๊ณต์œ 

Datang Tepat Waktu

์ž‘๊ฐ€: Aldra_12
last update ์ตœ์‹  ์—…๋ฐ์ดํŠธ: 2023-09-25 21:07:31

Stef baru saja keluar dari kamar mandi memakai celana chinos panjang dengan kaus berwarna hitam pendek. Rambutnya basah kini sedang diusap dengan handuk kecil.

Stef mengambil ponsel, hingga melihat pesan dari Mely. Dia pun sangat terkejut saat membaca pesan jika Mely ketakutan.

Stef pun langsung mendial nomor Mely, untuk bertanya apa yang terjadi.

โ€œMel, jawab!โ€ Stef ikut panik karena Mely tidak buru-buru menjawab.

Di sisi lain, ternyata Mely menjatuhkan ponsel saat akan menghubungi Stef. Melihat ponsel yang tergeletak di trotoar, hingga kemudian berdering dan terlihat nama Stef terpampang di layar, membuat Mely buru-buru mengambil ponsel. Sebelum menjawab panggilan itu, Mely menoleh dan melihat pria tadi berjalan ke arahnya.

โ€œKenapa dia mengejarku?โ€ Mely semakin panik.

Dia berjalan sambil mengeser tombol hijau untuk menjawab panggilan dari Stef.

โ€œMel, apa yang terjadi?โ€ tanya Stef dari seberang panggilan.

โ€œAda pria yang mengikutiku sejak dari perusahaan sampai aku turun dari bus.โ€ Mel
์ด ์ฑ…์„ ๊ณ„์† ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”.
QR ์ฝ”๋“œ๋ฅผ ์Šค์บ”ํ•˜์—ฌ ์•ฑ์„ ๋‹ค์šด๋กœ๋“œํ•˜์„ธ์š”
์ž ๊ธด ์ฑ•ํ„ฐ
๋Œ“๊ธ€ (1)
goodnovel comment avatar
vieta_novie
syukurlah...stef datang tepat waktu nya.... btw mely mau dibawa kemana ya ma stef?
๋Œ“๊ธ€ ๋ชจ๋‘ ๋ณด๊ธฐ

๊ด€๋ จ ์ฑ•ํ„ฐ

  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Ketahuan

    โ€œIni tempat siapa?โ€ tanya Mely bingung saat Stef membawanya ke sebuah apartemen.Stef menoleh Mely yang panik. Dia pun menghentikan langkah, kemudian menjelaskan.โ€œIni apartemenku, tapi lama tidak ditinggali. Aku membelinya hanya untuk investasi juga saat aku ingin sendiri saja,โ€ jawab Stef menjelaskan.Mely menatap Stef dengan perasaan bingung, hingga pria itu kembali bicara.โ€œTidurlah di sini malam ini. Aku hanya cemas pria tadi masih menguntitmu, bagaimana jika tiba-tiba dia menerobos masuk kamarmu?โ€ tanya Stef.Mely tentunya terkejut dan kembali takut jika sampai benar pria tadi masih mengawasinya. Hingga dia pun secara spontan menggelengkan kepala.โ€œYa sudah, malam ini tidur di sini dulu, baru memikirkan besok harus bagaimana,โ€ ucap Stef membujuk agar Mely tidak ragu.Mely tidak punya pilihan, hingga memilih menuruti ide Stef. Dia tidak memiliki banyak teman ataupun teman dekat karena pendiam. Bantuan dari Stef satu-satunya yang bisa diharapkan untuk saat ini.Mereka sudah sampai

    ์ตœ์‹  ์—…๋ฐ์ดํŠธ : 2023-09-26
  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Terbuka Satu Sama Lain

    โ€œHalo, halo Pak!โ€ Albert memanggil karena Evan tidak membalas ucapannya.Evan sendiri sedang panik karena Renata bangun dan kini sudah menatapnya. Bahkan tatapan sang istri terlihat menakutkan, entah karena memang bangun tidur jadi seperti itu, atau karena perasaan bersalah saja yang membuat Evan takut.Renata menatap Evan, benar dugaannya jika sang suami akan menghubungi Albert saat dia tidur. Sebab itu Renata memilih berpura-pura sudah tidur, agar bisa memergoki suaminya menghubungi Albert.โ€œPak!โ€ Suara Albert begitu keras dari seberang panggilan.โ€œAkan aku hubungi nanti.โ€ Evan buru-buru mengakhiri panggilan itu.Renata turun dari ranjang, berjalan menuju ranjang Evan, lantas melipat kedua tangan di depan dada, memandang suaminya dengan tatapan seolah baru saja memergoki sang suami jalan berdua dengan selingkuhan.โ€œKamu ingin menyembunyikan sesuatu dariku.โ€ Renata menatap Evan dengan mata menyipit penuh kecurigaan.Evan terkejut sampai menelan ludah. Namun, meski begitu dia tetap ti

    ์ตœ์‹  ์—…๋ฐ์ดํŠธ : 2023-09-26
  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Membuat Rencana

    โ€œKenapa Papa tidak jujur saja sejak awal?โ€ Evan menatap Edward yang pagi itu datang ke rumah sakit untuk menjenguk seperti biasa.Edward sendiri sangat terkejut karena Evan langsung menanyakan sesuatu yang belum dipahaminya.โ€œJujur soal apa?โ€ tanya Edward bingung.Renata menatap suaminya yang sedang ingin membicarakan hal serius dengan sang ayah. Dia pun berinisiatif mengajak anak-anak dan Margaret untuk keluar, agar Evan dan Edward bisa membahas masalah yang dibicarakan dengan leluasa.โ€œKenapa, Re?โ€ tanya Margaret keheranan karena Renata mengajaknya keluar.โ€œBiarkan Evan bicara dengan Papa dulu, Ma.โ€ Renata menjawab dengan suara pelan.Margaret menoleh ke Evan dan Edward, hingga akhirnya paham dan memilih menuruti ajakan Renata.Renata dan Margaret pun mengajak anak-anak keluar dengan alasan membeli camilan.Evan memperhatikan Renata dan Margaret yang pergi lebih dulu, sebelum kemudian kembali menatap Edward.โ€œSoal perusahaan, Pa. Kenapa Papa tidak menceritakan kepadaku, jika ada mas

    ์ตœ์‹  ์—…๋ฐ์ดํŠธ : 2023-09-27
  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Klarifikasi

    โ€œDi mana Paman dan Bibi?โ€ tanya Stef yang baru saja sampai di meja makan tapi tidak mendapati orang tua Evan di sana.โ€œMereka sudah pergi ke rumah sakit dari pagi karena katanya Evan meminta mereka datang cepat ke sana, mungkin ada keperluan,โ€ jawab Hellen.Stef mengangguk, menarik kursi untuk bersiap sarapan sebelum menjemput Mely.Baru saja menyesap kopi yang dibuatkan sang mama, ponsel Stef berdering dan membuat fokus pria itu tertuju ke layar ponsel.โ€œMely,โ€ gumam Stef sambil menggeser tombol hijau.Hellen dan suaminya menatap Stef, memperhatikan sang putra yang menerima panggilan, padahal biasanya Stef akan mengabaikan panggilan dari siapapun jika sedang sarapa.โ€œHalo.โ€ Stef tidak berani menyebut nama Mely di hadapan orang tuanya.โ€œStef, pria itu tahu nomorku. Dia berkata akan menemukanku, aku benar-benar takut.โ€Stef sangat terkejut mendengar suara Mely yang sangat panik. Dia secara impulsif berdiri, membuat kedua orang tuanya sampai terkejut.โ€œOke, kamu tunggu dan tetap tenang,

    ์ตœ์‹  ์—…๋ฐ์ดํŠธ : 2023-09-28
  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Masih Diteror

    Firda sedang berkumpul bersama teman sosialitanya, tentu saja membahas harta juga beberapa gosip yang sedang beredar.โ€œJadi, apa benar kalau keponakanmu memang melakukan pelecehan ke beberapa wanita?โ€ tanya seorang teman Firda.โ€œIya, aku juga baca beritanya. Katanya dia juga menghilang ga ada kabar, bahkan orang tuanya juga katanya ikut menghilang,โ€ timpal yang lain.โ€œTidak menyangka sekali jika keluarga terhormat, bisa dibilang juga disegani, malah kelakuannya begitu,โ€ imbuh yang lain.Firda menahan senyum mendengar semua orang menghina dan mencaci keluarga Margaret. Namun, dia juga tak lantas langsung menunjukkan jika senang, berusaha bersikap baik dengan membela, agar tidak ada yang menyebutnya jahat.โ€œAku juga tidak tahu. Aku saja syok mendengar berita itu. Selama ini keluarga adik iparku itu sangat tertutup, mereka sama sekali tidak pernah menganggap suamiku sebagai kakak mereka, karena itu berita yang beredar membuat aku dan suamiku sangat tidak percaya,โ€ ujar Firda berpura-pura

    ์ตœ์‹  ์—…๋ฐ์ดํŠธ : 2023-09-29
  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Side Story

    Stef pergi ke perusahaan Renata untuk menemui Mely sesuai janji. Dia sudah sampai di perusahaan dan ingin masuk lift, hingga bertemu dengan salah satu teman dari divisi Mely.โ€œAnda ingin menemui Mely?โ€ tanya staf yang baru saja keluar dari lift.โ€œIya, benar. Apa dia masih di atas?โ€ tanya Stef sambil menunjuk ke lift.โ€œMely sudah ke kantin sejak tadi. Mungkin masih di sana,โ€ jawab rekan kerja Mely menunjuk ke arah kantin.Stef menoleh ke arah staf itu menunjuk. Dia mengangguk dan berucap, โ€œOh ya, terima kasih.โ€Stef pun memutar arah dan pergi ke kantin. Sesampainya di sana mencari keberadaan Mely tapi tidak juga ditemukan. Dia mengedarkan pandangan, tapi masih tidak ada tanda-tanda keberadaan Mely di tempat itu.โ€œPak Stef!โ€ Teman Mely yang tadi mengajak makan, melambaikan tangan ke Stef.Stef melihat staf yang mengaku dekat dengan Mely melambai ke arahnya. Dia pun memilih mendekat untuk bertanya di mana Mely berada.โ€œPak Stef nyari Mely? Dia tadi ke kamar kecil karena pakaiannya ketump

    ์ตœ์‹  ์—…๋ฐ์ดํŠธ : 2023-09-30
  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Enak Jadi Kakak

    Damar berada di rumah. Tatapannya tertuju ke layar televisi yang sedang menyiarkan sebuah berita. Ekspresi wajahnya terlihat sejak jika tidak senang, bahkan tangan sampai menggenggam erat gelas yang dipegang.โ€œDia benar-benar ingin bermain-main denganku.โ€Damar sedang melihat berita tentang klarifikasi Evan di rumah sakit. Bahkan klarifikasi keberadaan dan kondisinya sekarang diperkuat oleh pernyataan dokter jika Evan mengalami cidera.Damar meletakkan gelas di atas meja dengan kasar. Dia benar-benar tidak bisa menerima Evan yang melakukan perlawanan.Damar mengambil ponsel, lantas menghubungi seseorang.โ€œJalankan rencana B. Aku tidak mau tahu bagaimanapun caranya, kamu harus bisa menjatuhkannya!โ€Damar mengakhiri panggilan setelah memberi perintah. Dia akan terus berusaha menjatuhkan Evan, sampai keponakannya itu mundur dari dunia bisnis.**Stef menunggu sampai Mely di klinik sampai kondisi benar-benar pulih.โ€œApa yang sebenarnya tadi terjadi? Kenapa kamu bisa terkunci di kamar mand

    ์ตœ์‹  ์—…๋ฐ์ดํŠธ : 2023-10-01
  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Berusaha Maksimal

    Sore itu Evan pun sudah diperbolehkan pulang. Renata sudah mengemas barang Evan sambil menunggu sopir datang.โ€œTadi, apa yang kamu katakan ke Dhira, sampai dia terlihat sangat senang?โ€ tanya Evan penasaran.Renata sedang mengecek tas, lantas menoleh ketika mendengar pertanyaan Evan.โ€œTidak ada, hanya mengucapkan hal kecil yang bisa membuatnya senang,โ€ jawab Renata sambil tersenyum hingga kedua mata menyipit.โ€œMain rahasia dariku?โ€ tanya Evan yang cemburu jika tidak tahu apa saja yang dibicarakan oleh dua wanita tercintanya itu.Renata tertawa melihat Evan curiga dan cemburu. Dia lantas mendekat dan duduk berhadapan dengan suaminya.โ€œHanya memberi pengertian soal posisi kakak ke Dhira. Dia ingin jadi kakak Dharu, tapi jelas itu tidak mungkin. Jadi, aku mencoba memberinya kesempatan dengan cara lain,โ€ ujar Renata menjelaskan.โ€œKesempatan dengan cara lain? Maksudnya?โ€ tanya Evan bingung.โ€œHei, Pak Evan Danantya, apa kamu tidak berniat memberi Dhira dan Dharu adik, apa mereka saja sudah c

    ์ตœ์‹  ์—…๋ฐ์ดํŠธ : 2023-10-01

์ตœ์‹  ์ฑ•ํ„ฐ

  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย ~Akhir~

    Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Kasih melahirkan dengan cara cesar. Kini Kasih sudah dipindah ke ruang inap, tapi bayinya masih dalam pemantauan dokter di ruangan khusus perawatan bayi. โ€œSyukurlah semua berjalan dengan lancar,โ€ ucap Liliana penuh kelegaan melihat Kasih baik-baik saja. โ€œKita akhirnya punya cucu.โ€ Jefrine merangkul istrinya, terlihat tatapan penuh kebahagiaan di mata pria itu. Dean melihat tatapan berbeda dari sang papa ke sang mama. Tatapan yang dianggapnya sudah lenyap sejak bertahun-tahun lamanya. โ€œKamu sudah menghubungi ibunya Kasih?โ€ tanya Liliana yang ingat ke besannya itu. โ€œSudah, Ma. Ibu bilang akan datang secepatnya naik kereta, jadi butuh waktu ke sini,โ€ jawab Dean. โ€œIya ga papa, terpenting kamu sudah mengabarinya,โ€ ujar Liliana. Renata dan Evan senang melihat kebahagiaan Dean. Akhirnya bisa melihat pria itu bisa tersenyum penuh kelegaan dan bahagia. โ€œKami pulang dulu, kalau nanti Kak Kasih bangun dan tanya, katakan kami akan datang besok,โ€ ujar R

  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Makan Malam Menegangkan

    โ€œBenarkah? Ini berita yang sangat bagus.โ€Renata begitu senang mendengar Kasih dan Dean akhirnya berbaikan dengan Jefrine.Malam itu Kasih dan Dean mengajak makan malam Evan juga Renata, tentu saja untuk merayakan kebahagiaan keduanya yang kini sudah berbaikan dengan orang tua Dean.โ€œYa, kami pun tak menyangka. Kupikir bertemu dengan Papa akan membuat kami kembali bertengkar hebat. Namun, siapa sangka jika kemarin malam adalah malam yang benar-benar di luar dugaanku,โ€ ujar Dean menjelaskan.Renata paham maksud Dean, hingga kemudian membalas, โ€œTerkadang kita terlalu takut akan pemikiran kita sendiri. Kita merasa jika orang yang membenci kita, benar-benar akan terus membenci kita selamanya. Tapi siapa sangka jika ketakutan itu tidak benar, nyatanya papamu mau meminta maaf dulu.โ€โ€œBenar, sama seperti Mama saat dulu tak suka Renata. Tiba-tiba saja datang dan meminta maaf, lalu menerima hubungan kami. Bukankah terkadang kita yang terlalu takut untuk memperbaiki kesalahan, hingga menunggu o

  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Side Story

    Dean dan yang lain terkejut saat melihat siapa yang kini berdiri memandang mereka, bahkan Liliana langsung berdiri karena panik.Dean langsung memalingkan wajah, seolah tak sudi melihat pria yang kini berdiri memandang dirinya.Kasih sendiri mengalihkan pandangan ke Dean, melihat suaminya yang terlihat tidak senang dan tidak nyaman.โ€œKamu sudah pulang. Kupikir kamu akan pulang minggu depan,โ€ ujar Liliana dengan wajah panik.Jefrineโ€”ayah Dean, menatap istrinya yang sudah berdiri dengan sikap kebingungan.โ€œMumpung kamu di sini, ada yang ingin kubicarakan denganmu,โ€ ujar Jefrine sambil menatap Dean.Kasih langsung memandang suaminya, terlihat jelas jika Dean benar-benar tertekan.Jefrine menunggu Dean bicara, hingga sekilas melirik ke Kasih.โ€œHanya sebentar,โ€ ucap pria itu kemudian.Dean menghela napas kasar, hingga akhirnya berdiri lantas memandang ke arah Jefrine.โ€œAku juga merasa perlu menyelesaikan sesuatu denganmu,โ€ ucap Dean yang tak mau bersikap sopan ke pria yang dianggapnya buru

  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Side Story : Kasih-Dean

    Dean akhirnya setuju pergi makan malam ke rumah orang tuanya. Dia dan Kasih kini berada di mobil menuju rumah Liliana.Kasih menoleh Dean, melihat suaminya terlihat serius menyetir. Sebelumnya Dean tidak memberi keputusan apakah mau datang makan malam di rumah orang tuanya, tapi tiba-tiba saja sore ini Dean meminta Kasih bersiap.โ€œDe, kamu tidak apa-apa, kan? Kalau memang masih tidak bisa, kita tidak usah datang. Mama juga pasti maklum kalau dijelaskan,โ€ ujar Kasih yang tidak tega memaksa suaminya pulang.Kasih tahu bagaimana suaminya itu berjuang melawan sang papa. Dia sendiri tidak pernah menyalahkan sikap Dean yang membenci ayahnya, semua tak terlepas dari perbuatan ayah Dean di masa lalu, yang membuat Dean memilih membenci sang ayah.Deon menoleh Kasih, melihat istrinya itu terlihat cemas.โ€œAku tidak apa-apa. Sejak kita menikah, aku juga belum pernah melihat Mama. Ya, aku sadar jika membenci Papa, tapi Mama tidak salah sama sekali, jadi kupikir tidak ada salahnya berkunjung, selam

  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Melayani Renata Bergosip

    โ€œKamu benar-benar tidak apa, kan? Bagaimana calon bayi kita? Dia tidak kaget, kan?โ€Dean sangat mencemaskan kondisi Kasih. Bahkan kembali memastikan saat sudah sampai apartemen.โ€œAku baik-baik saja, De. Serius.โ€ Kasih mencoba meyakinkan jika dirinya baik-baik saja.Dean memandang Kasih. Dia sedih karena sang istri mendapat perlakukan tidak baik berulang kali.โ€œApa kita pindah saja. Kita ke tempat Ibu saja,โ€ ujar Dean. Dia tidak bisa terus menerus panik karena istrinya beberapa kali hampir celaka.Kasih terkejut mendengar ucapan Dean. Jarak rumah ibu Kasih dan kota tempat mereka tinggal cukup jauh. Kasih tidak tega jika Dean harus bolak-balik menempuh jarak yang jauh.โ€œTidak apa, De. Aku janji akan hati-hati lagi. Lagian aku kalau pergi pasti bersama Renata, jadi ada yang melindungiku. Tadi saja memang mengalami kejadian tak terduga, tapi serius aku baik-baik saja,โ€ balas Kasih mencoba meyakinkan.Dean menatap sendu. Dia sibuk bekerja sampai tidak bisa menemani istrinya pergi atau seka

  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Balasan untuk Kanaya

    Dean berjalan cepat menuju ke ruang guru begitu sampai di sekolah Dhira dan Dharu. Renata memang menghubungi Dean, agar pria itu bisa melindungi Kasih, serta tahu apa yang dilakukan Kanaya ke Kasih.Dean masuk ke ruang guru, lantas secepat kilat menghampiri Kasih yang duduk dengan ekspresi wajah terkejut menatapnya.โ€œKamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka?โ€ tanya Dean yang sangat panik. Dia mengecek tubuh sang istri apakah ada luka.โ€œAku baik-baik saja, De.โ€ Kasih mencoba menenangkan istrinya.Kanaya terkejut melihat Dean di sana. Dia tidak pernah tahu jika Dean menikah dengan Kasih, karena pernikahan keduanya dilakukan secara tertutup dan hanya orang tertentu saja yang diundang.Renata melihat wajah panik Kanaya, lantas memberi isyarat ke Dean untuk menoleh ke pelaku yang mencoba menabrak Kasih.Dean menoleh ke Kanaya, tatapan tidak senang tersirat jelas dari sorot mata pria itu saat melihat Kanaya.Hingga beberapa saat kemudian, seorang pria masuk ke ruang guru, membuat semua ora

