LOGIN" Aku mengikuti pak arif di belakang"
" mba nurma sama pak andre juga mengikuti kami." " nur, ngapain kamu kesini?" " ya mau ikut merting pak, ini kan terakhir saya kerja sekalian menilai aida" dengan senyum terselubung nya. " ini pak kontrak yang sudah saya siapin, silakan di cek dulu." aku menyerahkan pada pak arif " dre,.lo cek lagi, kalau sudah ok lo boleh langsung tanda tangan." pak arif menyerahkan kontrak pada pak andre " ni, udah gue tanda tangan, jadi kapan mulai proyek nya?" " sesuai kontrak mulai minggu depan kita akan survei ." " lo mau makan siang dimana?" " di sini aja sekalian gue pamitan sama nurma lah" " sehat sehat ya nur sampai lahiran." tar gue kesini ma anak istri kalau lo dah lahiran, mudah mudahan udah ga ada yang jomblo ya nur." " amin.. pasti udah ga jomblo lah dre, anak gue pasti udah punya onty nanti." " karena sudah selesai , saya izin keluar ya pak." pamit ku pada pak arif. " eh da, siapa yang nyuruh lo keluar?" " kamu tetap di sini,.kita makan barenga" ucap pak andre " makasih pak, saya nanti makan bareng sama anak anak saja pak." " kamu tetap di sini aida, duduk!" titah pak arif {sil, lo makan bekel gue ya, gue makan bareng di sini} {perasaan tadi lo ga keluar } {iya, gue makan di ruang meeting bareng pak arif,.pak andre sama nurma} {makasih ya beb, tiap hari aja gini,ngirit gue😉} {siapa yang bilang gratis, bayar 30rb lah} {iya tar gue bayar, di totalin aja ya😂} {bye...} " da, besok saya sudah ga masuk kamu tahan mental ya" bisik mba nurma " nur ga usah bisik bisik, makan yang bener nanti keselek" ucap pak arif. yang di jawab manyunan sama mba nurma. " da, nanti kamu email ya copy kontrak nya, saya dari sini langsung balik ke bandung" " siap pak" 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 "da, saya pulang duluan ya" " iya mba, udah di jemput mba?" " hati hati ya, nanti jangan marah ya kalau saya telpon atau nanya nanya" " sip, penting jaga hati nya aja da, pasti aman semua" " arif, aku pulang dulu ya, jaga baik baik aida, jangan di kecewain" " ga usah kepo nur, gue bisa jaga diri. urus lahiran, kasih gue ponakan yang gemoy" "maka nya cepetan bikin sendiri" ucap mba nurma sambil tertawa "aku berpelukan dengan mba nurma" 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 " aku melihat jam di laptop, udah jam 4, masih 1jam.lagi ke waktu pulang tapi rasa nya jarum jam berputar lama" " aku hanya diam , aku bingung mau memulai obrolan darimana, aku mengerjakan sisa pekerjaan saja lah". " da, saya pulang dulu kamu mau bareng?" pak arif melangkah ke arah meja ku " enggak pak, saya pulang nanti saja bareng sama sisil. terima kasih atas tawaran nya. saya masih mau merapikan pekerjaan karena besok saya sudah harus bekerja sendiri." " ya sudah kamu hati hati nanti pas pulang" " baik pak " aku mengangguk. " aman, bos dah pulang , masih ada 1/2 jam lagi buat cek kerjaan besok" dalam hati {sil, entar pulang bareng ya, tungguin gue, sekalian siapin tuh ompreng emak gue} {eh, pak kulkas udah pulang? kok gue ga lihat} {ngapain juga dia gentayangan depan lo, ga ada perlu nya juga} {hehe iya juga sih, ya udah tar gue tunggu di bawah ya} {👌} 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 " sisil udah nunggu di lobi" " ayo sil, sini ompreng nya masukin" aku menyodorkan goodybag sambil jalan. " besok lo bekel apa?" " mana gue tahu sil, pan gue masih belom sampe rumah, kenapa lo? mau nebeng bekel lagi?" cebik ku " iya kalau di bawain mah gue makan, mubazir" " besok pak kulkas ada meeting sih, ga tahu deh kelar jam berapa nya, jadi pasti bekel gue buat lo lagi" " lo kenapa masih naik TJ sih da? kan sekarang udah jadi asisten CEO" " buat cuci mata lah, siapa tahu ada cowo ganteng nyasar ." ucap ku asal " gantengan pak kulkas kali da, gue aja ga nolak kalau jadi pacar dia." " ye itu mah mau nya elo aja." " lo marah ya da, cemburu?." sisil menjawil dagu ku " ish apaan sih, siapa juga yang cemburu" " lo ga sah boong ma gue da, gue tahu lo." " apaan sih" " udah ngaku aja da, ga usah malu malu" " bukan nya gue ga mau jujur sil, tapi gue masih ragu dengan semua nya" cicit ku dalam hati " tuh kan ngelamun" toel sisil " minggu jadi ya,, tar sabtu gue nginep rumah lo" " gue duluan ya, see you" dia klr dari TJ sambil melambai kan tangan. yg aku balas sama 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 "Assalamualaikum" ucapku sambil membuka pintu "Waalaikumsalam" " aku mencium tangan ibu dan merebahkan badan di sofa" " bu, hari sabtu sisil mau nginep di sini, boleh?" " ya boleh lah da, dia udah ibu anggap anak sendiri" "mandi dulu sana ih, nanti keburu males kalau kamu goleran gitu" " iya bu, aku beranjak pergi, laper juga sih bu. tadi makan siang ga nendang" " kan bekel yang ibu bawain