공유

Bab 281

작가: Rizu Key
last update 게시일: 2026-05-27 21:30:22

Ibra terpaku. Pertanyaan tiba-tiba yang meluncur begitu saja dari bibir Aya seketika mengunci bibirnya. Sepasang mata sang istri yang masih menyisakan jejak air mata itu kini berbinar lucu, memantulkan bayangan dirinya yang mendadak kikuk.

Semburat merah muda yang tipis pun perlahan muncul, merayap dari leher hingga ke ujung telinga Ibra. Seolah merusak topeng ketenangan yang selama ini selalu ia gunakan untuk menutupi emosi dan perasaannya.

"Ehem."

Pria itu berdeham pelan, mencob
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 281

    Ibra terpaku. Pertanyaan tiba-tiba yang meluncur begitu saja dari bibir Aya seketika mengunci bibirnya. Sepasang mata sang istri yang masih menyisakan jejak air mata itu kini berbinar lucu, memantulkan bayangan dirinya yang mendadak kikuk.Semburat merah muda yang tipis pun perlahan muncul, merayap dari leher hingga ke ujung telinga Ibra. Seolah merusak topeng ketenangan yang selama ini selalu ia gunakan untuk menutupi emosi dan perasaannya."Ehem."Pria itu berdeham pelan, mencoba mengusir kecanggungan yang tiba-tiba mencekik tenggorokannya. Ia melepaskan genggaman tangannya pada jemari Aya, lalu berpura-pura merapikan kerah kemejanya yang sebenarnya sama sekali tidak berantakan."Tentu saja. Siapa lagi kalau bukan aku?" jawab Ibra dengan nada suara yang sengaja dibuat serak dan berat, berusaha mempertahankan sisa-sisa harga dirinya sebagai seorang pria yang berwibawa, dingin, dan arogan.Aya sedikit memajukan tubuhnya untuk mengamati wajah sang suami dengan leb

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 280

    Ibra kemudian melonggarkan pelukannya, lalu memegang kedua bahu Aya agar mereka bisa saling bertatapan kembali. Ia menggunakan ibu jarinya untuk menghapus air mata yang mengalir membasahi pipi mulus istrinya."Itu bukan salahmu, Aya. Kamu... Kenapa kamu mikir kalau aku nggak puas sama kamu? Bukankah aku sudah bilang kalau aku hanya bisa bereaksi padamu saja?" Ibra memberikan beberapa pertanyaan sekaligus pada istrinya. Ia masih tampak kaget mendengar ucapan Aya."Maafin aku, Mas... Aku bodoh...."Ibra menghela napas. "Astaga... Kamu salah paham. Bukan berarti aku menyalahkan kamu. Tapi...." Pria itu diam sejenak, mencoba memikirkan kejadian beberapa hari terakhir."Aku mengerti. Kamu pasti mengira aku yang menjauhimu karena aku tidak puas padamu, kan? Tapi itu salah. Aku menjauhimu karena aku nggak mau menyakiti kamu. Makanya aku memilih bermain sendiri di kamar mandi," ucap Ibra mencoba menjelaskan.Aya menatap wajah suaminya dengan kedua matanya yang basah. "Tapi dokter bilang aku a

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 279

    "Nggak, Mas. Dengarkan aku dulu," potong Aya dengan tegas namun tetap lembut, meminta haknya untuk berbicara. Ibra akhirnya terdiam dan memilih untuk menyimak."Aku mau minta maaf karena selama beberapa hari ini aku egois dan kekanak-kanakan. Aku sempat meragukan kamu, aku sempat curiga padamu, dan aku membiarkan diriku ini membuatku berpikir yang tidak-tidak tentang suamiku sendiri. Padahal... padahal di luar sana, Mas Ibra sedang berjuang sendirian untuk melindungiku dan keluarga kita dari fitnah keji yang mau disebarkan sama orang-orang yang nggak bertanggung jawab," tutur Aya dengan suara yang mulai serak. Setetes air mata pun lolos dari sudut matanya, mendahului rasa sesak yang kini berpindah ke dadanya.Ibra terkejut mendengarnya. Jantungnya berdegup kencang. Bagaimana bisa Aya mengetahui detail tentang fitnah tersebut? Seingatnya, ia, Samuel, dan tim hukum perusahaan telah menutup rapat-rapat informasi mengenai rencana serangan fitnah dari Hengki dan anak buahnya yang berniat m