  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Membalas

    Renata benar-benar geram melihat siapa yang keluar dari mobil. Sungguh tak paham dengan pemikiran seperti manusia itu.โ€œMatamu sudah buta, hah! Ini lingkungan sekolah, bukan area balapan yang bisa kamu jadikan tempat ajang ugal-ugalan!โ€Renata mengamuk, membuat banyak orang akhirnya kini memperhatikan dirinya.Kasih mendekat lantas mencoba menarik Renata agar tidak terlibat masalah.โ€œSudah, Re. Aku juga baik-baik saja, tidak apa.โ€ Kasih mencoba menjauhkan Renata.โ€œTidak bisa, Kak. Dia sengaja melakukannya!โ€ Renata tetap saja tidak terima.Kanaya tersenyum miring melihat Renata marah, lantas melirik ke Kasih yang mencoba mengajak pergi Renata.โ€œTolong! Apa anaknya sekolah di sini? Apakah begini adab di dalam sekolah!โ€ Renata berteriak keras, meminta pendapat para orang tua di sana.โ€œJika manusia seperti ini, berkeliaran dan ugal-ugalan di area sekolah, kemudian menabrak salah satu dari anak kalian, apa kalian akan terima?โ€ Renata menatap satu persatu orang tua yang ada di sana.Para or

  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Takut Pulang

    โ€œMaaf ya, Re. Aku sekarang jadi sering merepotkanmu.โ€ Kasih menatap tak enak hati karena terus meminta bantuan Renata untuk menemaninya.โ€œTidak apa. Seperti kayak siapa saja. Dulu aku sering sekali merepotkan Kakak, sekarang anggap saja aku sedang membalasnya,โ€ balas Renata tidak masalah jika sering menemani Kasih.Kasih terharu mendengar balasan Renata, lantas merangkul tangan ibu tiga anak itu untuk jalan.โ€œKamu tidak dimarahi Bibi karena sering meninggalkan Aldric, kan?โ€ tanya Kasih sambil berjalan.Kasih ingin jalan-jalan karena bosan di apartemen, tapi tidak berani pergi sendiri, sehingga mengajak Renata.โ€œBukan marah, yang ada Mama malah senang karena Aldric aku tinggalkan sama Mama. Katanya kalau aku di rumah, Aldric akan banyak bersamaku,โ€ jawab Renata diakhiri tawa kecil.Kasih ikut tertawa mendengar jawaban Renata.โ€œOh ya, tapi nanti siang aku jemput anak-anak sekalian ga apa-apa, kan?โ€ tanya Renata kemudian.โ€œTentu saja, aku malah senang bisa ikut menjemput mereka,โ€ balas K

  • Anak Kembar Sang Presdir ย ย ย Tidak Banjir?

    โ€œTampaknya Kasih hanya dekat denganmu di sini.โ€ Renata menoleh ketika mendengar Margaret bicara. Dia melihat mertuanya itu berjalan masuk kamar menghampiri dirinya. โ€œIya, Ma. Karena kata Evan, Kak Kasih memang tidak memiliki teman di sini,โ€ ujar Renata menjelaskan. Renata sedang menyusui Aldric, lantas menatap Margaret yang duduk di tepian ranjang memperhatikan dirinya. โ€œHm โ€ฆ ya, Mama jadi ingat saat pertama kali melihatnya. Dia pendiam bahkan mama lihat tidak pernah bergaul dengan mahasiswa lain,โ€ ujar Margaret karena memang dulu pernah menyelidiki siapa Kasih, sebab Evan berkata menyukainya. Margaret tiba-tiba menatap Renata dengan cepat, hingga kemudian kembali berkata, โ€œKamu jangan salah paham. Mama bicara begini bukan apa-apa, hanya ingin bicara sesuatu yang mama tahu.โ€ Renata tertawa kecil melihat mertuanya salah tingkah. Dia pun kemudian membalas, โ€œTenang saja, Ma. Baik aku atau Evan, sama-sama sudah menganggap itu masa lalu. Lagi pula hubungan kami baik, jadi Mama jangan

์ข‹์€ ์†Œ์„ค์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฐพ์•„ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”
GoodNovel ์•ฑ์—์„œ ์ˆ˜๋งŽ์€ ์ธ๊ธฐ ์†Œ์„ค์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฆ๊ธฐ์„ธ์š”! ๋งˆ์Œ์— ๋“œ๋Š” ์ฑ…์„ ๋‹ค์šด๋กœ๋“œํ•˜๊ณ , ์–ธ์ œ ์–ด๋””์„œ๋‚˜ ํŽธํ•˜๊ฒŒ ์ฝ์„ ์ˆ˜ ์žˆ์Šต๋‹ˆ๋‹ค
์•ฑ์—์„œ ์ฑ…์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”
์•ฑ์—์„œ ์ฝ์œผ๋ ค๋ฉด QR ์ฝ”๋“œ๋ฅผ ์Šค์บ”ํ•˜์„ธ์š”.
DMCA.com Protection Status