LOGINWARNING đ Siapa yang tak iri melihat kehidupan Yasmine? Dikaruniai suami mapan dan dua anak menggemaskan, keluarganya tampak seperti potret kebahagiaan sempurna. Namun di balik senyum yang selalu ia tunjukkan, tersembunyi hati yang sunyiâmenanti kehangatan yang tak lagi ia dapatkan dari sang suami, Angga. Hingga takdir mempertemukannya dengan Satrio, ayah dari teman sekolah anaknya. Pertemuan yang semula biasa, perlahan berubah menjadi candu. Rasa nyaman tumbuh, logika memudar, dan cinta terlarang pun mulai bersemi. Kini, Yasmine dihadapkan pada pilihan: mempertahankan keluarga yang perlahan retak, atau mengikuti debar yang membuatnya kembali merasa hidup. Temukan kisah penuh emosi dan dilema cinta terlarang ini.
View MoreButiran embun di permukaan gelas menjadi bukti sudah berapa lama Yasmin duduk sendirian di sebuah kafe, sedangkan orang yang mengajaknya bertemu itu masih belum juga menampakkan batang hidungnya.âIni orang niat datang gak sih?!â ucapnya kesal. Karena pertemuan ini tadi, ia jadi tidak sempat berbelanja ke pasar.Namun nyatanya, sudah hampir dua jam Sabrina belum juga datang.âAku tunggu sepuluh menit lagi. Kalau masih belum datang, aku pulang saja,â putusnya, mengangguk yakin.Yasmin meraih gelasnya, lalu menghabiskan isinya hingga tandas.Tepat saat isi gelas itu kosong, pintu masuk kafe terbuka dari luar.Sabrina melangkah dengan angkuh menghampiri Yasmin. Setiap langkahnya dibuat seanggun mungkin, dagu terangkat tinggi. Ia menarik kursi di hadapan Yasmin, lalu duduk dengan gaya yang terkesan sombong.âMaaf menunggu lama, jalanan macet banget,â ucapnya sambil tersenyum sinis, menatap Yasmin dari atas hingga ke bawah.âGak masalah,â balas Yasmin dengan senyum yang dipaksakan. âJadiâŚ
âYas⌠Saking inginnya kamu berpisah dariku, sampai-sampai buat cerita seaneh ini?âAngga tidak mungkin percaya begitu saja pada ucapan istrinya itu. Ia yakin betul, Yasmin bukan wanita yang akan berbuat seperti itu.Yasmin bangkit dari duduknya, lalu mendongak menatap suaminya yang berdiri tepat di hadapannya.âAku bicara apa adanya, Mas. Kalau kamu sudah berani berselingkuh, aku pun bisa melakukan hal yang sama. Aku sudah berciuman dengan pria lain, dia sudah menyentuh setiap jengkal tubuhku. Kami berpelukan, saling merasakan kehangatan, sampai sama-sama menyebut nama satu sama lain dalam suasana yang paling intimâââCUKUP, YASMIN!!âSuara teriakan Angga memecah keheningan malam itu, bergema di seluruh sudut kamar. Telinganya terasa panas menyengat, dan dadanya terasa sesak mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut istrinya.âKenapa? Tidak sanggup mendengarnya, atau tidak terima kalau apa yang selama ini kamu anggap milikmu sudah disentuh dan dinikmati oleh pria lain?ââYas⌠Ku
âYasmin, Sayang⌠Kamu masih di sana?âYasmin tersadar dari lamunannya yang mendalam. Ia mengerjap beberapa kali, baru bisa menjawab panggilan Satrio.âIya, Mas. Aku dengar kok,â jawabnya sambil mengusap wajah yang terasa basah oleh keringat dingin.âJadi bagaimana tawaranku tadi? Kamu mau, kan?â Satrio kembali mengulang pertanyaannya, menunggu jawaban dengan penuh harap.Yasmin menggigit pelan bibir bawahnya, kembali terjebak dalam kebingungan yang makin berat. âMas, masalah ini kita bahas lain kali saja yaâŚâ jawabnya akhirnya, berusaha menghindari keputusan yang mendadak.Di seberang sambungan, terdengar helaan napas panjang yang terasa berat. Yasmin bisa merasakan rasa kecewa dan frustasi dalam nada bicara pria itu. âBaiklah, Sayang. Maaf kalau aku terkesan terlalu terburu-buru.ââMaafkan aku juga, Mas,â ucap Yasmin dengan kepala tertunduk, seolah Satrio bisa melihatnya.âTidak apa-apa, Sayang. Memang aku yang salah.âYasmin hanya bisa terdiam. Ia tahu, meski Satrio berusaha terdeng
Angga menjemput anak-anaknya pulang sekolahâsesuatu yang sangat jarang ia lakukan sebelumnya. Dulu, urusan ini selalu diserahkan sepenuhnya kepada istrinya, dan ia tak pernah sekalipun menyadarinya.Jujur saja, Angga sangat menyesal telah menyia-nyiakan Yasmin selama ini. Baru setelah rasanya hampir kehilangan, ia sadar betapa berartinya sosok wanita itu dalam hidupnya.âAyahhh!!âAngga segera menunduk dan membuka kedua tangannya lebar-lebar saat melihat Brayan berlari menghampiri. Bocah berusia delapan tahun itu terlihat sangat gembira melihat ayahnya yang datang menjemput.âAduh, jagoan AyahâŚâ Angga memeluk tubuh mungil itu erat-erat.âTumben Ayah yang jemput. Bunda di mana?â tanya Brayan setelah melepaskan pelukan.âBunda lagi ada urusan sebentar. Gak apa-apa kan kalau kali ini Ayah saja yang menjemput?â Angga menatap wajah polos putranya dengan lembut.Brayan langsung mengangguk semangat. âBoleh banget! Aku suka kok!â serunya riang, lalu kembali memeluk tubuh ayahnya.âAyah sayang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews