Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya

Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya

By:  Gunung ApiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9.5
524 ratings. 524 reviews
906Chapters
996.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Delis mencintai Kelven, seperti yang diinginkannya, Delis akhirnya menjadi istri KelvenSaat Delis dengan gembira ingin memberitahu Kelven bahwa dirinya hamil, Delis malah melihat Kelven pulang dengan wanita lain yang mengambil segalanya darinya.Setelah beberapa kali dilukai, Delis akhirnya bertekad menyerahkan surat perjanjian perceraian dan pergi.Kelven tidak menyangka setelah bercerai, Delis seakan lenyap tanpa jejak, tanpa ada kabar sedikitpun.Sementara dirinya seperti orang gila yang mengelilingi seluruh dunia untuk mencarinya.

View More

Chapter 1

Bab 1

“Kamu hamil, usia kandungan sudah lima minggu. Kondisi tubuhmu nggak begitu baik, jadi kamu harus lebih memperhatikan … ”

Delis tidak mendengarkan kata-kata dokter setelah itu, pikirannya penuh dengan kalimat ‘kamu hamil’.

Dirinya hamil …

Dirinya mengandung anak Kelvin.

Dengan adanya anak ini, apakah akan mengubah pernikahan mereka yang semulanya palsu menjadi nyata?

Delis sangat bahagia, memikirkan bahwa Kelven akan pulang dari perjalanan dinas hari ini. Dengan penuh semangat, dia segera pulang sambil membawa laporan pemeriksaan kehamilan.

Saat langit hampir gelap, mulai turun gerimis. Delis tetap menerobos hujan dan pulang dengan badan basah kuyup.

Setelah masuk ke dalam rumah, Bibi Siti langsung mengambilkan handuk dan membantu Delis mengeringkan rambutnya.

“Nona Delis, mengapa menerobos hujan seperti ini? Bagaimana kalau kamu sakit karena basah kuyup begini? Cepatlah naik ke atas, mandi air hangat dan ganti bajumu.”

Wajah Delis dipenuhi dengan senyuman yang bersinar, berseri seperti bunga yang mekar.

Dia membungkuk untuk mengganti sepatunya. Tiba-tiba dia melihat sepasang sepatu kulit yang mengkilap dan berwarna hitam pekat di atas rak sepatu.

Detik berikutnya, dengan gembira Delis memalingkan wajahnya ke arah Bibi Siti dan bertanya, “Dia sudah pulang?”

Bibi Siti tersenyum mengangguk. “Iya, Pak Kelven sudah pulang dari perjalanan dinas. Dia bahkan membawa hadiah untukmu. Cepatlah ganti bajumu dan pergi menemuinya.”

“Iya.”

Delis dengan cepat mengganti sepatunya, mengambil tasnya dan berlari ke atas.

Namun, dia tak sempat untuk mandi dan ganti baju. Saat ini, Delis sangat ingin menyampaikan pada Kelven bahwa dirinya hamil.

Delis tiba di depan pintu ruang kerja dengan badan yang basah kuyup. Saat dirinya bersiap untuk membuka pintu dengan penuh semangat, tiba-tiba dia mendengar suara lembut Kelven yang memikat dari dalam ruangan.

“Setelah dia melahirkan anakku, aku baru akan menikahimu. Paling lama, dua tahun.”

Seketika Delis membeku, senyuman di wajahnya langsung hilang dalam sekejap. Tangannya yang hendak membuka pintu juga tiba-tiba membeku.

Kemudian, dari dalam ruang kerja terdengar suara seorang wanita yang tak dikenal,

“Kalau begitu, aku akan menunggumu selama dua tahun lagi. Dua tahun kemudian, entah dia sudah melahirkan anakmu atau belum, kamu tetap harus bercerai dengannya.”

Pria itu menjawab dengan suara yang dalam, “Hm.”

“Kelven, aku yakin bahwa kita akan bahagia setelah menikah kedepannya, karena aku mencintaimu lebih dari siapa pun, aku … “

Delis tak dapat mendengar kata-kata selanjutnya. Dia terpaku di tempat, seakan-akan sebuah petir menyambar di langit cerah, sulit baginya untuk merespon untuk waktu yang lama.

Apa yang telah dirinya dengar.

Kelven ingin bercerai dengannya dan sebelum bercerai, Kelven ingin dirinya melahirkan anak untuknya?

Kenapa?

Ternyata selama ini ada orang lain di hati Kelven?

Orang itu sudah kembali, Kelven akan membuang dirinya dan menikahi orang itu?

Seketika Delis tak bisa menerima berita ini. Dengan langkah terhuyung-huyung, Delis meninggalkan ruang kerja dan kembali ke kamarnya. Dia terjatuh dan duduk di lantai, air mata membanjiri matanya.

Dia mengenal pria itu selama lima belas tahun dan mencintainya selama lima tahun.

Ketika dirinya mengajukan ide pernikahan palsu dengan pria itu, tanpa ragu, pria itu langsung menyetujuinya.

Meskipun hanya pernikahan palsu, dalam setengah tahun setelah menikah, Kelvin benar-benar memanjakannya bagaikan harta berharga. Begitu lembut dan perhatian pada Delis, membuatnya begitu bahagia.

Delis mengira hubungan mereka adalah cinta, sehingga dirinya pun dengan rela menyerahkan seluruh dirinya sepenuhnya kepada pria itu.

Setelah itu, mereka hidup seperti pasangan pengantin baru biasanya yang harmonis, mesra dan sangat lengket satu sama lain.

Dan Kelven juga selalu menciumnya di tengah malam dan berbisik di telinganya, “Aku menginginkan seorang anak.”

