Share

Bab 3

Author: Khanza Ash
last update publish date: 2026-01-24 16:14:59

"Assalamualaikum,.selamat pagi ibu ku yang cantik' ucapku sambil memeluk ibu.

"Waalaikumsalam nak, sudah shalat subuh?' tanya ibu

"sudah bu" sahut ku

aku duduk di meja sambil memperhatikan ibu. sedih rasa nya setiap.melihat ibu yang selalu mencoba untuk tegar. karena ayah yang tidak pernah ada di samping kami. Ayah pergi meninggalkan rumah saat aku berusia 10 tahun dan tidak pernah bertemu sampai sekarang. dia hanya mengirimkan uang setiap bulan untuk biaya kami. tapi tidak pernah sekalipun dia datang hanya untuk sekedar menengok aku sebagai anak nya. Entah lah besok kalau aku menikah apa kah dia akan datang untuk menjadi wali nya..

" da, aida ibu menepuk bahu ku. kamu ngelamun? ada masalah apa.?

" nggak bu.. ga ada apa apa" ucap ku gugup. aku tidak mau melihat nya sedih.

" aida cuma lagi galau aja bu, mulai hari ini kan mulai jadi asisten pak arif" sahut ku.

" ya udah kamu mandi dulu sana, habis itu sarapan, jangan sampai kamu telat" ucap ibu.

" mau di bawain bekel ga? takut nya kamu ga sempat keluar kamu nanti" lanjut ibu. yang di balas anggukan oleh ku

" makasih ya bu" ucapku sambil mencium pipi kiri nya.

" Bu, ini bekel kenapa banyak banget?" tanya ku

" ish ga apa apa buat makan bareng, siapa tahu sisil mau juga " sahut ibu. ini mah mau sisil bu, kesenangan dia kalau di bawain makanan sebanyak ini cibir ku.

" ya udah ga apa apa , berbagi rezeki nak" lanjut nya. pelan pelan makan nya da. ini bu, ojol nya udah deket sahut ku

" tumben naik ojol? biasa naik TJ kamu ucap ibu

" takut telat bu, ini kan hari pertama aku jadi asisten pak arif" jawab ku.

" assalamualaikum" ucap ku sambil mencium tangan kanan ibu

" waalaikumsalam, hati hati nak" jawab ibu. yang aku balas dengan jempol.

" makasih ya bang" pas sampai kantor.

" pagi neng aida, ga tidur apa semalam jam segini sudah sampai?" sapa pak satpam.

" iya pak banyak nyamuk cinta" jawab ku sambil tertawa

" aku naik duls ya pak sec dah..." ucapku sambil melambai kan tangan. yang di balas senyuman manis nya.

" Pagi Danu " sapa ku

" pagi aida" balas nya

" gw ke ruangan dulu ya" ujar ku.

" sip" danu menjawab sambil mengagkat jempol kanan nya

" aku beres beres file dulu deh, mumpung pak kulkas belum datang" gumam ku

" pagi mba" sapa OB yang biasa membersihkan ruangan pak arif

" mba aida boleh di luar dulu biar ruangan nya saya bersihkan dulu, banyak debu mba, nanti kalau sudah selesai saya panggil mba aida" ujar OB

" ok, nanti panggil di tempat yang lama ya..

" siap mba"

" aku berjalan ke divisi finance dimana dulu aku bekerja, aku mengambil kursi dan duduk di samping Danu".

" Kamu tiap hari datang sepagi ini, nu?"

" eh aida" jawab nya sambil tersenyum

" ya begitu lah, daripada kena macet mending aku berangkat pagian, jadi nggak buru buru, bisa nyantai ngopi ngopi dulu" sahut nya

" kamu ga mau jawab pertanyaan aku yang waktu itu?"

" masih inget aja da, nanti juga kamu akan tahu sendiri" jawaban yang sama seperti dulu.

" Da,lo pagi pagi dah berdua aja ma cowok,bukan muhrim da" sisil teriak sambil bejalan ke arah meja nya. dan langsung aku jitak tu kepala

" lo ngapain masih di sini? lo kan udah pindah ruangan? tanya nya. sebelum ku jawab, ada OB yang manggil

" mba aida, ruangan sudah selesai di bersihkan, kalau masuk, saya permisi" ucap nya

" ok, makasih ya"

" dah ah, gw balik dulu ke ruangan yakk" mmmmuah aku memonyongkan bibir ke sisil.

yang di jawab leletan lidah sama sisil...

" Pagi da, sapa mba nurma ketika membuka pintu

" pagi juga mba.

" mau mulai darimana nih mba?"

" kamu buka agenda, lihat jadwal pak arif hari ini"

" Jam 11 ada meeting sama pak andre dari pt.mega kreasi di ritz carlton di lanjutkan makan siang.

