LOGIN" da, ida bangun nak, ini udah jam 5 loh, tar kamu kesiangan lagi" ibu mengetuk pintu kamar ku
" iya bu" aku melirik jam di dinding dan langsung keluar kamar " eh... mau kemana?" ibu memegang tangan ku " mau wudhu dulu bu, mau shalat dulu aja, takut waktu subuh nya keburu habis. nanti baru mandi" jawabku dengan mata yang masih 5watt " ya sudah cepetan" " setelah merapikan perlengkapan shalat, aku menuju dapur" " mau sarapan dulu apa mandi dulu?" ibu bertanya sambil mengaduk aduk sayur lodeh. "itulah ibu, msh subuh aja buat makan siang udah kelar. kata nya sekalian capek nya. jadi siang dia fokus buat kerjain jahitan. walapun sampai sekarang masih terima transferan dari ayah ku yang entah dimana keberadaan nya, tapi ibu tidak mau ongkang ongkang saja. dari transferan itu ia hanya ambil keperluan aku sekolah dan untuk kami kebutuhan kami sehari hari dari hasil jahitan. sekarang setelah aku kerja, malah ibu tidak pernah ambil uang transferan itu." " ibu bilang jika suatu hari ayah kembali datang, ibu sudah punya jawaban di pergunakan untuk apa saja uang itu". sekarang pun aku sudah mampu membiayai hidup kami, ibu tetap aja terima jahitan kata nya biar punya kegiatan. "ga baik ada gadis ngelamun pagi pagi" ibu menepuk pundak ku " kamu mau bawa bekel ga?" " boleh deh bu, hari ini ga ada jadwal keluar soalnya, paling nanti kalau ada dadakan aku kasih ke sisil". " ibu banyakin sayur lodeh nya, sisil kan suka banget tuh, sekalian ibu bawain kerupuk nya juga" " makasih ya ibu ku sayang" sambil mengecup kening nya. " ida siap siap dulu ya bu" " bu.... ibu..." aku berjalan ke arah dapur dimana ibu menyahut " ida berangkat dulu" sambil salim ke ibu " itu bekel nya jangan lupa" " kamu kok berangkat pagian lagi?" " iya bu mau naik TJ, selain ngirit bisa sekalian cuci mata liat cowok cowok" ucap ku. yang di balas jitakan sama ibu " ya sudah hati hati di jalan" " Assalamualaikum......" sambil membuka pintu dan menutup nya kembali " Waalaikumsalam.... " " akhir nya sampai halte juga, setelah berjalan sekitar 300mt di barengi sama riuh nya anak anak berangkat sekolah" "setelah menunggu sekitar 5menit akhir nya datang juga bis yang mau aku naikin. lumayan penuh karena rute ini ke arah perkantoran. ya begitu lah suka duka naik TJ. kalau untuk kaum mendang mending seperti aku sih sangat membantu, bayangkan cuma bayar 3500 aja udah sampai ke kantor. kadang aku naik ojol juga kalau keadaan darurat, bagi bagi rezeki juga sama ojol." "akhir nya sampai juga, dari halte TJ ke kantor jarak nya sekitar 400meter tapi karena setiap pagi banyak yang jalan bareng jadi berasa dekat, ya itung itung olahraga lah". " lagi nyari duit jatuh neng? sambil menepuk bahu ku." " tidak perlu melihat orang nya saja aku sudah tahu, dia sisil rekan kerja ku." " gimana kerja sama kulkas 7pintu?" " yah,sekarang sih masih baik baik saja belum ada hambatan, mudah mudahan seterus nya ya" " Amin...." "Minggu CFD an yuk?" ajak nya " aku hanya mencebik" " jangan gitu lah da, kali ini gue serius,gue nginep di rumah lo biar kita berangkat bareng." " terserah lo deh.... kalau mau nginep lo harus bawa makan sendiri," " siap tar gue bawa mentahan nya" ucap nya dan kami pun tertawa bersama **** " gue titip bekel di sini ,tar tolong bawain ke pantry" " siap" sisil mengacung kan jempol nya " pagi mba nurma" apa ku ketika membuka pintu " pagi da" " mumpung bos belum datang nih, mba mau kasih file file nih" dia menunjukan tumpukan file di samping meja " itu sudah mba pisah pisah, ada yang masih jalan proyek nya, ada yang udah kelar juga" "mba kan nanti balik lagi habis selesai cuti melahirkan? aku kan cuma gantiin sementara aja kan? " "mba sekalian resign da, maka nya bos nyari ganti nya? emang siapa yang bilang kamu cuma gantiin sementara?" " ga ada sih mba" " kamu akan terus jadi asisten dia kecuali nanti kalau kamu jadi istri nya nah baru kamu boleh resign" "ish apaan sih mba" aku mendelik " ya jodohkan ga ada yang tahu da, arif baik kok, dia so