LOGIN‘Hanya sekedar sewaan, jangan baperan!’ Itulah yang selalu Sasya tekankan pada para pria yang ingin menyewa jasanya sebagai pacar sewaan. Hingga suatu saat, kata itu terpatahkan juga saat seorang CEO tampan mendatangi Sasya untuk meminta Sasya menjadi istri sewaannya. Meski usia mereka terpaut jauh, Sasya tetap menyetujuinya. Kali ini Sasya sendiri yang terbawa perasaan, pada sosok tampan dan berwibawa Morgan, kakak tiri dari sahabatnya itu. Akankah ada benih-benih cinta Morgan untuk Sasya? Atau rumah tangga mereka kandas saat kontrak pernikahan selesai, dan hadirnya wanita yang menjadi penyebab Morgan menyewa jasa Sasya?
View More"Kenapa atm dan credit card aku di block, Ma, Pa?" tanya Sasya keesokan paginya pada orangtuanya yang tengah menikmati sarapan pagi mereka. "Kenapa? Seharusnya kamu tahu alasan Mama dan Papa melakukan itu," jawab mamanya sambil mengoles selai di atas rotinya dengan santai, tanpa sedikitpun melirik Sasya yang memberengut kesal itu. Kening Sasya mengkerut dalam saat memutar otaknya memikirkan pemicu mama dan papanya melakukan itu. Hingga Sasya teringat pada kejadian semalam. .Mungkinkah ada tetangga yang melihat Sasya bersama dengan Morgan? Ya, pasti itu. Memangnya masalah besar apalagi selain itu? "Desas-desus itu lagi?" keluh Sasya, ia menarik kursi di samping mamanya, sebelum duduk dan menatap lekat-lekat wajah mamanya, "Ada yang ngadu ke mama lagi semalam aku diantar cowok?" tanyanya. Bukannya Sasya tidak berani menatap atau bertanya pada papanya. Sasya tahu karena dalam rumah ini hanya suara mamanya sajalah yang papanya itu dengarkan. Jadi, lebih baik ia membujuk ma
"Stop! Udah aku turun di sini aja kak!" pinta Sasya secara tiba-tiba saat mobil Morgan baru masuk ke dalam komplek perumahan wanita itu."Kenapa? Bukannya rumahmu masih dua block lagi dari sini?" tanya Morgan."Aku lupa ada yang mau aku beli, tuh di sana!" Jari telunjuk Sasya terarah pada sebuah minimarket."Dit, menepi di minimarket itu!" perintah Morgan pada supirnya."Baik, Tuan.""Eh jangan, udah di sini aja!" cegah Sasya, namun supir itu mengabaikannya. Jelas saja dia lebih memilih mematuhi perintah tuannya, jadi terus melajukan mobilnya hingga berhenti tepat di depan minimarket.'Sial! Kalo qda tetangga yang liat dan ngadu ke Mama, bisa mati gue!' batin Sasya.Selama ini, orangtuanya selalu mendapatkan laporan dari tetangga mereka mengenai seringnya Sasya turun naik mobil yang berbeda, dengan seorang pria yang berbeda juga. Itu makanya Sasya sengaja minta turun agak jauh dari rumahnya, karena Orangtuanya telah menegaskan kalau sampai mereka mendengar desas-desus itu lagi, maka
"Ini masalah serius, Kak. Aku gak bisa mutusin begitu saja tanpa pertimbangan yang matang. Mengingat untuk aku pribadi, aku hanya mau menikah satu kali seumur hidup aku. Dan pastinya bukan untuk sebuah permainan," jawab Sasya dengan penuh keyakinan."Please bantu aku, Cha. Aku janji selama pernikahan kontrak kita nanti, aku tidak akan menyentuhmu.""Bukan masalah itu, Kak.""Lalu apa?""Banyak konsekuensi yang akan aku terima nantinya saat kontrak pernikahan kita berakhir nanti, Kak. Salah satunya hubungan aku dengan Monic yang pastinya akan renggang dan canggung. Aku gak mau ah, terlalu banyak hal yang aku pertaruhkan nantinya."Dan yang paling Sasya takutkan adalah jatuh cinta yang semakin dalam pada pria itu. Pria yang sudah menambatkan hatinya pada wanita lain. Hanya saja sepertinya bertepuk sebalah tangan.Kalau tidak, Morgan tidak akan terlihat seputus asa itu. Bahkan nyaris memohon Sasya untuk menikah kontrak dengannya hanya untuk membuat wanitanya cemburu, dan pada akhirnya me
Teriknya sinar matahari siang itu tidak mengurangi keriangan Sasya dan ketiga sahabat baiknya, Monic, Lolita dan Sheina, saat mereka tengah becanda gurau di kolam renang. Untungnya pohon rindang di sisi kolam renang mampu menaungi sinar matahari, hingga tidak sampai membakar kulit mulus mereka."Katanya renang bagus untuk wanita hamil, beneran gak sih?" tanya Sasya pada Monic atau Lolita.Kedua sahabatnya itu tengah sama-sama hamil, dengan jeda waktu hanya kurang dari dua bulan saja. Sama halnya dengan persahabatan mereka, suami Monic dan Sasya pun bersahabat juga, bahkan terjalin jauh lebih lama dari persahabatan Sasya dengan Monic, Lolita dan juga Sheina."Kalo menurut dokter kandungan gue sih iya, renang bagus untuk wanita hamil. Katanya sih bisa bantu gue tetap bugar, dan supaya bisa gampang aja gitu adaptasi sama kehamilan gue, dan juga bentuk tubuh gue yang pastinya perlahan bakalan berubah," jawab Lolita."Iya bener. Dokter kandungan gue juga kasih penjelasan kek gitu juga sih.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews