author-banner
Skyy
Skyy
Author

Novels by Skyy

Bangkitnya Dokter Agung

Bangkitnya Dokter Agung

Di balik pintu besi yang dingin, Harris mengira ia akan menemukan akhir dari penderitaannya. Namun, yang ia temukan adalah pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya. Dibuang, dihina, dan dianggap tak lebih dari sampah, ia terpaksa menelan pil pahit. Pengkhianatan istrinya, Sera, dan sahabat karibnya, Simon, menjadi luka yang tak tersembuhkan. Ia jatuh ke titik terendah, kehilangan segalanya, bahkan suaranya. Di tengah putaran nasib yang kejam, ia bertemu Queen, tunangannya dari masa lalu. Di hadapan Queen, Harris yang tak berdaya kini harus bangkit. Dengan dendam yang membara di dada dan kekuatan misterius yang bangkit dalam dirinya, akankah ia mampu membalikkan takdir? Atau apakah ia hanya akan menjadi badut bagi takdir itu sendiri?
Read
Chapter: Bab 215
Sementara itu, wajah Naira memerah. Ia menundukkan kepala, terlihat seperti gadis kecil yang baru saja dipuji.Tania Velora memperhatikan dengan tatapan aneh. Ada sesuatu yang berbeda.Naira yang biasanya tegas kini justru gelisah. Pipinya terus memerah, bahkan tak berani menatap Harris.Tania menyilangkan tangan, mengamati keduanya dari atas ke bawah. Semakin dilihat, semakin terasa, mereka tampak serasi.Akhirnya ia menghela napas dan maju. "Harris, aku mewakili Naira, terima kasih. Kalau bukan karena kamu, dia mungkin tak akan lepas dari bajingan itu hari ini."Ia sengaja membuka percakapan.Setidaknya, ia harus membantu sahabatnya mengambil langkah pertama.Tania sengaja memecah keheningan yang canggung di antara Harris dan Naira.Namun Harris hanya tersenyum tipis. "Itu cuma bantuan kecil."Baginya, tindakan itu wajar. Naira pernah membantunya, dan ia hanya membalas.Tania menyenggol lengan Naira, memberi isyarat agar gadis itu berbicara. Tetapi Naira justru menunduk makin dalam.
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 214
Reyhan tertawa dingin. "Kau pikir cukup bilang ‘tidak suka’ lalu selesai? Aku yang meminjamkan uang. Tanpa aku, ayahmu sudah mati. Begitu balasanmu?"Mata Naira langsung memerah. "Itu tidak benar! Kau yang diam-diam membayar rumah sakit, lalu memaksaku meminjam darimu. Aku sudah bekerja selama liburan dan mengembalikan semuanya. Kita sudah tidak ada hubungan!"Suaranya bergetar.Reyhan mencibir. "Yang kau bayar cuma pokoknya. Bunganya? Dengan bunga majemuk, kau masih berutang seratus juta.""Seratus juta?" Tania meledak. "Biaya rumah sakit cuma empat puluh juta! Kau mau merampok?"Reyhan menatapnya dingin. "Aku bicara dengan Naira, diam!" Ia lalu kembali menatap gadis itu. "Kalau tak bisa bayar… nyawa ayahmu sebagai gantinya. Adil, kan?"Air mata Naira akhirnya jatuh.Melihat itu, Reyhan menyeringai. "Atau ada pilihan lain. Ikut denganku ke hotel malam ini. Serahkan dirimu dan bunga itu lunas. Bahkan mungkin kuberi dua juta. Tawaran yang bagus, bukan?"Tatapannya menjilat tubuh mungil
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 213
Dari jendela lantai empat, seorang gadis terkejut. "Aduh! Salah orang!"Suara lain yang lembut segera menyusul. "Kalau begitu cepat turun, kita minta maaf."Beberapa saat kemudian, dua gadis berlari keluar. Salah satunya tinggi dan berotot dengan kulit gelap, sedangkan yang lainnya berwajah lembut dengan tubuh mungil dan aura tenang. Harris langsung mengenalinya.Naira Putri.Kenangan lama muncul. Di masa lalu, gadis ini pernah membantunya saat ia diintimidasi. Saat semua orang hanya menonton, Naira berdiri di depannya dan mengusir para perundung.Namun waktu itu ia terlalu rapuh untuk menerima bantuan, bahkan pergi tanpa berterima kasih. Sejak saat itu, setiap sapaan Naira ia abaikan, hingga mereka tak pernah lagi berbicara sebelum lulus.Itu menjadi salah satu penyesalan kecilnya.Kini, ia memiliki kesempatan untuk menebusnya.Naira berhenti beberapa langkah darinya, menatapnya ragu. "Kamu… Harris?"Ia hampir tidak mengenali pemuda di depannya. Dulu, Harris pendiam, berpakaian seder
