Share

Bab 6

Author: Khanza Ash
last update Last Updated: 2026-01-27 16:35:44

" Aku mengikuti pak arif di belakang"

" mba nurma sama pak andre juga mengikuti kami."

" nur, ngapain kamu kesini?"

" ya mau ikut merting pak, ini kan terakhir saya kerja sekalian menilai aida" dengan senyum terselubung nya.

" ini pak kontrak yang sudah saya siapin, silakan di cek dulu." aku menyerahkan pada pak arif

" dre,.lo cek lagi, kalau sudah ok lo boleh langsung tanda tangan." pak arif menyerahkan kontrak pada pak andre

" ni, udah gue tanda tangan, jadi kapan mulai proyek nya?"

" sesuai kontrak mulai minggu depan kita akan survei ."

" lo mau makan siang dimana?"

" di sini aja sekalian gue pamitan sama nurma lah"

" sehat sehat ya nur sampai lahiran." tar gue kesini ma anak istri kalau lo dah lahiran, mudah mudahan udah ga ada yang jomblo ya nur."

" amin.. pasti udah ga jomblo lah dre, anak gue pasti udah punya onty nanti."

" karena sudah selesai , saya izin keluar ya pak." pamit ku pada pak arif.

" eh da, siapa yang nyuruh lo keluar?"

" kamu tetap di sini,.kita makan barenga" ucap pak andre

" makasih pak, saya nanti makan bareng sama anak anak saja pak."

" kamu tetap di sini aida, duduk!" titah pak arif

{sil, lo makan bekel gue ya, gue makan bareng di sini}

{perasaan tadi lo ga keluar }

{iya, gue makan di ruang meeting bareng pak arif,.pak andre sama nurma}

{makasih ya beb, tiap hari aja gini,ngirit gue😉}

{siapa yang bilang gratis, bayar 30rb lah}

{iya tar gue bayar, di totalin aja ya😂}

{bye...}

" da, besok saya sudah ga masuk kamu tahan mental ya" bisik mba nurma

" nur ga usah bisik bisik, makan yang bener nanti keselek" ucap pak arif. yang di jawab manyunan sama mba nurma.

" da, nanti kamu email ya copy kontrak nya, saya dari sini langsung balik ke bandung"

" siap pak"

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

"da, saya pulang duluan ya"

" iya mba, udah di jemput mba?"

" hati hati ya, nanti jangan marah ya kalau saya telpon atau nanya nanya"

" sip, penting jaga hati nya aja da, pasti aman semua"

" arif, aku pulang dulu ya, jaga baik baik aida, jangan di kecewain"

" ga usah kepo nur, gue bisa jaga diri. urus lahiran, kasih gue ponakan yang gemoy"

"maka nya cepetan bikin sendiri" ucap mba nurma sambil tertawa

"aku berpelukan dengan mba nurma"

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

" aku melihat jam di laptop, udah jam 4, masih 1jam.lagi ke waktu pulang tapi rasa nya jarum jam berputar lama"

" aku hanya diam , aku bingung mau memulai obrolan darimana, aku mengerjakan sisa pekerjaan saja lah".

" da, saya pulang dulu kamu mau bareng?" pak arif melangkah ke arah meja ku

" enggak pak, saya pulang nanti saja bareng sama sisil. terima kasih atas tawaran nya. saya masih mau merapikan pekerjaan karena besok saya sudah harus bekerja sendiri."

" ya sudah kamu hati hati nanti pas pulang"

" baik pak " aku mengangguk.

" aman, bos dah pulang , masih ada 1/2 jam lagi buat cek kerjaan besok" dalam hati

{sil, entar pulang bareng ya, tungguin gue, sekalian siapin tuh ompreng emak gue}

{eh, pak kulkas udah pulang? kok gue ga lihat}

{ngapain juga dia gentayangan depan lo, ga ada perlu nya juga}

{hehe iya juga sih, ya udah tar gue tunggu di bawah ya}

{👌}

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

" sisil udah nunggu di lobi"

" ayo sil, sini ompreng nya masukin" aku menyodorkan goodybag sambil jalan.

