LOGINDalam perjalanan menuju restoran, pak andre banyak bercerita. ternyata pak arif emang udah cool dari sono nya
aku membayangkan kalau jiwa mereka tertukar, lucu kali nya, hihihi "Aida , kamu ngetawain saya?"tiba tiba suara bariton membuyarkan lamunan ku. " e... enggak pak, tadi saya lagi ingat kejadian tadi pagi pas berangkat kerja " sahut ku menutupi kegugupan. sialan kulkas 7pintu tahu aja gue melamun rutuk ku dalam hati " Ya elah bro, sensi banget sih lo, jangan jangan lo naksir dia" ucap pak andre menggoda " kalau rese lo boleh naik mobil lain" sungut pak arif "oke ... oke... gue diem" pak andre mengangkat kedua tangan nya. perdebatan mereka berhenti saat tiba di restoran. pak andre mesejajar kan jalan nya dengan ku ketika turun dari mobil. " aida, dia suka sama lo, gue tahu itu. sok jual mahal aja dia, pengen tahu sampai di mana gengsi nya " pak andre berbisik "apa yang suka dari saya pak? jauh kali saya dari selera pak arif " ucap dengan sedikit berbisik " Kalian berdua kenapa bisik bisik, ada saya di sini" ujar pak arif dengan ketus. " dre, ga usah nikung staf gue, lo buka loker aja kalau perlu staf baru" " ada yang cemburu nih" pak andre tertawa puas "selamat siang pak,silahkan masuk" sambut pelayan restoran " ini menu nya, nanti jika sudah bisa panggil kami kembali" ucap pelayan ketika kami sudah duduk. " kamu mau pesan apa aida?" pak arif menatap ku " apa saja pak, yang penting menu nya nasi" " minum nya ?" " lime jus sama air mineral pak" " gue mau... " lo tulis sendiri dre,, emang gue pelayan lo" " lah, aida aja lo tanya, kenapa gue nggak? wah wah bau bau....." ucap pak andre sambil mengangkat kedua alis nya " mba, pak.andre memanggil pelayan.dan menyerah kan menu pilihan kita" "aida, kamu harus banget makan nasi ya?' tanya pak andre " iya pak, kalau siang saya harus makan nasi,soalnya saya punya maag " ucap ku malu "harus di inget tuh rif, aida itu punya maag artinya dia ga bisa makan telat, kalau dia sakit kan lo yang rugi karena ga bisa lihatin muka cantik dia" kekeh pak andre Ya Allah pak andre hobi banget sih godain pak arif, nanti gue yang kena omel lagi, gumam ku. " Silakan pak pesanan nya" pelayan datang mengantar pesanan kami " terima kasih" ucap ku Selama makan tidak ada yang bicara, dengan ujung mata , aku lihat pak arif memmperhatikan ku, aku pura pura menunduk . " ehm .. ehm , jangan di lihatin aja bro entar keburu ada yang nangkep nyesel loh" tiba tiba pak andre bicara. " apa perlu gue yang ngomong?" lanjut nya " gue usir lo kalau berisik" " wuih ada yang sensi nih, biasa kalau orang lagi jatuh cinta begitu, sabar ya aida" " kok saya pak' lirih ku " karena kamu yang bikin dia seperti itu" " aku tersedak, emang sebenci itu pak arif sama gue sampe sampe selalu sensi"dalam hati " lain kali lebih hati hati" pak arif menyerahkan botol air mineral. " terima kasih pak" aku menerima botol itu yang di ikutin lirikan mata nya pak andre. " kita mau lanjutin bahas kerjasama ga bro? pak andre membuka obrolan " habis ini gue mau ketemu client lagi jam 3, besok pagi lo ke kantor aja kita lanjutkan pembahasan ini besok" " siap bro" pak andre mengacungkan jempol nya " aida, saya boleh minta nomer kamu? " " belum sempat aku memberikan nya, pak arif menyela. " lo bisa telpon gue, kalau ada yang perlu di tanyakan" " lo mau gue anter apa mau naik taxi?" " gue naik taxi aja bro, good luck" pak andre menjawab sambil tersenyum meledek " ayo aida kita berangkat, bisa stres kita kalau di sini terus sama dia" sambil menunjuk pak andre dengan dagu nya. yang di jawab kekehan oleh pak andre " maaf pak memang seperti itu ya kalau ketemu pak andre? tadi saya pikir sama seperti client yang lain karena ketika awal memperkenalkan formal banget" ucap ku penasaran " apa saya perlu menjawab nya?" " kalau bapak tidak berkenan, tidak usah di jawab, maaf pak saya lancang" lirihku sambil