" Jam 3 ketemu client di coffe shop"

" Kamu pelajari proposal meeting sama pak andre, di folder file. hard copy nya udah mba print ada di atas meja situ. kalau ada yang ga ngerti kamu bisa tanya mba"

" siap mba"

" kamu perlu catat point point penting aja da, saat meeting nanti".

Pak arif Itu kalau pas sampai kantor dia pasti nanya kesimpulan dari hasil meeting".

" dengan kamu catat point point kamu bisa menarik benang merah nya"

" Pelan pelan aja Da, kalau salah itu biasa saat baru pertama kerja. dari kesalahan itu kamu akan banyak belajar".

" iya mba"

" sudah jam 9 da, kamu rapihkan proposal yang akan di bawa, pastikan tidak ada yang tertinggal"

" ini sudah semua mba, bisa bantu cek ulang, aku takut mba, grogi banget" lirih ku sambil menyerahkan document yang sudah di rapihkan

" ini semua sudah ok"

" Kamu biasa aja da, ga perlu takut. anggap aja kamu seperti waktu di divisi finance"

" mba, aku pipis dulu ya"

" mba nurma hanya mengangguk "

" selamat pagi pak" ucap ku dan mba nurma

" Aida, kamu sudah siap? kita berangkat sekarang, jangan sampai kita membuat rekan bisnis menunggu" tegas pak arif

" baik pak "

" Nurma , kami pergi dulu"

" iya pak, jangan bikin aida nangis ya pak" mba nurma mengerlingkan mata nya

" pak arif mendelik" sambil membuka pintu

Kami sampai di depan lift dan ketika lift terbuka kami masuk.

" selamat pagi pak" ucap resepsionis yang di balas anggukan

" Kami masuk ke mobil, aku di depan samping sopir, kita ke rizt carlton ya" ucapku pada sopir

" baik mba"

" selama perjalanan hanya diam saja sambil melihat jalanan yang sedikit tersendat". gw bingung mau mulai ngomong apa.

" akhir nya sampai juga" dalam hati ku

" kami masuk ke lobi hotel tempat pak andre menginap dan berjalan ke arah pria yang sedang duduk sendirian"

" Pagi pak Andre ,maaf sudah menunggu" ucap pak arif sambil berjabat tangan

" Pagi pak" sapa ku sambil menganggukan kepala

"Pak andre melirik ke arah pak arif"

" Dia asisten baru saya, nama nya Aida. Nurma akan melahirkan". yang di jawab anggukan oleh pak andre.

"Kirain ga bisa ganti asisten bro, tahu nya ada yang bening begini. bro, kok ga pernah cerita sih, jangan jangan ....,....... pak andre mengulum senyum ke arah pak arif.

" Kita ketemu untuk membahas kerjaan buka bergosip" lanjut pak arif

" Pak Andre senyum ke arah ku, kita sudah kenal lama aida. Arif itu teman kuliah aku waktu di australia. Kalau saya keliatan lebih tua dari dia wajar karena saya sudah berkeluarga,pusing sama anak istri. lah kalau dia mah masih betah aja jomblo"

" bro, mau bahas kerjasama apa gosip? kalau mau gosip mending gw pulang aja,buang buang waktu "

" Tenang bro, lo rilex dong. kalau lo jutex kayak kulkas 10pintu gini ga akan ada cewek yang mau" ledek pak andre

" Aida , kamu kasih proposal nya sama dia, biar dia baca sendiri. setelah itu kita pulang" perintah pak arif. aku menyerahkan proposal kepada pak andre

" eits, tenang bro, duduk dulu"

" Proposal udah ok, ada sedikit bagian yang harus di revisi, bagian ini di ganti sedikit ya da, pak andre menunjukan halaman yang harus di revisi. nanti kamu kirim ke saya langsung aja, buar bisa langsung di urus kerjasama nya." kamu perlu nomer saya atau mau tanya sama bos kamu itu pak andre mengangkat satu alis nya ke arah pak arif.

" Kita lanjut pembahasan nya di luar sekalian makan siang".

