แชร์

Bab 6

ผู้เขียน: Pena Zamrud
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-12 10:58:31

Seorang pria yang memakai jubah hitam memasuki aula kekaisaran. Langkahnya diikuti oleh aura gelap yang sangat menakutkan. Selain menakutkan, aura pria berjubah hitam itu membuat siapapun tidak berani bergerak.

"Di mana dia?" tanya pria itu.

Aula seketika menjadi hening. Semuanya terdiam dan bertanya-tanya pria misterius itu mencari siapa. Karena tidak ada jawaban, pria itu mengeluarkan aura yang lebih menakutkan.

"Jawab atau kalian semua mati!" pintanya dengan marah.

"Tuan, siapa yang Anda maksud?" tanya Kaisar Jiang Bei.

Pria misterius itu tidak menjawab. Ia menarik kembali auranya dan memperlihatkan lukisan seorang wanita. Melihat lukisan itu, semua orang yang ada di aula saling pandang.

"Dua puluh tiga tahun yang lalu, dia dibawa ke istana ini! Sepuluh tahun lalu, aku mendengar kabar bahwa kelompok misterius membunuhnya," jelas pria misterius itu.

"Katakan di mana makamnya dan anaknya ada di mana sekarang!" pintanya.

Kaisar Jiang Bei menghela napas panjang. Perempuan di lukisan itu memang datang ke istana 23 tahun lalu. Bahkan perempuan itu juga sempat menikah dengan salah satu putra kaisar terdahulu. Sayangnya, beberapa hari setelah menikah, suami perempuan itu meninggal misterius dan dia menghilang saat itu juga.

"Dua puluh tiga tahun lalu, perempuan itu datang dan menikah dengan kakakku. Beberapa hari setelah menikah, kakakku dibunuh oleh seseorang. Setelah hari itu, perempuan itu menghilang tanpa jejak," jelas Kaisar Jiang Bei.

"Setelah menemukan cucuku, aku akan membuat perhitungan dengan kalian!" Sosok misterius itu menghilang. Setelah sosok itu pergi, barulah para petinggi istana berani bersuara.

"Yang Mulia, mengapa Anda berbohong? Bukankah Yang Mulia sendiri yang membunuh Jiang Feng?" tanya Perdana Menteri.

"Diam dan jangan sampai rahasia ini bocor!" pinta Kaisar Jiang.

Di tempat lain, Shen Liang menatap langit melalui jendela penginapan dengan mata menyipit. Asap hitam melintas di penginapan dengan sangat cepat. Belum sempat dia bereaksi, sesosok pria berjubah hitam muncul di belakangnya.

"Ada yang dapat kubantu, Senior?" tanya Shen Liang.

"Kamu anak Yue Lan, kan?" tanya pria itu.

"Benar, Yue Lan ibuku," jawabnya.

Mata pria itu berkaca-kaca. Ia melepas jubah hitamnya dan menghampiri Shen Liang. Tatapannya berubah saat sosok lain yang memakai jubah hitam muncul di sana. Sosok berjubah dan bertopeng itu berlutut dan memberi hormat.

"Tuan, bawahan menemukan informasi penting," ucap sosok. bertopeng itu.

"Nona Yue Lan memiliki dua orang anak. Anak pertama Jiang Linghu dan anak keduanya …. " ucapan sosok bertopeng itu terhenti saat melihat Shen Liang. Ia mengeluarkan sebuah gulungan berisi lukisan seorang anak kecil.

"Siapa anak keduanya?" Pria itu bertanya dengan nada kesal.

Sosok bertopeng itu tak menjawab. Ia hanya menunjuk Shen Liang dan memperlihatkan seorang anak kecil. Setelah memperlihatkan lukisan anak kecil, sosok tersebut memberikan gulungan lain kepada pria bertopeng tersebut.

"Menurut informasi, Tuan Muda Linghu dipenjara oleh Kaisar Jiang Bei," jelas sosok itu lalu menghilang tanpa jejak.

"Sebenarnya apa hubuang senior dengan ibuku?" tanya Shen Liang.

"Namaku Yue Lingmo, dan Yue Lan adalah putriku satu-satunya. Berbeda denganku dan saudara-saudaranya, Lan'er tidak memiliki akar roh kegelapan. Dengan kata lain, kamu cucuku," jelas pria itu.

