Share

Bab 756

Penulis: Celine
Sejak Steven menarikku masuk ke dalam vila kecil yang suram dan terpencil ini, aku sudah merasa ada yang tidak beres. Jadi, aku segera membuka ponselku.

Ketika berbicara dengan Steven, aku mengandalkan ingatanku untuk membuka WhatsApp, lalu mengirimkan pesan ke Ardi.

Aku tentu saja tidak bisa mengirimkan pesan karena aku tidak punya kemampuan mengetik tanpa melihat. Jadi, aku langsung memilih untuk mengirimkan rekaman suara.

Aku berpikir jika Ardi mendengar rekaman pertama, dia pasti bisa menebak bahwa aku dalam bahaya, serta membutuhkan pertolongannya. Aku juga percaya Ardi akan segera mengambil tindakan.

Namun, Ardi membutuhkan ahli teknis untuk melacak lokasiku, juga membutuhkan waktu untuk bisa datang ke sini.

Oleh karena itu, aku berusaha mengulur waktu dengan berbicara panjang lebar dengan Steven.

Namun, sepertinya itu tidak berlangsung cukup lama. Aku tidak menyangka pria pendek gemuk itu akan begitu cepat menyadari gerakanku.

"Ah! Dasar bajingan!" Pria pendek gemuk itu merebut
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 938

    Keluarga Tanadi?Saat mendengar dua kata itu, aku mengira aku salah mendengar.Tiga bulan sudah berlalu sejak anak buah Tommy yang ada di dalam negeri sudah tertangkap semua. Namun, Tommy sendiri masih berada di luar negeri. Polisi sudah berkali-kali berkoordinasi dengan pemerintah setempat, tetapi masih tidak berhasil menangkap Tommy.Keluarga Wijaya juga sudah melakukan berbagai upaya, tetapi Tommy sangat licik seperti ular berbisa yang bersembunyi di dalam lubang. Dia bahkan tidak menunjukkan kepalanya. Jadi, kami tidak memiliki cara untuk menangkapnya.Karena kehamilanku, aku juga tidak memiliki energi lebih. Jadi, masalah ini hanya bisa ditunda untuk sementara. Keluarga Tanadi sudah jatuh dari lingkaran keluarga elit di Nowa. Saat ibu mertuaku membawaku menghadiri pesta, aku tidak pernah lagi melihat orang dari Keluarga Tanadi.Bahkan aku tidak mendengar seorang pun membicarakan Keluarga Tanadi.Sebuah keluarga kuat yang telah berdiri begitu lama di Nowa, yang pernah menjadi salah

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 937

    "Kamu ...." Aku sama sekali tidak menyangka Ardi akan mengatakan kalimat seperti itu, membuatku merasa sangat malu.Ibu mertuaku memang orang yang cukup terbuka, tidak keberatan kami bermesraan di depannya. Sebaliknya, dia cukup suka melihat kami bermesraan. Dia merasa bahwa ini membuktikan hubungan kami yang baik.Namun, perkataan Ardi ini sudah berlebihan.Benar saja, kening ibu mertuaku berkerut, lalu dia menatap Ardi dengan pandangan muak. "Kamu benar-benar terobsesi dengan istrimu! Apa kentut istrimu juga berbau harum bagimu?""Bu, bagaimana Ibu bisa tahu? Aku merasa dari ujung rambut sampai ujung kaki istriku semuanya harum. Seperti kue kecil yang harum, lembut, manis, juga lezat." Ardi berbicara sambil memelukku dengan lebih erat. Dia mendekap seluruh tubuhku ke dalam pelukannya, lalu mencium rambutku.Nada suaranya terdengar terpesona, "Hmm, hari ini aroma osmanthus. Aku suka osmanthus."Pandangan ibu mertuaku tampak makin muak. Dia mengangkat cangkirnya, membelakangi kami, lal

