Share

Bab 92

Author: Rizu Key
last update publish date: 2026-02-12 23:48:16

Keesokan harinya, suasana di kantor milik Ibra tampak lebih sibuk dari biasanya. Meskipun kondisi fisiknya belum seratus persen pulih, Ibra bersikeras untuk datang sendiri. Pagi tadi, ia dengan tegas melarang Aya ikut.

"Kamu di rumah saja. Urus Putra. Jangan karena satu kali keberuntungan di rapat kemarin, kamu merasa sudah jadi CEO," ketus Ibra sebelum berangkat. Dan kata-katanya kembali membuat Aya kesal.

"Nanti kamu jemput Putra sama Pak Santo. Tapi ingat, jangan coba-coba untuk kabur," lanj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ida Nur Hidayati
bisa gak dengan cara romantis Ibra
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 270

    "Eummm...." Aya menggeliat pelan. Ia lalu membuka kedua matanya. Dan saat dirinya perlahan duduk, Aya menyadari bahwa suaminya sudah tidak ada di sampingnya.Aya mencari keberadaan Ibra dan mendengar suara percikan air di dalam kamar mandi. Tak lama kemudian, Ibra muncul dengan tubuh segarnya usai mandi."Kamu sudah bangun?" tanya Ibra yang hanya menatap sedetik saja pada Aya lalu memilih memakai pakaiannya."Mas sudah mandi?" Aya balas bertanya."Ya." Ibra menjawab tanpa menatap wajah istrinya. Pria itu memakai pakaiannya dengan posisi membelakangi Aya. "Pagi ini ada meeting dengan salah satu pemegang saham besar proyek baru kita," lanjutnya.Aya diam. Ia teringat dengan seorang wanita cantik yang kemarin bersama suaminya dan tersenyum bahagia. Saat itu juga, dadanya terasa sesak."Tunggu. Di mana sisir tadi?" tanya Ibra dengan suara bergumam dan pria itu kembali masuk ke dalam kamar mandi.Ting!Ponsel Ibra tiba-tiba berdenting pelan. Menandakan ada sebuah pesan masuk. Aya melirik k

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 269

    Aya masih diam di tempatnya. Nampaknya para staf yang sedang mengobrol itu tidak menyadari keberadaannya. Dengan hati terluka, Aya segera melanjutkan langkahnya lalu menekan tombol lift dan turun menuju ke lobi.Aya menekan dadanya yang terasa sesak. Jika mengingat bagaimana dulu ia dan Ibra bertemu, pria itu juga langsung menawarkan harga fantastis untuk satu malam. Bahkan Ibra selalu tak bisa mengendalikan dirinya saat bercinta dan sering membuatnya kewalahan.Rasa ragu mengenai suaminya yang berubah kembali dingin pun mulai mengganggunya. 'Apa dia benar-benar tidak bisa menahan nafsunya? Apa... ada wanita lain yang lebih baik dan bisa memuaskannya dari pada aku?' gumam Aya dalam hati dengan perasaan terluka.Sikap Ibra yang semakin menjauh setelah bercinta dengannya yang sedang dalam kondisi hamil membuat pikiran wanita itu campur aduk. Ia merasa bahwa tuduhannya terhadap Ibra benar. Apa lagi ia tahu Ibra, pria itu selalu tidak bisa menahan nafsunya saat bercinta. Bahkan pernah be

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 268

    "Silakan, Bu Aya. Ada yang perlu saya bantu? Anda mau minum air mineral atau teh?" tanya Sinta dengan sopan setelah membukakan pintu.Aya menoleh, mencoba mengulas senyum terbaik yang bisa ia berikan agar tidak menimbulkan kecurigaan. "Nggak usah, Sinta. Terima kasih banyak. Aku cuma mau menaruh ini saja kok, setelah itu aku langsung pulang.""Baik, Bu. Kalau begitu saya permisi kembali ke meja depan," pamit Sinta yang kemudian melangkah keluar dan menutup pintu kayu itu dengan rapat.Suasana hening seketika menyergap Aya. Suara bising dari luar ruangan langsung teredam sempurna. Hanya ada dengung halus dari sistem pendingin ruangan yang berpusat di langit-langit.Aya berjalan perlahan menuju sofa yang terletak di bagian tengah ruangan, tempat biasa Ibra duduk bersandar saat kepalanya penat. Dan juga... tempat yang dulu mereka gunakan untuk bercinta sebelum Ibra menikahinya.Dengan gerakan pelan, Aya meletakkan tas berisi kotak makan yang dibawanya di atas meja kaca. Di dalam sana, ay