Shen Liang menatap dingin pria di depannya. Ingatannya kembali ke 10 tahun lalu, tepat sebelum ibunya dibunuh. Saat itu, ibunya menceritakan semua masa lalunya, termasuk kenyataan pahit bahwa saudara-saudara selalu menyiksanya.

"Dulu, ibuku tidak punya tempat bercerita. Semuanya diceritakan padaku. Katanya, saudara-saudaranya selalu menyiksa dan statusnya di klan Yue tidak lebih dari seorang pelayan. Ibu berpesan agar aku mencari Kakaku, bukan keluarganya," jelas Shen Liang.

"Kakek mohon! Kembalilah ke klan Yue. Izinkan orang tua ini menebus semuanya!" Yue Liangmo berlutut di hadapan Shen Liang, cucunya. Pria itu menangis dengan kepala menunduk. Meskipun terkenal dengan julukan Kaisar Kegelapan, tapi dia bukan manusia berhati iblis.

"Jika kamu ingin pulang, bawa serta istrimu juga!" jelasnya.

"Baiklah, Kakek, aku akan ikut," jawabnya meski sebenarnya dia tidak mau menginjakkan kakinys di klan yang pernah menyiksa ibunya.

"Li Gege, siapa dia?" tanya Jiang Mei.

"Dia Kakekku. Kakek memintaku ke klan Yue," jelas Shen Liang.

"Menantu memberi hormat kepada Kakek!" Jiang Mei hendak berlutut, tapi energi berbentuk benang tipis langsung menghentikannya.

"Kakek ke sini untuk menjemput kedua cucuku. Satunya lagi adalah Jiang Linghu," jelas Yue Lingmo.

"Kakak Lingmo, saat berusia 15 tahun, ayah memenjarakannya tanpa alasan yang jelas. Terakhir kali mengunjunginya, dia berlatih bersama seorang lelaki tua," jelas Jiang Mei.

"Kalian berdua tunggu di sini!"

Yue Lingmo berubah menjadi asap hitam dan melesat ke istana kekaisaran. Sekitar setengah jam kemudian, dia kembali bersama seorang pemuda yang sudah tak sadarkan diri. Tubuh pemuda itu penuh luka dan juga terdapat segel darah di dadanya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Shen Liang langsung melepas segel darah di dada kakaknya. Bukan hanya itu, dia juga menyembuhkan luka-luka kakaknya menggunakan elemen cahaya. Setelah beberapa menit, pemuda itu membuka matanya.

"Di mana ini?" tanyanya dengan bingung.

"Kamu ada di neraka," jawab Shen Liang. Pemuda itu melompat dari tempat tidur karena kaget. Saat melihat sekelilingnya, ia langsung kesal.

"Kamu juga ada di sini?" Pemuda itu sangat senang saat melihat Jiang Mei, adik sepupunya.

"Kakak tidak menanyakan siapa dia?" tanya Jiang Mei sembari menunjuk Shen Liang.

"Siapa dia, aku tidak peduli sama sekali," jawab Jiang Linghu.

"Kalau begitu, kubuat kamu pingsan lagi!" Kesal dengan jawaban kakaknya, Shen Liang membentuk puluhan jarum petir.

"Kalian berdua lahir dari rahim yang sama. Jadi, jangan bertengkar," jelas Jiang Mei.

"Satu rahim?"

Jiang Linghu mengalihkan pandangannya ke Shen Liang. Ia menatap pemuda di depannya dari kepala hingga kaki. Mata pemuda itu sangat mirip dengannya, sama-sama hijau. Tentu saja hal itu membuatnya bingung. Pasalnya yang punya mata hijau hanya ibunya seorang.

"Ayah kita berbeda. Ayahmu Pangeran Kekaisaran, sementara ayahku seorang bajingan tidak bertanggung jawab," jelas Shen Liang dengan kesal.

"Pengasuhku bilang ibuku menghilang setelah aku dilahirkan. Satu-satunya keinginanku adalah bertemu dengannya," jelasnya.

"Sebaiknya kubur jauh-jauh keinginanmu itu. Ibu dibunuh oleh sekelompok pembunuh dari organisasi naga hitam 10 tahun lalu."

Jiang Linghu hanya bisa memendam amarahnya. Naga hitam, organisasi itu dipimpin oleh Jiang Bei 10 tahun lalu. Setelah menjadi Kaisar, pemimpin organisasi diserahkan kepada adiknya yang lain, putra ketiga Kaisar sebelumnya.

