Share

Bab 161

Author: Erlina
Steven terdiam membisu.

Sepertinya Caden sungguh marah kali ini.

“Aku tahu kamu juga lagi marah. Kamu dan Bu Naomi nggak bersalah atas masalah kali ini. Semua ini salah keluarganya Sonia! Nyali mereka terlalu besar!”

Ketika mengungkit masalah Sonia, Caden mengisap rokoknya dengan kuat. Raut wajahnya kelihatan sangat sinis. “Tangkap Girman ke sirkuit balap!”

Girman adalah suaminya Sonia Pangestu sekaligus ayahnya Bastian Pangestu.

Tak lama kemudian, terdengar suara tangis histeris di sirkuit balap milik Caden. Girman bagai orang gila saja berlari di dalam sirkuit sembari menoleh. “Tolong! Tolong! Tolong!”

Di belakangnya ada sebuah mobil balap yang sedang melaju ke sisinya dengan kecepatan kilat. Girman merasa terkejut hingga jatuh ke lantai. Dia pun menjerit, “Ah, ah ….”

Saat ini, Sonia sedang menyaksikan dari area penonton. “Caden! Kamu memang binatang! Dia itu pamanmu! Aku bunuh kamu sekarang!” Sonia langsung menyerbu ke sisi Caden. Hanya saja, pundaknya ditahan oleh 2 orang pengawal
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Nining Lestari
mungkin mau mnunggu 20 tahun
goodnovel comment avatar
Aninuraoni
kapan caden ketemu sama 3 anak kembarnya Braden Hayden Jayden gak sabarr menunggu .........
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
aku suka gayamu caden .........
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2365

    “Iya!”Caden berkata, “Punya cita-cita itu bagus. Tapi cita-citamu itu butuh banyak sokongan dana.”Hayden langsung berucap, “Nggak usah pusing soal uang! Kata kakekku, dia akan mendukungku. Aku bisa bilang sama dia kalau aku butuh dana!”“Paman Steven juga sudah bilang, asalkan aku gembira, dia bahkan rela menyerahkan uang beli kuburannya kepadaku!”“Begitu pula dengan Papa Dylan, dia bilang dia mau keluarkan sedikit uang simpanannya buat dijadikan mahar Baby, sisanya bisa diserahkan kepadaku!”“Paman Andrew, Kakek Kevin, Nenek Lyana, mereka juga bersedia untuk membantuku. Lagi pula, aku juga ada kamu yang kaya raya! Jadi, aku nggak usah pusing soal uang!”Caden mendidiknya. “Nggak masalah untuk membantumu, tapi kamu nggak boleh mewujudkan impianmu dengan mengandalkan subsidi dari orang lain. Orang lain hanya bisa membantumu di saat kamu kesulitan, tapi nggak mungkin bisa membantumu untuk selamanya. Kalau kamu benar-benar darurat dan membutuhkan uang, semua orang bisa membantumu, tapi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2364

    “Papa, setelah masalah virus generasi ke-8 berlalu, apa kita bisa melewati hari-hari kita dengan tenang?” Hayden menengadah wajah kecilnya, lalu bertanya dengan penuh harapan. Terlintas rasa bersalah di dalam hati Caden. Anak-anak Caden bahkan tidak bisa melewati harinya dengan tenang. Caden mengangguk. “Emm, kamu ada pemikiran apa?”Hayden segera berkata, “Aku ingin pergi mengunjungi AZ, apa kamu bisa bawa aku ke sana? Sudah lama aku nggak ke sana.”AZ adalah sebuah markas rahasia di Negara Carika. Saat AZ baru didirikan, seluruh pendanaannya berasal dari Caden. Pendirinya juga adalah teman baik Carlos.Saat Hari Anak tahun lalu, ketika Caden sedang menyiapkan hadiah untuk Hayden, dia mengetahui dari Braden bahwa Hayden sangat ingin mengunjungi markas rahasia AZ. Jadi, Caden mencari cara untuk menguruskan sebuah kartu akses untuknya.Kartu akses itu bukan sepenuhnya karena koneksi atau reputasi Caden, sebagian juga karena bakat si Hayden. Begitu pendiri markas rahasia AZ melihat gam

