BFFs: Married To My Sister's Best friend

BFFs: Married To My Sister's Best friend

last updateTerakhir Diperbarui : 2021-07-19
Oleh:  Meemxy Tamat
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
10
2 Peringkat. 2 Ulasan-ulasan
61Bab
6.1KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sinopsis

The second of the series titled BFFs ************************************ Sa'eed Abba Sulayman gets married to Halima Audu Kalshingi, the love of his life since the first time he met her. Later after the marriage he realizes that it might be the biggest mistake of his life as his past starts to catch up on him. ************************************ Halima gets married to her best friend's brother who happened to love her since childhood. Finally living in his house, alot of problems surface in their lives as his past comes to play and she's rendered slightly infertile.

Lihat lebih banyak

Bab 1

1. Happy Married life

Asap putih pekat dan hawa panas yang berasal dari lantai dasar gedung membuat Dongmei bergerak semakin cepat. Dia dan anggotanya tidak memiliki banyak waktu, mereka harus segera mengeluarkan anak-anak korban penculikan yang disekap di ruang bawah tanah. Suara 'krak' terdengar saat sepatu PDL Dongmei menginjak kayu rapuh di bawahnya. Dia langsung memberikan isyarat tangan, meminta keempat anak buah yang berjalan di belakang untuk berhati-hati.

Wanita berusia dua puluh lima tahun itu menghentikan langkahnya. Hawa panas dari balik pintu besi memberi sebuah peringatan. Sumber api pasti berasal dari balik ruangan itu, pikirnya. Dongmei kembali memberikan perintah tanpa kata, dia menggunakan isyarat pada anak buahnya untuk bergerak lebih cepat.

Sebagai anggota intelijen negara, Dongmei sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Namun, kali ini yang membedakannya ada puluhan nyawa anak-anak tidak berdosa yang tengah dipertaruhkan. Anak-anak itu diculik dari beberapa wilayah, disekap untuk kemudian diperjualbelikan organ bagian dalamnya di pasar gelap.

Besarnya peminat untuk organ dalam manusia di pasar gelap membuat bisnis kotor ini berkembang pesat, dan anak-anak tidak berdosa pun menjadi korbannya. Dongmei sudah muak, kemarahannya hanya bisa ditelan bulat-bulat saat pihak kepolisian menemukan jasad-jasad tanpa organ dalam itu mengambang di sungai, atau dibuang di semak belukar. Sudah cukup, batinnya. Ia akan memastikan tidak ada anak-anak yang menjadi korban kekejian manusia-manusia tidak bernurani itu.

Butuh waktu sekitar lima menit hingga kelimanya berhasil menemukan pintu menuju ruang bawah tanah. Ruangan itu sangat minim cahaya. Dongmei bergegas turun tanpa menurunkan kewaspadaannya. Suara rintihan minta tolong terdengar dari ujung ruangan. Di depan mereka ada tiga ruangan yang masing-masing dikunci dari luar.

Dongmei memerintahkan anak buahnya untuk membuka paksa ruangan-ruangan itu. Benar saja, dalam masing-masing ruangan berukuran tiga kali tiga meter itu ada lima hingga enam anak berusia enam hingga sepuluh tahun disekap. Kondisi mereka terlihat sangat mengenaskan. Mereka dipaksa makan, tidur, buang air kecil dan besar di tempat itu.

Dongmei dan keempat anak buahnya memisahkan anak-anak yang masih cukup kuat untuk berjalan, sementara anak-anak yang lemah mereka bawa di atas punggung. Mereka kembali bergerak setelah memastikan semua korban berhasil dievakuasi. Suara ledakan dari lantai dasar bukan pertanda bagus. Dongmei berusaha bersikap tenang, dengan penuh kehati-hatian dia berjalan menerobos kepulan asap putih yang semakin pekat.

Rasanya sangat sulit berjalan dengan kondisi seperti ini. Masker oksigen yang mereka gunakan sebelumnya diberikan pada anak-anak untuk digunakan secara bergantian. Dongmei merasa dadanya seperti terbakar. Rasanya seperti akan mati, pikirnya.