"Sebaiknya kita kembali ke klan dulu!" Yue Liangmo mengalihkan topik pembicaraan. Lelaki itu membuka sebuah portal. Bersama Shen Liang, Linghu, dan Jiang Mei, ia memasuki portal. Tak lama kemudian, mereka muncul di sebuah lembah.

"Tempat ini …. " Shen Liang melihat sekelilingnya. Tiba-tiba saja, tangis dan teriakan seorang anak laki-laki menggema di telinganya. Kenangan buruk yang sempat hilang, muncul di kepalanya seperti film lama yang diputar kembali.

"Huahahaha, bocah sampah!" tawa seseorang menggema di telinganya. Di lembah yang sama, 12 tahun lalu, Patriark Shen Long meninggalkannya di lembah itu. Di tempat itulah, akar rohnya dicabut dan dipindahkan ke Shen Feng.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • BEREINKARNASI DENGAN SISTEM ABSURD   Bab 17

    Swiiiiizzzzzz Sreeeekk Satu per satu, para pria bertopeng terbunuh, menyisakan seorang yang memakai topeng bertaring. Kematian rekan-rekannya yang lain membuatnya marah. Taring pada topengnya bersinar lalu berubah menjadi sepasang pedang. "Tadi, aku terlalu meremehkanmu," ucapnya. Swuuuussss Traaangg Traaaanngggg Traaangg Dentingan logam terdengar saat pedang pria itu berbenturan dengan pedang naga langit. Benturan pedang tersebut menciptakan percikan api dan suara berisik yang memekakkan telinga. Swuuuussss Shen Liang menyerang pria itu dengan ratusan pedang sekaligus. Serangan tersebut membuat pria itu kewalahan, meski tidak terluka sama sekali. Dengan sekali tebas, dua sinar menyilang menyerang lawan dengan sangat cepat. Dhuaaarrrrrr Ledakan keras terdengar. Ledakan itu menyebabkan dua orang yang bertarung terpental beberapa meter. Pria bertopeng berdiri dengan kedua pedang yang jadi tumpuan. Noda darah menetes dari balik topengnya. Darah itu memb

  • BEREINKARNASI DENGAN SISTEM ABSURD   Bab 16

    "Kejam sekali!" Seorang wanita berkomentar. Dilihat dari pakaian yang dikenakannya, sudah jelas dia adalah seorang pelayan. Anehnya, dia hanya sendiri, tidak berjalan bersama majikannya. "Ini wilayahku, dan siapapun tidak boleh membunuh di sini!" Wanita yang hanfu dengan bordiran phoenix perak muncul dari ruang hampa. Wanita itu menghampiri Shen Liang dengan pedang terhunus. "Di sini, siapapun yang membunuh harus dihukum mati!" Dengan tatapan dingin, wanita itu mengayunkan pedangnya. Traaaanngggg Dentingan logam terdengar saat pedang wanita itu berbenturan dengan pedang naga langit. Ia sedikit terkejut, tapi keterkejutannya disembunyikan dengan sangat baik. "Sepertinya kamu meremehkanku!" ucap wanita itu dengan kesal. Ia menyerang menggunakan pedang lain, tapi serangannya ditepis dengan sangat mudah. Bahkan, pedang yang baru saja dikeluarkannya hancur begitu saja. "Kurang ajar!" Wanita itu melompat ke belakang. Ia menyalurkan elemen es ke pedangnya. Sekilas, bay

  • BEREINKARNASI DENGAN SISTEM ABSURD   Bab 15

    "Ding, taklukan sekte phoenix suci!" Notifikasi sistem terdengar di telinganya. Misi yang sistem berikan hampir saja membuatnya muntah darah. Pasalnya, sekte phoenix suci adalah sekte terkuat di benua naga. Selain mendapatkan predikat sekte terkuat, informasi tentang sekte itu tidak diketahui. Jangankan jumlah murid, letaknya pun diketahui, seolah sekte itu tidak pernah ada. "Sistem, misinya yang masuk akal sedikit!" Shen Liang protes. "Misi harus diselesaikan dalam waktu satu bulan!" Kata-kata sistem membuatnya semakin kesal. Meski diberi waktu setahun sekalipun, sekte phoenix suci tidak akan pernah ia temukan. "Jika misi gagal, kultivasi Tuan akan dihancurkan!" Sistem kembali bersuara. "Sistem ini benar-benar menjebakku!" kesalnya. Kesal dengan misi sistem, ia beranjak dan mengunjungi Jiang Mei yang sedang menyendiri di taman sekte. "Ada apa?" tanyanya. "Sejujurnya aku merindukan ibuku. Terakhir kali aku bertemu dengannya saat usiaku 7 tahun. Setelah itu, ibuku m