" besok lo bekel apa?"

" mana gue tahu sil, pan gue masih belom sampe rumah, kenapa lo? mau nebeng bekel lagi?" cebik ku

" iya kalau di bawain mah gue makan, mubazir"

" besok pak kulkas ada meeting sih, ga tahu deh kelar jam berapa nya, jadi pasti bekel gue buat lo lagi"

" lo kenapa masih naik TJ sih da? kan sekarang udah jadi asisten CEO"

" buat cuci mata lah, siapa tahu ada cowo ganteng nyasar ." ucap ku asal

" gantengan pak kulkas kali da, gue aja ga nolak kalau jadi pacar dia."

" ye itu mah mau nya elo aja."

" lo marah ya da, cemburu?." sisil menjawil dagu ku

" ish apaan sih, siapa juga yang cemburu"

" lo ga sah boong ma gue da, gue tahu lo."

" apaan sih"

" udah ngaku aja da, ga usah malu malu"

" bukan nya gue ga mau jujur sil, tapi gue masih ragu dengan semua nya" cicit ku dalam hati

" tuh kan ngelamun" toel sisil

" minggu jadi ya,, tar sabtu gue nginep rumah lo"

" gue duluan ya, see you" dia klr dari TJ sambil melambai kan tangan. yg aku balas sama

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

"Assalamualaikum" ucapku sambil membuka pintu

"Waalaikumsalam"

" aku mencium tangan ibu dan merebahkan badan di sofa"

" bu, hari sabtu sisil mau nginep di sini, boleh?"

" ya boleh lah da, dia udah ibu anggap anak sendiri"

"mandi dulu sana ih, nanti keburu males kalau kamu goleran gitu"

" iya bu, aku beranjak pergi, laper juga sih bu. tadi makan siang ga nendang"

" kan bekel yang ibu bawain banyak loh, masa kamu kenyang"

"bekel itu di makan sama sisil bu, tadi aku makan sama pak arif dan mba nurma gitu, sekalian perpisahan sama mba nurma. tadi mba nurma terakhir kerja."

" oooo"

"aku mau makan dulu aja ah bu, udah laper bet soalnya" ucapku menuju dapur

" ya sudah sana makan yang kenyang" sahut ibu sambil.mengikuti ku

"beliau beres beres ompreng bekel tadi"

" da, kamu ga ada hubungan apa apa kan sama pak arif bos kamu itu?"

" hmmmm enggak bu, emang kenapa? kok ibu tiba tiba nanya begitu?"

" ya enggak ada apa apa, ibu mau kamu kerja aja yang bener gitu da, jangan kayak di cerita cerita drakor apa dracin gitu yang pacaran sama bos."

" uhuk uhuk aku terbatuk dan dengan sigap mengambil gelas minum lalu menenggak habis isi nya"

" kamu kenapa da?"

" kegigit cabe nya bu"

" ibu ber a o aoh ria aja, sambil.melanjutkan beberes nya"

" besok lagi aja sih bu beberes nya, ucapku sambil.mencuci piring"

" iya, nanggung ini, jadi besok tinggal cemplung cemplung aja.

" udah cepetan mandi sana tar keburu malam"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 21

    " tok....tok...tok... Assalamualaikum" " Ya Allah, baru aja nafas udah balik lagi aja, ga tahu apa jantung gue deg deg an kalau deket pak arif" batin ku " waalaikumsalam" jawabku sambil.membuka pintu " pak, udah balik lagi aja, ga cape apa?" sentak ku " astaghfirullah, pak siapa da? ini gue" sisil menepuk bahu ku dan mengerling nakal sambil senyum senyum. " eh.... anu.... tadi ada pak RT ke sini," ucap terbata bata " pak Rt apa pak rt, kok muka nya merah gitu?" sisil menggoda ku " ya udah masuk, kasian ibu capek" ucapku mengalihkan " gimana bu jalan jalan sama petasan banting? aman kan telinga ibu?" tanya ku sambil memegang tubuh ibu. " ibu senang banget da, lihat ni belanjaan ibu, sisil pinter loh pilih pil

