Share

Bab 22

Author: Khanza Ash
last update publish date: 2026-02-26 17:32:11

" (halo da, lo jalan jam berapa?)"

"( gue di jemput pak toto sil , sekitar jam 7an. lo mau sekalian ikut ga? kan searah ini, nanti lo tunggu di dekat halte aja)"

"( ok,gue bareng aja. tar pas loe dah jalan kabarin, biar gue jalan ke halte)"

"( ok)" aku pun menutup telpon

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 67

    " mas , hari sabtu kita lihat ruko nya jam berapa?" tanya ida " jam 7 pagi yang, sekalian kita jalan pagi." jelas arif " mudah mudahan kamu cocok." lanjut arif " tapi nanti aku yang bayar yakk, nyicil" cicit ida " siap bu bos..." arif mengelus rambut sang istri " mas,kalau aku kuliah lagi boleh ga?" ida bertanya hati hati pada sang suami " kamu mau kuliah apa yang?" " lanjut S2 gitu mas... biar tambah pengalaman sama ilmu juga " aku sih boleh aja tapi nanti kamu capek ga? kamu kan kerja terus nant

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 66

    " Terima kasih atas kerjasama nya pak arif. nanti asisten saya akan kirim kontrak kerja nya." ucap sang rekan kerja " sama sama pak reyhan. selanjutnya bisa kontak asisten saya ini untuk membicarakan masalah kontrak nya." ucap arif sambil melirik ke arah sang istri " ida tersenyum sambil mengangguk " " setelah berjabat tangan, arif dan ida pun masuk ke dalam mobil." " pak toto langsung pulang aja." arif memberi instruksi " siap bos." " kamu lagi ngapain yang?" arif melirik sang istri " lagi wa sisil.... aku kan bawain tas itu tapi malah ketinggal di mobil.." sesal ida " emang tadi pagi ga kamu bawa turun?"

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 65

    " bos, ada yang mau di bawain lagi atau titip beli.. biar sekalian nanti habis ini saya balik ke rumah." " tar di kabarin... pak toto habis drop.kita langsung balik ke rumah. soalnya nanti jam 3 saya ada meeting." jelas arif " siap bos." " aku ikut meeting ga mas? tanya ida " boleh, ikut aja yang sambil belajar." jawab arif " pagi pak, bu..." sapa reseptionis di lobi " arif dan ida mengangguk kan kepala. sambil berjalan menuju lift khusus." " sesampai di ruangan, mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing " " aku mau

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 64

    " aida terbangun karena suara alarm dari HP sang suami." " dia mematikan nya sambil melihat jam tertera di Hp." " OMG udah jam 5 pagi aja. karena hukuman itu gue jadi tidur pulas." batin ida " aku mandi aja dulu mumpung mas arif belum bangun, kalau dia keburu bangun pasti akan minta jatah pagi." ida beranjak dari tempat tidur pelan pelan hampir tidak menimbulkan suara " dia langsung menuju kamar mandi." " setelah selesai shalat subuh, dia membangunkan suami nya." " mas bangun udah jam setengah 6 loh... kamu belum shalat subuh keburu waktu nya habis." " arif menggeliat" " kamu kok ga bangunin aku? kok shalat duluan?" tanya arif " kamu pulas banget tidur nya. jadi aku bangun duluan aja.". id

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 63

    " aduh mas, pelan pelan napa..." protes ida saat sang suami terus menarik nya " aku mau kasih hukuman sama kamu!" " hah hukuman apa?" " karena kamu ga bilang kasian sama aku. itu arti nya kamu menghina jomblo berkualitas ini" sentak arif " ya ampun kirain apa? gitu aja tantrum" jawab ida enteng " arif mengunci pintu sesampai nya di kamar." " nikmatilah hukuman kamu sayang....." bisik nya di telinga ida sambil merangkul pinggang sang istri " itu kan emang kenyataan nya honey, kalau ga nikah sama aku pasti masih jomblo sampe sekarang." jawab ida sambil mengecup bibir suami nya " nakal ya.... masih merasa menang ya...." arif menggelitik istri nya

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 62

    " arif sama ida kok ga turun turun sih." ujar bu sofi sambil mondar mandir " udah ma, ga usah di tungguin. nama nya juga pengantin baru." jawab pak dirga " pah,.. tadi papa tanya tanya ida di mobil sengaja ya? mau menilai dia?udah lah pah, feeling mama itu ga pernah salah." " iya papa percaya sama mama. tapi kita kan tetap harus memberikan ujian sama dia." timpal pak dirga " bukan kita ga percaya tapi biar pas dia sudah jadi CEO, dia sudah kuat berdiri dan tidak tergoyahkan oleh apapun. karena untuk jadi CEO itu tidak hanya pintar tapi juga harus kuat mental." imbuh pak dirga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status