author-banner
Skyy
Skyy
Author

Romances de Skyy

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Arka Mahendra, mantan Jendral Prajurit Pasukan Khusus, kembali ke kota dengan luka dan masa lalu yang terkubur. Demi menyelamatkan satu-satunya keluarga yang ia miliki, ia menerima kontrak sebagai pengawal pribadi wanita paling berkuasa di Kota Mahatara. Yang tidak diketahui siapa pun, orang yang mereka sewa untuk perlindungan adalah badai itu sendiri. Saat kekuatan tersembunyi mulai muncul, musuh dari dunia bisnis hingga dunia bawah bergerak dalam bayangan. Di tengah kontrak dua tahun yang mengikatnya, Arka Mahendra harus memilih—tetap menjadi senjata yang disewa, atau kembali menjadi penguasa medan perang yang ditakuti semua orang.
Ler
Chapter: Bab 265
Renald langsung memotong dingin. “Lakukan!”Tatapannya berubah setajam pisau. “Kalau kita terlambat mundur, semua orang di sini akan mati.”Ia melirik kembali ke arah pasukan markas Mahesa yang terus bergerak maju seperti mesin perang. “Sekarang klan inti mereka sudah turun tangan, dan mereka pasti bukan hanya mengirim satu gelombang pasukan.”Sorot matanya menyipit tipis. “Bala bantuan berikutnya mungkin sudah bergerak sekarang.”Suasana langsung hening beberapa detik.“Baik, Tuan Muda!”Kapten pengawal itu akhirnya menggertakkan gigi sebelum segera berbalik menyampaikan seluruh perintah penarikan.Setelah perintah Renald dikeluarkan, seluruh pasukan Keluarga Mahardika di medan perang langsung terpecah menjadi dua arus berbeda. Sebagian orang maju, sebagian lagi mundur. Dan mereka yang maju, jelas sudah bersiap mati.“SERANG—!”Beberapa prajurit Mahardika langsung meraung sambil menerobos keluar dari perlindungan. Granat dilempar tanpa henti, rentetan tembakan dilepaskan membabi buta
Última atualização: 2026-05-21
Chapter: Bab 264
Formasi mereka terus bergeser seperti roda gigi mesin perang yang saling mengunci sempurna. Senapan mesin memberi suppressive fire. Tim senapan otomatis membersihkan titik ancaman dengan burst pendek yang presisi. Granat senapan dan peluncur roket digunakan untuk menghancurkan perlindungan lawan.Seluruh serangan itu terasa seperti mesin pembantai yang dingin dan sistematis.“Posisi jam tiga!”Suara tenang terdengar dari headset salah satu komandan regu.“Machine gun di balik batu besar, dua tim tekan dari depan, satu tim dari arah sisi kanan.”“Eksekusi!”DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!Rentetan tembakan langsung menghantam posisi tersebut.“Parit depan siap!”“Granat senapan.”“TEMBAK!”DUAAAAR!Ledakan langsung menghancurkan perlindungan batu yang dipakai pasukan Mahardika. Tubuh dan serpihan batu beterbangan bersamaan.“Tembakan sniper dari hutan kiri!”“Target sniper terkunci. Machine gun suppress.”“Tim serbu maju!”Perintah demi perintah terus mengalir pendek dan efisien. Pasukan elit
Última atualização: 2026-05-21
Chapter: Bab 263
Akar sebenarnya dari Keluarga Mahesa berada jauh di wilayah barat daya Valoria, keluarga tua yang memiliki koneksi kuat dengan militer Valoria dan jalur kekuasaan yang sudah tertanam puluhan tahun. Dan sekarang, pasukan mereka muncul di sini.Di punggung bukit, ekspresi Renald akhirnya berubah. Tangannya langsung mengangkat alat pengamatan malam. Sorot matanya menajam. “Klan Inti…” gumamnya pelan.Ada sedikit ketidakpercayaan dalam nada suaranya.“Bagaimana mereka bisa datang secepat ini?”Perhitungannya meleset, ia sudah memperhitungkan kemungkinan keterlibatan Arka. Ia bahkan memperhitungkan kegagalan penyergapan. Namun ia tidak pernah menduga jalur bantuan dari markas utama Mahesa ternyata benar-benar ada.Di bawah sana, Adhyaksa sempat membeku saat mendengar suara rentetan tembakan khas militer Valoria yang begitu familiar. Lalu dadanya langsung bergetar keras, mata pria itu memerah. Ingatan lama mendadak muncul di kepalanya.Beberapa tahun lalu, ayahnya pernah berdiri di depan pe
Última atualização: 2026-05-21
