Share

Bab 51

Author: Erlina
Braden mengopi isi rekaman CCTV, baru menghapusnya. Dia tahu Caden adalah seorang pria cerdik. Jadi, Braden tidak akan mengizinkan Caden untuk menyadari ulah Hayden. Selesai mengurus semuanya, Braden baru kembali ke depan meja makan.

Mengenai rekaman CCTV hasil duplikatnya itu, Braden berencana menontonnya sewaktu pulang nanti.

“Ada apa, Kak Braden?” tanya Hayden dengan suara kecil lantaran menyadari ada yang aneh dengan abangnya.

Braden membalas dengan suara serius, “Makan dulu. Kita bicarakan lagi nanti malam.”

Selesai makan malam, mereka berjalan-jalan di sekitar, kemudian baru pulang ke tempat tinggal Naomi dan ketiga bocah cilik.

Tiara tidak ingin berpisah dengan Naomi. Dia bersikeras ingin tidur bersama Naomi malam ini. Sebenarnya ada juga yang ingin Naomi ceritakan kepada Tiara. Dia pun tidak ingin berpisah dengan sahabatnya.

“Kalau begitu, kamu terpaksa tinggal di rumah kontrakan kita.”

“Kenapa malah terpaksa? Lingkungan di sini bagus sekali. Aku rasa harganya pasti mahal.”

Ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Tanty Hassan
Hmmm,, siap² kau Brian dengan pembalasan DENDAM nya si TRIPLET nya NAOMI, Alamat Hancurrr Kariermu
goodnovel comment avatar
Fetrinaelfita
akhirnya Brian ketahuan.. anak kembar pintar juga... lanjut seru crita nya...
goodnovel comment avatar
Aliyah Darojah
cerita nya sangat bagus,tp aplikasi nya yg tdk bagus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2461

    Saat Joseph dan Maria tiba, Caden baru saja selesai melahap mie. Dia mengangkat peralatan makan berjalan ke sisi dapur.Maria segera menghampirinya. “Berikan kepadaku, sini. Kalian cepat pergi sana.”Caden merasa tidak enak hati. “Nggak usah, Ma. Biar aku cuci sendiri.”Maria langsung mengambil peralatan makan dari tangannya. “Untuk apa bersikap sungkan sama aku? Kalian cepat berangkat sana. Bukannya waktu untuk foto prewed itu sudah ditetapkan? Kalau kamu melewatkannya, bisa jadi nggak akan dapat foto dengan pemandangan cantik lagi.”Joseph juga berkata, “Kalian pergi saja. Biar kami yang beresin.”Naomi berkata kepada Caden dengan tersenyum, “Kamu jangan bersikap sungkan sama Papa dan Mama lagi. Ayo, kita cepat berangkat.”Caden mengangguk, kemudian berterima kasih. Dia bersama Naomi sama-sama meninggalkan Vila Maison.Di sepanjang perjalanan, Caden spontan berkata, “Aku benar-benar merasa beruntung bisa bertemu denganmu.”Naomi duduk di bangku samping pengemudi. Usai mendengar, dia

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2460

    Caden langsung menggendong Naomi. Saking gembiranya, dia memutar Naomi beberapa kali, lalu berjalan ke sisi ranjang. Saat tiba di sisi ranjang, mereka berdua langsung jatuh ke atas.Caden berada di bawah, sedangkan Naomi berada di atas.Mereka berdua saling bertatapan selama beberapa detik. Caden membalikkan tubuhnya untuk menindih Naomi di bawahnya, lalu menunduk hendak menciumnya.Naomi menggunakan tangannya untuk menutup bibir Caden. “Kamu memang terlepas dari hukuman mati, tapi kamu tetap mendapat hukuman. Mulai hari ini, tanpa persetujuanku, kamu nggak boleh cium aku!”Kening Caden berkerut. Dia menunjukkan ekspresi “aku tidak setuju".Naomi pun bergumam, “Kalau kamu keberatan, pendam saja di hati! Inilah hukumanku terhadapmu!” Usai berbicara, dia melepaskan Caden, berniat untuk berdiri. Hanya saja, Caden malah memeluk erat pinggang Naomi, tidak mengizinkan Naomi untuk pergi. Pada saat ini, tiba-tiba ponsel berdering.Naomi berkata, “Lepaskan aku. Aku mau angkat telepon.”Caden t