menunduk " aida, bodoh banget sih lo kenapa tanya tanya haduh bisa di pecat gue" dalam hati " seperti yang andre bilang kalau kita mulai berteman ketika sama sama kuliah di australia, ketika pulang kesini kita membuka usaha bersama". sayang nya saya harus meninggalkan perusahaan itu karena harus mengurus perusahaan warisan keluarga ini. jadi andre yang urus sekarang". " aku hanya mengangguk angguk saja". " Pak, client yang ini sama kayak pak andre juga?" tanya ku "Ya enggak aida, kalau yang ini beneran client kita, bukan client jadi jadian" "Selamat siang pak, bu" sapa pegawai restoran sambil membuka kan pintu "sudah pesan atas nama pak andrew" "oh baik pak, mari saya antarkan" pegawai restoran itu mengantarkan kami ke room yang sudah di pesan oleh pak andrew " silakan pak, bu" pelayan membukakan pintu " kamu mau minum apa aida?" saya orange jus saja pak " kami pesan minum saja dulu, 2 orange jus nanti makanan nya tunggu pak andrew datang" "selamat siang pak arif, maaf sedikit terlambat" ujar pak andre sambil berjabat tangan. " tidak pak, kami yang memang sampai lebih awal karena kebetulan tadi habis ketemu sama teman saya, jadi sekalian datang kesini" ucap pak arif "ini aida asisten saya yang baru menggantikan nurma" pak arif memperkenal kan aku. " salam kenal " sapa ku sambil bersalaman dengan nya " baik kita mulai pembahasan kerjasama nya" " aku menulis poin poin penting seperti yang di bilang mba nurma" " senang bekerja sama dengan anda pak andrew, kontrak kerjasama akan di email oleh aida". ungkap pak arif sambil berjabat tangan. " saya jalan dulu ya pak arif" yang di balas angguan oleh pak arif. " aida, ini sudah jam 5, ga mungkin juga balik ke kantor. saya antar kamu pulang" " ga usah pak, saya nanti naik ojol aja." " kamu saya antar,masuk mobil sekarang" ucap nya memerintah. akhir nya aku masuk mobil " tadi perasaan baek banget ni bos, sekarang juga lagi kayak kulkas 7pintu. kalau bukan bos, udah gue cakar tuh muka" gumam ku dalam hati " antar aida pulang dulu" titah nya pada sopir " baik pak" " selama perjalanan, aku menatap jalanan yang mulai padat. tidak ada obrolan apapun, bingung juga mau ngobrol apa, takut salah entar taring nya keluar lagi" " di depan belok kiri ya pak" ucapku pada sopir yang di balas anggukan. " sudah di sini aja berhenti pak, nanti saya jalan" " antar sampai rumah" " rumah saya masuk gang pak, jadi sudah di sini saja". akhir nya mobil menepi. " masih jauh rumah kamu dari sini?" " enggak pak, tinggal masuk gang ini, paling 100 meteran" " terima kasih sudah mengantar" ucap ku sambil menutup pintu mobil. " Assalamualaikum, sambil.mengetuk pintu" "waalaikumsalam" jawab ibu " kok tumben udah sampai jam segini?'tanya ibu " iya, kan tadi ida nemenin pam arif ketemu client di restoran bu, karena udah jam pulang kantor jadi ya langsung pulang" " mandi dulu sana, habis itu makan. ibu masak gulai tunjang kesukaan kamu" " siap" sambil mengecup kening ibu " aku menyeruput teh hangat yang ibu buat kan" " baca bismilah dulu nak" ingat nya " bismillahirrahmanirrahim"... " ayo bu makan, ida udah laper nih" aku mengambil nasi dan gulai tunjang " emang kamu ga makan seharian ini?" " tadi bekal aku kasih ke sisil, masa aku keluar bawa bawa bekel. td sempat makan nasi sih pas siang, tapi oas sore cuma maka steak, mana kenyang bu, aku makan steak malah pusing " jelas ku sambil tertawa.. " selasai makan aku bantu ibu beres beres meja, dan ibu cuci piring". " bu, ida ke kamar ya mau rebahan pegel banget ni badan" " iya, cepet tidur" [da, lo seharian ngapain aja sama kulkas 7pintu? chat gue ga ada yang di bales!!!] [ya nemenin dia ketemu client lah, kalau jalan jalan jalan, gue udah ajak lo] [ompreng bekel lo ada di meja gue, entar emak lo nyariin] [ iy, kalau sampe ilang, ya gue tinggal bilang kalau lo ngilangin, ] [dah ah, gue ngantuk, see you tomorrow mmmuch] . ""maaf ya