LOGINJulian lahir dari keluarga yang serba berkekurangan. Keluarganya terhina oleh orang-orang disekitarnya karena kemiskinannya. Namun ia tak tinggal diam begitu saja. Julian mencoba mendaftar menjadi prajurit, dengan harapan untuk mengharumkan nama keluarga. Akhirnya ia diterima bergabung ke dalam kesatuan. Yang ditugaskan langsung untuk terjun ke medan perang. Tak disangka, ternyata karir militer lah yang membesarkan namanya. Dengan kemampuannya, ia dapat memenangkan setiap pertempuran dengan gemilang. Hal itu lah yang membuat Julian disegani oleh kalangan petinggi militer dan ia berhasil diangkat menjadi seorang jendral besar. Selain berhasil dalam dunia kemiliteran. Julian pun berhasil membangun bisnisnya yang terdiri dari berbagai bidang. Namun ada suatu kejadian naas, di mana saat itu ia tengah berada di sebuah helicopter untuk menuju ke kampung halamannya. Helicopter yang ditumpanginya kehilangan kendali dan jatuh ke tengah hutan belantara. Seluruh kru tewas namun Julian berhasil selamat setelah tim sar menemukannya terkapar di tengah hutan. Setelah beberapa bulan ia dirawat. Akhirnya Julian tersadar kembali tapi dengan Julian yang telah lupa ingatan. Di tengah keterpurukan itu ia menemukan seorang wanita yang dengan ikhlas merawatnya bernama Sofia. Namun keluarga sang wanita yang tidak tau latar belakang Julian tidak terima dengan pria pilihan itu. Julian yang hilang ingatan itu pun tidak percaya bahwa dia adalah seorang jendral besar dan alasan itulah yang membuat dia tak memberitahukannya kepada Sofia. Hal itu membuat Julian terhina di mata keluarga Sofia yang notabene berasal dari kalangan konglomerat. Bahkan dimata semua orang yang mengenal Sofia. Akankah Julian akan bangkit kembali dalam kejayaannya sebagai Jendral besar dan membalas semua penghinaan itu? Mari simak ceritanya.
View MoreMalam itu, suasana tegang tak kunjung padam saat Rio tiba di pintu markas, menembus batas kegelapan. Suara tembakan berdentang di kepalanya, membangkitkan semangat para pemberontak yang berjuang dalam balutan api amarah. Dia tahu, waktunya hampir habis—dia harus membawa Jacky pergi sebelum semuanya terlambat.“Jangan berhenti! Ini adalah kesempatan kita!” teriak Rio kepada prajuritnya yang mengekor di belakangnya. Kabar bahwa Jacky ditahan telah menyebar, membuat semua orang bertekad untuk menyelamatkan sang pengkhianat.Di dalam markas, Jacky bisa mendengar deru langkah kaki mendekat, hatinya bergetar antara ketakutan dan harapan. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh Brigjen William telah membangkitkan semangat baru dalam dirinya. Dia tahu, para pemberontak akan datang untuk menjemputnya, dan kini saat itu telah tiba.“Cepat Jacky! Kita tidak punya banyak waktu!” teriak Rio saat dia membuka pintu ruangan tempat Jacky terkurung. Seketika itu juga, tatapan mereka bertemu; dalam sekejap, se
Melihat Sang Jendral dibunuh secara tragis. Pasukan pemberontak tak tinggal diam. Kejadian itu membuat api kemarahan para pasukannya. Mereka seketika mengarahkan senjata ke arah pasukan republik. Beruntung pasukan republik langsung merespon dengan tembakan. Para pasukan Pemberontak pun tewas di tempat. Suara tembakan itu telah memancing kedatangan pemberontak lain yang berada di luar ruangan. "Cepat bawa keluar Jacky! Sedikit lagi mereka akan datang untuk melakukan pembalasan!" seru Julian, kepada pasukannya. Lalu pasukan langsung membawa Jacky keluar dari markas itu. Julian memilih tidak melawan para pasukan Pemberontak karena mempertimbangkan jumlah pasukannya yang tak sebanding dengan jumlah pasukan Pemberontak. Di saat pasukan pemberontak memasuki ruangan markas. Mereka terkejut melihat Jendral Dedy telah tewas dengan luka yang menganga di kepala. "Tidak mungkin! Para pasukan Republik telah membunuh Jendral Dedy?!" ucap salah satu Pemimpin pemberontak. Salah s
Pembunuhan seorang komandan regu serta pembantaian pasukannya. Telah menyulutkan api kemarahan Sang pemimpin pemberontakan. Sebanyak 50 Prajurit bersenjata lengkap seketika dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sekitar Markas dan seluruh pos keamanan. Lebatnya hujan yang tak berhenti mengguyur hutan. Begitu menyulitkan langkah prajurit dalam melakukan gerakan. Karena tanah yang dilalui menjadi semakin licin. Setelah berjam-jam mereka menyusuri hutan. Tampaknya tak juga membuahkan hasil. Lalu Salah seorang prajurit langsung melaporkan kepada Jendal Dedy melalui HT. "Lapor Jendral! Kami tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pasukan Republik di area!" ucap seorang prajuritnya. "Tidak ada cerita! Kalian harus menemukannya sampai dapat! Terus lakukan penyisiran! Aku yakin keberadaan mereka masih tak jauh dari area ini," Jendral Dedy, memerintahkan. "Siap Jendral!" jawab para Pasukannya. Para pasukan pun kembali melakukan penyisiran di tengah guyuran hujan. Tak terasa,
Para pemberontak pun tersentak. Tak menyangka dengan kehadiran mereka. Padahal pertahanan sudah dibuat sedemikian rupa. Namun bisa ditembus begitu saja. Keadaan mereka kini terdesak. Lantas Mereka mengangkat kedua tangannya. Saat puluhan pasukan merangsek masuk dan menodongkan senjata. Dan siap melepaskan tembakan kapan saja. Jika sedikit saja Pasukan pemberontak melakukan gerakan. Maka puluhan pasukan itu akan sangat cepat melakukan tindakan hanya dengan menarik pelatuknya. "Letakkan senjata kalian!" seru seorang prajurit, membentak dan menodongkan senjata semi otomatis ke arah mereka. Para pasukan pemberontak hanya bisa bergeming lalu berlutut dan meletakkan senjatanya di lantai. Julian melangkah santai memasuki ruangan. Tiba-tiba tatapannya berubah menjadi sangat menakutkan. Terbelalak matanya dengan urat di lehernya yang menyembul keluar memandang para pemberontak. "Kalian tidak bisa dimaafkan!" "Pasukan, ikat kedua tangan mereka! jangan sampai mereka melepaskan d






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.