Short
Pembantu Tampan Tak Kasat Mata

Pembantu Tampan Tak Kasat Mata

By:  DhienaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
7views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku membeli iblis laki-laki yang tampan dan dingin secara online. Namun, dia terus mengeluarkan suara, menatapku diam-diam, dan suhu tubuhnya juga panas luar biasa. Khawatir dia sakit, aku buru-buru menghubungi layanan purnajual. Setelah mendengar penjelasanku, pihak purnajual terdiam. "Kak, apa mungkin iblis laki-laki itu bukan sakit, dia cuma kelaparan sampai ingin mencium kamu atau melakukan hal buruk lainnya?"

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku menghabiskan banyak uang di internet untuk membeli seekor iblis laki-laki. Di detail produk tertulis bahwa iblis laki-laki ini tampan, dingin, dengan perut six-pack dan pinggang ramping. Yang paling penting, dia hebat. Sifat ini benar-benar tepat mengenai seleraku. Tanpa banyak ragu, aku langsung membayarnya.

Namun baru saja selesai memesan, layanan pelanggan malah menghubungiku lewat pesan pribadi.

[ Kak, kamu ada di sana? ]

[ Hah? Kenapa? ]

[ Begini, iblis laki-laki yang kamu pilih barusan memang punya penampilan yang bagus, tapi sifatnya agak dingin. Selain itu, karena sudah memasuki masa dewasa, stamina dia juga agak kuat. ]

[ Kalau kamu nggak bisa menerima tipe seperti ini, aku sarankan kamu mengajukan pengembalian dana dulu. Toko kami bisa merekomendasikan iblis laki-laki tipe lembut. ]

Aku membalas.

[ Nggak perlu. Tipe dingin dan hebat seperti ini justru yang sedang sangat aku butuhkan. ]

Mendengar hal itu, layanan pelanggan mengirimkan satu kalimat doa yang maknanya agak sulit ditebak.

[ Baik Kak, kalau begitu iblis laki-laki ini akan tiba di rumahmu tepat waktu. Semoga kamu dan dia menjalani kehidupan yang bahagia setiap hari. ]

Beberapa hari kemudian.

Seekor iblis laki-laki dengan bahu lebar, pinggang ramping, dan wajah dingin mengetuk pintu rumahku. Saat melihatnya untuk pertama kali, pikiranku sempat kosong sesaat.

Penampilan iblis laki-laki memang terkenal luar biasa cantik dan menawan. Itu adalah hal yang diketahui semua manusia. Akan tetapi, bukankah ini terlalu tampan? Kalau tidak tahu latar belakangnya, orang bisa saja mengira ada tuan muda bangsawan yang dingin dan anggun, entah kenapa memilih turun ke dunia fana.

"Majikan." Iblis laki-laki itu memanggilku lebih dulu dengan suara dingin dan datar. Namun, suaranya menggelitik telingaku hingga terasa gatal dan menggelikan.

Aku mengibaskan tangan dengan canggung. "Ng ... nggak usah panggil aku majikan. Panggil saja aku Yuri. Oh ya, apakah kamu punya nama?"

"Namaku Aditya."

Sambil berkata demikian, Aditya mengulurkan ekornya ke arahku. Seekor ekor dengan hiasan hati kecil di ujungnya. Sangat indah.

"Sesuai ketentuan, kamu perlu memegang ekorku agar pesanan ini dianggap sudah diterima."

"Oh, oh." Aku buru-buru memegang ekornya.

Permukaannya licin dan lembut, rasanya enak di tangan seperti mainan. Tanpa sadar, aku meremasnya pelan.

"Hm ...." Aditya langsung mengeluarkan dengusan tertahan.

Mengira aku terlalu kuat sampai membuat dia kesakitan, aku buru-buru melepaskan ekornya dan meminta maaf. "Maaf, apa aku membuatmu sakit?"

Aditya menunduk menatapku, jakunnya bergerak pelan, dari tenggorokannya samar-samar terdengar suara aneh. "Gur ... gur ...."

"Nggak, hanya saja aku belum siap."

"Oh, syukurlah, syukurlah."

Mengira suara itu muncul karena dia terlalu gugup, aku segera menenangkannya, "Jangan tegang, nanti kamu masih perlu melakukan banyak pekerjaan yang menguras tenaga."

"Kalau kamu menginginkannya, sebenarnya sekarang juga bisa."

"Sekarang?"

Aku sedikit ragu. "Hm ... ya, boleh juga."

"Baik."

Suara aneh dari tenggorokan Aditya terdengar makin jelas.

....

Aku mengangkat tangan dan menarik lengannya dengan lembut. "Kenapa kamu masih setegang ini? Nggak apa-apa, nanti setelah mulai dikerjakan pasti nggak tegang lagi. Ikut aku dulu."

Dia menurut dan mengikutiku ke dapur. Lalu ekspresinya terhenti.

"Di dapur? Iya, di dapur. Kenapa, kamu lebih suka mulai dari kamar tidur?" Aku bertanya dengan penuh perhatian. Tatapannya menjadi makin dalam dan panas. "Dapur saja."

Aku mengangguk, lalu berbalik. Kemudian di bawah tatapannya yang membara, aku menyelipkan kain lap baru ke tangannya. Dengan suara lembut aku berkata, "Baiklah, Aditya. Hari ini mau merepotkan kamu untuk membantuku mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci piring seharusnya bisa, 'kan?"

"Cu ... cuci piring?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status