Chapter: Bab 262
Adhyaksa mengangkat kepala perlahan, lalu melihat kondisi sekitar. Hanya sedikit orang yang masih mampu bertarung. Sementara pasukan Mahardika terus mendekat dengan laras senjata yang mengarah dingin ke arah mereka. Situasinya benar-benar putus asa.Adhyaksa menarik napas panjang, rasa darah memenuhi tenggorokannya. Namun sorot matanya perlahan kembali mengeras, ia membantu Bramanta berdiri, lalu memandang Gavira. Kemudian menatap para penjaga Mahesa yang tersisa. Mereka semua terluka bersimbah darah, namun tidak satu pun melepaskan senjata mereka.“Keluarga Mahesa…” Suara Adhyaksa terdengar serak, namun tetap berat dan menggelegar di tengah hutan yang dipenuhi asap. “Mungkin malam ini adalah akhir keluarga kita.”Ia menggenggam senjatanya lebih erat. “Tapi bahkan kalau kita mati…” rahangnya mengeras, “Kita akan membuat para anjing Mahardika itu tahu kalau tulang Mahesa tidak bisa dipatahkan semudah itu!”Sorot matanya menyapu orang-orang di belakang. “Yang tidak bisa bertarung lagi,
Última atualização: 2026-05-21
Chapter: Bab 261
“Mortir?!” Sorot matanya langsung menegang.“Semua—!”Ia belum sempat menyelesaikan teriakannya.DUAAAAR!Ledakan pertama menghantam medan tempur seperti palu raksasa yang jatuh dari langit. Tanah berguncang hebat, bola api besar langsung meledak di area tempat pasukan Mahesa dan Mahardika sedang bertarung jarak dekat. Gelombang kejut panas menyapu ke segala arah.Tubuh manusia terpental seperti boneka rusak. Darah, tanah, serpihan batu, dan potongan tubuh beterbangan bersamaan di bawah kobaran api.“Aaaarrrgh—!”Jeritan langsung pecah memenuhi hutan. Beberapa penjaga Mahesa yang baru saja menerjang maju lenyap ditelan ledakan tanpa sempat bereaksi. Namun pasukan Mahardika di garis depan juga tidak jauh lebih baik.Mereka terlalu dekat, tembakan mortir itu tidak membedakan kawan atau lawan. Tubuh para penyerang Mahardika ikut hancur berkeping-keping di bawah ledakan brutal tersebut.Gavira membelalak ngeri. Matanya memantulkan kobaran api dan tubuh-tubuh yang hancur di udara.“Tidak—!
Última atualização: 2026-05-21
Chapter: Bab 260
Pasukan Mahardika perlahan dipaksa mundur. Namun, sekitar empat ratus meter dari medan perang, di atas punggung bukit yang gelap dan tersembunyi, seorang pemuda berseragam tempur hitam berdiri sambil memegang alat pengamatan malam.Sorot matanya tenang namun berkilat dingin. Usianya tidak terlihat lebih dari dua puluh lima tahun. Wajahnya tampan dan rapi, dengan aura khas keturunan keluarga besar yang terbiasa berada di atas orang lain. Namun tekanan di balik matanya terasa seperti genangan air dingin yang tidak memiliki sedikit pun kehangatan.Ia adalah Renald Mahardika, salah satu generasi muda paling menonjol milik Keluarga Mahardika. Harapan besar keluarga itu.Di belakangnya berdiri empat pengawal elit membentuk perlindungan setengah lingkaran. Sementara dua operator mortir berlutut di dekat terminal kendali tembakan portabel.“Tuan muda,” salah satu penjaga akhirnya berbicara pelan. “Apa kita perlu menarik pasukan lebih dulu?”Renald tetap menatap medan p
Última atualização: 2026-05-21
Pembalasan Dendam Sang Psikopat

Pembalasan Dendam Sang Psikopat

Jason dikhianati oleh Ketua Gengnya, ia dijebak, ditembak bahkan dibunuh dengan cara dibakar hidup-hidup oleh Ketua Gengnya. Hingga suatu ketika, setelah Jason mati, ia bereinkarnasi menjadi sosok remaja. Ingatannya sangat kuat akan kejadian saat itu, amarah, dendam, kebencian semuanya tercampur menjadi satu. Jason merasa bersyukur bisa diberikan kehidupan untuk yang kedua kalinya oleh Tuhan, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan keduanya ini. Lalu, apakah Jason akan membalaskan dendamnya pada saat itu? Ataukah, Jason akan hidup tenang dengan tubuh remajanya saat ini? Sebenarnya, apa yang terjadi sehingga Jason harus dibakar hidup-hidup? Akankah Pembalasan Jason berjalan sesuai rencananya?