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 20

    " (gimana da aman?)" " (udah pak, ibu udah berangkat sama sisil)" " ( cepat ganti ke vc )" seru pak arif " ( ida, ibu kamu gimana kabar nya?)" " (baik yah, tapi maaf ida masih belum bisa ngajak ibu untuk bicara sama ayah. mudah mudahan sisil berhasil rayu ibu, doain aja ya yah. ayah jangan banyak pikiran nanti sakit)" "(iya da)" "( pak, saya mau bicara nih, )" "(ya udah ngomong aja da, yang ada di sini kan keluarga kamu semua)" "(cccckkk bapak mah ga ngerti ah, saya kan malu)"

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 19

    "Da,....kamu baik baik aja?" ibu mengetuk pintu kamar " aku keluar kamar, aku harus bicara sama ibu tentang ini semua." " bu, ada yang harus kita bicara kan." aku duduk di kursi makan " iya da, dari kamu tadi pulang nangis seperti itu, ibu udah pengen tanya tapi ibu tahu mungkin kamu perlu waktu " " bu, aku ketemu ayah." " astaghfirullah, beneran da? ibu terkejut " iya bu, ternyata " iya bu, ternyata ayah itu, ayah nya pak andre sahabat nya pak arif. selama ini ayah tinggal di bandung dengan istri pertamanya bu." "Ya Allah." ibu memegang dada nya dengan mata yang menahan tangisan.

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 18

    POV Andre " gue ga tahu sekarang gue harus sedih atau bahagia rif." ucap nya dengan lemah " gue minta maaf rif, padahl ida itu cewek yang lo suka." " ini bukan salah lo,serapat apapun di tutupi suatu saat akan ketahuan. harus nya lo senang kan sekarang lo punya adik " " tapi apa yang harus gue jelasin ke nadia dan keluarga nya? ga mungkin kan gue bilang anak dari selingkuhan ayah?." andre menjambak rambut nya " gue heran sama ibu, dia kok ga ngomong soal ini ya, padahal waktu itu gue ada di sisi nya sampai meninggal ." " mungkin nyokap lo merasa bokap lo udah tanggung jawab, dia kan selalu kirim uang bulanan buat ida." " bro, lo ga benci gue kan?" sahut andre

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 17

    " bapak mau ke kantor apa ke rumah sakit?" tanyaku setelah selesai meeting " udah jam 3 ya da, ka rumah sakit aja.kamu sekalian ikut ya." " baik pak." " wan, kita langsung ke rumah sakit". " siap pak" jawab pak iwan sambil mengangguk " mobil.melaju menuju rumah sakit." " Assalamualaikum" ucapku sambil membuka pintu ruang rawat inap " Waalaikumsalam." mba aisyah menjawab " aku menyalami bu sofi." " pah, kita pulang sekarang, mama mau ambil baju dulu biar aisyah di sini." ucap bu sofi " lah ica dimana?" tanya pak dirga

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 16

    " pagi bu,,...." ucapku sambil mengambil gelas " ibu masak dari jam berapa? udah kelar aja jam segini?" sambil mencomot bakwan goreng " lagi banyak jahitan da, jadi ibu masak sekalian buat siang." " ibu jangan capek capek ya." " nggak capek kok, ibu kan di bantu sama 2 orang." " da, kalau masih pada repot di rumah sakit, ica pulang sekolah suruh kesini aja." " nanti kita tanya anak nya aja, sekarang aku bangunin dia dulu." "wah anak cantik udah wangi aja, mau sarapan apa?" " apa saja nenek" ica menjawab sambil naik ke kursi " ini susu nya di minum dulu." " makasih tan"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status