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2363

    Harlan berkata dengan raut murung, “Caden pasti nggak akan bekerja sama denganmu. Ada nyawa orang tuanya di dirimu.”Tora menghela napas lagi. “Haih, waktu itu aku menyusun rencana untuk membunuh Darman dan Wanda juga karena terpaksa. Aku juga sangat bersedih atas kematian mereka, tapi aku mesti mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar!”Harlan hanya menatap Tora tanpa berbicara lagi.Beberapa saat kemudian, mobil berhenti di dermaga. Ada yang datang membukakan pintu mobil. “Pak Guru!”Semua sudah diatur Tora sebelumnya. Orang itu sama seperti Liman, yang dibesarkan olehnya, jadi dia pun memanggil Tora dengan sebutan “Pak Guru".Tora menuruni mobil dengan menenteng kotak. “Apa ada sesuatu yang aneh?”“Nggak ada. Semuanya kelihatan normal selama beberapa hari ini!”“Oke, kita segera pergi!”Tora dan Harlan memasuki kapal, lalu berlayar di tengah malam. Ketika anggota Caden melihat kapal mereka, tidak ada yang menghalangi mereka juga. Sebab, semua itu adalah perintah Caden, hanya cu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2362

    Harlan terbengong. “Emm?”Suasana hati Tora hari ini sangat bagus. Dia bersedia berbicara lebih banyak kepada Harlan. “Caden dan yang lain curiga aku itu orang misterius. Sebenarnya mereka salah. Aku hanya pintar dalam menyusun jebakan, tapi orang yang benar-benar mengambil keputusan dalam masalah virus generasi ke-8 bukanlah aku.”“Setiap langkah yang aku tempuh sebenarnya baru bisa dijalankan setelah mendapatkan izin darinya.”Harlan bertanya dengan kening berkerut, “Siapa dia?”Tora menggeleng dengan perlahan. “Nggak tahu.”Harlan merasa syok. “Apa kamu nggak tahu?”Tora berkata dengan menyipitkan matanya, “Makanya aku bilang dia barulah orang misterius yang sebenarnya. Bahkan aku sendiri juga nggak tahu siapa dia.”Harlan merasa penasaran. “Bukannya ada orang asing di belakang? Tadi aku samar-samar kedengaran suaranya, dia bicara bahasa Carika, sepertinya dia itu warga negara Carika!”Tora berucap, “Dia selalu menggunakan bahasa Carika saat berkomunikasi denganku. Aku tebak seharus

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2361

    Nada bicara Tora kedengaran datar. “Nggak masalah. Meskipun dia mengutus banyak orang, mereka juga nggak berani turun tangan terhadap kita, kecuali dia benar-benar nggak peduli dengan putrinya lagi.”Harlan bertanya, “Kalau nggak apa-apa, kita pergi ke rumah sakit saja untuk obati lukamu.”“Nggak usah. Ada dokter di atas kapal. Nanti aku bisa obati setelah naik kapal. Luka ini cuma luka kecil saja. Haih … akhirnya aku menemukannya!”Harlan melihat kotak di atas tangannya. “Apa kamu yakin cairan itu benar-benar virus generasi ke-8?”Tora berkata, “Yakin! Semuanya bisa dilihat dari reaksi Caden. Semuanya sudah pasti benar! Kondisi di dalam ruangan pemakaman sudah pasti benar. Guncangannya kuat sekali. Ruangan itu bisa roboh setiap saat. Dalam kondisi seperti itu, Caden masih nggak bersedia untuk melepaskan kita. Dia juga lagi menggunakan nyawanya untuk melindungi virus ini.”“Kalau virus ini palsu, Caden nggak usah begitu peduli, apalagi bercanda dengan nyawanya. Si Andrew juga, kamu jug

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2360

    Semua yang berada di luar ruangan pemakaman adalah anggota Caden. Ketika melihat mereka keluar, para pengawal langsung mengerumuni mereka.Caden berkata, “Biarkan mereka pergi!”Sekelompok pengawal pun terbengong setelah mendengarnya. Mereka segera melangkah mundur. Tora dan Harlan juga melirik Caden sekilas, lalu buru-buru menuruni pegunungan. Setelah mereka meninggalkan tempat, Caden menghubungi Steven, “Apa Shane baik-baik saja?”Napas Steven tidak karuan. Begitu mendengar ucapan itu, dia pun tahu telah terjadi sesuatu di sana. “Tiba-tiba jantung Shane terasa sakit sekali. Saking sakitnya, dia langsung jatuh dari atas ranjang. Dia kelihatannya begitu kesakitan! Aku sudah panggil dokter keluarga kemari. Dia sudah diberi obat pereda rasa sakit. Mungkin kondisinya akan membaik setelah beberapa saat lagi.”Caden berucap, “Semua ini ulah Tora. Seharusnya dia nggak akan terluka lagi dalam waktu singkat.”Steven bertanya, “Apa Tora sudah pergi?”“Emm.”“Apa dia pergi dengan membawa virus g

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status