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 212
Ia tidak percaya dirinya yang seorabg jenius keluarga Valendra di Fase Fondasi, dikalahkan oleh seorang pemuda dari dunia fana. Rasa dingin menjalar di punggungnya, dan untuk pertama kalinya ia menyadari kesalahan besar yang baru saja ia buat.Di sisi lain, wajah Reynard benar-benar pucat. Harapan terakhirnya runtuh. Jika bahkan Darius kalah dalam satu pukulan, maka keluarga Mahatama tidak memiliki apa pun lagi untuk diandalkan.Ketakutan menyelimuti dirinya, dan sebuah pikiran mengerikan muncul, Keluarga Mahatama… benar-benar akan musnah.Ruanganan tenggelam dalam kesunyian.Beberapa detik kemudian, suara langkah kaki terdengar pelan. Harris berjalan mendekati Darius dengan ekspresi datar, seolah hanya sedang berjalan santai."Apa… apa yang ingin kau lakukan?" suara Darius bergetar. Ia mundur tanpa sadar. Pukulan sebelumnya telah melumpuhkan lengannya dan mengguncang organ dalamnya. Setiap tarikan napas terasa seperti tubuhnya akan hancur.Harris berhenti di depannya. "Aku memberimu
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: Bab 211
Mereka menatap mayat di lantai, wajah pucat, napas tersendat. Kultivator yang baru saja tewas adalah yang terkuat di antara mereka, hampir mencapai ambang Fase Fondasi berikutnya, namun ia terbunuh tanpa sempat melawan. Kesadaran itu menghancurkan sisa keberanian mereka.Tanpa ragu, sembilan orang itu menjatuhkan diri. Lutut mereka menghantam lantai, kepala tertunduk dalam. Sikap mereka berubah total—tak lagi sebagai petarung, melainkan manusia yang menyerahkan hidupnya.Harris mengangguk tipis, lalu memanggul kembali lonceng perunggu raksasa dan berjalan menuju aula belakang.Di ruang belakang, suasana sunyi menekan. Wajah Reynard tegang saat ia menatap Darius. "Tuan muda… bukankah Anda mengatakan mereka akan membuatnya terluka parah?"Nada suaranya penuh kegelisahan. Dari awal hingga akhir, Harris menghancurkan semuanya tanpa kesulitan.Ekspresi Darius menggelap. "Dia hanya beruntung mendapatkan artefak. Tanpa itu, dia bukan apa-apa."Nada suaranya dingin, sarat niat membunuh. "Begi
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: Bab 210
Di aula, kesepuluh kultivator tidak memberi waktu. Niat membunuh mereka melonjak, memenuhi ruangan hingga terasa menyesakkan."Bunuh dia!"Dalam sekejap, mereka bergerak.Pedang melesat dari sepuluh arah, cepat dan presisi, menutup seluruh ruang di sekitar Harris tanpa celah. Setiap lintasan mengarah ke leher, dada, perut, semua ditujukan untuk mengakhiri hidup dalam satu serangan.Dalam satu momen, Harris terkepung sepenuhnya. Namun ia tetap berdiri di tempatnya. Tubuhnya tegak, napasnya stabil, dan di sudut bibirnya tersisa senyum tipis yang tidak berubah, seolah serangan itu tidak memiliki arti.Di ruang belakang, Reynard menahan napas. Di benaknya hanya ada satu kesimpulan, semuanya sudah berakhir.Di belakangnya, Bagas bahkan hampir tak bisa menyembunyikan kegembiraan. Balas dendam terasa begitu dekat hingga membuat tubuhnya gemetar.Namun saat matanya tertuju pada wajah Harris di layar, ia justru terdiam.Harris tidak menunjukkan rasa takut. Tidak ada kepanikan di wajahnya, Hany
Last Updated: 2026-03-22
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

Hidup sebagai seorang menantu dari keluarga Lindsay yang kaya raya. Namun, kehidupannya begitu menyedihkan, ia selalu dihina, dicaci-maki oleh orang tuanya. Hingga suatu saat, ia bertemu dengan seorang ...