"Bergerak lebih cepat!" teriak wanita itu saat merasakan hawa panas dari belakang punggungnya. Dongmei mempercepat langkah. Bukan hal mudah untuk bergerak dengan satu orang anak berusia lima tahun di punggung, dan dua anak berusia sama di gendongannya.

Ledakan kembali terdengar dari balik pintu besi yang tertutup rapat. Hanya sedikit lagi, pikirnya. Mereka hanya perlu melewati ruangan kosong yang dipenuhi asap itu untuk keluar dari bangunan terkutuk ini. Di luar, suara sirine polisi dan ambulans menyaru, menyambut indra pendengaran saat Dongmei keluar dari gedung tua berlantai empat itu.

Ia baru saja melepas napas yang sedari tadi ditahannya saat terdengar suara seorang anak berteriak, "Lili!" teriak anak perempuan berusia sepuluh tahun itu. Dia mendongak, menatap Dongmei, "Dia terlepas dari genggamanku." Tanpa berpikir dua kali Dongmei berbalik dan berlari. Mengabaikan teriakan atasan dan petugas pemadam kebakaran dia merangsak masuk ke dalam gedung yang dilalap api itu.

"Lili?" teriaknya saat berada di lantai satu. Dongmei melihat ke sekeliling, asap pekat membuat pandangannya mengabur. "Lili?" Ia kembali berteriak. Lebih keras kali ini. Tenggorokannya terasa terbakar, Dongmei terbatuk hebat. Namun, Tuhan menolongnya. Tubuh gadis kecil itu tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Api yang menyala-nyala membantu penglihatannya.

Dongmei mengumpat saat indra penglihatannya menatap puluhan tabung gas berjejer tidak jauh dari tubuh Lili tergeletak tak sadarkan diri. mereka harus keluar dari tempat ini secepatnya. Dengan gerakan cepat ia membawa tubuh gadis kecil itu ke dalam gendongannya. Sekuat tenaga Dongmei berlari, menembus kepulan asap putih yang menghadangnya. Sedikit lagi, hanya sedikit lagi dan ledakan besar itu pun terjadi. Memekakan indra pendengarannya. Melempar tubuhnya dan tubuh gadi kecil dalam gendongannya, dan ia pun jatuh ke dalam kegelapan yang sangat pekat setelahnya.

Gelap dan kosong. Dongmei berusaha mengambil napas dengan rakus. Kegelapan pekat itu seolah menelannya, menarik semua pasokan udara dalam paru-parunya hingga ia terengah. Kedua matanya terbuka, tubuhnya tersentak. Ia terduduk, keringat membanjiri dahi dan punggungnya, namun, Dongmei masih belum sadar di mana dia berada saat ini.

Aroma bunga mawar yang menyelimuti ruangan tidak berhasil menariknya ke dunia nyata. Napasnya masih terengah. Dongmei bahkan tidak sadar jika rambut pendeknya kini tergerai panjang, hitam dan mengkilap.

"Tuan putri sudah siuman. Tuan putri sudah siuman."

Dongmei mengabaikan teriakan penuh kegembiraan itu. Dipejamkan kedua matanya erat. Rasa sakit di kepalanya membuat wanita itu ingin membenturkan kepalanya. Dongmei meringis saat tangannya menyentuh pelipis yang ditutup oleh kain kasa. Rasa sakit lain menyerang. Mungkin kepalanya terluka akibat ledakan itu. Dongmei tidak mau ambil pusing.

Dengan gerakan pelan dia mengubah posisinya hingga duduk. Setelah merasa lebih kuat Dongmei memutuskan untuk turun dari atas ranjang dan berjalan menuju jendela kamar yang terbuka. Suara keributan di belakang punggungnya tidak menarik perhatian wanita itu. Saat ini Dongmei terlalu sibuk mencari tahu di mana dia berada sekarang?

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasan

KingMoha
KingMoha
Nice, you really tried dear ...
2021-07-30 20:51:46
0
0
Dr.Mars
Dr.Mars
Love the story!
2021-07-12 19:50:22
1
0
61 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status