LOGINAku membeli iblis laki-laki yang tampan dan dingin secara online. Namun, dia terus mengeluarkan suara, menatapku diam-diam, dan suhu tubuhnya juga panas luar biasa. Khawatir dia sakit, aku buru-buru menghubungi layanan purnajual. Setelah mendengar penjelasanku, pihak purnajual terdiam. "Kak, apa mungkin iblis laki-laki itu bukan sakit, dia cuma kelaparan sampai ingin mencium kamu atau melakukan hal buruk lainnya?"
View MoreSaat ini, dia menatapku dengan tajam, seperti arwah yang menyeramkan."Yuri, berani-beraninya kamu menelantarkanku?"Gawat. Ketahuan.Aku buru-buru ingin menutup pintu dan berpura-pura sedang berjalan sambil tidur, tetapi Aditya langsung mengangkat kakinya dan masuk.Dia tidak mengerahkan banyak tenaga, tetapi langsung menekanku ke dinding."Mau lari ke mana? Menelantarkanku saja sudah keterlaluan, masih berani membeli iblis laki-laki lain? Yuri, waktu aku pergi, seharusnya aku mengikat majikan berhati hitam sepertimu dengan tali anjing dan membawamu pergi."Dia mengancam dengan dingin. Satu tangannya mencekik leherku, seolah-olah sedang mengukur berapa panjang tali anjing yang dibutuhkan untuk mengikatku.Hanya saja .... Gur ... gur .... Di tengah ancaman ganas iblis laki-laki itu, terselip bunyi yang sulit ditahan. Panjang dan terasa familier.Aku yang tadinya mengernyit dan hampir berlutut memohon ampun, langsung menatapnya dengan tak percaya.Dia berbunyi, artinya dia lapar. Itu ju
Ekspresiku menegang. Seketika, aku menyadari sesuatu.Kalau setelah memulihkan ingatannya, Aditya merasa bahwa mencuci kaus kaki, mencuci celana dalam, plus mengerjakan segala macam pekerjaan rumah adalah sebuah penghinaan, apakah dia akan datang mencariku untuk menuntut balas dendam?Jawabannya adalah ... iya.Kemungkinan besar dia akan mencincangku, si manusia tak berguna ini, lalu memberikannya kepada anjing untuk melampiaskan amarah.Aku langsung menghubungi pemilik kontrakan. Untuk apa? Tentu saja mengakhiri sewa dan kabur! Kalau tidak, mau menunggu digigit Aditya sampai mati?Aku pindah dari rumah lamaku dengan pontang-panting. Untungnya, dulu saat Aditya tinggal bersamaku, aku hanya sibuk menyuruhnya mengerjakan pekerjaan rumah atau bermesraan dengannya, tidak pernah memberi tahu lokasi tempat kerjaku secara detail. Jadi dalam waktu singkat, dia seharusnya tidak bisa menemukanku.Setelah bersembunyi dan bertahan hidup beberapa waktu, tetap tidak ada yang datang mencariku untuk m
"Baik."Aditya melepas atasannya dengan patuh. Di bawah lampu kamar tidur berwarna kuning hangat, tubuhnya yang bagus terlihat sepenuhnya.Perut six pack dan pinggang ramping. Garis V memanjang masuk ke bagian tersembunyi celana tidur…Aku menelan ludah. Jantungku berdegup begitu keras. Untuk sesaat, suaraku bahkan lebih keras daripada suara Aditya yang biasanya."Sudah.""Celana ... celananya juga dilepas. Iblis laki-laki yang baik harus tahu diri, ngerti?""Yuri."Dia tidak bergerak, malah mengangkat pandangan dan menatapku lekat-lekat. Kemudian, dia menarik tanganku dan meletakkannya di tali serut celananya."Kamu yang lepaskan, karena segala sesuatu tentangku adalah milikmu.""Tuanku."Satu panggilan yang melambangkan penyerahan diri itu langsung membuat kakiku lemas. Dengan gemetar, aku mengulurkan tangan.....Permainan gila berlangsung sepanjang malam. Untungnya, keesokan harinya hari Sabtu, jadi aku tidak perlu khawatir bangun kesiangan dan dipotong uang kehadiran.Namun, saat
Aditya setampan itu, mana tega aku membiarkannya menjalani hari-hari susah bersamaku.Datanglah rezeki. Datanglah rezeki besar buatku!Sambil terus merapal doa agar cepat kaya, aku pulang ke rumah. Namun, saat aku tiba, aku mendapati rumah gelap gulita. Lampu tidak menyala.Iblis laki-lakiku pergi beli sayur? Bukannya sudah kubilang agar dia patuh di rumah dan jangan keluyuran?Aku berbalik hendak pergi ke pasar di depan kompleks untuk mencarinya, tetapi begitu menoleh, aku tepat berpapasan dengan Aditya yang sedang naik ke lantai atas. Saat melihatku, ekspresinya tampak agak aneh."Kamu sudah pulang?"Aku mengangguk, lalu bertanya dengan santai, "Kamu ke mana? Kok nggak di rumah?""Aku keluar beli sayur.""Hah? Terus sayurnya?"Aku menatap iblis laki-laki itu dengan curiga. Kedua tangannya kosong.Aditya terdiam sejenak, lalu meminta maaf, "Maaf, aku akan pergi beli lagi."Sambil berkata begitu, dia berbalik, hendak turun tangga dan keluar lagi. Aku menariknya dan berkata dengan lembu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.