Ler
Chapter: Bab 116
Ia benar-benar harus membasuh wajah nya dan membersihkan kedua matanya dengan air mengalir. Joey kembali menutup mulut Alan dengan lakban. Ia mengabaikan apa yang dialami oleh Alan. Lalu kini, tatapan Joey beralih ke arah Jerry. Jerry yang dari tadi diam melihat Joey menyiksa dengan sadis kepada dua orang barusan. Joey tersenyum pada nya, lalu ia berjalan mendekati Jerry. Kini Joey berjongkok di hadapannya Jerry sambil menatap nya dengan senyuman khas nya. Jerry sudah berwajah pucat dan ia membayangkan siksaan apa yang ia dapat dari laki-laki ini "Statusmu dengan ibuku masih bersuami istri ya?" ucap Joey sambil mengusap dagu nya seakan ia berfikir. Joey menatap Jerry dengan tatapan terkejut. "Berarti kamu ayah tiriku dong?" Ahh, sungguh rasa nya ingin menjitak kepala Joey. Jerry melotot ke arah nya. Bisa-bisa nya Joey bergurau disaat keadaan seperti ini. Joey menghela nafas nya. "Tapi sayang nya, aku tidak sudi memiliki ayah tiri. Ayahku cukup satu, yaitu ayah kandungku." "Sungg
Última atualização: 2022-04-24
Chapter: Bab 115
kecepatan untuk mengikuti tuan nya. Joey terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Meski jarak sudah dekat, ia tidak ingin membuang-buang waktu nya. Ia mengabaikan rasa lelah agar ia bisa menemukan keberadaan istri lnya. Beberapa lama kemudian, ia telah sampai di lokasi. Dan benar saja, ia telah dibawa ke tempat yang tidak jauh dari pedesaan, banyak sekali pohon, tepat nya bekas pabrik kecil yang sudah lama ditutup. Joey melihat ada dua laki-laki berbadan besar berjaga di depan pintu di sebuah bangunan yang sangat kotor, tepat nya sebuah gudang. Joey segera turun dari mobil nya setelah ia mengambil peralatan nya. Tanpa bersembunyi-sembunyi, Joey berjalan ke arah dua laki-laki itu. Tentu saja kedua laki-laki itu menatap ke arah nya, mereka berdua tidak diam saja. Mereka tidak akan membiarkan orang asing masuk tanpa persetujuan tuan mereka. Joey berjalan mendekati dua laki-laki itu dan perlahan kedua pupil warna matanya menjadi coklat gelap.BKini mereka saling berd
Última atualização: 2022-04-24
Chapter: Bab 114
"Ada apa?" ucap Joey datar. Dari raut wajah keempat perempuan itu seakan panik. Terutama Salsa, ia yang terlihat sangat panik sekaligus ketakutan. Joey dan Tomy menduga ada yang tidak beres selama mereka pergi. "Kamu tenang dulu." ucap Angelica. "Kenapa?" sahut Joey datar. Angelica menghela nafas nya. Lalu ia berkata. "Anatasya hilang." Joey melangkah mendekat, dan menatap dingin ke arah Angelica. "Kamu bercanda?" "Kamu tenang dulu. Baru saja kak Roni, kak Dika, kak Ragil, kak David bahkan kak Shinta dan kak Selly juga mencari nya." ucap Angelica. Tomy yang berdiri, ia hanya diam, ia juga heran kenapa Angelica tidak memberitahu nya. Begitu juga dengan Nada dan Nadien yang juga ada di dalam ruangan itu. Angelica memejamkan kedua mata nya. Ia menggeleng-gelengkan kepala nya. Sebisa mungkin Joey untuk tetap tidak panik. Ka pun bersuara. "Jadi, kapan hilang nya?" Salsa yang tadinya duduk dan mendengarkan, perlahan ia berdiri dari duduk nya. Ia berjalan mendekati Joey. "Sebenarnya
Última atualização: 2022-01-14
Chapter: Bab 113