Read
Chapter: Bab 776
Fajar tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sansan mengucapkan terima kasih dan menutup telepon.Hyorin mendengarkan seluruh percakapan mereka, wajahnya juga menjadi serius. "Apa yang harus kita lakukan?"Sansan berkata dengan tak berekspresi. "Pergi ke RS Kyoto dulu dan buat strategi," Sansan menatap Hyorin dengan sedikit ragu. "Tapi, sebelum itu kamu pergi dan bawa Soraya pulang!"Soraya adalah kelemahannya. Jika orang-orang itu ingin menyerangnya dan membiarkannya tertangkap, mereka pasti akan menyerang Soraya terlebih dulu. Jadi, melindungi Soraya adalah hal yang paling penting.Hyorin mengangguk. "Aku akan pergi!""Biarkan Busby pergi, kamu ikut aku ke RS Kyoto," ujar Sansan sambil berjalan.Hyorin tidak keberatan, Sansan menelepon Matt Busby, berbicara singkat tentang situasinya dan pergi ke RS Kyoto.***RS Kyoto.Sansan memanggil Ramdan dan Leona. "Hari-hari indah akan segera berakhir."Mereka tidak mengerti. Ketika Sansan memberi tahu berita tentang Henda dibunuh oleh Zoran, semua
Last Updated: 2023-09-17
Chapter: Bab 775
"Brengsek!"Sansan benar-benar menganggap Hiden sebagai teman dekatnya. Jika tidak, dia tidak akan pergi mencari Hiden setelah menerima Grup Hour, apalagi memberikan Hiden banyak sumber daya untuk membuatnya berkembang.Alhasil, Hiden bekali-kali menyerobot sumber daya yang layak didapatkan Grup Hour secara diam-diam! Bahkan, dia melakukan tindakan kecil di belakang punggungnya dan sekarang bahkan mencari pembunuh untuk membunuhnya!Perasaan dikhianati oleh teman dekat ini membuat Sansan merasa tercekik. Jelas sekali mereka adalah teman dekat. Wardani bisa mati untuknya, tetapi Hiden malah ingin membunuhnya!"Ahh …" Sansan tinggal di gang gelap itu untuk waktu yang lama sebelum perlahan keluar dari gang, tetapi aura permusuhan di tubuhnya menjadi lebih berat dari sebelumnya.Ponsel Sansan terjatuh ketika dia dan Downey melompat keluar jendela. Saat itu, dia tidak ada waktu untuk mencari ponsel lagi. Setelah melompat keluar jendela, dia berusaha keras berlari.Mereka berada di depan Hy
Last Updated: 2023-09-15
Chapter: Bab 774
"Tentu!" Sansan mengangguk tanpa terkejut, dan menghabiskan seteguk anggur terakhir. "Waktu untuk duel akan diatur secara terpisah. Sekarang bukan waktu yang tepat."Downey tidak keberatan.Pada saat ini, Sansan hendak bangun dan Downey tiba-tiba menahannya. Sansan bingung. "Kenapa? Apakah kamu ingin melakukannya sekarang?"Downey menatap dingin ke belakang Sansan, seolah sedang mengamati sesuatu. Sansan melihat ada yang tidak beres, berpaling untuk melihat dan dia melihat beberapa orang berpakaian rapi duduk di pojok sambil minum alkohol. Ketika Sansan menoleh untuk melihat, mereka dengan cepat menarik kembali pandangan mereka.Meskipun orang-orang ini tampil sebagai gangster kecil, tetapi niat membunuh di dalamnya belum sepenuhnya disimpan dan bisa dirasakan hanya dengan satu tatapan.Sansan mengerti dalam sekejap, berbalik dan berkata kepada Downe.y "Sepertinya ada yang datang untuk membunuhku lagi.""Mungkin masih orang yang sama?" Downey sepertinya tidak khawatir sama sekali, tap
Last Updated: 2023-09-14
Chapter: Bab 773