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 936

    Seiring bertambahnya usia kehamilan, gerak-gerikku mulai terasa tidak leluasa. Ibu mertuaku dan Ardi merawatku dengan makin teliti dan mendetail.Mereka tidak hanya mendesakku untuk berhenti bekerja sementara, tetapi juga memintaku pindah ke kediaman Keluarga Wijaya, agar ibu mertuaku bisa menjagaku dengan lebih mudah.Tubuhku memang agak kurus sejak awal. Setelah hamil, perutku seolah-olah menopang kuali besar. Selain itu, karena hormon yang berubah, aku pun menjadi mudah lelah. Pekerjaan di departemen anestesi memang tidak bisa aku jalankan lagi, jadi aku mengambil cuti panjang untuk pulang dan beristirahat.Kondisi fisik Ardi memang luar biasa kuat, tubuhnya pulih dengan sangat cepat. Namun, karena ibu mertuaku tetap merasa khawatir, Ardi akhirnya membawaku pindah dari Armand ke kediaman Keluarga Wijaya.Di musim dengan cuaca hangat ini, semua bunga di halaman kediaman Keluarga Wijaya mekar. Gugusan bunga yang rimbun, udara yang segar dan harum, serta kolam berisi ikan koi menciptak

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 935

    Aku menepuk kepalanya sekali. "Kakakmu tidak sehebat itu, tidak ada yang ingin merebutnya darimu.""Bagaimana mungkin tidak hebat? Kakakku hebat sekali, sangat hebat. Kakakku cantik dan lembut, masakannya enak, juga sangat menyayangi adiknya. Ada banyak Adik yang ingin merebut Kakak dariku, bagaimana bisa aku lengah? Kalau sampai Kakak direbut orang lain, ke mana aku harus mengadu?" Rena langsung menaikkan suaranya.Dia seperti sedang berdebat denganku, tetapi perdebatan ini membuatku ingin tertawa. "Siapa yang ingin merebut Kakak darimu? Kamu hanya berhalusinasi saja.""Ada, si Lia itu misalnya," jawab Rena."Lia siapa?" Aku sempat tidak bisa bereaksi, merasa sedikit bingung.Namun, aku langsung mengerti dalam sekejap. Dia sedang berbicara tentang Talia.Ketika membicarakannya, aku sempat tertegun sejenak. Di pikiranku, tanpa sadar muncul wajah Talia yang pucat, sedih, rapuh, serta tak berdaya. Tatapan matanya yang penuh luka mendalam menatapku.Tatapan seperti itu membuat hatiku tida

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 934

    Ketika melihat ekspresi Jesslyn, aku tahu apa yang ingin dia katakan.Dia ingin meminta maaf padaku, ingin mengatakan bahwa dulu dia sudah melakukan kesalahan, tidak seharusnya menindasku seperti itu.Sebenarnya, kata-kata itu tidak perlu dia ucapkan.Masa lalu tetaplah masa lalu. Yang kita jalani adalah masa depan, bukan masa lalu.Selain itu, sejak hari Rena meluapkan emosinya dan menuangkan semua ketidakpuasan di hatinya, aku juga bisa mengerti kenapa Jesslyn dulu selalu menargetkanku.Dia menyukai Rena, tentu saja dia akan berdiri di sisi Rena dan membela Rena. Rena merasa dirinya teraniaya, merasa kasih sayang ibunya dirampas olehku. Jadi, tentu saja Jesslyn juga akan merasa kasihan pada Rena, ingin menargetkanku dan menindasku.Semuanya masuk akal. Aku juga tidak terlalu memedulikannya.Aku melambaikan tangan, langsung mengambil satu set alat makan dari dalam lemari sterilisasi. "Ayo duduklah, kita makan bersama."Aku selalu menunjukkan sikap natural dan tenang. Ditambah dengan R

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 933

    Sepertinya aku salah tebak. Mereka masih bersama.Kesan pertamaku pada Jesslyn tidak begitu baik. Dia dan Rena adalah teman sejak kecil hingga dewasa. Dia selalu menindasku, mengejekku dengan sinis, termasuk ketika terakhir kali bertemu dengannya di rumah sakit. Cara dia berbicara padaku sangat tidak sopan.Namun, bagaimanapun juga dia adalah teman dekat Rena, jadi aku tidak bisa banyak bicara. Aku hanya bisa menundukkan pandangan seolah tidak melihat apa-apa, lalu melanjutkan makanku.Rena juga tampak agak panik dan canggung. Dia segera meraih ponselnya, ingin pergi ke samping untuk menjawab telepon. Namun, entah kenapa dia malah menekan tombol pengeras suara, lalu suara Jesslyn terdengar di ruang makan yang kecil itu, "Rena, aku lupa menambahkan gula ke dalam sup jamurnya. Jangan lupa menambahkan gula, ya ...."Sup jamur?Ketika mendengar itu, sendok di tanganku berhenti. Aku menatap sepanci sup jamur yang ada di sebelah kanan.Apakah sup jamur yang dimaksud Jesslyn adalah sepanci su

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status