Share

Bab 1920

Penulis: Erlina
Baby mengangguk dengan kuat. “Iya, Angel lebih besar daripada adik. Adik mesti panggil ia dengan sebutan Kak Angel.”

Caden menggigit bibirnya. Dalam sesaat, dia tidak tahu harus berkata apa lagi.

Naomi berkata, “Kamu boleh bawa Angel pergi bersamamu. Tapi, setelah pulang nanti, kamu mesti belajar matematika selama satu jam.”

Ketika Baby mendengar, senyuman di wajahnya langsung hilang. Dia merasa dunianya hampir runtuh saja. Dia menatap Caden dengan wajah sedih berharap Caden bisa memelas untuknya.

Caden merasa agak serbasalah. Sebab, Naomi sangat serius dalam aspek pelajaran, terutama si Baby. Meskipun Joseph dan Maria memelas, semuanya juga tidak ada gunanya, apalagi Caden. Bisa jadi Naomi akan marah, lalu pisah ranjang dengannya nanti malam! Menakutkan sekali!

“Papa ….” Baby menengadah kepala kecilnya, lalu memanggil dengan suara gemasnya. Si gadis menarik ujung pakaian Caden sembari menggoyangkannya. Dia mengedipkan matanya dengan bermanja-manja.

Caden menghela napas dalam hati.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2449

    Caden berkata, “Aku sudah menduganya. Kamu jangan emosional dulu. Kamu dan Tiara nikmati liburan kalian sana. Aku akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengatasi masalah ini. Aku telepon cuma ingin tanya kamu, siapa yang seharusnya aku hubungi?”Andrew sangat akrab dengan polisi yang memburu pengedar obat terlarang dan juga sangat memahami mereka. Dia pasti tahu jelas mana yang baik dan mana yang jahat.Setelah identitas Andrew terbongkar, petinggi dari departemen pemberantas obat terlarang sering menghubunginya untuk menunjukkan rasa kepedulian dan juga menjalin hubungan baik dengannya.Keluarga Juanda adalah keluarga pahlawan yang seluruh anggotanya gugur demi negara. Andrew berasal dari garis keturunan yang bersih dan terhormat. Di dalam darahnya mengalir kejujuran dan keberanian yang dimiliki Tristan. Dia benar-benar bibit yang sangat unggul.Mereka selalu ingin mengaktifkan kembali nomor lencana polisi Tristan dan mewariskannya kepada Andrew. Namun sikap Andrew sangat te

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2448

    Braden menelusuri sekilas informasi tentangnya, lalu menoleh ke arah Caden untuk berkata, “Dia itu pengawal andalan Anjas. Kalau dia berada di sini, berarti Anjas juga ada di sini. Selama ada Anjas, pasti akan ada transaksi jual beli obat terlarang.”Iblis itu tidak mungkin meluangkan waktunya untuk berliburan ke Kota Jawhar!Caden yang berwajah dingin itu terdiam beberapa detik. “Kalian nggak usah ikut campur dalam masalah ini. Aku akan menanganinya.”Hayden segera bertanya, “Papa, apa rencanamu untuk mengatasinya?”Caden berkata, “Serahkan kepada pihak polisi.”Seandainya Andrew sedang berada di sini, Caden pasti akan menyuruh Andrew untuk mengatasi masalah ini. Sebab, Andrew pintar dalam memberi pelajaran kepada orang-orang seperti itu. Hanya saja, sekarang Andrew sedang tidak berada di tempat, menyerahkan masalah ini untuk ditangani pihak kepolisian adalah keputusan yang paling tepat.Rayden malah mengerutkan keningnya. Dia kelihatan tidak tenang. “Papa, mereka itu komplotan krimin

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2447

    Di ruang baca lantai atas.Anak-anak masih sedang meneliti orang aneh di Gunung Giana. Jayden duduk di depan rangka lukisan sembari memegang pensil. Hayden yang berdiri di samping mendeskripsikannya. Braden dan Rayden pun menunggu hasil dengan tenang.“Bukan, ada yang salah dengan bagian ini. Alisnya sepertinya lebih tebal, matanya ….”Berhubung orang itu menutup wajahnya dengan masker, Hayden juga tidak bisa mendeskripsikan kelima indra dengan sempurna. Dia hanya bisa mendeskripsikan alis dan matanya saja.Hayden dan Jayden telah sibuk selama beberapa saat. Setelah merevisi berkali-kali, akhirnya terjadi hasil akhirnya!“Iya, dia orangnya! Penampilannya seperti ini!”Braden dan Rayden menatap lukisan itu.Hayden bertanya dengan girang, “Kak, apa kalian kenal siapa orang itu?”Braden dan Rayden menatap beberapa saat, lalu menggeleng secara serempak. “Nggak kenal dan nggak pernah bertemu.”Hayden merasa syok. “Apa kalian berdua nggak merasa familier dengannya?”“Nggak.”Hayden bertanya

