Compartilhar

Aku menikahi Suami Kasar Kakakku!
Aku menikahi Suami Kasar Kakakku!
Autor: Coldness

Bab 1

Autor: Coldness
Aku hidup kembali tepat di hari aku dan kakakku memilih calon suami.

Di seberang meja, duduk dua pria muda dengan usia yang sama.

Yang satu adalah Sion Parta, putra sulung Keluarga Parta, punya kepribadian dingin.

Satunya lagi adalah William Parta, putra bungsu Keluarga Parta. Anak di luar nikah, punya sifat yang lembut.

'Kali ini, aku harus memilih suami yang bagus lebih dahulu.'

Suaranya masuk ke telingaku.

Itu suara kakakku. Aku menoleh padanya, tapi dia sama sekali tidak berbicara.

Matanya hanya menatap William tanpa berkedip.

'Sebentar lagi, aku pasti akan merebutmu!'

Suaranya terdengar lagi.

Baru saat itu aku sadar, aku tidak hanya hidup kembali, tapi aku juga bisa mendengar suara hati orang lain.

Dan dari dua kalimatnya tadi, jelas kakakku juga hidup kembali.

Kalau tidak, mana mungkin dia berpikir begitu.

Benar saja, detik berikutnya, dia langsung berjalan dan duduk di sebelah William, menatapnya dengan malu-malu.

“Halo, namaku Hera. Aku suka kamu.”

Ayah langsung berkata, “Nova, kakakmu sudah memilih William, kalau begitu menikahlah dengan Sion.”

Begitu mendengarnya, mata kakakku dipenuhi kepuasan. Dalam hatinya dia berkata,

'Dalam hidup ini, kamu yang akan menggantikanku dipukul.'

...

Di kehidupan sebelumnya, kakakku menikahi Sion.

Sion sangat pandai berbisnis. Dia setiap hari sangat sibuk dan kudengar dia sangat dingin.

Kakak berkali-kali mencarinya, tapi selalu dipukuli sampai babak belur dan diusir dari kamar.

Akhirnya, karena tak kunjung hamil, Nyonya Frisia menyimpulkan bahwa tubuh Kakak bermasalah dan mengusirnya keluar dari Keluarga Parta.

Sementara aku menikah dengan William.

Walaupun tidak punya kekuasaan besar, hidupku serba berkecukupan.

Setiap hari dia menemaniku belanja, pergi makan, jalan-jalan, benar-benar sangat memanjakanku.

Seluruh Keluarga Parta tahu bahwa hubungan kami sangat harmonis.

Lalu suatu hari, Sion tiba-tiba meninggal karena keracunan.

William pun mewarisi perusahaan keluarga.

Statusku di Keluarga Parta langsung meroket.

Kakakku sangat iri padaku. Saat aku keluar untuk belanja, dia menabrakku dengan mobil dan kami berdua mati bersama.

...

“Baik, Ayah. Kebetulan aku juga cukup suka Sion.”

Aku tersenyum dan duduk di samping Sion.

Harus kuakui, aura pria ini benar-benar kuat. Begitu duduk di sampingnya, rasanya seperti diselimuti hawa dingin, membuatku tidak bisa asal berbicara.

Pantas di kehidupan sebelumnya Kakak dipukul sangat parah.

Aku mencoba mendengar suara hatinya, tapi dia tidak mengatakan apa pun.

Namun, ketika William tersenyum pada Kakak, aku mendengar pria itu mengucapkan satu kalimat, 'Benar-benar gadis yang cantik. Hehehe.'

Aku langsung merinding.

Tanpa sadar, aku menggenggam tangan Sion.

Meski kepribadiannya dingin, tangan Sion ternyata hangat.

Karena gerakanku itu, Sion melirikku.

Aku buru-buru melepasnya, dia tidak berkata apa-apa kali ini.

Meski pria itu tampak menakutkan, aku yakin lebih aman hidup dengannya daripada William, si ular berbisa itu.

Kali ini, aku harus mengubah nasib tragisku.

Aku harus kaya, mandiri, dan tidak bergantung pada siapa pun.

...

Resepsi pernikahanku dan kakak digelar bersamaan.

Di kehidupan sebelumnya juga digelar pada waktu yang sama.

Saat itu, Sion bahkan tidak hadir pada resepsi pernikahan. Sebaliknya, William datang pagi-pagi.

Semua orang bilang suami seperti William jauh lebih perhatian.

Dan benar saja, kehidupan kali ini pun sama.

