Short
Gunung dan Sungai Takkan Bertemu Lagi

Gunung dan Sungai Takkan Bertemu Lagi

By:  WangsaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
4.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada tahun kesepuluh pernikahan kami dengan sang pianis genius, aku terserang sebuah penyakit aneh. Sebulan yang lalu, demi menjaga adik iparnya yang sedang sakit, suamiku absen dari pesta ulang tahunku. Aku yang setiap hari menunggunya pulang, kali ini aku lupa menunggu dan tidur lebih awal. Setengah bulan yang lalu, suamiku membawa adik iparnya menghadiri sebuah pertunjukan penting. Aku yang biasanya pencemburu, kali ini tidak marah sedikit pun dan hanya pulang ke rumah dengan tenang. Tiga hari yang lalu, aku jatuh sakit dan demam tinggi. Suamiku bergegas pulang dari luar kota, tetapi ternyata hanya untuk merawat tangan adik ipar yang melepuh karena tersiram air panas. Setelah bertemu di rumah sakit, aku yang biasanya mudah cemburu, justru merasa tenang secara luar biasa. Aku melupakan janji kami untuk menua bersama, juga melupakan kata-katanya dulu yang bilang bahwa dia akan merasa sangat sedih meski kulitku hanya lecet sedikit. Hingga saat suamiku mengatakan ingin menjemput adik iparnya untuk tinggal di rumah dan merawatnya seumur hidup, ingatanku mulai memudar dan aku memanggil Sistem. "Aku mau pulang."

View More

Chapter 1

Bab 1

"Aku punya urusan di dunia lain. Tiga hari lagi, aku akan datang untuk membawamu pulang."

Suara mekanis Sistem yang familier kembali terdengar. Tatapanku kosong, wajahku pucat pasi. Sudut bibirku memaksakan sebuah senyum pahit sambil berbisik lirih, "Aku akan menunggumu."

Sepuluh tahun yang lalu, aku memilih untuk tetap tinggal. Kupikir, aku bisa bersanding dengan Bobby Fersa hingga maut memisahkan. Kupikir, aku tidak akan pernah lagi berurusan dengan Sistem. Siapa sangka, sepuluh tahun kemudian, aku tetap kalah oleh kenyataan.

Pintu terbuka, Bobby telah pulang.

Wajahnya yang dingin, seketika melembut saat melihatku, lalu mengulas senyum hangat. Dia melangkah cepat ke arahku dan langsung memelukku erat.

"Dea, kenapa hari ini kamu nggak mengirimkan makan siang untukku? Aku lapar sekali."

Suaranya terdengar sedikit merajuk saat berkata, "Biasanya kamu selalu mengirimkan makan siang."

Aku menatap wajahnya yang pura-pura bersedih, lalu menundukkan pandangan dan berkata pelan, "Aku lupa."

Pekerjaan Bobby sangat sibuk, dia sering lupa makan hingga menderita penyakit lambung. Akulah yang setiap hari mempelajari resep masakan dan perlahan memulihkan kesehatannya. Namun, dia masih memiliki kebiasaan lama. Perutnya akan sakit jika tidak makan.

Aku tidak tega melihatnya menderita, jadi aku selalu memasak sup dan mengirimkan makan siang setiap hari tanpa absen selama sepuluh tahun. Namun hari ini, aku benar-benar lupa.

Melupakan kiriman makan siang hanya hal kecil. Ada banyak hal lain yang mulai kulupakan.

Dulu Sistem pernah berkata, tidak ada orang yang memilih menetap, yang bisa menua bersama target misinya. Aku tidak percaya.

Sistem pun bertaruh denganku. Jika perasaan Bobby berubah, aku akan kehilangan ingatan tentangnya secara bertahap, dan tubuhku akan melemah hingga akhirnya mati.

Sebenarnya, ingatanku sudah mulai menghilang sejak lama, hanya saja aku baru menyadarinya sekarang.

Bobby menundukkan kepalanya, menyentuhkan keningnya ke keningku, dan menatapku dalam-dalam. "Benar-benar lupa? Atau karena dua hari lalu aku di rumah sakit merawat Lina dan mengabaikanmu, jadi kamu sengaja membiarkanku kelaparan?"

Aku menggeleng. "Benar-benar lupa, karena Sistem ...."

"Sudahlah." Bobby tampak sedikit tidak berdaya.

Dia menghela napas lalu berdiri dan berkata, "Dea, kita sudah menikah selama sepuluh tahun, apa aku belum cukup baik padamu? Aku tahu di dunia ini nggak ada yang namanya Sistem. Jangan gunakan alasan itu lagi untuk mengancamku!"

Mendengar hal itu, aku duduk dengan tubuh kaku dan menatapnya dengan nanar.

Ternyata selama ini dia tidak pernah memercayaiku, dia hanya menganggapku berbohong.

Jika itu aku yang dulu, mungkin aku akan berusaha mati-matian untuk menjelaskan. Namun sekarang, itu tidak penting lagi. Tiga hari lagi aku akan pergi, jadi apakah dia percaya atau tidak, itu bukan masalah bagiku.

Saat itu, Bobby mengeluarkan sebuah kotak indah dan membukanya di tanganku. Di dalamnya ada sebuah bros yang bertahtakan batu rubi.

"Sayang, jangan marah lagi, ya? Aku mengaku salah."

"Bros ini pesanan khusus edisi terbatas, hanya ada dua di dunia. Kamu pasti terlihat cantik memakainya. Besok adalah hari ulang tahun pernikahan kita, ayo kita bawa Samuel pergi ke Taman Sakura di pinggir kota, bagaimana?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Yenita Siregar
Yenita Siregar
cerita yg bagus,endingnya jg sesuai harapan,
2026-01-19 18:20:03
1
0
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status