Se connecterYerema berdiri di puncak gunung, menatap ke udara kosong sejauh seribu meter. Tatapannya bertabrakan dengan Zuro. Di wajahnya, terangkat senyuman mengejek.Swoosh! Detik berikutnya, dia melesat ke udara dan berhadapan dengan Zuro di angkasa."Kamu menemukanku, kawan lamaku?" Yerema bertanya dengan nada mengejek.Wajah Zuro memunculkan niat membunuh. Tanpa membuang waktu, diiringi auman naga, Zuro langsung berubah ke wujud aslinya dan menerjang Yerema.Musuh bertemu. Pertarungan pun langsung dimulai tanpa perlu basa-basi. Hanya satu kata, bertarung sampai mati!Sret! Terlihat Yerema melayang di udara. Tubuhnya membesar, berubah menjadi raksasa setinggi seribu meter.Itulah kemampuan kuno yang telah dia kuasai sejak zaman purba, Wujud Kaisar Iblis. Itu adalah kemampuan yang dia miliki sebagai Kaisar Iblis, berbeda dengan Afkar yang setelah mencapai tingkat tubuh suci baru membuka Raga Manifestasi Semesta.Yerema menggenggam pedang, bertarung sengit melawan Zuro di tengah udara. Untuk ses
Freya semula mengira bahwa setelah dirinya melangkah masuk ke jajaran ahli puncak tahap akhir tingkat penyeberangan petaka, Afkar bisa dengan mudah dia permainkan. Namun tak disangka, satu pukulan Afkar justru mampu menetralkan serangannya?Meskipun Freya tidak menggunakan seluruh kekuatannya, hal itu tetap cukup membuatnya terkejut. Sementara itu, Afkar juga tertegun, seolah-olah sama sekali tak menyangka bahwa kekuatannya sendiri sudah sekuat ini.Tampaknya setelah tubuhnya menembus tingkat tubuh suci, peningkatan kekuatan fisik yang dia peroleh terhadap daya tempurnya benar-benar mengerikan.Sret! Afkar mendengus dingin. Di matanya yang seterang bintang, hasrat bertarung berkobar hebat. Dia langsung menerjang ke arah Freya untuk membunuh.Menggunakan energi sejati untuk serangan jarak jauh bukanlah keunggulannya. Dengan tubuh fisik yang nyaris tak masuk akal, Afkar hanya bisa memaksimalkan daya tempurnya lewat pertarungan jarak dekat.Freya melihat itu dan mengerutkan kening. Selend
Freya?Afkar sama sekali tak menyangka, dari dua orang yang sedang bertarung melawan Belawan, ahli puncak tahap akhir tingkat penyeberangan petaka itu salah satunya ternyata adalah Freya! Sejak kapan wanita ini menjadi begitu mengerikan?"Hmm?" Zuro saat ini juga mengenali Freya. Dia tahu itu adalah mantan istri Afkar di dunia fana dahulu.Bagaimanapun, ketika dia bersemayam di dalam tubuh Afkar, banyak hal yang terjadi pada Afkar pada dasarnya diketahui olehnya."Aku akan bergabung dengan kalian. Kita habisi dulu dua ahli tertinggi itu. Serahkan Freya padaku," ucap Afkar, menekankan kalimat terakhirnya.Saat berikutnya, dia langsung memimpin serangan, melesat menuju tempat Belawan, Arasyana, dan Freya bertarung.Tiggy melihat itu dan segera mengikuti di belakang ayahnya. Dia tidak ikut masuk ke medan pertempuran puncak tersebut.Ketika musuh bertemu, amarah akan membara! Apakah Afkar dan Freya benar-benar musuh, dia sendiri tak tahu, tetapi jelas itu adalah sebuah takdir buruk yang te
Terlihat penghalang wilayah Keluarga Mukhtar telah dihantam hingga terbuka sebuah celah besar!Arasyana dan Freya sama-sama merupakan ahli puncak tahap akhir tingkat penyeberangan petaka, ditambah lagi sejumlah besar ahli Klan Rubah Hijau. Seberapa pun kokohnya penghalang itu, tetap tak mampu menahan serangan seperti ini.Saat ini, semangat Klan Rubah Hijau meningkat pesat, sementara banyak ahli Keluarga Mukhtar memperlihatkan wajah penuh amarah.Terutama ketika mendengar Arasyana memprovokasi kepala keluarga mereka dengan sombong dan mengancam agar tunduk, banyak yang semakin tak mampu menahan diri."Pergi sana!""Arasyana, kamu hanya orang picik yang lagi beruntung! Kalau satu lawan satu dengan kepala keluarga kami, apa kamu bisa menang?""Klan Rubah Hijau, akan kubuat kalian datang tanpa bisa kembali!"Beberapa ahli Keluarga Mukhtar dengan aura menggelegak langsung menyerbu ke arah Klan Rubah Hijau dan Arasyana.Penghalang telah ditembus, kini hanya bisa bertarung langsung. Terlebih
"Bajingan!""Klan Rubah Hijau sudah keterlaluan!""Kamu kira Klan Mukhtar mudah diganggu?""Cari mati!"Melihat penghalang wilayah klan diserang, para ahli Keluarga Mukhtar langsung diliputi amarah. Satu per satu iblis besar Keluarga Mukhtar mengaum dengan niat membunuh yang membumbung."Kepala Keluarga, mari kita serbu keluar! Beri pelajaran pada para rubah sialan itu! Klan Mukhtar nggak boleh dihina!" Seseorang berteriak.Sebagai salah satu dari dua kekuatan terbesar di Pegunungan Seribu Iblis, para ahli Klan Mukhtar biasanya bertindak sewenang-wenang di Pegunungan Seribu Iblis.Beberapa iblis besar yang bertemperamen keras mana mungkin sanggup menahan penghinaan diserang sampai ke gerbang wilayah mereka sendiri?"Jangan gegabah! Karena ini wilayah Klan Mukhtar, bagaimana mungkin kita nggak memanfaatkan keunggulan kita? Tak seorang pun boleh keluar dari perkemahan tanpa izin! Di dalam wilayah, gunakan formasi untuk melawan para rubah itu terlebih dahulu!" Belawan berteriak keras kepa
Dengan perasaan campur aduk antara lega dan gelisah, Afkar meninggalkan reruntuhan Sekte Verdic."Sudah selesai?" Setelah kembali, Zuro tersenyum dan bertanya. Wajahnya memperlihatkan sedikit perhatian.Namun, dia juga percaya pada Afkar. Menghadapi seorang kultivator sesat wanita yang bahkan belum mencapai tingkat penyeberangan petaka, bagi Afkar tentu semudah membalikkan tangan. Tak seorang pun menyangka bahwa sebelum mati, pihak lawan akan menggunakan cara aneh seperti itu."Sudah." Afkar mengangguk tanpa banyak bicara. Bagaimanapun, Viola sudah mati. Walaupun bukan benar-benar mati langsung di tangannya, setidaknya satu urusan permusuhan telah berakhir.Selanjutnya, Rakwara dan dua iblis besar lainnya memimpin jalan. Rombongan itu kembali melanjutkan perjalanan menuju Pegunungan Seribu Iblis.Di Pegunungan Seribu Iblis, lebih dari sepuluh ribu tahun lalu, Sepuluh Raja Iblis di sana merupakan eksistensi terkuat setingkat puncak tingkat penyeberangan petaka.Dalam perang besar antara







