Share

Bab 203

Auteur: Skyy
last update Date de publication: 2026-03-17 23:30:38

Harris Gunawan menggenggam belati erat. Tatapannya dingin menusuk, sementara aura membunuh yang pekat menyelimuti wajahnya tanpa sisa.

Kelvin merasakan bulu kuduknya meremang. Sorot mata Harris membuatnya seperti berhadapan dengan predator purba. Tubuhnya gemetar tanpa bisa dikendalikan.

Tiba-tiba—

Whoosh!

Belati di tangan Harris melesat, berputar di udara, mengarah lurus ke kepala Kelvin.

Seketika jarak itu terpangkas. Dalam sepersekian detik, ujung tajam itu sudah nyaris menembus tengkoraknya
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 212

    Ia tidak percaya dirinya yang seorabg jenius keluarga Valendra di Fase Fondasi, dikalahkan oleh seorang pemuda dari dunia fana. Rasa dingin menjalar di punggungnya, dan untuk pertama kalinya ia menyadari kesalahan besar yang baru saja ia buat.Di sisi lain, wajah Reynard benar-benar pucat. Harapan terakhirnya runtuh. Jika bahkan Darius kalah dalam satu pukulan, maka keluarga Mahatama tidak memiliki apa pun lagi untuk diandalkan.Ketakutan menyelimuti dirinya, dan sebuah pikiran mengerikan muncul, Keluarga Mahatama… benar-benar akan musnah.Ruanganan tenggelam dalam kesunyian.Beberapa detik kemudian, suara langkah kaki terdengar pelan. Harris berjalan mendekati Darius dengan ekspresi datar, seolah hanya sedang berjalan santai."Apa… apa yang ingin kau lakukan?" suara Darius bergetar. Ia mundur tanpa sadar. Pukulan sebelumnya telah melumpuhkan lengannya dan mengguncang organ dalamnya. Setiap tarikan napas terasa seperti tubuhnya akan hancur.Harris berhenti di depannya. "Aku memberimu

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 211

    Mereka menatap mayat di lantai, wajah pucat, napas tersendat. Kultivator yang baru saja tewas adalah yang terkuat di antara mereka, hampir mencapai ambang Fase Fondasi berikutnya, namun ia terbunuh tanpa sempat melawan. Kesadaran itu menghancurkan sisa keberanian mereka.Tanpa ragu, sembilan orang itu menjatuhkan diri. Lutut mereka menghantam lantai, kepala tertunduk dalam. Sikap mereka berubah total—tak lagi sebagai petarung, melainkan manusia yang menyerahkan hidupnya.Harris mengangguk tipis, lalu memanggul kembali lonceng perunggu raksasa dan berjalan menuju aula belakang.Di ruang belakang, suasana sunyi menekan. Wajah Reynard tegang saat ia menatap Darius. "Tuan muda… bukankah Anda mengatakan mereka akan membuatnya terluka parah?"Nada suaranya penuh kegelisahan. Dari awal hingga akhir, Harris menghancurkan semuanya tanpa kesulitan.Ekspresi Darius menggelap. "Dia hanya beruntung mendapatkan artefak. Tanpa itu, dia bukan apa-apa."Nada suaranya dingin, sarat niat membunuh. "Begi

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 210

    Di aula, kesepuluh kultivator tidak memberi waktu. Niat membunuh mereka melonjak, memenuhi ruangan hingga terasa menyesakkan."Bunuh dia!"Dalam sekejap, mereka bergerak.Pedang melesat dari sepuluh arah, cepat dan presisi, menutup seluruh ruang di sekitar Harris tanpa celah. Setiap lintasan mengarah ke leher, dada, perut, semua ditujukan untuk mengakhiri hidup dalam satu serangan.Dalam satu momen, Harris terkepung sepenuhnya. Namun ia tetap berdiri di tempatnya. Tubuhnya tegak, napasnya stabil, dan di sudut bibirnya tersisa senyum tipis yang tidak berubah, seolah serangan itu tidak memiliki arti.Di ruang belakang, Reynard menahan napas. Di benaknya hanya ada satu kesimpulan, semuanya sudah berakhir.Di belakangnya, Bagas bahkan hampir tak bisa menyembunyikan kegembiraan. Balas dendam terasa begitu dekat hingga membuat tubuhnya gemetar.Namun saat matanya tertuju pada wajah Harris di layar, ia justru terdiam.Harris tidak menunjukkan rasa takut. Tidak ada kepanikan di wajahnya, Hany

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 209

    Tatapannya menajam. "Dan tidak ada yang bisa menghentikanku."Setelah itu, ia kembali memanggul lonceng perunggu raksasa tersebut dan melangkah menuju aula utama.Di sepanjang jalannya, halaman itu dipenuhi warna merah yang pekat, sementara belasan pengawal di hadapannya hanya bisa merangkak dan menyingkir dengan gemetar.Setiap kali Harris melewati seseorang, tubuh orang itu akan bergetar hebat sebelum menundukkan kepala lebih dalam, seolah takut hanya dengan menatap pun mereka bisa kehilangan nyawa.Langkah demi langkah yang ia ambil meninggalkan jejak darah, disertai suara basah yang pelan namun cukup untuk membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan dingin menjalar di tulang belakang.***

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 208

    Beberapa orang di sekitarnya langsung tersiram merah.Hening~Seluruh pengawal membeku.Tatapan mereka terpaku pada satu titik, pada sisa tubuh yang bahkan tak lagi bisa disebut manusia. Lalu kembali ke arah Harris, tenggorokan mereka kering.Bagaimana mungkin satu ayunan langsung menggeprek seseorang dari dunia?Ketakutan merayap di sekujur tubuh mereka. Kaki mereka mulai goyah. Tak ada yang berani melangkah.Namun tiba-tiba—"JANGAN TAKUT!"Sebuah teriakan memecah suasana."Dia cuma satu orang! Kita banyak! Hancurkan dia!"

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 207

    Waktu bergerak perlahan.Hingga akhirnya, tengah malam tiba.TOK… TOK… TOK…Suara langkah berat menggema dari luar gerbang. Di kejauhan, sebuah sosok muncul di jalan gelap. Bahunya memanggul sesuatu yang besar. Dan di pundaknya, sebuah lonceng perunggu raksasa.Ukurannya melebihi tinggi manusia. Diameter tubuhnya hampir mustahil dipeluk satu orang. Beratnya setidaknya satu ton lebih.Setiap langkah Harris menggetarkan pijakan—BRUK! BRUK!Tanah bergetar.Namun ekspresinya tetap tenang, seolah beban itu tidak berarti apa-apa. Jika ada orang yang menyaksikan pemanda

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status