Saat mendengar kata-kata Kelven, Delis mengira bahwa pernikahan mereka akan terus berlanjut tanpa hambatan.

Ketika sudah memiliki anak, mereka akan semakin harmonis dan menua bersama hingga rambut memutih.

Tak disangka, ternyata semua ini palsu.

Semuanya palsu.

Meski hancur dan penuh keputusasaan.

Ketika teringat ada bayi dalam kandungannya dan mengenakan baju basah bisa membuatnya masuk angin, Delis tetap bangkit dan masuk ke kamar mandi.

Setelah mandi, Delis merangkak masuk ke dalam selimut, memaksa dirinya untuk tidur.

Tengah malam.

Delis merasa ada seseorang di sampingnya. Aroma yang familiar menghampirinya, ciuman yang lembut dan hangat perlahan terasa di tubuhnya.

Delis terbangun dan membuka matanya. Dengan bantuan lampu tidur di sebelahnya, dia melihat jelas pria itu mencium lehernya, sambil berbisik pelan,

“Delis, kamu wangi sekali~”

Pria ini adalah suami Delis.

Namanya Kelven Rosli, usianya 30 tahun, sepuluh tahun lebih tua dari Delis. Tingginya 188 cm. Dia suka memakai pakaian gelap, memberikan kesan dewasa dan berkelas.

Kelven memiliki wajah tampan yang begitu sempurna.

Kelven juga merupakan keturunan orang kaya dan sekaligus direktur dari Perusahaan Deli Jaya yang sangat sukses.

Bukan hanya penyelamat Delis, Kelven juga merupakan cahaya dalam hidupnya, satu-satunya harapan bagi Delis di dunia ini.

Delis mengira bahwa dengan menikah dengan Kelven dan mengandung anaknya, Kelven akan menjadi rumahnya.

Tak disangka, mimpi Delis segera hancur begitu cepat.

Merasa ciuman pria yang semakin membara, Delis berusaha mengendalikan emosinya, menatap pria itu dengan penuh cinta dan derita.

Hanya dengan memikirkan apa yang dia dengar di depan pintu ruang kerja tadi dan menyadari bahwa ada seorang bayi kecil dalam perutnya, hatinya terasa sakit seolah-olah sedang disobek.

Sangat menyakitkan.

Saat ini, Delis sama sekali tak ingin Kelven menyentuhnya.

Saat pria itu tengah larut dalam ciumannya, tiba-tiba Delis mengangkat tangannya dan menahan dada Kelven, menolak dengan berkata,

“Kelven, aku nggak mau … ”

Seketika pria itu berhenti, menatap wanita itu dengan tatapan tajam. Sementara terdengar suaranya yang rendah,

“Katakan sekali lagi.”

Delis menatap pria itu tanpa berkedip. “Aku nggak mau, kamu bisa berdiri nggak?”

Ini adalah pertama kalinya Delis menolak dirinya.

Meskipun Delis sudah berusaha mengontrol dirinya, dia tetap saja emosional.

“Alasan.”

Ditolak untuk pertama kalinya, Kelven merasa tak senang.

Delis melihat ekspresi kesal di wajahnya dan tanpa ragu bertanya,

“Siapa wanita yang ada di ruang kerjamu hari ini?”

Mendengar pertanyaan itu, pria itu menghindari tatapannya dan bangkit meninggalkan Delis.

Dia duduk di tepi tempat tidur, dengan santai memakai bajunya, sambil berkata dengan tenang, “Aku akan menikahinya ke depannya.”

Delis merasa sesak di dada, seperti tertusuk jarum yang tajam.

Tiba-tiba matanya menjadi merah, dengan nada penuh kesedihan, dia bertanya, “Lalu bagaimana dengan diriku? Apa artinya aku di hatimu?”

Kelven berdiri dan melihat ke arah wanita kecil yang tiba-tiba marah di tempat tidur, hatinya merasa sedikit cemas.

Namun, Kelven tetap tanpa ekspresi, suaranya terdengar datar,

“Kamu lupa mengapa kita menikah?”

Delis menahan emosi ingin menangis, dengan kehilangan kendali, dia berteriak,

“Aku nggak lupa, tapi apakah cinta dalam setengah tahun ini semuanya palsu? Aku pikir kamu mencintaiku dan nggak akan berpisah denganku, sehingga mengatakan mau punya anak denganku.”

“Kelven, kalau kamu mencintai orang lain, mengapa kamu nggak menikahinya sejak awal dan malah memilih untuk menikahiku?”
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ratings

10
88%(462)
9
1%(5)
8
2%(13)
7
1%(5)
6
2%(9)
5
1%(4)
4
1%(7)
3
1%(3)
2
2%(13)
1
1%(3)
9.5 / 10.0
524 ratings · 524 reviews
Write a review

reviewsMore

Wiji's _
Wiji's _
bagus ceritanya baru baca sampe bab 38, tapi terlalu lambat menyelesaikan masalahnya
2025-04-22 12:06:11
1
0
Cii Cwek Jutex
Cii Cwek Jutex
bagus ceritanya, TPI kebanyakan konfliknya, kpn bahagianya delis sama kelvin
2024-10-25 22:07:51
4
0
Quen Nda
Quen Nda
ceritanya bagus tapi sayang delis terlalu menye menye
2024-10-25 17:48:41
0
0
Agus
Agus
keren banget..
2024-10-22 03:25:06
0
0
Wilona Adelia Aini
Wilona Adelia Aini
ko delis goblok bngt y dah kabur balik lagi kya gx punya harga diri bngt tu cewek...kelven jga begonya gx ketulungan...gmpang bngt d tipu herli trus plinplan bngt sma delis sayang sma herli segan gemes q
2024-10-16 21:23:39
0
0
906 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status