LOGIN" ma ini ke salon yang lain lagi?" tanya ku ketika mobil berhenti di depan sebuah salon
" heeh.. kata nya mau meni pedi" jawab mama " ini salon langganan mama kalau meni pedi." lanjut mama sambil.membuka pintu mobil " yuk da, kita habisin uang suami kita" mama menggandeng tanganku sambil tertawa bahagia " selamat dat" ida terbangun dan jam sudah menunjukan pukul 7 pagi." " Ya Allah udah pagi aja. ga berasa saking pulas nya tidur" gumam ida dalam hati " dia terbangun dengan tubuh yang polos, ia pun mencari cari lingerie yang semalam di pakai nya." " dia melihat ke sebelah nya dan sang suami masih tidur dengan pulas." " ida pun memakai lingerie nya dan beranjak pergi ke kamar mandi." "mas bangun udah siang" ida menggoyangkan tubuh sang suami " hmmmmmm" arif membuka sedikit mata nya " udah mau jam 8 loh.. ini aku udah kelar . nanti siang kan aku mau ke rumah ibu." ida menepuk ba
" setelah hampir 15 menit diam, ida akhir nya turun dari tubuh sang suami." " udah sayang, istirahat aja dulu. kamu pasti capek banget." bisik sang suami "kalo mandi pasti seger, kalau di sini terus makin lemas." " mandi bareng aja sayang." tawar arif " big no...yang ada ga akan mandi. ingat ronde kedua nya setelah isya." " aku perlu asupan energi. ronde kedua nanti akan lebih spektakuler" bisik ida dengan genit sambil mengedipkan sebelah mata nya. " dan ia pun berjalan ke kamar mandi tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya." " oh my good, ada apa sama dia? dia menjadi liar seperti itu? tapi jujur aku suka istri ku yang seperti tad
" mas aku ga enak jadi nya. tadi mama sama papa berantem gitu." ucap ida sambil duduk di atas tempat tidur " nyante aja yang... udah biasa mereka seperti itu. biasa nya ada barang ga guna yang di beli sama mama." arif menjelas kan " hah.? perasaan tadi beli barang biasa aja deh mas, cuma beli baju sama cincin." jelas ida " kamu beli apa tadi?" " beli beberapa baju. itu juga mama yang pilihin, kata nya baju aku sekarang udah ga bisa di pake karena kurang pantas. tapi ga tahu deh ga pantas bagian mana nya.. aku hanya menghargai mama yang udah effort banget pilihin baju." jelas ida " its ok yang... makasih ya udah mau jadi teman buat mama." arif memeluk sang istri
" sepi banget pah, , pada kemana? mobil nya udah ada tuh." tanya arif sesampai nya di rumah "pada tidur kali.. cape habis shopping." jawab pak dirga " ayo der masuk.." ajak arif " mbok tun,...." panggil arif " iya mas..." jawab mbo tun " buatin minum ya....." perintah arif " mas deril mau minum apa?" tanya mbok tun " ice coffee" deril menjawab " mbok tun mengangguk sambil berjalan ke dapur." " bro, nih surat surat nya. loe lihat dulu aja." deril menyerahkan fotocopian suratnya "der, harga ga bisa kurang lagi?"
"sementara itu di lapangan golf para pria sedang asyik bermain golf sambil berbincang bisnis." " siapa rif?" tanya pak dirga selesai arif menutup telpon " deril pah,.minta DP. itu rumah nya udah di deal sama mama" " aku suruh deril ke sini aja, aku mau lihat copy surat surat nya sebelum DP." " yu lanjut" ajak pak dirga sambil.berjalan ke tengah lapangan dimana rekan rekannya sedang bermain " saat arif akan menyusul papa nya, HP nya kembali berbunyi {halo mah, ada apa?} {arif, kamu DP sama deril ya. mama sudah ok} {Deril sudah telpon aku, nanti dia akan kesini m
" aku ke atas dulu ya.. mau ngerayu mama" pamit ida dengan suara pelan " yang di jawab anggukan oleh pak dirga" " mama.. mama...." ida memanggil mertua nya sambil.mengetuk pintu " masuk aja da..." teriak bu sofi " mama lagi sibuk ga? aku mau bicara sebentar" ucap ida sambil berjalan ke arah ibu mertua nya " enggak.. duduk sini" bu sofi menepuk sofa di sebelah nya " sebelumnya ida minta maaf ya.. ida sempat menyembunyikan ini dari mama. ida pun menceritakan kronologi nya dari awal. nah gitu mah .." ucap ida setelah selesai bercerita " kenapa ga deal aja yang d
" aku terbangun karena sesuatu yang menjilati kuping ku" " hhhhhhhh, mas lagi ngapain?" dengan mata sedikit tertutup aku melihat mas arif menjilati kuping ku " lagi bikin kamu bangun" jawab nya tanpa rasa bersalah
" ibu apa kabar?" mas arif mencium tangan ibu " baik nak." " suasana agak sedikit kaku. aku tahu karena bang andre belum terbiasa dengan ibu." " jeng, kamu nginep aja di sini .." mama sofi mencairkan suasana
" terima kasih pak arif, kami suka dengan konsep anda" ucap pak Lukman sambil.berjabat tangan " nanti asisten saya akan mengirimkan kontrak kerjasama nya" lanjut pak lukman
" dre, calon investor nya siapa sih?" " investor bagus rif, maka nya gue mau ketemu dia barengan sama loe. loe kenal pak lukman sanjaya kan? nah dia itu investor nya" jelas andre