"Cih, sejak lahir aku juga tidak memiliki keluarga." batin Joey. Joey menghela nafas nya. Ya, karena di kehidupan sebelumnya, ia memang tidak memiliki keluarga. Ia tumbuh besar di panti asuhan, namun ia teringat dulu kalau diri nya ingin sekali memiliki keluarga. Dan sekarang pemilik tubuh nya masih memiliki sisa keluarga. Kini semua keadaan tidak begitu tegang seperti sebelumnya. Setelah berfikir, Joey menurunkan ego nya. Kini semua orang duduk di ruang tamu. Joey duduk di sofa dan berhadapan dengan Nada dan Nadien, hanya meja kaca yang membatasi mereka. Sedangkan Jerry, ia diikat lagi dan mulut nya ditutupi lakban oleh Tomy di lantai dekat ketiga orang itu. Dan Tomy yang menjaganya karena awalnya Jerry berontak, dan berteriak kepada Nada dan menyumpahi nya. Seakan ia tak ingin Nadien mendengar nya. Disitulah Joey dan Tomy sudah curiga ada sesuatu yang disembunyikan. Awal nya Nadien menolak, ia tak ingin Jerry diperlakukan seperti itu. Dan hanya Nada tidak membantah atas apa yang
Última atualização: 2022-01-14
Chapter: Bab 112
Jerry memandang benci ke arah Joey. "Apa maksudmu, kau telah berani memperlakukanku seperti ini!" "Aku hanya memberimu sedikit pelajaran padamu, agar tidak mencari masalah padaku. Apa kamu kira aku tidak tau kalau kamu telah menyuruh seseorang untuk mencuri data-data perusahaanku?" ucap Joey tersenyum. Jerry terdiam membeku mendengar. Ia benar-benar tidak menyangka kalau laki-laki yang berdiri di hadapan bisa mengetahui nya. Joey kembali bersuara. "Tapi sungguh menyedihkan sekali dirimu, orang yang kau suruh belum mendapat bayaran. Apa kamu sudah tidak punya uang?" Jerry melotot ke arah Joey, ia benar-benar malu dikatakan seperti itu. Apalagi ada Nada dan Nadien di dekat nya dan mereka mendengar nya. Sebenarnya perusahaan nya masih berdiri, namun ia lakukan itu karena keserakahan nya. Nada dan Nadien yang sedang merangkul Jerry di sisi kanan dan kiri nya. Menatap Jerry secara bersamaan setelah mendengar kata-kata Joey. Joey tersenyum menyeringai melihat nya. "Setelah apa yang tel
Última atualização: 2022-01-12
Chapter: Bab 111
Sementara itu, terlihat empat orang gadis berpakaian SMA, baru saja keluar dari kantor polisi. Mereka berempat baru saja melaporkan kejadian yang menimpa mereka. Setelah nya, mereka segera kembali masuk ke dalam mobil. Bela mengambil alih untuk mengemudikan mobil nya, awal nya Nadien dan kedua teman nya lagi menolak. Namun tetap saja Bela ingin mengemudikan mobil nya, ketiga teman nya pun pasrah akan kemauan nya Bela. "Kalau kamu gak sanggup, bilang aku. Biar aku yang mengemudikan mobilmu." ucap Nadien. Ia khawatir kepada Bela. Mungkin terlihat biasa-biasa saja, namun pasti rasa nya tidak biasa, apalagi di bagian hidung nya. Pasti akan mengganggu konsentrasi nya saat mengemudikan mobil nya. "Kamu tenang saja, luka segini, tidak ada apa-apa. Aku masih bisa." jawab Bela sambil tersenyum. Bela terlihat tersenyum puas, karena ia tak sabar melihat laki-laki berkacamata yang sudah berani memukul nya akan ditangkap. Ditambah laki-laki berkacamata itu, juga memegang senjata pistol. Ia sud
Última atualização: 2022-01-12
Bangkitnya Dokter Agung

Bangkitnya Dokter Agung

Di balik pintu besi yang dingin, Harris mengira ia akan menemukan akhir dari penderitaannya. Namun, yang ia temukan adalah pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya. Dibuang, dihina, dan dianggap tak lebih dari sampah, ia terpaksa menelan pil pahit. Pengkhianatan istrinya, Sera, dan sahabat karibnya, Simon, menjadi luka yang tak tersembuhkan. Ia jatuh ke titik terendah, kehilangan segalanya, bahkan suaranya. Di tengah putaran nasib yang kejam, ia bertemu Queen, tunangannya dari masa lalu. Di hadapan Queen, Harris yang tak berdaya kini harus bangkit. Dengan dendam yang membara di dada dan kekuatan misterius yang bangkit dalam dirinya, akankah ia mampu membalikkan takdir? Atau apakah ia hanya akan menjadi badut bagi takdir itu sendiri?
