di bahunya seperti ini. Wajahku terbenam di lekukan lehernya, sementara air mata mengalir deras tanpa terkendali.Sebuah telapak tangan besar mengusap punggungku, lalu suara Ardi yang lemah sekaligus lembut terdengar, "Kenapa kamu menangis? Jangan menangis, nanti matamu bengkak dan sakit lagi."Pria ini masih berani bertanya kenapa aku menangis? Bukankah dia lebih tahu alasannya dibandingkan aku?Aku mencengkeram ujung bajunya, lalu menangis makin keras.Tidak ada yang tahu bahwa semua ketenangan dan keteguhan hatiku sebelumnya hanyalah sandiwara belaka. Sikap santai dan tenangku juga hanya topeng. Tidak ada

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 925

    Ini adalah lagu berbahasa Jaryan, yang juga adalah lagu dari drama terkenal berjudul "Libur Panjang". Lagu ini terasa manis dan penuh semangat. Karena suasana hatiku yang cukup baik, aku tidak bisa menahan diri untuk bersenandung mengikuti melodi.Aku sudah menangkap pelakunya, membereskan seluruh sarang tikus yang tadinya bersembunyi di tempat gelap. Mulai sekarang, orang-orang di sekitarku tidak akan terluka lagi. Aku juga akhirnya tidak perlu lagi merasa cemas dan takut orang-orang di sekitarku akan terluka.Hatiku pun merasa lega. Mulai sekarang aku akhirnya bisa tidur dengan tenang.Namun, saat aku bernyanyi, suasana hatiku perlahan kembali memburuk.Aku merindukan Ardi. Pada hari yang seharusnya menjadi hari reuni seluruh keluarga ini, aku juga ingin bersamanya, seperti Pak Sandy dan Bu Neila tadi.Namun, Ardi masih dalam keadaan koma, masih belum bisa makan bersamaku di malam tahun baru ini. Dia juga tidak bisa melihat kembang api pergantian tahun bersamaku, tidak bisa berpeluka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status