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2446

    Braden, Hayden, Jayden, dan Rayden berlari kemari. “Mama, kita mainnya di lantai atas saja.”Naomi tidak tahu bahwa mereka sedang buru-buru ingin melukis gambar portrait. Dia pun mengangguk. “Pergi sana. Aku akan panggil kalian setelah makan malam selesai dimasak.”“Emm.” Anak-anak serempak meninggalkan halaman belakang, meninggalkan Baby bermain dengan Angel.Angel sedang melompat di atas rerumputan. Baby juga mengejar langkahnya. Caden dan Naomi sedang duduk di ayunan untuk melihat mereka.Caden bertanya dengan suara kecil, “Apa malam ini kamu benar-benar nggak pulang bersamaku?”Naomi membalas dengan pasti, “Emm.”Caden menarik tangan Naomi, lalu memainkannya. “Jadi, apa aku boleh tinggal di sini?”Naomi menggigit bibirnya. “Apa kamu merasa kamu bisa tinggal di sini?”“Bisa saja. Kamu dan anak-anak saja tinggal di sini. Bukannya akan sangat kasihan kalau aku pulang sendiri? Aku bisa tinggal di kamar tamu juga.”“Kalau begitu, kamu ngomong sama Papa saja.”“Aku … nggak berani. Kamu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2445

    Rayden bertanya, “Apa Hayden nggak bawa kamera mini ketika pergi ke pegunungan?”Hayden mengangkat pundaknya tanda tidak berdaya. “Aku lupa, tapi cara yang diusulkan Kak Braden tadi itu boleh juga. Suruh Jayden lukiskan sosok orang itu, nanti kita teliti bersama.”Raut wajah Jayden menjadi berkerut. “Tapi, aku nggak bawa pensil untuk melukis. Gimana dong?”Hayden berkata, “Kalau begitu, lukisnya di rumah saja. Kita juga nggak buru-buru.”Jayden mengangguk. “Emm.”…Saat ayah dan anak-anak kembali ke rumah, Joseph dan Maria sedang mempersiapkan makan malam di dapur.Begitu memasuki rumah, anak-anak menyapa mereka, “Kakek, Nenek!”Joseph yang mengenakan celemek itu berjalan keluar dapur sembari mengambil centongan di tangan. “Eh, kalian sudah pulang.”Jayden dan Baby berlari untuk memeluk pahanya. “Kakek masak apa?”“Semuanya makanan kesukaan kalian. Ada sayap ayam kesukaan Baby dan juga tumis daging kesukaan Jayden. Ada juga tumis cumi-cumi kesukaan Hayden, telur tomat kesukaan Braden,

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2444

    Braden berkata dengan serius, “Boleh-boleh saja meminjammu, tapi kamu mesti mengembalikannya! Kalau kamu nggak sanggup mengembalikannya di kemudian hari, kamu mesti menjamin dengan sesuatu.”Hayden segera mengangguk. “Nggak masalah!”Braden bertanya, “Kamu mau berapa?”Hayden berpikir sejenak. “Dua juta, deh!”Braden bertanya, “Dua … juta?”“Emm!”“Apa kamu yakin cuma dua juta?”“Yakin! Kenapa? Terlalu banyak atau sedikit?”Braden tidak berpikir kebanyakan. “Ya sudah dua juta saja. Aku akan pinjamkan kepadamu.”Hayden merasa sangat gembira. Dia terus mengangguk. “Kamu investasikan semuanya ke proyek barumu itu! Kak, berapa keuntungan yang bisa aku dapatkan dari uang dua juta?”Braden berterus terang, “Sekarang masih belum bisa disimpulkan.”Jayden berkata, “Kak, aku juga mau investasi.”Baby juga ikut meramaikan. “Kak Braden, aku juga mau investasi.”Braden mengangguk. “Boleh, kalian sebutkan saja angkanya. Aku akan mencatatnya. Nanti aku akan bagi dividen sesuai dengan nilai investasi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status