로그인Pada tahun kesepuluh pernikahan kami dengan sang pianis genius, aku terserang sebuah penyakit aneh. Sebulan yang lalu, demi menjaga adik iparnya yang sedang sakit, suamiku absen dari pesta ulang tahunku. Aku yang setiap hari menunggunya pulang, kali ini aku lupa menunggu dan tidur lebih awal. Setengah bulan yang lalu, suamiku membawa adik iparnya menghadiri sebuah pertunjukan penting. Aku yang biasanya pencemburu, kali ini tidak marah sedikit pun dan hanya pulang ke rumah dengan tenang. Tiga hari yang lalu, aku jatuh sakit dan demam tinggi. Suamiku bergegas pulang dari luar kota, tetapi ternyata hanya untuk merawat tangan adik ipar yang melepuh karena tersiram air panas. Setelah bertemu di rumah sakit, aku yang biasanya mudah cemburu, justru merasa tenang secara luar biasa. Aku melupakan janji kami untuk menua bersama, juga melupakan kata-katanya dulu yang bilang bahwa dia akan merasa sangat sedih meski kulitku hanya lecet sedikit. Hingga saat suamiku mengatakan ingin menjemput adik iparnya untuk tinggal di rumah dan merawatnya seumur hidup, ingatanku mulai memudar dan aku memanggil Sistem. "Aku mau pulang."
더 보기Suara David berteriak minta tolong dengan keras menarik kami keluar dari suasana aneh tersebut. Aku segera menoleh dan melihat David, yang entah sejak kapan telah terjatuh ke dalam danau. Dia sedang berjuang agar tidak tenggelam sambil berteriak, "Ibu!"Insting bertindak mengalahkan pikiran. Dengan cemas aku terjun ke danau, menarik David ke tepi, dan memeriksanya dengan teliti.Aku menoleh dan baru menyadari bahwa Samuel juga sedang berjuang di dalam danau. Namun, tadi mataku hanya tertuju pada David, hingga aku sama sekali tidak menyadari bahwa Samuel juga memanggilku.Bobby saat ini telah menyelamatkan Samuel ke darat.David menarik ujung bajuku dengan takut, dia meminta maaf dengan perasaan bersalah, "Ibu, maafkan aku." Lalu dia menambahkan, "Ibu hebat sekali bisa berenang."Aku mengusap air matanya dengan lembut dan tersenyum. "Nggak apa-apa, kamu ‘kan anak Ibu, sudah seharusnya Ibu melindungimu. Nanti setelah kita pergi dari sini, Ibu akan mengajarimu berenang, oke?"Mata David b
"Dea, aku alergi alkohol. Saat itu negosiasi bisnis yang kualami sangat penting, kamu bilang ingin membantuku. Jadi kamu sendirian menghabiskan semua minuman dalam pertemuan itu dan membuat tujuh atau delapan bos di pihak lawan tumbang. Saat aku membawamu pulang, baru kusadari seluruh tubuhmu bengkak kemerahan. Kamu demam dan muntah-muntah. Dalam kondisi seperti itu pun, kamu masih bilang kamu sanggup minum lagi. Saat itu, aku baru tahu kalau kamu juga punya alergi ringan.""Dulu kamu begitu mencintaiku."Dia bicara sambil menatapku penuh harap. Seolah-olah melalui tindakan menyiksa diri ini, dia bisa membuatku ingat kembali.Jika begitu, dia pasti akan sangat kecewa. Karena pembersihan ingatan yang dilakukan Sistem sangat menyeluruh. Aku tidak bisa mengingat apa pun, aku juga malas untuk mengingatnya."Kamu juga sendiri yang bilang, itu 'dulu'. Sekarang aku jelas-jelas nggak mencintaimu lagi, bahkan nggak mengingatmu."Mendengar itu, air matanya jatuh mengalir semakin deras, bercampur
Sepertinya kata-kataku memicu emosinya. Dia menjadi sangat gelisah, menggelengkan kepala sambil mencengkeram bahuku kuat-kuat. Bibirnya sampai berdarah karena dia gigit sendiri lantaran rasa takut yang amat sangat."Kamu benar-benar nggak ingat padaku?""Kamu bilang aku adalah tokoh pemeran pria kedua yang penuh kasih sayang di dalam novel. Kamu menjalankan misi untuk menaklukkanku, tapi kamu akhirnya benar-benar jatuh cinta padaku. Karena itulah kamu memohon kepada Sistem agar diizinkan tetap tinggal di sini untuk menemaniku.""Kita sudah menikah. Demi kamu, aku melepaskan hak waris atas perusahaan keluargaku. Demi pekerjaanku, kamu bernegosiasi dengan pihak lawan. Kamu minum alkohol sampai seluruh tubuhmu bengkak dan kemerahan. Kamu bahkan menderita demi melahirkan Samuel untukku. Kamu bilang kita akan menua bersama, aku pun menanamkan taman mawar itu untukmu.""Kita jelas-jelas saling mencintai. Ingatan-ingatan ini terus kupikirkan siang dan malam tanpa henti. Kamu begitu mencintaik
Anak itu menerjang ke arahku, tetapi David menghalanginya dengan kokoh.David menatapnya dengan tajam dan bertanya, "Ini ibuku, kamu mau apa?"Menghadapi pertanyaan David, anak itu tidak peduli. Dia justru melompat-lompat di belakang David sambil melambai padaku dan berteriak keras, "Ibu, Samuel tahu Ibu belum mati! Ibu pasti kembali karena nggak tega meninggalkan Samuel!"David tetap menghalanginya, tidak membiarkannya mendekatiku. Wajah anak yang mengaku sebagai Samuel itu memerah karena marah. Dengan kalut, dia mendorong David dengan keras."Siapa kamu? Kenapa kamu menghalangiku memeluk Ibu?"David terhuyung karena dorongan itu. Aku segera memeganginya dan menariknya ke belakangku. Melihat tindakanku, anak di depanku itu gemetar dengan air mata yang mengalir deras. Dia berkata, "Ibu, bagaimana bisa Ibu melindungi dia? Aku yang anak kandung Ibu!"Aku mengernyitkan dahi. Anak yang aneh sekali, kenapa tiba-tiba memanggilku ibu? Aku bahkan tidak mengenalnya."Nak, kalau ibumu tahu kamu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.