Share

Bab 384

Penulis: Celine
Di atas bukit ini sangat dingin, ditambah lagi tatapan Ardi membuatku merasa makin dingin dan menggigil. Aku merasa seakan tenggalam dalam tatapan matanya dan tak dapat bersuara.

Pada saat ini, sesosok tubuh tinggi bergerak dan berdiri di antara Ardi dan aku.

Sosok itu adalah Rian.

Dia menundukkan kepalanya untuk membantuku mengenakan sarung tangan. "Cuaca sedang dingin, jangan sampai tanganmu kedinginan."

Sosok Rian bagaikan perisai yang kokoh. Dia tak hanya menghalangi tatapan mata Ardi yang dingin dan tajam, tetapi juga menghalangi ancaman yang begitu kuat bagiku.

Di saat ini, aku merasakan perlindungan dan rasa aman yang diberikan Rian padaku. Di saat ini juga, aku menenangkan hatiku yang tertusuk. Aku menatap mata Zelda yang tersenyum, lalu aku sedikit mengangkat daguku. "Jangan terburu-buru menunggu undangan nikah kami. Dokter Zelda, bukankah seharusnya kamu yang lebih dulu memberikan undangan?"

"Ah? Kak Ardi dan aku?" Gadis kecil itu sepertinya tidak menyangka aku akan bertanya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Goez Titatar Sunda
prok prok gitu dong jangan diam dan pasrah bales biar ga sombong
goodnovel comment avatar
Ursula Devani
kak, menurut aq ini alur nya terlalu lambat. Cerita nya berulang hanya lokasi yg berbeda tapi inti nya tetap sama dan berulang
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 926

    Senyum dan mata yang tidak asing itu, tatapan lembut yang tidak asing itu, serta panggilan yang begitu tidak asing.Semua ini membuat air mataku mengalir deras dengan cepat.Tinjuku kembali terangkat, tetapi tak peduli bagaimanapun juga, aku tidak sanggup memukulnya.Sepasang mata lembut Ardi telah meluluhkan hatiku. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir, jadi aku hanya bersandar di bahunya seperti ini. Wajahku terbenam di lekukan lehernya, sementara air mata mengalir deras tanpa terkendali.Sebuah telapak tangan besar mengusap punggungku, lalu suara Ardi yang lemah sekaligus lembut terdengar, "Kenapa kamu menangis? Jangan menangis, nanti matamu bengkak dan sakit lagi."Pria ini masih berani bertanya kenapa aku menangis? Bukankah dia lebih tahu alasannya dibandingkan aku?Aku mencengkeram ujung bajunya, lalu menangis makin keras.Tidak ada yang tahu bahwa semua ketenangan dan keteguhan hatiku sebelumnya hanyalah sandiwara belaka. Sikap santai dan tenangku juga hanya topeng. Tidak ada

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 925

    Ini adalah lagu berbahasa Jaryan, yang juga adalah lagu dari drama terkenal berjudul "Libur Panjang". Lagu ini terasa manis dan penuh semangat. Karena suasana hatiku yang cukup baik, aku tidak bisa menahan diri untuk bersenandung mengikuti melodi.Aku sudah menangkap pelakunya, membereskan seluruh sarang tikus yang tadinya bersembunyi di tempat gelap. Mulai sekarang, orang-orang di sekitarku tidak akan terluka lagi. Aku juga akhirnya tidak perlu lagi merasa cemas dan takut orang-orang di sekitarku akan terluka.Hatiku pun merasa lega. Mulai sekarang aku akhirnya bisa tidur dengan tenang.Namun, saat aku bernyanyi, suasana hatiku perlahan kembali memburuk.Aku merindukan Ardi. Pada hari yang seharusnya menjadi hari reuni seluruh keluarga ini, aku juga ingin bersamanya, seperti Pak Sandy dan Bu Neila tadi.Namun, Ardi masih dalam keadaan koma, masih belum bisa makan bersamaku di malam tahun baru ini. Dia juga tidak bisa melihat kembang api pergantian tahun bersamaku, tidak bisa berpeluka

