Masuk"Assalamualaikum,.selamat pagi ibu ku yang cantik' ucapku sambil memeluk ibu.
"Waalaikumsalam nak, sudah shalat subuh?' tanya ibu "sudah bu" sahut ku aku duduk di meja sambil memperhatikan ibu. sedih rasa nya setiap.melihat ibu yang selalu mencoba untuk tegar. karena ayah yang tidak pernah ada di samping kami. Ayah pergi meninggalkan rumah saat aku berusia 10 tahun dan tidak pernah bertemu sampai sekarang. dia hanya mengirimkan uang setiap bulan untuk biaya kami. tapi tidak pernah sekalipun dia datang hanya untuk sekedar menengok aku sebagai anak nya. Entah lah besok kalau aku menikah apa kah dia akan datang untuk menjadi wali nya.. " da, aida ibu menepuk bahu ku. kamu ngelamun? ada masalah apa.? " nggak bu.. ga ada apa apa" ucap ku gugup. aku tidak mau melihat nya sedih. " aida cuma lagi galau aja bu, mulai hari ini kan mulai jadi asisten pak arif" sahut ku. " ya udah kamu mandi dulu sana, habis itu sarapan, jangan sampai kamu telat" ucap ibu. " mau di bawain bekel ga? takut nya kamu ga sempat keluar kamu nanti" lanjut ibu. yang di balas anggukan oleh ku " makasih ya bu" ucapku sambil mencium pipi kiri nya. " Bu, ini bekel kenapa banyak banget?" tanya ku " ish ga apa apa buat makan bareng, siapa tahu sisil mau juga " sahut ibu. ini mah mau sisil bu, kesenangan dia kalau di bawain makanan sebanyak ini cibir ku. " ya udah ga apa apa , berbagi rezeki nak" lanjut nya. pelan pelan makan nya da. ini bu, ojol nya udah deket sahut ku " tumben naik ojol? biasa naik TJ kamu ucap ibu " takut telat bu, ini kan hari pertama aku jadi asisten pak arif" jawab ku. " assalamualaikum" ucap ku sambil mencium tangan kanan ibu " waalaikumsalam, hati hati nak" jawab ibu. yang aku balas dengan jempol. " makasih ya bang" pas sampai kantor. " pagi neng aida, ga tidur apa semalam jam segini sudah sampai?" sapa pak satpam. " iya pak banyak nyamuk cinta" jawab ku sambil tertawa " aku naik duls ya pak sec dah..." ucapku sambil melambai kan tangan. yang di balas senyuman manis nya. " Pagi Danu " sapa ku " pagi aida" balas nya " gw ke ruangan dulu ya" ujar ku. " sip" danu menjawab sambil mengagkat jempol kanan nya " aku beres beres file dulu deh, mumpung pak kulkas belum datang" gumam ku " pagi mba" sapa OB yang biasa membersihkan ruangan pak arif " mba aida boleh di luar dulu biar ruangan nya saya bersihkan dulu, banyak debu mba, nanti kalau sudah selesai saya panggil mba aida" ujar OB " ok, nanti panggil di tempat yang lama ya.. " siap mba" " aku berjalan ke divisi finance dimana dulu aku bekerja, aku mengambil kursi dan duduk di samping Danu". " Kamu tiap hari datang sepagi ini, nu?" " eh aida" jawab nya sambil tersenyum " ya begitu lah, daripada kena macet mending aku berangkat pagian, jadi nggak buru buru, bisa nyantai ngopi ngopi dulu" sahut nya " kamu ga mau jawab pertanyaan aku yang waktu itu?" " masih inget aja da, nanti juga kamu akan tahu sendiri" jawaban yang sama seperti dulu. " Da,lo pagi pagi dah berdua aja ma cowok,bukan muhrim da" sisil teriak sambil bejalan ke arah meja nya. dan langsung aku jitak tu kepala " lo ngapain masih di sini? lo kan udah pindah ruangan? tanya nya. sebelum ku jawab, ada OB yang manggil " mba aida, ruangan sudah selesai di bersihkan, kalau masuk, saya permisi" ucap nya " ok, makasih ya" " dah ah, gw balik dulu ke ruangan yakk" mmmmuah aku memonyongkan bibir ke sisil. yang di jawab leletan lidah sama sisil... " Pagi da, sapa mba nurma ketika membuka pintu " pagi juga mba. " mau mulai darimana nih mba?" " kamu buka agenda, lihat jadwal pak arif hari ini" " Jam 11 ada meeting sama pak andre dari pt.mega kreasi di ritz carlton