Ler
Chapter: Bab 255
Saat itu tiba, bahkan Evelyn yang terkenal sebagai wanita nomor satu di dunia kultivasi pun mungkin akan jatuh ke tangannya. Tatapan cabul perlahan muncul di matanya.Ia sudah lama mendengar tentang kecantikan Evelyn yang membuat seluruh dunia kultivasi terguncang. Membayangkan wanita seperti itu berlutut di hadapannya saja sudah cukup membuat darahnya mendidih.Sementara Ardian tenggelam dalam khayalannya sendiri, Rudolf justru semakin cemas. Keringat dingin mulai membasahi dahinya. Ia tahu betapa mengerikannya racun darah milik Ardian. Begitu racun itu masuk ke tubuh seseorang, hampir tidak ada cara untuk menyelamatkannya. Tubuh korban akan membusuk hidup-hidup sampai berubah menjadi genangan darah.Rudolf menggertakkan gigi sambil menatap Harris. Ia ingin membantu, tetapi perbedaan kekuatan di antara mereka terlalu besar. Jika ia ikut campur sekarang, hasilnya hanya kematian sia-sia.Namun tepat ketika semua orang mengira Harris mulai terpengaruh racun darah, Harris kembali melangk
Última atualização: 2026-05-22
Chapter: Bab 254
Rudolf ikut terpaku di tempat. Pedang panjang di tangannya masih terhunus, tetapi pikirannya sudah kosong total. Ia tidak pernah membayangkan Harris bisa sekuat ini. Bahkan para jenius sekte besar belum tentu mampu melompati perbedaan ranah sebesar itu. Namun Harris melakukannya dengan sangat mudah.Sementara itu, Ardian tergeletak di tanah sambil memuntahkan darah. Rasa sakit luar biasa menyebar ke seluruh tubuhnya, tetapi keterkejutan di hatinya jauh lebih besar daripada rasa sakit itu sendiri.Tatapannya pada Harris berubah penuh ketidakpercayaan. “Bagaimana... mungkin...” Suaranya terdengar serak. “Aku berada di Fase Fondasi...”Ia terus menggelengkan kepala, seolah tidak sanggup menerima kenyataan di depan matanya. Perbedaan antara Fase Resonansi dan Fase Fondasi sangat besar. Dalam dunia kultivasi, melompati satu tingkat kecil saja sudah dianggap luar biasa.Namun Harris baru saja menghancurkannya secara langsung. Bahkan Evelyn yang dikenal sebagai monster nomor satu di dunia ku
Última atualização: 2026-05-22
Chapter: Bab 253
Kesenjangan itu seperti langit dan bumi. Namun sebelum Rudolf sempat mengatakan sesuatu lagi, Ardian tiba-tiba tertawa keras.“Hahaha!”Tawanya dipenuhi penghinaan dan ejekan.“Semut Fase Resonansi ingin membunuhku? Apa kau sudah kehilangan akal?” Tatapan Ardian berubah semakin dingin. “Buka matamu baik-baik, aku berada di Fase Fondasi. Aku bahkan bisa menghancurkanmu hanya dengan satu tarikan napas.”Meski begitu, Harris tetap tidak menunjukkan perubahan ekspresi. Tatapannya masih tenang, sampai terasa mengerikan. Seolah pria di depannya benar-benar sudah dianggap mayat.Ardian langsung menyipitkan mata. Tatapan Harris membuatnya merasa dihina tanpa alasan yang jelas, dan itu justru semakin membakar emosinya.“Kalau begitu, mati saja!”BANG!Tanah di bawah kaki Ardian langsung retak saat tubuhnya melesat ke depan dengan kecepatan tinggi. Darah samar mulai mengalir di telapak tangannya sebelum energi spiritual merah gelap meledak keluar.Telapak Perampas Energi langsung menghantam ke
Última atualização: 2026-05-22
Chapter: Bab 252