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2459

    Kening Naomi berkerut. “Apanya yang salah?”Caden mengatakan, “Pertama, aku bersalah sama istriku. Kedua, aku sudah mengarahkan anak-anak ke jalan yang salah.”Naomi menyipitkan bola matanya. “Coba kamu jelaskan lagi.”Caden menunjukkan sikap mengakui kesalahannya. Dia tidak menjelaskan, melainkan duluan mengakui kesalahannya. “Aku sudah berbohong dengan istriku. Aku membelakangi istriku diam-diam minta izin bolos buat anak-anak. Aku nggak dengar apa kata istriku, bahkan mengecewakan kepercayaan istriku. Aku bersalah terhadap istriku.”“Anak-anak sedang di usia memupuk kebiasaan. Aku sebagai ayah, bukannya menyemangati mereka untuk giat belajar, malah membawa mereka pergi main-main di jam sekolah. Aku sudah memberikan perasaan ‘sekolah itu bukan hal wajib’. Aku sudah mengarahkan anak-anak ke jalan yang salah.”“Aku bukan seorang suami dan ayah yang baik. Aku sudah bersalah! Aku sudah merenungkan permasalahanku. Aku juga menyadari betapa buruknya perilakuku! Aku benar-benar sudah menyad

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2458

    Wali kelas masih menjelaskan, “Bu Naomi nggak izinkan aku untuk beri tahu masalah dia tahu masalah ini, makanya aku nggak hubungi kamu. Mengenai izin hari ini … kalau sampai Bu Naomi telepon lagi, apa yang harus aku katakan?”Caden berucap, “Nanti, aku akan bahas masalah ini sama dia. Kamu nggak usah masukin masalah semalam ke hati, cuma masalah sepele saja.”Usai mendengar, akhirnya wali kelas merasa lega. Namanya juga Caden, siapa pun tidak ingin menyinggungnya.“Oke, oke, aku tahu.”Setelah mengakhiri panggilan, Caden menyipitkan matanya menatap laman obrolannya dengan Naomi. Dia berpikir sejenak, lalu mengirim pesan kepada Naomi. [ Istriku, kamu lagi ngapain? ]Beberapa saat kemudian, Naomi langsung menghubunginya. “Tadi aku lagi ikatin rambut Baby. Kamu, Braden, Hayden, dan Rayden kira-kira jam berapa sampai ke sini?”Dalam kondisi normal, Caden akan membawa ketiga anak-anak untuk singgah rumah dulu, lalu menjemput Baby dan Jayden untuk pergi ke sekolah bersama.Caden berkata, “Ka

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2457

    Ekspresi Liman terlihat tenang. Dia tidak menjawab pertanyaan pria itu, melainkan hanya berkata, “Aku mau ngomong langsung sama Bos Eza.”Kening pria itu berkerut. Dia menatap Liman sejenak. “Kamu kembali istirahat di kamar dulu. Aku akan kabari kamu begitu ada kabar.”Liman mengangguk, lalu membalikkan tubuhnya berjalan pergi.Setelah asisten pria itu melihat Liman telah berjalan pergi, dia memasuki ruang tamu. “Bos, gimana Liman bisa tahu kamu bukan bos asli?”Kening si pria semakin berkerut saja. “Aku juga nggak tahu dari mana dia menyadarinya!”Asisten bertanya lagi, “Sebenarnya dia benar-benar tahu atau dia lagi menjebak kita?”Pria itu berkata dengan nada dingin, “Apa masih perlu ditanyakan lagi? Ekspresinya sudah sangat jelas! Dia benar-benar tahu rahasia kita!”Asisten berucap dengan kening berkerut, “Aku merasa dia cukup berbahaya, nggak disangka dia akan begitu mengerikan, dia bahkan tahu kamu lagi menyamar. Bos, sebenarnya siapa si Liman itu?”Pria itu menghela napas berat.

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2456

    Caden tidak peduli jika para pengedar obat terlarang dendam terhadapnya. Lagi pula, setelah masalah Winston terekspos, mereka telah mengincar nyawanya. Satu-satunya yang membuat Caden tidak tenang atas masalah malam ini adalah Hayden ….Hayden masih kecil, tetapi telah menjadi incaran orang jahat! Namun setelah dipikir-pikir, semuanya juga bukan masalah. Dengan karakter Hayden yang pemberani dan benci dengan kejahatan itu, cepat atau lambat pasti akan konflik dengan orang-orang jahat itu.Anak-anak sangat berbakat. Mereka ditakdirkan tidak mungkin bisa hidup seperti orang biasa. Ada banyak misi di diri mereka masing-masing!Caden, Andrew, dan Steven akan semakin tua. Anak-anak juga akan tumbuh dewasa. Kelak, anak-anak mesti menanggung semuanya sendiri! Jadi, tidak masalah jika Hayden memiliki konflik dengan mereka.Putih berbaring di samping tubuh Hayden. Dia merasakan Caden terus menatap mereka. Ia mengangkat kepalanya menatap Caden dengan penasaran.Caden pun tersenyum. Dia pergi mel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status