"Aida, kita balik ke kantor sekarang" ucap pak arif

" bro, ayo lah mumpung gue lagi di jakarta, ga usah jaim gitu"

"Oke kali gue ikut apa kata lo" pak arif menjawab sambil berjalan keluar lobi

" Nah gitu dong, ini baru temen gue" ujar pak andre sambil menepuk bahu pak arif.

aku hanya tersenyum melihat kelakuan mereka.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 97

    "maaf ya lama. tadi ais mandi dulu" ucap ida " ya Allah ais, kenapa kamu minta mandi sama tante? kasian tante nya kan?" ujar nadia " ga apa apa ma, orang tante ida juga mau kok mandiin aku.. ya kan tan?" ucap ais sambil melirik ida " iya.. ga apa apa mba.." ucap ida "sekalian belajar ya kan da? kalau punya baby beneran bisa mandiin. sekarang kan mandiin baby gede" bisik Deril " ida pun mencubit lengan Deril" " awwww.. " teriak deril " kenapa sih perempuan itu kalau ga dorong, nyubit. bisa yang lain ga? yang ga sakit gitu." usil Deril " uncle kan laki laki. jadi harus kuat dong!" hibur arash sambil menepuk nep

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 96

    " ini yang booking siapa tan?" tanya andre sesampai nya di hotel " Tante dre, pengen nyoba kayak anak anak zaman sekarang gitu" jawab bu sofi " dre, itu bapak bapak gimana? mereka langsung ke rumah kamu?" bu sofi kembali bertanya " iya tan... kayak nya mereka ada urusan penting ." bisik andre yang jawab anggukan oleh bu sofi " der, tolong turunin koper nya dong" perintah bu sofi " tan, ini mau nginep 1 malam aja kayak mau pindahan rumah" ucap deril sambil menurunkan koper " itu sedikit der, 1 koper punya berdua." jelas bu sofi " arif pun menurunkan koper nya dan m

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 95

    " mereka ada dimana? gue kejauhan ga parkir di sini? " tanya Deril sesampai nya di gedung sate " itu yusuf sama arash" ucap pak Dirga " papa udah bangun?" " pas mau ke gedung sate tadi , da..." jawab pak dirga " hebat euy papa, langsung bisa langsung ketemu. kita dari tadi celingukan nyari mereka" puji ida " papa udah bertahun tahun kenal Yusuf, ya kali ga hapal bentukan nya dia" jawab pak dirga sambil tertawa " udah yu kita turun cepetan tar keburu mereka lihat" bu sofi membuka pintu mobil dengan cepat

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 94

    " da, hadiah buat anak andre dimana?" tanya bu sofi " udah di mobil ma. sengaja ga di keluarin ." jawab ida " mbok tun , rendang nya udah di vacuum? " tanya bu sofi " sudah bu. ada di kulkas" jawab mbok tun dengan sopan " mbok, jangan semua nya di bawa. mbok kan ada di rumah." ucap ida " iya neng" " tan, besok mau mobil yang mana?" tanya deril " yang udah di cek ke bengkel yang biasa di pake der." jawab bu sofi " yakin mo pake

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 93

    " assalamualaikum" ucap ida sambil membuka pintu " waalaikumsalam" jawab bu sofi " mereka bertiga langsung menuju ruang keluarga" " Mmmmm, wangi banget. masak apa nih tan?" teriak Deril " bikin rendang sekalian buat bekel besok" jawab bu sofi " Deril pun melangkahkan kaki nya menuju dapur" " emang besok Tante ga jadi ikut?" tanya deril sambil menuangkan air ke gelas " ya ikut lah... ini kan sekalian buat bawain ke andre terus buat makan di hotel juga" jawab bu sofi dengan santai " deril yang sedang minum hampir tersedak mendengar jawaban bu sofi."

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 92

    " Nu, hadiah buat anak andre udah di beli?" tanya arif pada asisten nya " sudah pak.mau lihat dulu pak?"tanya danu " ga usah , saya percaya sama kamu" jawab arif " baik pak. ini saya simpan di mobil semu aya.." ucap danu sambil.keluar dari ruangan " mau kemana nu?" tanya deril ketika berpapasan di depan pintu " mau taro kado ke mobil pak" " bos loe lagi ngapain?" " biasa pak, lagi menatap laptopnya" jawab danu " ok

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 6

    " Aku mengikuti pak arif di belakang" " mba nurma sama pak andre juga mengikuti kami." " nur, ngapain kamu kesini?"

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 5

    " da, ida bangun nak, ini udah jam 5 loh, tar kamu kesiangan lagi" ibu mengetuk pintu kamar ku " iya bu" aku melirik jam di dinding dan langsung keluar kamar " eh... mau kemana?" ibu memegang tangan ku

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 4

    Dalam perjalanan menuju restoran, pak andre banyak bercerita. ternyata pak arif emang udah cool dari sono nya aku membayangkan kalau jiwa mereka tertukar, lucu kali nya, hihihi "Aida ,

  • Anak Selingkuhan itu....   Bab 2

    "Da sini!!! panggil Santi saat melihat aku celingukan. aku, sisil dan danu mendekat. belum pesan? tanya ku. Ya Allah aida, ini kan pesta lo, jadi lo yang harus pesan duluan' jawab santi ' Ya terserah kalian aja mau pesan apa, lagian ini kan ayce

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status