banyak loh, masa kamu kenyang" "bekel itu di makan sama sisil bu, tadi aku makan sama pak arif dan mba nurma gitu, sekalian perpisahan sama mba nurma. tadi mba nurma terakhir kerja." " oooo" "aku mau makan dulu aja ah bu, udah laper bet soalnya" ucapku menuju dapur " ya sudah sana makan yang kenyang" sahut ibu sambil.mengikuti ku "beliau beres beres ompreng bekel tadi" " da, kamu ga ada hubungan apa apa kan sama pak arif bos kamu itu?" " hmmmm enggak bu, emang kenapa? kok ibu tiba tiba nanya begitu?" " ya enggak ada apa apa, ibu mau kamu kerja aja yang bener gitu da, jangan kayak di cerita cerita drakor apa dracin gitu yang pacaran sama bos." " uhuk uhuk aku terbatuk dan dengan sigap mengambil gelas minum lalu menenggak habis isi nya" " kamu kenapa da?" " kegigit cabe nya bu" " ibu ber a o aoh ria aja, sambil.melanjutkan beberes nya" " besok lagi aja sih bu beberes nya, ucapku sambil.mencuci piring" " iya, nanggung ini, jadi besok tinggal cemplung cemplung aja. " udah cepetan mandi sana tar keburu malam"" bos, ada yang mau di bawain lagi atau titip beli.. biar sekalian nanti habis ini saya balik ke rumah." " tar di kabarin... pak toto habis drop.kita langsung balik ke rumah. soalnya nanti jam 3 saya ada meeting." jelas arif " siap bos." " aku ikut meeting ga mas? tanya ida " boleh, ikut aja yang sambil belajar." jawab arif " pagi pak, bu..." sapa reseptionis di lobi " arif dan ida mengangguk kan kepala. sambil berjalan menuju lift khusus." " sesampai di ruangan, mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing " " aku mau
" aida terbangun karena suara alarm dari HP sang suami." " dia mematikan nya sambil melihat jam tertera di Hp." " OMG udah jam 5 pagi aja. karena hukuman itu gue jadi tidur pulas." batin ida " aku mandi aja dulu mumpung mas arif belum bangun, kalau dia keburu bangun pasti akan minta jatah pagi." ida beranjak dari tempat tidur pelan pelan hampir tidak menimbulkan suara " dia langsung menuju kamar mandi." " setelah selesai shalat subuh, dia membangunkan suami nya." " mas bangun udah jam setengah 6 loh... kamu belum shalat subuh keburu waktu nya habis." " arif menggeliat" " kamu kok ga bangunin aku? kok shalat duluan?" tanya arif " kamu pulas banget tidur nya. jadi aku bangun duluan aja.". id
" aduh mas, pelan pelan napa..." protes ida saat sang suami terus menarik nya " aku mau kasih hukuman sama kamu!" " hah hukuman apa?" " karena kamu ga bilang kasian sama aku. itu arti nya kamu menghina jomblo berkualitas ini" sentak arif " ya ampun kirain apa? gitu aja tantrum" jawab ida enteng " arif mengunci pintu sesampai nya di kamar." " nikmatilah hukuman kamu sayang....." bisik nya di telinga ida sambil merangkul pinggang sang istri " itu kan emang kenyataan nya honey, kalau ga nikah sama aku pasti masih jomblo sampe sekarang." jawab ida sambil mengecup bibir suami nya " nakal ya.... masih merasa menang ya...." arif menggelitik istri nya
" arif sama ida kok ga turun turun sih." ujar bu sofi sambil mondar mandir " udah ma, ga usah di tungguin. nama nya juga pengantin baru." jawab pak dirga " pah,.. tadi papa tanya tanya ida di mobil sengaja ya? mau menilai dia?udah lah pah, feeling mama itu ga pernah salah." " iya papa percaya sama mama. tapi kita kan tetap harus memberikan ujian sama dia." timpal pak dirga " bukan kita ga percaya tapi biar pas dia sudah jadi CEO, dia sudah kuat berdiri dan tidak tergoyahkan oleh apapun. karena untuk jadi CEO itu tidak hanya pintar tapi juga harus kuat mental." imbuh pak dirga
" mas ga apa apa kita ninggalin mama sama papa?" " ga apa apa lah kita kan mau bikinin mereka cucu." arif menggoda " ih.... dasar" ida mencubit pinggang arif " eh yang, kok ambil handuk?" tanya arif sesaat setelah masuk kamar " aku mau mandi mas..." " ikut......." secepat kilat arif menyusul ida ke kamar mandi " gagal mandi deh kalau gini." gumama ida " satu ronde aja di sini, nanti ronde selanjut nya di kamar." ucap arif sambil memegang bokong ida " you are so sexy yang.... " bisik arif dengan tangan yang terus mengelus bokong " tangan arif mulai masuk ke bagian punggung ida dan mencopot bra dengan satu tarikan." " mereka mula
" kok gue bisa ga tahu sih kalau ida bisa nyetir?" gumam arif mengetukan jari nya ke meja " malu banget gue, masa ga mengenal bini nya sendiri." arif menggeleng gelengkan kepala nya " arif meremas kertas yang ada di atas meja." " dah lah gue pulang aja, udah jam 3 ini" gumam arif dalam hati ( pak toto, kita pulang sekarang!) ( siap bos. saya sudah di lobi) " arif menutup telponnya sambil keluar dari ruangan nya." " eh tumben bos pulang cepat, kangen bini nya pasti." bisik bisik para staf " bos, langsung ke rumah?" tanya pak toto " ya." arif menyenderkan kepala nya