  • BEREINKARNASI DENGAN SISTEM ABSURD   Bab 14

    Ratusan elang langit menggubah suasana menjadi gelap. Satu per satu, ratusan murid sekte awan turun dari punggung elang. Pemimpin mereka adalah seorang raja langit tahap 7. Tentu saja kedatangan mereka disambut dengan tawa oleh Jiang Linghu. "Murid pengkhianat, mengapa kau tertawa?" tanya pemuda yang memimpin murid puncak Qing Long. Tawa Jiang Linghu terhenti, tatapan dinginnya membuat murid-murid sekte awan terkejut. Ia menanggapi pertanyaan murid sekte awan bukan dengan kata-kata, melainkan dengan pedangnya. Hanya dalam waktu singkat puluhan murid tumbang tak bernyawa. "Murid pengkhianat? Bukankah sekte awan sendiri yang mencampakkan kami?" tanyanya. "Diterima oleh sekte adalah kehormatan untuk kalian para sampah! Seharusnya kalian tunduk kepada sekte, bukan membelot!" Yu Hao, pemimpin pasukan puncak Qing Long menanggapi. "Akan kutunjukkan padamu siapa sampah sebenarnya!" Jiang Linghu menyimpan pedangnya. Tak lama kemudian, elemen kegelapan muncul entah dari mana. H

  • BEREINKARNASI DENGAN SISTEM ABSURD   Bab 13

    Di puncak bintang, dua orang menebang pohon yang tumbuh di tengah gunung. Sisanya, yaitu 7 orang lainnya membangun tempat tinggal, dan bangunan lain yang diperlukan. waktu 3 bulan, sebuah paviliun berdiri di tengah hutan. "Cukup melelahkan!" Yue Chen merebahkan bersandar di paviliun yang baru saja berdiri. "Meski jauh dari kata mewah, yang penting tidak tidur di alam liar!" Yue Hua berkomentar. Sementara itu, tanpa sepengatahuan orang lain, Shen Liang mengaktifkan formasi tersembunyi yang menutupi puncak. Saat formasi itu aktif, paviliun yang tadinya tampak biasa-biasa saja berubah menjadi paviliun besar dan mewah. Bukan hanya itu, puncak bintang yang wilayahnya sangat luas berubah menjadi kota. "Apa yang terjadi? Kenapa tempat ini berubah menjadi kota?" tanya Yue Xia. "Aku juga tidak tahu!" Yue Qing menimpali. Yue Qing, Yue Luo, Yue Chen, Yue Xia, dan Yue Zhang ada lima generasi muda klan Yue yang dipilih oleh Yan Shui. Di klan Yue, mereka termasuk jenius teratas. De

  • BEREINKARNASI DENGAN SISTEM ABSURD   Bab 12

    "Shen Liang, ada apa?" Yue Lan mengulang pertanyaannya. Sama seperti sebelumnya, Shen Liang tidak menjawab sama sekali. "Tidak ada apa-apa!" jawabnya, ya, meskipun sekarang dia tidak mau dekat-dekat dengan ibunya. "Diantara semua orang yang ada di sini, kalian bertiga yang paling layak menjadi murid sekte awan!" jelas Yue Lan. Shen Liang menatap ibunya untuk waktu yang lama, seolah sedang memastikan sesuatu. Hanya tiga orang, menurutnya jumlah itu membuatnya curiga. Pasalnya, banyak generasi muda klan Yue yang sangat jenius. "Karena kalian memiliki elemen yang terbilang langka, kalian akan ditempatkan di satu tempat, yaitu puncak bintang!" Pernyataan ibunya membuatnya kesal. Ternyata ibunya punya alasan tersendiri mengapa yang dipilih hanya Yue Hua. Tujuannya agar gadis itu selalu bersamanya setiap saat. "Ibumu sangat mencurigakan!" ucap Yue Hua berbisik. "Pengguna elemen kegelapan hanya aku seorang, kenapa tidak memilih beberapa orang lagi?" tanya Yue Hua. Bukan jawaba

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status