William mengenakan setelan putih dan segera menggendong Kakak pergi.

Saat melewatiku, Kakak melihatku dengan tatapan penuh kemenangan. Dia berkata, “Nova, kenapa Sion nggak datang menjemputmu?”

Aku hanya tersenyum dan berkata, “Nggak usah repot-repot mengurusiku, Kak. Urus saja urusanmu sendiri.”

Raut wajahnya seketika menggelap.

'Tertawa saja, apa kamu nanti masih bisa tertawa setelah dipukul?'

Dia berkata begitu dalam hati, lalu turun bersama William.

Namun, masih terlalu awal baginya untuk merasa begini. Siapa yang tertawa terakhir, masih belum tentu.

Tidak datangnya Sion di resepsi pernikahan, membuatku dan Kakak di kehidupan lalu, jadi bahan omongan.

Kakak makin senang, lalu buru-buru berkata pada William, “Aku cinta kamu, William.”

Lalu menciumnya.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Aku menikahi Suami Kasar Kakakku!   Bab 10

    Malam itu, Sion pulang.Dia mabuk. Begitu masuk kamar, dia langsung jatuh menimpaku. Kami berdua sampai terjatuh ke lantai.“Kamu mabuk. Aku buatkan sup pereda mabuk dulu.”Aku mencoba mendorongnya, tapi tubuhnya tidak bergerak.Tangannya justru sibuk membuka bajunya sendiri, kedua matanya dipenuhi nafsu dan terus menatapku tajam.Aku langsung sadar, dia tidak benar-benar mabuk.“Sion, sadarlah, kamu ini sedang apa? Hubungan kita hanya kerja sama! Jangan sentuh aku!”Dia menutup mulutku dengan tangan dan berbisik di telingaku, “Bagaimanapun juga, kamu adalah istriku. Aku tetap akan menyentuhmu.”Aku mendorongnya lebih keras.“Nggak mau! Aku ingin cerai! Kamu nggak boleh menyentuhku!”Setelah aku mengatakannya, ruangan langsung hening.Raut wajah Sion menggelap.“Aku sudah tahu kamu ingin meninggalkanku.”Saat mengatakannya, dia melepaskanku. Nada suaranya terdengar terluka.“Nova, kamu wanita yang jahat. Kamu pasti sudah lama melupakanku, ‘kan?”“Maksudmu apa?”Aku mengernyit menatapny

  • Aku menikahi Suami Kasar Kakakku!   Bab 9

    “Aku sudah beri tahu Ibu untuk memasang kamera di seluruh rumah. Saat terlihat William menaruh racun ke dalam minuman, Ibu langsung membuangnya dan menggantinya dengan obat penenang pada minuman mereka.”Kemudian dia merendahkan suaranya, nyaris berbisik.“Tapi kamu sepertinya sangat takut aku mati. Jangan-jangan, kamu jatuh cinta padaku?”Entah kenapa, saat dia mengatakan itu, jantungku berdebar keras.“Nggak. Aku cuma takut kalau kau mati, aku nggak punya siapa pun untuk diandalkan lagi.”Dia tersenyum cerah dan berkata, “Benarkah?”...Setelah Kakak dan William dipenjara di ruang bawah tanah, aku akhirnya bisa bernapas lega.Dua orang yang paling kutakuti sudah tidak ada lagi.Uang yang aku kumpulkan juga sudah cukup. Langkah selanjutnya adalah mengajukan cerai pada Sion.Aku terus menunggu kesempatan, tapi Sion sangat sibuk akhir-akhir ini dan jarang pulang.Aku hanya bisa menunggu kesempatan datang.Suatu hari, para pelayan bilang Kakak dan William memohon untuk menemuiku.Aku per

  • Aku menikahi Suami Kasar Kakakku!   Bab 8

    Begitu mendengarku, William langsung percaya. Karena urusan ‘penyiksaan’ itu hanya diketahui dia dan Kakak.Dia berkata, “Lihat saja nanti bagaimana aku akan membereskannya!”“Kakak Ipar, kalau aku sudah bunuh Sion dan Hera, kamu akan menjadi istriku. Aku akan menanggung hidupmu.”Setelah mengatakannya, lalu dia pergi.Aku hanya tersenyum dingin.'Heh, kamu pikir aku sebodoh itu?''Aku tidak akan pernah menikah denganmu!'Aku segera pergi mencari Sion.Meskipun hidup-matinya sebenarnya tidak terlalu berhubungan denganku, tapi di kehidupan ini, dia sudah banyak membantuku dan membuatku bisa menghasilkan uang.Dia bahkan membagi pengalaman kerjanya dengan sangat teliti.Di kantor, dia terlihat terkejut ketika mendengar ceritaku.“Apa kamu punya bukti bahwa William ingin mencelakaiku?”Aku mengeluarkan alat perekam dan memutarkan percakapan antara aku dan William barusan.Bagian awalnya adalah bagian yang kusengaja untuk permainkan William, bahkan aku sendiri merinding mendengarnya.Aku