Sementara itu, Harris yang berdiri di dekat Richard sama sekali tidak dianggap keberadaannya. Di mata Ardian, kultivator Fase Resonansi hanyalah semut kecil yang bisa dibunuh kapan saja. Ia bahkan tidak tertarik melirik Harris lebih dari sekali.Richard sendiri sudah benar-benar kehilangan keberanian. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya terus bergetar, dan sorot mata arogan yang sebelumnya dimiliki sudah menghilang tanpa sisa.Mendengar perintah Ardian, ia langsung mengangguk panik tanpa berani membantah. Tangannya yang gemetar segera masuk ke dalam saku pakaian, lalu mengeluarkan sebuah buku tua berwarna kusam sebelum menyerahkannya dengan penuh ketakutan.“Ini... ini Segel Tanpa Wujud. Tolong ampuni aku. Aku akan memberikan semuanya.”Mata Ardian langsung menyipit saat melihat buku itu. Napasnya sedikit berubah, sementara keserakahan yang selama ini disembunyikan mulai terlihat jelas di wajahnya. Itu memang Segel Tanpa Wujud, teknik yang selama ini ia cari.Tanpa membuang waktu, Ardian la
Última atualização: 2026-05-22
Chapter: Bab 251
Hari itu, Harris menerobos tujuh lapis pengepungan sendirian. Tubuhnya terus dipenuhi luka, tetapi langkahnya tidak pernah berhenti. Pedangnya bergerak tanpa ampun, membelah tubuh demi tubuh di sepanjang jalur yang dilaluinya.Mayat bertumpuk di mana-mana. Darah mengalir menuruni lereng pegunungan hingga tanah berubah merah gelap. Bau amis memenuhi udara, sementara jeritan dan suara benturan senjata bercampur menjadi satu kekacauan yang mengerikan.Tidak ada seorang pun yang masih berani memandang rendah Harris. Di mata mereka, pria itu sudah bukan manusia lagi. Ia seperti monster yang terus berjalan di tengah lautan darah sambil membawa kematian ke mana pun langkahnya bergerak.Semakin lama pertempuran berlangsung, semakin banyak orang mulai kehilangan keberanian. Tangan mereka gemetar saat memegang senjata, napas menjadi kacau, dan rasa takut perlahan menghancurkan mental mereka.Tidak ada yang ingin maju lebih dulu, tidak ada yang ingin menjadi mayat berikutnya.Hingga pada akhirny
Última atualização: 2026-05-19
Chapter: Bab 250
Sejak saat itu, Ardian hidup dalam ketakutan. Tetapi seiring waktu, kekuatannya meningkat drastis setelah menguasai Segel Tanpa Wujud. Kepercayaan dirinya tumbuh, dan pada akhirnya ia memilih mengambil langkah pertama. Ia memutuskan membunuh Evelyn.Ardian kemudian mengumpulkan banyak ahli dunia kultivasi dengan alasan membasmi dua iblis besar yang mengacaukan dunia kultivasi. Para kultivator datang, kultivator sesat juga datang. Semua orang ingin membunuh Harris dan Evelyn.Hari itu, lebih dari seratus ahli berkumpul dalam satu pengepungan, termasuk puluhan master kelas atas. Pertempuran berlangsung sangat brutal. Langit dipenuhi darah, reruntuhan, dan aura pembunuh. Namun pada akhirnya, jumlah mereka terlalu banyak.Di tengah pengepungan itu, Ardian menemukan celah dan melepaskan serangan mematikan ke arah Harris. Dan Evelyn memilih melindunginya. Tubuhnya bergerak tanpa ragu sedikit pun, langsung berdiri di depan Harris tepat saat serangan itu datang.Serangan Ardian menembus dada
Última atualização: 2026-05-19
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

Hidup sebagai seorang menantu dari keluarga Lindsay yang kaya raya. Namun, kehidupannya begitu menyedihkan, ia selalu dihina, dicaci-maki oleh orang tuanya. Hingga suatu saat, ia bertemu dengan seorang ...