Di dalam kamar. Setelah memastikan bahwa mereka telah pergi, ekspresi semua orang kembali normal dan seorang wanita pergi mengetuk pintu kamar mandi. Setelah beberapa saat, pintu kamar mandi terbuka dan Lou Zheng berjalan keluar.Ketika pria itu sedang berbicara di telepon, Lou Zheng kebetulan pergi ke kamar mandi. Ketika dia akan keluar, dia mendengar jeritan di dalam kamar dan tahu ada yang tidak beres, jadi dia tetap di dalam kamar mandi dan tidak keluar.Saat itu, Sansan mematikan suara lagu karena dia ingin bertanya, sehingga Lou Zheng bisa mendengar suara Sansan dengan jelas.'Sansan belum mati?! Dia bahkan datang sampai kesini.' Lou Zheng sangat gugup pada saat itu.Untungnya, orang-orangnya tahu apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak boleh dikatakan. Jadi mereka tidak mengungkapkan identitasnya.Lou Zheng memandang semua orang dengan puas. "Bagus sekali! Setelah beberapa hari lagi, kalian akan menjadi eksekutif Grup Hour yang baru.""Baik, bos." Lou Zheng tersenyum.Sansa
Last Updated: 2023-09-08
Chapter: Bab 772
Melihat Sansan yang menatapnya, ekspresi Downey berubah drastis, dia berusaha menahan dan akhirnya dia mengutuk. "Sialan, jangan omong kosong kamu!""Uhm …" Sansan terbatuk geli menatap mata Downey. "Hahaha …" Sansan tidak bisa menahan tawanya saat melihat alis Downey yang terangkat.Karena tatapan serius Downey, ditambah dengan kesan bahwa Sansan yang berperilaku baik, sangat lucu jika dia tiba-tiba mengutuk kalimat seperti itu.Raut wajah Downey semakin buruk. Bagaimanapun, dia telah mengutuk, jadi tidak ada bedanya jika dia mengutuk sekali lagi. "Sialan, apa yang kamu tertawakan?"Sansan tercengang, dan kemudian berkata dengan cukup serius. "Aku hanya tertawa saja!"Tatapan mata Downey langsung memuram dalam sekejap.Yang lain tampak berbeda ketika mereka melihatnya dan mata mereka diam-diam mengkomunikasikan sesuatu.Karena keremangan kamar, Sansan dan Downey tidak menyadari ada yang janggal dengan mata mereka. Sansan berhenti terawa dan menatap pria itu dengan tajam. "Satu kesemp
Last Updated: 2023-06-02
Chapter: Bab 771
"Bodoh!" Pria itu berteriak dengan kesal. "Tentu saja si br*ngsek Sansan!""Tunggu?!" Usai bicara, pria itu merasa ada yang janggal, jadi dia segera berbalik. Ketika dia melihat Sansan yang baru saja dia sebut berdiri di depannya, dia langsung melebarkan matanya, "K-Kamu—"Dia sangat ketakutan hingga ponselnya jatuh ke lantai. Pria itu menggigil dan menunjuk ke arah Sansan.BRUK!Tiba-tiba Sansan yang sedang menatap sosok pria itu dengan tajam, dengan cepat menarik lengan pria itu dan membantingnya ke lantai.Saat ini, Downey yang berdiri di belakang Sansan berjalan keluar perlahan dan berkata dengan ringan. "Hei, tempramenmu tidak terlalu bagus.""Tidak juga," jawab Sansan dengan datar.Mereka juga mendengarnya tadi. Pria itu berkata bahwa Downey juga akan dibunuh bersama.Downey yang memikirkan itu mendengus pelan. "Aku terlibat karena kamu."Sansan hanya terdiam mendengar ucapan Downey, tanpa banyak basa basi lagi dia berjalan menuju sebuah ruangan lain.BRAK!Sansan menendang pint
Last Updated: 2023-06-01
Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Arka Mahendra, mantan Jendral Prajurit Pasukan Khusus, kembali ke kota dengan luka dan masa lalu yang terkubur. Demi menyelamatkan satu-satunya keluarga yang ia miliki, ia menerima kontrak sebagai pengawal pribadi wanita paling berkuasa di Kota Mahatara. Yang tidak diketahui siapa pun, orang yang mereka sewa untuk perlindungan adalah badai itu sendiri. Saat kekuatan tersembunyi mulai muncul, musuh dari dunia bisnis hingga dunia bawah bergerak dalam bayangan. Di tengah kontrak dua tahun yang mengikatnya, Arka Mahendra harus memilih—tetap menjadi senjata yang disewa, atau kembali menjadi penguasa medan perang yang ditakuti semua orang.