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 267

    Pagi harinya, saat Ibra bersiap-siap untuk pergi ke kantor, Aya berdiri di dekat pintu depan dengan perasaan yang berkecamuk. Ia mencoba mengabaikan rasa curiganya dari malam sebelumnya dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri."Mas, ini dasimu belum rapu," kata Aya lirih, melangkah mendekat untuk merapikan dasi Ibra.Ibra diam membiarkan Aya merapikan dasinya, namun pandangan matanya lurus menatap ke arah luar jendela, sama sekali tidak berniat menatap wajah istrinya. Begitu Aya selesai, Ibra langsung mengambil tas kerjanya."Kita sarapan," ajak pria itu tanpa menoleh."Iya, Mas."Aya mendongakkan wajahnya, sedikit memajukan bibirnya, menunggu kecupan sebelum pergi yang tidak pernah dilupakan oleh Ibra.Namun, Ibra hanya menatapnya sekilas dengan tatapan kosong. Pria itu mengulurkan tangannya, menepuk puncak kepala Aya dua kali dengan sangat kaku."Hari ini aku ada rapat sampai sore," ujarnya dengan nada suara yang datar, namun lembut. Ia lalu berbalik dan berjalan keluar kam

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 266 (18+)

    Suara lembut itu membuat Ibra menoleh. Aya menatapnya dengan lembut dan ada kesedihan yang tersirat di kedua mata bening wanita itu."Mas Ibra... Aku tahu kamu sedang menahan diri. Tapi aku istrimu, Mas. Kalau bukan aku, terus kamu mau menyentuh siapa?" tanya Aya dengan kedua mata mulai berkaca-kaca.Ibra merasa bersalah. Tindakannya justru membuat Aya sedih dan merasa teriksa. Pria itu mengubah posisi tidurnya jadi menghadap Aya. Lalu ia peluk wanita itu dengan erat."Maaf... Aku malah membuatmu sedih. Tapi aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya....""Mas khawatir pada kesehatanku dan anak kita, kan?" potong Aya. "Tapi dokter sudah bilang kalau kami baik-baik saja, Mas. Kalau Mas Ibra tidak mau melakukannya, justru aku merasa bersalah karena tidak berguna. Bukankah dulu kamu selalu tidak tahan saat melihatku?"Kalimat terakhir Aya yang berupa pertanyaan membuat Ibra kembali tertegun. Pria itu ingat betapa dulu ia selalu candu menyentuh Aya. Merasakan betapa nikmatnya saat mereka bertu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 265

    Lima belas menit kemudian, Ibra keluar dari kamar mandi dengan piyama abu-abu muda. Pria itu tanpa kata langsung berbaring di sisi ranjangnya. Ia berbaring telentang, menatap langit-langit kamar yang temaram. Aya perlahan ikut merebahkan tubuhnya di samping sang suami. Kamar itu kini diselimuti keheningan.Biasanya, sebelum tidur, mereka akan saling mendekat. Ibra akan menarik Aya ke dalam pelukannya, menjadikan lengannya sebagai bantal bagi sang istri, lalu mereka akan mengobrol tentang apa saja yang mereka lalui hari itu sebelum akhirnya terlelap. Namun malam ini, Ibra memilih untuk tetap berada di posisinya, menjaga jarak beberapa sentimeter dari Aya.'Ada yang aneh. Apa benar-benar ada masalah sama proyeknya?' gumam Aya bertanya-tanya dalam hati.Aya yang sebenarnya merindukan kehangatan Ibra, perlahan menggeser tubuhnya. Ia memberanikan diri untuk memeluk pinggang Ibra, menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu. Ia bisa merasakan detak jantung Ibra yang stabil, namun tubuh p

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 65

    "Bunda, Bunda cantik banget, deh," pujian itu lolos dari bibir mungil Putra yang kini duduk di salah satu sisi tempat tidur sang ibu.Aya mematut dirinya di depan cermin. Malam itu ia mengenakan blus biru muda dan celana krem. Rambutnya dia kepang satu dengan dua buah jepit lidi yang terlihat manis

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 61

    Darah Aya terasa membeku. Ancaman itu adalah kelemahan terbesarnya. Ia menelan ludah, matanya mulai berkaca-kaca karena amarah yang tertahan. "Kamu... kamu jahat sekali. Ternyata kamu memang licik.""Itu bukan licik. Tapi begitulah dunia bekerja," jawab Ibra santai meski tiba-tiba dadanya nye

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 59

    "Berbaliklah," ucap Ibra tiba-tiba. Aya mendongak menatap wajah tampan di bawah sinar lampu putih di dalam kamar pas tersebut."Cepat," tekannya."Saya bisa sendiri," desis Aya, mencoba menutupi punggungnya yang terekspos dengan tangannya."Diamlah. Kamu hanya akan merusak gaun mahal ini," ucap Ibr

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 55

    Ibra melangkah keluar dari kamar utama dengan langkah tegap, meninggalkan Aya yang masih bergelung di balik selimut dengan tatapan penuh kebencian."Ya Tuhan... kenapa jadi begini? Kenapa pria itu ingin sekali menikahiku...?" gumam Aya sembari meremat kemeja putih di pangkuannya.Setelah menutup pi

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status