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 278

    Ibra menerima mangkuk itu dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia menatap permukaan kuah sup yang bersih dari taburan bawang goreng maupun irisan bawang daun yang bisa membuatnya mual. Sejak kehamilan Aya, Ibra menggantikan istrinya dan menjadi sensitif terhadap bawang yang terlalu dominan dalam masakan, juga sensitif pada aroma kopi yang biasanya ia sukai.Dan Aya adalah satu-satunya orang yang selalu mengingat detail kecil itu dengan sangat baik. Bahkan di tengah kondisi fisiknya yang sedang berbadan dua dan menghadapi kehamilan anak kedua mereka yang melelahkan, Aya masih sempat berdiri di dapur demi memasakkan menu favoritnya, bahkan setelah mereka bertengkar hebat tadi pagi."Kenapa repot-repot, Aya? Kamu... kamu harusnya istirahat di rumah. Kandungan kamu sudah masuk trimester kedua, jangan terlalu banyak berdiri dan kelelahan," tutur Ibra dengan nada yang dipenuhi rasa khawatir sekaligus rasa bersalah yang semakin menghinggapi hatinya.Aya terkekeh pelan, sebuah tawa kecil yang

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 277

    Di dalam ruangan kerjanya yang seharusnya saat ini kosong dan steril dari orang asing itu, ternyata ada seseorang yang sedang duduk diam di atas sofa beludru yang menghadap ke arah jendela besar.Orang itu menoleh perlahan saat mendengar suara pintu terbuka, menatap langsung ke arah Ibra dengan mata yang masih menyisakan jejak kemerahan. Matanya tampak sedikit basah namun masih tampak bersinar."Aya...?" panggilnya lirih.Jantung Ibra rasanya berhenti berdetak selama beberapa detik. Pria yang biasanya selalu siap menghadapi situasi darurat apa pun di dunia bisnis itu kini mendadak kehilangan kata-kata. Ia terpaku di tempatnya berdiri, menatap sosok wanita yang sejak pagi tadi memenuhi isi kepalanya. Aya kini benar-benar berada di depannya, di dalam ruang kerjanya yang dulu juga selalu ditemani olehnya.Aya mengenakan dress panjang hingga ke betis berwarna putih longgar dan kardigan berwarna krem. Penampilannya tampak sederhana namun justru mempertegas siluet tubuhnya yang kini sedang

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 276

    "Baik, Pak. Perintah Anda akan segera saya laksanakan dan saya beri tahu ke bagian keamanan dalam waktu sepuluh menit," jawab Samuel sambil mengetik cepat di tablet kerjanya.Pintu lift pun terbuka secara otomatis dengan dentingan halus. Ibra masuk ke dalam, diikuti oleh Samuel. Begitu pintu lift tertutup dan lift mulai bergerak naik menuju lantai teratas tempat ruang Presdir berada, atmosfer di dalam lift itu terasa sedikit merenggang, meski ketegangan di wajah Ibra belum sepenuhnya hilang.Ibra melonggarkan sedikit dasinya, memberikan ruang bagi napasnya yang terasa panas setelah meladeni Kaila. Pikirannya langsung beralih kembali ke fokus utamanya yang paling mendesak."Bagaimana perkembangan proyek kita di lapangan?" tanya Ibra, memulai pembahasan bisnis seolah insiden dengan Kaila beberapa menit lalu tidak pernah terjadi."Semua berjalan sesuai jadwal, Pak. Tim di lapangan sudah menyelesaikan pembebasan lahan tahap pertama, dan logistik untuk material utama akan tiba di tempat be

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 91

    Aya hanya mendengus melihat tingkah Ibra yang sok kuat, padahal tangannya masih sedikit gemetar saat memegang sendok. Ia memilih beranjak untuk mengambil gelas teh hangat yang ia bawa tadi."Minum ini setelah buburnya habis," ujar Aya sembari meletakkan gelas di meja nakas yang dekat dengan posisi

    last update최신 업데이트 : 2026-03-27
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 87

    "Emmmhhh...." Lenguhan pelan itu terdengar. Aya membuka kedua matanya dan menoleh ke arah suaminya.Pagi itu, cahaya matahari merayap masuk melalui celah gorden yang sedikit terbuka, menerangi kamar yang mewah. Aya baru saja bangun. Tubuhnya memang terasa pegal luar biasa, namun tanggung jawabnya s

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 85

    "Ah, maaf...." cicit Aya yang tersadar akan tindakannya. Wanita itu menegakkan badannya dan melepaskan genggaman tangannya.Ibra hanya diam dengan ekspresi datar. Membuat suasana semakin canggung. Aya cepat-cepat menoleh ke jendela dan membiarkan dirinya memandangi lampu jalanan yang mulai menyala.

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 76 (18+)

    Aya memejamkan mata. "Nggak... Kita sudah pernah ke sini lagi, kan?" Ia menoleh menatap Ibra."Hm." Ibra memutar tubuhnya menghadap Aya. "Dan malam itu adalah malam pertama bagi kita berdua. Aku memberimu uang itu, dan kamu memberiku malam yang tidak pernah bisa kulupakan...."Aya membulatkan kedua

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status