Read
Chapter: Bab 70
Jantung Keira berdetak keras. Ia tidak mungkin mengakui apa yang baru saja terjadi. Itu akan menjadi kelemahan yang tak bisa ia tarik kembali. Namun saat ia melirik seprai berlumuran darah yang sedang diganti perawat, bersama pakaian pasien yang dilepas, kesadaran tiba-tiba muncul, jejaknya perlahan menghilang.Rasa panik yang sempat menyesakkan dada langsung mereda. Digantikan ketenangan dingin yang familiar.Ia mengangkat dagu. “Aku hanya datang melihatnya,” ucapnya datar. “Apa yang salah?”Tatapannya beralih pada Mireya. “Dan kau? Siapa kau sebenarnya baginya? Kenapa bertindak seolah berhak mengatur semuanya?”Nada itu tajam dan penuh sarkasme.Mireya menggertakkan gigi. “Keira, kau benar-benar tidak tahu malu.”Keira mencibir. “Tidak tahu malu? Bukankah kau juga sama? Bukankah kau pernah… terlalu dekat dengannya di mobilku?”Ucapan itu tepat mengenai sasaran. Ekspresi Mireya berubah sekejap, kepercayaan dirinya goyah.Keira memanfaatkan momentum. “Kita sama saja, jadi jangan berpu
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 69
Mireya melangkah mendekat ke ranjang. Ia mengamati dengan saksama. Selimut tampak sedikit kusut. Seprai di dekat pinggang Arka terlihat menekan, seolah baru saja ditindih.Ia menghirup udara pelan. Ada aroma samar yang asing. Tatapannya kembali pada Keira, kali ini lebih tajam.Tanpa bicara, Mireya mengulurkan tangan ke selimut.Melihat itu, Keira langsung tegang. Jika selimut disingkap, jejak yang tersisa bisa terlihat.Detik itu terasa sangat panjang.Namun sebelum selimut terbuka—Alarm monitor berbunyi nyaring.Beep—Beep—Beep—!Grafik detak jantung Arka melonjak tajam.Semua orang terkejut.“Panggil dokter!” Keira berteriak spontan.Calista langsung berlari ke pintu. “Dokter! Tolong!”Mireya menahan gerakan tangannya. Ia menatap monitor, lalu Arka, lalu Keira. Keraguan masih ada, tetapi situasi tidak memungkinkan.Beberapa detik kemudian, suasana berubah kacau.**Disisi lain.Malam semakin larut, dan Vanessa belum juga pulang. Ia duduk sendirian di ruang kerja sementara yang disi
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 68
Namun alisnya berkedut sangat halus. Gerakan kecil yang hampir tak terlihat.Keira tidak menyadarinya. Ia masih tenggelam dalam dorongan yang membakar, memeluk keheningan yang berbahaya itu dengan emosi yang tak terkendali.Kesadaran Arka tenggelam dalam kegelapan yang pekat. Tubuhnya terasa berat, seolah bukan lagi miliknya sendiri. Ia seperti terseret arus lumpur yang tak terlihat, dipaksa bergerak tanpa daya, kelelahan menggerogoti setiap bagian dirinya.Dalam kabut mimpi yang kacau, ia merasa seolah ada beban besar menekan dadanya. Napasnya tersendat, tubuhnya terkunci, seperti terperangkap dalam kelumpuhan tidur. Ia ingin bergerak, namun seluruh ototnya mati rasa.Di tengah tekanan itu, sensasi aneh menjalar. Hangat, berdenyut, dan samar. Seperti arus listrik halus yang merambat di kulitnya. Rangsangan itu membuatnya gelisah sekaligus terjebak.Ia mencoba membuka mata, namun hanya bayangan samar yang terlihat. Rambut panjang menyentuh kulitnya. Sesuatu bergerak di atasnya dengan
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 67