cool gitu karena emang belum ada yang ngurusin dia aja" nanti kalau kamu urusin dia, dia akan jinak kok, bukti nya sekarang dia sudah jinak sama kamu" ucap mba nurma sambil tertawa "aku hanya mencebik" " da, mba itu sepupuan sama arif.dia itu tidak pernah mau punya asisten perempuan kecuali saudara nya sendiri. maka nya pas dia pilih kamu, mba udah feeling deh. kamu pas ketemu andre kemarin gimana? dia ledekin arif terus kan?" " aku mengangguk" " jaga arif baik baik ya da, kalau dia sedikit sensi maklumin aja.. nama nya cowo jomblo ting ting, ga pernah kena belaian cewe" ucap mba nurma sambil senyum senyum. " Ya Allah cobaan apalagi ini" gumam ku "bukan cobaan da, tapi anugerah" mba nurma menjawil hidung ku " kamu lagi ngapain?" " beresin file kan nanti pak andre mau kesini lanjut bahas yang kemarin". " mba kenapa senyum senyum gitu?" " mba mau ikut meeting ah sama andre nanti, terakhir sebelum mba resign" " morning, semua tiba tiba ada yang membuka pintu" "pagi pak andre" ucapku sambil mengangukan kepala "big bos belum datang?" " bapak masih di jalan pak, silakan duduk. mau tunggu di sini apa di ruang meeting? lanjut ku. " bapak mau minum apa?" pak andre bukan menjawab pertanyaan ku, dia malah bertanya sama mba nurma " nur, udah cocok kan dia jadi bini nya arif?" " 100%cocok, perpecto" mba nurma mengacungkan jempol "kamu kalau arif baper bisa telpon ke saya atau nurma, eh tapi ga mungkin baper sih? kan ini yang dia cari selama ini iya kan nur? " mba nurma tersenyum" " sampai gue minta nomer telpon dia aja arif ga kasih nur? takut banget di tikung ma gue" " aku hanya menunduk, malu banget, emang beneran ya pak arif naksir gue?" " da, ko diem aja?" tanya pak andre " saya ga ngerti apa yang bapak bicara kan sama mba nurma", " Da, arif itu naksir lo, cuma dia jaim aja mau bilang ma lo" " dia itu ga pernah mau punya asisten perempuan da, nurma itu jadi asisten karena dia sepupu nya". " kita udah tahu waktu dia bilang kamu jadi asisten untuk gantiin nurma, dia itu udah lama suka sama kamu aida, jadi gemes gue sama nih anak ga ngerti ngerti." yang di balas tertawa nya mba nurma " kayak nya lo harus brifieng dia deh dre" " gimana gue mau brifieng, gue minta nomer hp aja ga boleh sama arif, posesif banget kan dia?" "gue ga nyangka yah arif yang jutek ma cewek dan so cool itu bisa jatuh cinta juga" " nur,.kita wajib,kudu harus ada nanti pas kawinan nya arif" *lucu kali ya ndre.liat dia nanti di marah marahin sama aida" yang di balas tertawa sama pak andre " aku hanya tertunduk malu, mereka berdua dari tadi ngomongin terus". " siapa yang izinin lo tertawa di kantor gue!" pak arif membuka pintu "selow bro, ga usah keluarin taring nanti aida lari " " aida, kamu ga apa apa" tanya pak arif " cie cie kalau sama aida aja mode perhatian, sama gue mode macan aw aw aw" canda pak andre. " diem dre, gue ga nanya lo" " sa..ya... baik baik aja pak" ucap ku parau " kamu sakit aida? "suit suit." pak andre dan mba nurma kompak sambil tergelak "sial" ucap pak arif pelan sambil mengacak rambut nya " aida bawa file yang di perlukan, kita lanjut meeting sama andre di ruangan sebelah" titah pak arif "nurma, kamu ga perlu ikut kalau hanya mau becanda sama andre" " Ya Allah rif, jangan sensi gitu nanti di tinggal aida nangis nangis" sahut mba nurma " ayo da, ga usah dengerin mereka" ajak pak arif sambil membuka kan pintu" Terima kasih atas kerjasama nya pak arif. nanti asisten saya akan kirim kontrak kerja nya." ucap sang rekan kerja " sama sama pak reyhan. selanjutnya bisa kontak asisten saya ini untuk membicarakan masalah kontrak nya." ucap arif sambil melirik ke arah sang istri " ida tersenyum sambil mengangguk " " setelah berjabat tangan, arif dan ida pun masuk ke dalam mobil." " pak toto langsung pulang aja." arif memberi instruksi " siap bos." " kamu lagi ngapain yang?" arif melirik sang istri " lagi wa sisil.... aku kan bawain tas itu tapi malah ketinggal di mobil.." sesal ida " emang tadi pagi ga kamu bawa turun?"