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 924

    Apakah ada orang yang senang bekerja lembur?Bu Neila memang seorang polisi baik yang mencintai pekerjaannya. Aku bisa melihat bahwa kecintaannya pada pekerjaan ini seperti kecintaanku pada pekerjaan medis. Meskipun bekerja lembur, aku tidak akan merasa lelah. Aku merasa bisa mendapatkan rasa pencapaian dan kepuasan yang besar dengan mengobati satu pasien lagi.Namun, aku tidak akan sesenang ini karena bekerja lembur, juga tidak akan sampai memerah malu karenanya.Tunggu, raut wajah Bu Neila saat ini tampak malu-malu.Saat ini, dia bukan lagi seorang polisi wanita yang berani dan tegas itu, melainkan tampak seperti gadis yang sedang jatuh cinta.Aku melihat pipinya yang memerah malu, cahaya di matanya, serta senyum manis yang ada di sudut bibirnya. Tiba-tiba aku teringat wajah Pak Sandy yang memerah karena amarah di ruang interogasi tadi. Kemudian, ketika Galen muncul lagi, wajahnya sudah lebam karena dipukuli.Aku langsung memahaminya. Pandanganku melihat ke arah Pak Sandy yang masih

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 923

    Aku tidak akan pernah melupakan suara Galen. Ketika mendengar suaranya, reaksi fisikku terasa nyata. Dia adalah orang misterius itu, pasti dia juga adalah pelakunya.Namun, polisi lalu lintas palsu itu juga pernah berinteraksi denganku dan Ardi. Dia juga membuatku merasa tidak nyaman dan tidak tenang. Perilakunya yang menyamar sebagai polisi lalu lintas sangat sensitif, membuat orang tidak bisa tidak mencurigai motifnya.Sementara pria pendek yang dikenali Paman Dika itu bertindak tidak wajar di tempat kejadian. Kesan Paman Dika tentangnya juga sangat dalam, menunjukkan bahwa orang ini juga tidak sederhana.Pada saat ini, tiba-tiba terlintas sebuah ide di otakku. Sebuah dugaan yang berani muncul di pikiranku. Aku pun menatap Bu Neila."Bu Neila, apakah ada kemungkinan kalau pelaku dalam kasus ini tidak hanya satu orang?" tanyaku.Mungkin tikus itu tidak hanya satu, melainkan ada banyak.Mereka adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Sebenarnya,

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 922

    Bu Neila sudah selesai mengurus prosedur, sedang bersiap masuk ke ruangan sambil menasihatiku, "Meskipun tidak ada tulang yang patah, kamu tetap harus beristirahat dengan baik. Jangan lalai. Oh ya, aku ingat rumah sakitmu menyedikan jasa suntik untuk kecantikan. Wanita menyukai kecantikan, jadi lebih baik jangan sampai lukanya meninggalkan bekas.""Baiklah." Aku menjawabnya singkat, lalu menarik lengan bajunya. "Bu Neila, aku memiliki pertanyaan. Apakah ketiga tersangka ini saling mengenal?""Mereka tidak saling mengenal." Bu Neila mungkin tidak menyangka topik pembicaraanku akan berubah secepat ini. Dia tanpa sadar menjawabku, lalu menjelaskan, "Ketiga orang ini muncul di samping mobil van pada waktu yang berbeda, tidak muncul bersamaan. Ketika membawa mereka bertiga masuk, Sandy sudah menanyakannya. Mereka sendiri juga mengatakan tidak saling mengenal."Keningku mengerut makin dalam. "Tidak saling mengenal?"Aku tentu saja percaya pada kata-kata Bu Neila. Dia tidak akan membohongiku,

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 921

    "Brak!" Bu Neila menghantam meja dengan keras, lalu langsung berdiri.Pada waktu yang sama, aku juga akhirnya mengeluarkan suara, "Itu dia!""Dokter Raisa, apa kamu yakin?" Pak Sandy juga terus menatap setiap gerak-gerik Galen yang ada di seberang. Wajah Pak Sandy tampak sangat muram. Ketika Bu Neila disinggung dengan kata-kata Galen, Pak Sandy tampak mengerutkan kening, seakan ingin segera pergi ke sana.Ketika mendengar suaraku, Pak Sandy menghentikan langkahnya, lalu bertanya padaku lagi, "Bagaimana kamu membuat penilaian itu?""Suaranya." Aku masih mengepalkan tinjuku dengan erat hingga kukuku hampir menembus telapak tanganku.Tenggorokanku masih kering, bahkan sulit untuk mengeluarkan suara. Namun, yang menyebabkanku sulit mengeluarkan suara bukan karena tenggorokanku yang membutuhkan air, melainkan karena ketakutan.Ketakutan yang tidak asing.Itu adalah orang misterius yang selama ini mengganggu dan mengancamku dengan nomor yang tidak dikenal.Dia pernah mengirimkan pesan singka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status