Keira menggeleng. Ia meletakkan kue, mengambil tasnya. “Terima kasih. Aku pergi.”Ia membuka pintu dan keluar tanpa menoleh.Senyum Reza langsung lenyap. Ia mengenakan mantel dan mengikutinya dari kejauhan. Ia hanya perlu menunggu efek obat bekerja.Namun sebelum rencananya berjalan, dua sosok wanita muncul dari bayangan.Pengawal pribadi Keira.Mereka berdiri di sisi kanan dan kiri, mengawalnya masuk ke mobil. Kendaraan itu segera melaju pergi.Reza membeku, wajahnya menghitam. Rencana yang disusun rapi runtuh begitu saja.“Sial!”BRAKK!Tinju
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: Bab 66
Mobil Keira berhenti di depan vila Reza. Ia tidak langsung turun. Dari balik jendela, bangunan itu tampak begitu menyesakkan.Bayangan wajah pucat Arka terlintas di benaknya, disusul suara lemah Reza di telepon. Dua gambaran itu saling bertabrakan, membuat pikirannya semakin kacau.Ia menarik napas, lalu akhirnya keluar dari mobil.Di dalam vila, lampu sengaja diredupkan. Ruangan terasa hening dan sedikit muram. Reza berbaring setengah bersandar di sofa besar, selimut tipis menutup sebagian tubuhnya. Jari telunjuknya yang diplester sengaja diletakkan di posisi mencolok. Wajahnya pucat dibuat-buat, alisnya mengernyit seolah menahan sakit.“Kei… kau datang…” suaranya lemah, penuh ketergantungan.Keira
Last Updated: 2026-03-22
Chapter: Bab 65
Tak jauh dari sana, sebuah sedan hitam terparkir dalam bayangan.Di dalamnya, Romi menyaksikan semuanya. Ia melihat Garuda Hitam menabrak, keluar dari mobil hancur, lalu menghilang.Romi menghembuskan asap cerutu perlahan. “Gila…” gumamnya.Ia memang sudah menduga pria itu tidak akan diam. Namun pembalasan secepat dan seganas ini bahkan melampaui perkiraannya.Ia menoleh ke asistennya. “Latar belakang Arka. Ada hasil?”Asisten menggeleng. “Hampir tidak ada, Tuan. Hanya catatan bahwa mereka pernah berdinas militer. Detail lain kosong dan akses dibatasi.”Romi menyipitkan mata. “Kosong…”Itu berarti lebih berbahaya.“Orang-orang ini bukan kelas biasa,” gumamnya.Asisten ragu sejenak. “Perlu kita bantu?”Romi menggeleng. “Kita sudah melangkah cukup jauh. Jika kita ikut campur lagi, konflik dengan Keluarga Wijaya akan pecah total.”Ia mematikan cerutunya. “Pergi.”Mobil itu meluncur pergi, meninggalkan kekacauan.***Di luar ruang ICU Rumah Sakit Medika Mahatara, suasana juga tegang.Arka
Last Updated: 2026-03-22
Pembalasan Dendam Sang Psikopat

Pembalasan Dendam Sang Psikopat

Jason dikhianati oleh Ketua Gengnya, ia dijebak, ditembak bahkan dibunuh dengan cara dibakar hidup-hidup oleh Ketua Gengnya. Hingga suatu ketika, setelah Jason mati, ia bereinkarnasi menjadi sosok remaja. Ingatannya sangat kuat akan kejadian saat itu, amarah, dendam, kebencian semuanya tercampur menjadi satu. Jason merasa bersyukur bisa diberikan kehidupan untuk yang kedua kalinya oleh Tuhan, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan keduanya ini. Lalu, apakah Jason akan membalaskan dendamnya pada saat itu? Ataukah, Jason akan hidup tenang dengan tubuh remajanya saat ini? Sebenarnya, apa yang terjadi sehingga Jason harus dibakar hidup-hidup? Akankah Pembalasan Jason berjalan sesuai rencananya?