" bos, ada yang mau di bawain lagi atau titip beli.. biar sekalian nanti habis ini saya balik ke rumah." " tar di kabarin... pak toto habis drop.kita langsung balik ke rumah. soalnya nanti jam 3 saya ada meeting." jelas arif " siap bos." " aku ikut meeting ga mas? tanya ida " boleh, ikut aja yang sambil belajar." jawab arif " pagi pak, bu..." sapa reseptionis di lobi " arif dan ida mengangguk kan kepala. sambil berjalan menuju lift khusus." " sesampai di ruangan, mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing " " aku mau
" aida terbangun karena suara alarm dari HP sang suami." " dia mematikan nya sambil melihat jam tertera di Hp." " OMG udah jam 5 pagi aja. karena hukuman itu gue jadi tidur pulas." batin ida " aku mandi aja dulu mumpung mas arif belum bangun, kalau dia keburu bangun pasti akan minta jatah pagi." ida beranjak dari tempat tidur pelan pelan hampir tidak menimbulkan suara " dia langsung menuju kamar mandi." " setelah selesai shalat subuh, dia membangunkan suami nya." " mas bangun udah jam setengah 6 loh... kamu belum shalat subuh keburu waktu nya habis." " arif menggeliat" " kamu kok ga bangunin aku? kok shalat duluan?" tanya arif " kamu pulas banget tidur nya. jadi aku bangun duluan aja.". id
" aduh mas, pelan pelan napa..." protes ida saat sang suami terus menarik nya " aku mau kasih hukuman sama kamu!" " hah hukuman apa?" " karena kamu ga bilang kasian sama aku. itu arti nya kamu menghina jomblo berkualitas ini" sentak arif " ya ampun kirain apa? gitu aja tantrum" jawab ida enteng " arif mengunci pintu sesampai nya di kamar." " nikmatilah hukuman kamu sayang....." bisik nya di telinga ida sambil merangkul pinggang sang istri " itu kan emang kenyataan nya honey, kalau ga nikah sama aku pasti masih jomblo sampe sekarang." jawab ida sambil mengecup bibir suami nya " nakal ya.... masih merasa menang ya...." arif menggelitik istri nya
" arif sama ida kok ga turun turun sih." ujar bu sofi sambil mondar mandir " udah ma, ga usah di tungguin. nama nya juga pengantin baru." jawab pak dirga " pah,.. tadi papa tanya tanya ida di mobil sengaja ya? mau menilai dia?udah lah pah, feeling mama itu ga pernah salah." " iya papa percaya sama mama. tapi kita kan tetap harus memberikan ujian sama dia." timpal pak dirga " bukan kita ga percaya tapi biar pas dia sudah jadi CEO, dia sudah kuat berdiri dan tidak tergoyahkan oleh apapun. karena untuk jadi CEO itu tidak hanya pintar tapi juga harus kuat mental." imbuh pak dirga
" mas ga apa apa kita ninggalin mama sama papa?" " ga apa apa lah kita kan mau bikinin mereka cucu." arif menggoda " ih.... dasar" ida mencubit pinggang arif " eh yang, kok ambil handuk?" tanya arif sesaat setelah masuk kamar " aku mau mandi mas..." " ikut......." secepat kilat arif menyusul ida ke kamar mandi " gagal mandi deh kalau gini." gumama ida " satu ronde aja di sini, nanti ronde selanjut nya di kamar." ucap arif sambil memegang bokong ida " you are so sexy yang.... " bisik arif dengan tangan yang terus mengelus bokong " tangan arif mulai masuk ke bagian punggung ida dan mencopot bra dengan satu tarikan." " mereka mula