Ler
Chapter: Bab 776
Fajar tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sansan mengucapkan terima kasih dan menutup telepon.Hyorin mendengarkan seluruh percakapan mereka, wajahnya juga menjadi serius. "Apa yang harus kita lakukan?"Sansan berkata dengan tak berekspresi. "Pergi ke RS Kyoto dulu dan buat strategi," Sansan menatap Hyorin dengan sedikit ragu. "Tapi, sebelum itu kamu pergi dan bawa Soraya pulang!"Soraya adalah kelemahannya. Jika orang-orang itu ingin menyerangnya dan membiarkannya tertangkap, mereka pasti akan menyerang Soraya terlebih dulu. Jadi, melindungi Soraya adalah hal yang paling penting.Hyorin mengangguk. "Aku akan pergi!""Biarkan Busby pergi, kamu ikut aku ke RS Kyoto," ujar Sansan sambil berjalan.Hyorin tidak keberatan, Sansan menelepon Matt Busby, berbicara singkat tentang situasinya dan pergi ke RS Kyoto.***RS Kyoto.Sansan memanggil Ramdan dan Leona. "Hari-hari indah akan segera berakhir."Mereka tidak mengerti. Ketika Sansan memberi tahu berita tentang Henda dibunuh oleh Zoran, semua
Última atualização: 2023-09-17
Chapter: Bab 775
"Brengsek!"Sansan benar-benar menganggap Hiden sebagai teman dekatnya. Jika tidak, dia tidak akan pergi mencari Hiden setelah menerima Grup Hour, apalagi memberikan Hiden banyak sumber daya untuk membuatnya berkembang.Alhasil, Hiden bekali-kali menyerobot sumber daya yang layak didapatkan Grup Hour secara diam-diam! Bahkan, dia melakukan tindakan kecil di belakang punggungnya dan sekarang bahkan mencari pembunuh untuk membunuhnya!Perasaan dikhianati oleh teman dekat ini membuat Sansan merasa tercekik. Jelas sekali mereka adalah teman dekat. Wardani bisa mati untuknya, tetapi Hiden malah ingin membunuhnya!"Ahh …" Sansan tinggal di gang gelap itu untuk waktu yang lama sebelum perlahan keluar dari gang, tetapi aura permusuhan di tubuhnya menjadi lebih berat dari sebelumnya.Ponsel Sansan terjatuh ketika dia dan Downey melompat keluar jendela. Saat itu, dia tidak ada waktu untuk mencari ponsel lagi. Setelah melompat keluar jendela, dia berusaha keras berlari.Mereka berada di depan Hy
Última atualização: 2023-09-15
Chapter: Bab 774
"Tentu!" Sansan mengangguk tanpa terkejut, dan menghabiskan seteguk anggur terakhir. "Waktu untuk duel akan diatur secara terpisah. Sekarang bukan waktu yang tepat."Downey tidak keberatan.Pada saat ini, Sansan hendak bangun dan Downey tiba-tiba menahannya. Sansan bingung. "Kenapa? Apakah kamu ingin melakukannya sekarang?"Downey menatap dingin ke belakang Sansan, seolah sedang mengamati sesuatu. Sansan melihat ada yang tidak beres, berpaling untuk melihat dan dia melihat beberapa orang berpakaian rapi duduk di pojok sambil minum alkohol. Ketika Sansan menoleh untuk melihat, mereka dengan cepat menarik kembali pandangan mereka.Meskipun orang-orang ini tampil sebagai gangster kecil, tetapi niat membunuh di dalamnya belum sepenuhnya disimpan dan bisa dirasakan hanya dengan satu tatapan.Sansan mengerti dalam sekejap, berbalik dan berkata kepada Downe.y "Sepertinya ada yang datang untuk membunuhku lagi.""Mungkin masih orang yang sama?" Downey sepertinya tidak khawatir sama sekali, tap
Última atualização: 2023-09-14
Chapter: Bab 773