Read
Chapter: Bab 116
Ia benar-benar harus membasuh wajah nya dan membersihkan kedua matanya dengan air mengalir. Joey kembali menutup mulut Alan dengan lakban. Ia mengabaikan apa yang dialami oleh Alan. Lalu kini, tatapan Joey beralih ke arah Jerry. Jerry yang dari tadi diam melihat Joey menyiksa dengan sadis kepada dua orang barusan. Joey tersenyum pada nya, lalu ia berjalan mendekati Jerry. Kini Joey berjongkok di hadapannya Jerry sambil menatap nya dengan senyuman khas nya. Jerry sudah berwajah pucat dan ia membayangkan siksaan apa yang ia dapat dari laki-laki ini "Statusmu dengan ibuku masih bersuami istri ya?" ucap Joey sambil mengusap dagu nya seakan ia berfikir. Joey menatap Jerry dengan tatapan terkejut. "Berarti kamu ayah tiriku dong?" Ahh, sungguh rasa nya ingin menjitak kepala Joey. Jerry melotot ke arah nya. Bisa-bisa nya Joey bergurau disaat keadaan seperti ini. Joey menghela nafas nya. "Tapi sayang nya, aku tidak sudi memiliki ayah tiri. Ayahku cukup satu, yaitu ayah kandungku." "Sungg
Last Updated: 2022-04-24
Chapter: Bab 115
kecepatan untuk mengikuti tuan nya. Joey terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Meski jarak sudah dekat, ia tidak ingin membuang-buang waktu nya. Ia mengabaikan rasa lelah agar ia bisa menemukan keberadaan istri lnya. Beberapa lama kemudian, ia telah sampai di lokasi. Dan benar saja, ia telah dibawa ke tempat yang tidak jauh dari pedesaan, banyak sekali pohon, tepat nya bekas pabrik kecil yang sudah lama ditutup. Joey melihat ada dua laki-laki berbadan besar berjaga di depan pintu di sebuah bangunan yang sangat kotor, tepat nya sebuah gudang. Joey segera turun dari mobil nya setelah ia mengambil peralatan nya. Tanpa bersembunyi-sembunyi, Joey berjalan ke arah dua laki-laki itu. Tentu saja kedua laki-laki itu menatap ke arah nya, mereka berdua tidak diam saja. Mereka tidak akan membiarkan orang asing masuk tanpa persetujuan tuan mereka. Joey berjalan mendekati dua laki-laki itu dan perlahan kedua pupil warna matanya menjadi coklat gelap.BKini mereka saling berd
Last Updated: 2022-04-24
Chapter: Bab 114
"Ada apa?" ucap Joey datar. Dari raut wajah keempat perempuan itu seakan panik. Terutama Salsa, ia yang terlihat sangat panik sekaligus ketakutan. Joey dan Tomy menduga ada yang tidak beres selama mereka pergi. "Kamu tenang dulu." ucap Angelica. "Kenapa?" sahut Joey datar. Angelica menghela nafas nya. Lalu ia berkata. "Anatasya hilang." Joey melangkah mendekat, dan menatap dingin ke arah Angelica. "Kamu bercanda?" "Kamu tenang dulu. Baru saja kak Roni, kak Dika, kak Ragil, kak David bahkan kak Shinta dan kak Selly juga mencari nya." ucap Angelica. Tomy yang berdiri, ia hanya diam, ia juga heran kenapa Angelica tidak memberitahu nya. Begitu juga dengan Nada dan Nadien yang juga ada di dalam ruangan itu. Angelica memejamkan kedua mata nya. Ia menggeleng-gelengkan kepala nya. Sebisa mungkin Joey untuk tetap tidak panik. Ka pun bersuara. "Jadi, kapan hilang nya?" Salsa yang tadinya duduk dan mendengarkan, perlahan ia berdiri dari duduk nya. Ia berjalan mendekati Joey. "Sebenarnya
Last Updated: 2022-01-14
Chapter: Bab 113