di lanjutkan makan siang. " Jam 3 ketemu client di coffe shop" " Kamu pelajari proposal meeting sama pak andre, di folder file. hard copy nya udah mba print ada di atas meja situ. kalau ada yang ga ngerti kamu bisa tanya mba" " siap mba" " kamu perlu catat point point penting aja da, saat meeting nanti". Pak arif Itu kalau pas sampai kantor dia pasti nanya kesimpulan dari hasil meeting". " dengan kamu catat point point kamu bisa menarik benang merah nya" " Pelan pelan aja Da, kalau salah itu biasa saat baru pertama kerja. dari kesalahan itu kamu akan banyak belajar". " iya mba" " sudah jam 9 da, kamu rapihkan proposal yang akan di bawa, pastikan tidak ada yang tertinggal" " ini sudah semua mba, bisa bantu cek ulang, aku takut mba, grogi banget" lirih ku sambil menyerahkan document yang sudah di rapihkan " ini semua sudah ok" " Kamu biasa aja da, ga perlu takut. anggap aja kamu seperti waktu di divisi finance" " mba, aku pipis dulu ya" " mba nurma hanya mengangguk " " selamat pagi pak" ucap ku dan mba nurma " Aida, kamu sudah siap? kita berangkat sekarang, jangan sampai kita membuat rekan bisnis menunggu" tegas pak arif " baik pak " " Nurma , kami pergi dulu" " iya pak, jangan bikin aida nangis ya pak" mba nurma mengerlingkan mata nya " pak arif mendelik" sambil membuka pintu Kami sampai di depan lift dan ketika lift terbuka kami masuk. " selamat pagi pak" ucap resepsionis yang di balas anggukan " Kami masuk ke mobil, aku di depan samping sopir, kita ke rizt carlton ya" ucapku pada sopir " baik mba" " selama perjalanan hanya diam saja sambil melihat jalanan yang sedikit tersendat". gw bingung mau mulai ngomong apa. " akhir nya sampai juga" dalam hati ku " kami masuk ke lobi hotel tempat pak andre menginap dan berjalan ke arah pria yang sedang duduk sendirian" " Pagi pak Andre ,maaf sudah menunggu" ucap pak arif sambil berjabat tangan " Pagi pak" sapa ku sambil menganggukan kepala "Pak andre melirik ke arah pak arif" " Dia asisten baru saya, nama nya Aida. Nurma akan melahirkan". yang di jawab anggukan oleh pak andre. "Kirain ga bisa ganti asisten bro, tahu nya ada yang bening begini. bro, kok ga pernah cerita sih, jangan jangan ....,....... pak andre mengulum senyum ke arah pak arif. " Kita ketemu untuk membahas kerjaan buka bergosip" lanjut pak arif " Pak Andre senyum ke arah ku, kita sudah kenal lama aida. Arif itu teman kuliah aku waktu di australia. Kalau saya keliatan lebih tua dari dia wajar karena saya sudah berkeluarga,pusing sama anak istri. lah kalau dia mah masih betah aja jomblo" " bro, mau bahas kerjasama apa gosip? kalau mau gosip mending gw pulang aja,buang buang waktu " " Tenang bro, lo rilex dong. kalau lo jutex kayak kulkas 10pintu gini ga akan ada cewek yang mau" ledek pak andre " Aida , kamu kasih proposal nya sama dia, biar dia baca sendiri. setelah itu kita pulang" perintah pak arif. aku menyerahkan proposal kepada pak andre " eits, tenang bro, duduk dulu" " Proposal udah ok, ada sedikit bagian yang harus di revisi, bagian ini di ganti sedikit ya da, pak andre menunjukan halaman yang harus di revisi. nanti kamu kirim ke saya langsung aja, buar bisa langsung di urus kerjasama nya." kamu perlu nomer saya atau mau tanya sama bos kamu itu pak andre mengangkat satu alis nya ke arah pak arif. " Kita lanjut pembahasan nya di luar sekalian makan siang". "Aida, kita balik ke kantor sekarang" ucap pak arif " bro, ayo lah mumpung gue lagi di jakarta, ga usah jaim gitu" "Oke kali gue ikut apa kata lo" pak arif menjawab sambil berjalan keluar lobi " Nah gitu dong, ini baru temen gue" ujar pak andre sambil menepuk bahu pak arif. aku