lama. tadi ais mandi dulu" ucap ida " ya Allah ais, kenapa kamu minta mandi sama tante? kasian tante nya kan?" ujar nadia " ga apa apa ma, orang tante ida juga mau kok mandiin aku.. ya kan tan?" ucap ais sambil melirik ida " iya.. ga apa apa mba.." ucap ida "sekalian belajar ya kan da? kalau punya baby beneran bisa mandiin. sekarang kan mandiin baby gede" bisik Deril " ida pun mencubit lengan Deril" " awwww.. " teriak deril " kenapa sih perempuan itu kalau ga dorong, nyubit. bisa yang lain ga? yang ga sakit gitu." usil Deril " uncle kan laki laki. jadi harus kuat dong!" hibur arash sambil menepuk nep
" ini yang booking siapa tan?" tanya andre sesampai nya di hotel " Tante dre, pengen nyoba kayak anak anak zaman sekarang gitu" jawab bu sofi " dre, itu bapak bapak gimana? mereka langsung ke rumah kamu?" bu sofi kembali bertanya " iya tan... kayak nya mereka ada urusan penting ." bisik andre yang jawab anggukan oleh bu sofi " der, tolong turunin koper nya dong" perintah bu sofi " tan, ini mau nginep 1 malam aja kayak mau pindahan rumah" ucap deril sambil menurunkan koper " itu sedikit der, 1 koper punya berdua." jelas bu sofi " arif pun menurunkan koper nya dan m
" mereka ada dimana? gue kejauhan ga parkir di sini? " tanya Deril sesampai nya di gedung sate " itu yusuf sama arash" ucap pak Dirga " papa udah bangun?" " pas mau ke gedung sate tadi , da..." jawab pak dirga " hebat euy papa, langsung bisa langsung ketemu. kita dari tadi celingukan nyari mereka" puji ida " papa udah bertahun tahun kenal Yusuf, ya kali ga hapal bentukan nya dia" jawab pak dirga sambil tertawa " udah yu kita turun cepetan tar keburu mereka lihat" bu sofi membuka pintu mobil dengan cepat
" da, hadiah buat anak andre dimana?" tanya bu sofi " udah di mobil ma. sengaja ga di keluarin ." jawab ida " mbok tun , rendang nya udah di vacuum? " tanya bu sofi " sudah bu. ada di kulkas" jawab mbok tun dengan sopan " mbok, jangan semua nya di bawa. mbok kan ada di rumah." ucap ida " iya neng" " tan, besok mau mobil yang mana?" tanya deril " yang udah di cek ke bengkel yang biasa di pake der." jawab bu sofi " yakin mo pake
" assalamualaikum" ucap ida sambil membuka pintu " waalaikumsalam" jawab bu sofi " mereka bertiga langsung menuju ruang keluarga" " Mmmmm, wangi banget. masak apa nih tan?" teriak Deril " bikin rendang sekalian buat bekel besok" jawab bu sofi " Deril pun melangkahkan kaki nya menuju dapur" " emang besok Tante ga jadi ikut?" tanya deril sambil menuangkan air ke gelas " ya ikut lah... ini kan sekalian buat bawain ke andre terus buat makan di hotel juga" jawab bu sofi dengan santai " deril yang sedang minum hampir tersedak mendengar jawaban bu sofi."
" Nu, hadiah buat anak andre udah di beli?" tanya arif pada asisten nya " sudah pak.mau lihat dulu pak?"tanya danu " ga usah , saya percaya sama kamu" jawab arif " baik pak. ini saya simpan di mobil semu aya.." ucap danu sambil.keluar dari ruangan " mau kemana nu?" tanya deril ketika berpapasan di depan pintu " mau taro kado ke mobil pak" " bos loe lagi ngapain?" " biasa pak, lagi menatap laptopnya" jawab danu " ok
"Da sini!!! panggil Santi saat melihat aku celingukan. aku, sisil dan danu mendekat. belum pesan? tanya ku. Ya Allah aida, ini kan pesta lo, jadi lo yang harus pesan duluan' jawab santi ' Ya terserah kalian aja mau pesan apa, lagian ini kan ayce
" Da , Lo jadi ikut outing ga?" bisik sisil rekan kerja ku " Jadi, aku menulis di kertas sebagai jawaban" "bisa bahas nanti kan, kita lagi meeting" di jawab sama cengiran yang bikin kesel.
" Aku mengikuti pak arif di belakang" " mba nurma sama pak andre juga mengikuti kami." " nur, ngapain kamu kesini?"
" da, ida bangun nak, ini udah jam 5 loh, tar kamu kesiangan lagi" ibu mengetuk pintu kamar ku " iya bu" aku melirik jam di dinding dan langsung keluar kamar " eh... mau kemana?" ibu memegang tangan ku