Di dalam kamar. Setelah memastikan bahwa mereka telah pergi, ekspresi semua orang kembali normal dan seorang wanita pergi mengetuk pintu kamar mandi. Setelah beberapa saat, pintu kamar mandi terbuka dan Lou Zheng berjalan keluar.Ketika pria itu sedang berbicara di telepon, Lou Zheng kebetulan pergi ke kamar mandi. Ketika dia akan keluar, dia mendengar jeritan di dalam kamar dan tahu ada yang tidak beres, jadi dia tetap di dalam kamar mandi dan tidak keluar.Saat itu, Sansan mematikan suara lagu karena dia ingin bertanya, sehingga Lou Zheng bisa mendengar suara Sansan dengan jelas.'Sansan belum mati?! Dia bahkan datang sampai kesini.' Lou Zheng sangat gugup pada saat itu.Untungnya, orang-orangnya tahu apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak boleh dikatakan. Jadi mereka tidak mengungkapkan identitasnya.Lou Zheng memandang semua orang dengan puas. "Bagus sekali! Setelah beberapa hari lagi, kalian akan menjadi eksekutif Grup Hour yang baru.""Baik, bos." Lou Zheng tersenyum.Sansa
Última atualização: 2023-09-08
Chapter: Bab 772
Melihat Sansan yang menatapnya, ekspresi Downey berubah drastis, dia berusaha menahan dan akhirnya dia mengutuk. "Sialan, jangan omong kosong kamu!""Uhm …" Sansan terbatuk geli menatap mata Downey. "Hahaha …" Sansan tidak bisa menahan tawanya saat melihat alis Downey yang terangkat.Karena tatapan serius Downey, ditambah dengan kesan bahwa Sansan yang berperilaku baik, sangat lucu jika dia tiba-tiba mengutuk kalimat seperti itu.Raut wajah Downey semakin buruk. Bagaimanapun, dia telah mengutuk, jadi tidak ada bedanya jika dia mengutuk sekali lagi. "Sialan, apa yang kamu tertawakan?"Sansan tercengang, dan kemudian berkata dengan cukup serius. "Aku hanya tertawa saja!"Tatapan mata Downey langsung memuram dalam sekejap.Yang lain tampak berbeda ketika mereka melihatnya dan mata mereka diam-diam mengkomunikasikan sesuatu.Karena keremangan kamar, Sansan dan Downey tidak menyadari ada yang janggal dengan mata mereka. Sansan berhenti terawa dan menatap pria itu dengan tajam. "Satu kesemp
Última atualização: 2023-06-02
Chapter: Bab 771
"Bodoh!" Pria itu berteriak dengan kesal. "Tentu saja si br*ngsek Sansan!""Tunggu?!" Usai bicara, pria itu merasa ada yang janggal, jadi dia segera berbalik. Ketika dia melihat Sansan yang baru saja dia sebut berdiri di depannya, dia langsung melebarkan matanya, "K-Kamu—"Dia sangat ketakutan hingga ponselnya jatuh ke lantai. Pria itu menggigil dan menunjuk ke arah Sansan.BRUK!Tiba-tiba Sansan yang sedang menatap sosok pria itu dengan tajam, dengan cepat menarik lengan pria itu dan membantingnya ke lantai.Saat ini, Downey yang berdiri di belakang Sansan berjalan keluar perlahan dan berkata dengan ringan. "Hei, tempramenmu tidak terlalu bagus.""Tidak juga," jawab Sansan dengan datar.Mereka juga mendengarnya tadi. Pria itu berkata bahwa Downey juga akan dibunuh bersama.Downey yang memikirkan itu mendengus pelan. "Aku terlibat karena kamu."Sansan hanya terdiam mendengar ucapan Downey, tanpa banyak basa basi lagi dia berjalan menuju sebuah ruangan lain.BRAK!Sansan menendang pint
Última atualização: 2023-06-01
Você também pode gostar
Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh
Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh
Urban · Cutegurl
24.7K visualizações
JEJAK SANG PEWARIS
JEJAK SANG PEWARIS
Urban · JQ Hamdani
24.5K visualizações
Kembalinya Sang Pewaris Terkaya
Kembalinya Sang Pewaris Terkaya
Urban · Emak pipit
24.5K visualizações
Suamiku Bukan Tukang Sol Sepatu Biasa
Suamiku Bukan Tukang Sol Sepatu Biasa
Urban · Zila Aicha
24.4K visualizações
Aku Bukan Lagi Sugar Baby-Mu
Aku Bukan Lagi Sugar Baby-Mu
Urban · Ri Chi Rich
24.2K visualizações
Menikahi Lelaki Brengsek
Menikahi Lelaki Brengsek
Urban · Vella Nine
24.2K visualizações
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status