hanya tersenyum melihat kelakuan mereka." tok....tok...tok... Assalamualaikum" " Ya Allah, baru aja nafas udah balik lagi aja, ga tahu apa jantung gue deg deg an kalau deket pak arif" batin ku " waalaikumsalam" jawabku sambil.membuka pintu " pak, udah balik lagi aja, ga cape apa?" sentak ku " astaghfirullah, pak siapa da? ini gue" sisil menepuk bahu ku dan mengerling nakal sambil senyum senyum. " eh.... anu.... tadi ada pak RT ke sini," ucap terbata bata " pak Rt apa pak rt, kok muka nya merah gitu?" sisil menggoda ku " ya udah masuk, kasian ibu capek" ucapku mengalihkan " gimana bu jalan jalan sama petasan banting? aman kan telinga ibu?" tanya ku sambil memegang tubuh ibu. " ibu senang banget da, lihat ni belanjaan ibu, sisil pinter loh pilih pil
" (gimana da aman?)" " (udah pak, ibu udah berangkat sama sisil)" " ( cepat ganti ke vc )" seru pak arif " ( ida, ibu kamu gimana kabar nya?)" " (baik yah, tapi maaf ida masih belum bisa ngajak ibu untuk bicara sama ayah. mudah mudahan sisil berhasil rayu ibu, doain aja ya yah. ayah jangan banyak pikiran nanti sakit)" "(iya da)" "( pak, saya mau bicara nih, )" "(ya udah ngomong aja da, yang ada di sini kan keluarga kamu semua)" "(cccckkk bapak mah ga ngerti ah, saya kan malu)"
"Da,....kamu baik baik aja?" ibu mengetuk pintu kamar " aku keluar kamar, aku harus bicara sama ibu tentang ini semua." " bu, ada yang harus kita bicara kan." aku duduk di kursi makan " iya da, dari kamu tadi pulang nangis seperti itu, ibu udah pengen tanya tapi ibu tahu mungkin kamu perlu waktu " " bu, aku ketemu ayah." " astaghfirullah, beneran da? ibu terkejut " iya bu, ternyata " iya bu, ternyata ayah itu, ayah nya pak andre sahabat nya pak arif. selama ini ayah tinggal di bandung dengan istri pertamanya bu." "Ya Allah." ibu memegang dada nya dengan mata yang menahan tangisan.
POV Andre " gue ga tahu sekarang gue harus sedih atau bahagia rif." ucap nya dengan lemah " gue minta maaf rif, padahl ida itu cewek yang lo suka." " ini bukan salah lo,serapat apapun di tutupi suatu saat akan ketahuan. harus nya lo senang kan sekarang lo punya adik " " tapi apa yang harus gue jelasin ke nadia dan keluarga nya? ga mungkin kan gue bilang anak dari selingkuhan ayah?." andre menjambak rambut nya " gue heran sama ibu, dia kok ga ngomong soal ini ya, padahal waktu itu gue ada di sisi nya sampai meninggal ." " mungkin nyokap lo merasa bokap lo udah tanggung jawab, dia kan selalu kirim uang bulanan buat ida." " bro, lo ga benci gue kan?" sahut andre
" bapak mau ke kantor apa ke rumah sakit?" tanyaku setelah selesai meeting " udah jam 3 ya da, ka rumah sakit aja.kamu sekalian ikut ya." " baik pak." " wan, kita langsung ke rumah sakit". " siap pak" jawab pak iwan sambil mengangguk " mobil.melaju menuju rumah sakit." " Assalamualaikum" ucapku sambil membuka pintu ruang rawat inap " Waalaikumsalam." mba aisyah menjawab " aku menyalami bu sofi." " pah, kita pulang sekarang, mama mau ambil baju dulu biar aisyah di sini." ucap bu sofi " lah ica dimana?" tanya pak dirga
" pagi bu,,...." ucapku sambil mengambil gelas " ibu masak dari jam berapa? udah kelar aja jam segini?" sambil mencomot bakwan goreng " lagi banyak jahitan da, jadi ibu masak sekalian buat siang." " ibu jangan capek capek ya." " nggak capek kok, ibu kan di bantu sama 2 orang." " da, kalau masih pada repot di rumah sakit, ica pulang sekolah suruh kesini aja." " nanti kita tanya anak nya aja, sekarang aku bangunin dia dulu." "wah anak cantik udah wangi aja, mau sarapan apa?" " apa saja nenek" ica menjawab sambil naik ke kursi " ini susu nya di minum dulu." " makasih tan"