"Cih, sejak lahir aku juga tidak memiliki keluarga." batin Joey. Joey menghela nafas nya. Ya, karena di kehidupan sebelumnya, ia memang tidak memiliki keluarga. Ia tumbuh besar di panti asuhan, namun ia teringat dulu kalau diri nya ingin sekali memiliki keluarga. Dan sekarang pemilik tubuh nya masih memiliki sisa keluarga. Kini semua keadaan tidak begitu tegang seperti sebelumnya. Setelah berfikir, Joey menurunkan ego nya. Kini semua orang duduk di ruang tamu. Joey duduk di sofa dan berhadapan dengan Nada dan Nadien, hanya meja kaca yang membatasi mereka. Sedangkan Jerry, ia diikat lagi dan mulut nya ditutupi lakban oleh Tomy di lantai dekat ketiga orang itu. Dan Tomy yang menjaganya karena awalnya Jerry berontak, dan berteriak kepada Nada dan menyumpahi nya. Seakan ia tak ingin Nadien mendengar nya. Disitulah Joey dan Tomy sudah curiga ada sesuatu yang disembunyikan. Awal nya Nadien menolak, ia tak ingin Jerry diperlakukan seperti itu. Dan hanya Nada tidak membantah atas apa yang
Last Updated: 2022-01-14
Chapter: Bab 112
Jerry memandang benci ke arah Joey. "Apa maksudmu, kau telah berani memperlakukanku seperti ini!" "Aku hanya memberimu sedikit pelajaran padamu, agar tidak mencari masalah padaku. Apa kamu kira aku tidak tau kalau kamu telah menyuruh seseorang untuk mencuri data-data perusahaanku?" ucap Joey tersenyum. Jerry terdiam membeku mendengar. Ia benar-benar tidak menyangka kalau laki-laki yang berdiri di hadapan bisa mengetahui nya. Joey kembali bersuara. "Tapi sungguh menyedihkan sekali dirimu, orang yang kau suruh belum mendapat bayaran. Apa kamu sudah tidak punya uang?" Jerry melotot ke arah Joey, ia benar-benar malu dikatakan seperti itu. Apalagi ada Nada dan Nadien di dekat nya dan mereka mendengar nya. Sebenarnya perusahaan nya masih berdiri, namun ia lakukan itu karena keserakahan nya. Nada dan Nadien yang sedang merangkul Jerry di sisi kanan dan kiri nya. Menatap Jerry secara bersamaan setelah mendengar kata-kata Joey. Joey tersenyum menyeringai melihat nya. "Setelah apa yang tel
Last Updated: 2022-01-12
Chapter: Bab 111
Sementara itu, terlihat empat orang gadis berpakaian SMA, baru saja keluar dari kantor polisi. Mereka berempat baru saja melaporkan kejadian yang menimpa mereka. Setelah nya, mereka segera kembali masuk ke dalam mobil. Bela mengambil alih untuk mengemudikan mobil nya, awal nya Nadien dan kedua teman nya lagi menolak. Namun tetap saja Bela ingin mengemudikan mobil nya, ketiga teman nya pun pasrah akan kemauan nya Bela. "Kalau kamu gak sanggup, bilang aku. Biar aku yang mengemudikan mobilmu." ucap Nadien. Ia khawatir kepada Bela. Mungkin terlihat biasa-biasa saja, namun pasti rasa nya tidak biasa, apalagi di bagian hidung nya. Pasti akan mengganggu konsentrasi nya saat mengemudikan mobil nya. "Kamu tenang saja, luka segini, tidak ada apa-apa. Aku masih bisa." jawab Bela sambil tersenyum. Bela terlihat tersenyum puas, karena ia tak sabar melihat laki-laki berkacamata yang sudah berani memukul nya akan ditangkap. Ditambah laki-laki berkacamata itu, juga memegang senjata pistol. Ia sud
Last Updated: 2022-01-12
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status