  • Aku menikahi Suami Kasar Kakakku!   Bab 7

    Aku langsung bereaksi dan berpikir dia pasti sedang salah paham. Aku melambaikan tanganku dan berkata, “Bukan! Bukan maksudku begitu! Aku hanya menjelaskan kenapa kami bisa bertengkar.”“Nova, kamu pernah terpikir melakukan itu denganku?” tanya Sion pelan sambil menatapku.“Tentu saja nggak pernah.”Aku menjawab dengan cepat, “Aku sudah bilang, aku cuma ingin hidup aman dan berkecukupan.”“Hanya itu?”Aku mengangguk tegas. Sion terdiam, lalu tiba-tiba pergi sambil membanting pintu.Aku tidak tahu, kata-kata mana dari jawabanku yang membuatnya marah.Dan aku tidak mau memikirkannya.Aku hanya ingin menjalankan rencanaku....Besoknya, dia tidak mengajakku pergi bersama ke kantor pusat. Dia menyuruhku langsung mengurus kantor cabang.Jadi aku pun mulai fokus mengelola perusahaan.Targetku sederhana, mengumpulkan 20 miliar lalu berhenti.Setiap hari aku menjalankan proyek dan mendiskusikan kerja sama, sehingga memberikan banyak keuntungan untuk perusahaan.Perusahaan cabang berkembang pes

  • Aku menikahi Suami Kasar Kakakku!   Bab 6

    Beberapa hari berikutnya, aku terus mengikuti Sion bekerja.Aku belajar banyak tentang bisnis dan hubungan manusia.Hari ini, dia mengajakku pergi makan.Bahkan di restoran masakan Barat paling mewah.Tak kusangka, kami bertemu Kakak dan William.Kakak sedang memotong steak untuk William. Melihat kami datang, dia buru-buru meletakkan pisau dan garpu, lalu pura-pura kaget melihatku.“Nova, kamu juga datang?”Setelah berteriak dan mengaku bersalah, dia segera mengganti caranya memanggilku, “Ah! Kakak Ipar, Kakak, kalian juga makan di sini?”Dalam hati dia berkata, 'Sial banget ketemu Nova sekarang. Aku nggak boleh dipermalukan olehnya!'“Ya, aku dan Sion akan makan bersama.”Aku otomatis tersenyum dan memeluk lengan Sion. Dia tidak menolak.William segera menghampiri dan ikut menyapa, “Kak, Kakak Ipar.”Tapi Sion mengabaikan mereka dan menarikku duduk.Aku bisa melihat Kakak di belakang sana sedang menggigit bibir, menahan amarah.Dia pasti bingung, kenapa Sion memperlakukanku dengan bai

  • Aku menikahi Suami Kasar Kakakku!   Bab 5

    Saat Sion hampir setuju, aku masuk.Aku menyapa pria itu dengan bahasa Inggris, lalu mengambil botol serum yang dia buat.“Aku ini wanita. Aku lebih paham produk kecantikan. Formula ini hanya punya efek mencerahkan, nggak bisa mengencangkan dan nggak mencegah penuaan. Sebagai ilmuwan, kamu sendiri lebih tahu bahwa efek mencerahkan itu hanya sementara dengan hasil minimal. Jadi aku ingin tahu, atas dasar apa formula ini layak dihargai 6 miliar?”Pria itu terdiam.Sion terlihat tertarik dan tidak menghentikankuAku tahu, dia mengizinkanku berbicara dengan pria itu.Jadi aku melanjutkan, “Tapi ini adalah barang impor dan memang terkenal di media sosial. Produkmu ini sangat populer dan sangat meyakinkan. Jadi aku bisa memberimu harga segini.”Aku menunjukkan dua jari.Dia bertanya, “Dua miliar?”Sion menatapnya sambil berkata, “Jack, dua miliar itu sudah bagus. Pertimbangkan dulu.”“Nggak.”Aku memotong kata-kata Sion.“Aku akan memberimu 20 juta.”Nilainya cuma beberapa ratus ribu, jadi 2

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status