分享

Bab 47

作者: Imgnmln
last update publish date: 2026-05-24 14:41:35

Raka bahkan melakukannya dengan santai tanpa tekanan sedikit pun, sementara ekspresinya tetap datar seolah hasil seperti itu bukan sesuatu yang istimewa.

Sorot mata Reyhan perlahan berubah tajam saat menatap ke arah Raka. “Raka Mahendra…”

Namanya keluar perlahan dari sela rahang yang mengeras, itu bukan lagi nada meremehkan, melainkan amarah yang bercampur malu.

Rio yang sejak tadi menahan tawa akhirnya tidak sanggup lagi. Ia langsung berkacak pinggang lalu menunjuk ke arah seorang mahasiswa d
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 155

    Di Pusat Komando, salah satu instruktur akhirnya tidak mampu menahan keterkejutannya. Ia menepuk paha dengan keras sebelum berdiri sambil menunjuk layar."Jenius!""Anak itu benar-benar jenius dalam taktik tempur!"“Dia bahkan tidak sedang mencari senjata. Dia menggunakan seluruh bagian gunung sebagai senjatanya!"Arman juga tidak dapat menyembunyikan ekspresinya lagi. Senyum tipis perlahan muncul di wajahnya saat pandangannya tetap tertuju pada sosok Raka di layar."Sepertinya lawannya terlalu meremehkannya. Kalau dibiarkan seperti ini, posisi penembak jitu itu akan berada dalam masalah besar."Sementara itu, di lokasi persembunyian, penembak jitu musuh mulai merasakan sesuatu yang tidak beres.Sudah cukup lama dia kehilangan jejak Raka, bahkan dengan bantuan teropong berdaya pembesaran tinggi yang dimilikinya. Namun beberapa suara aneh terus terdengar samar dari arah atas tebing.Krek… Krrk...Suara gesekan itu hampir tertelan oleh derasnya hujan, tetapi pengalaman panjangnya di med

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 154

    Di sisi tebing, setiap meter pendakian yang ditempuh Raka berada dalam batas yang sangat berbahaya. Batu-batu yang licin serta bongkahan tanah yang bisa runtuh kapan saja membuat satu kesalahan kecil saja cukup untuk menjatuhkannya ke jurang di bawah.Raka memaksimalkan seluruh kemampuan memanjat yang dimilikinya hingga batas tertinggi sambil menjaga setiap pergerakan dengan tingkat kehati-hatian ekstrem. Rasa nyeri dan kelelahan terus menghantam tubuhnya seperti gelombang tanpa henti, tetapi tekadnya tetap kokoh karena seluruh fokusnya hanya tertuju pada sasaran di atas sana.[Ding! Kemampuan Panjat Tebing Militer tingkat Master milik Pengguna terdeteksi telah mencapai tingkat kesempurnaan.][Bonus Spesial diberikan.][Selamat! Pengguna memperoleh Kemampuan Panjat Tebing Militer tingkat Raja.][Hadiah sedang diintegrasikan...]Mata Raka sedikit melebar.Kemampuan tingkat Raja?Waktu kemunculannya benar-benar sempurna.Hampir seketika, sejumlah besar informasi mengalir deras ke dalam

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 153

    Di dalam tenda medis.Suasana yang sebelumnya dipenuhi tawa perlahan berubah menjadi hening.Semua orang menatap layar dengan ekspresi bingung. Mereka mengira Raka akan mencari tempat berlindung. Mereka mengira ia akan bersembunyi sampai latihan berakhir. Namun kenyataannya justru sebaliknya."Apa yang sedang dia lakukan?" tanya salah seorang mahasiswa dengan wajah kosong."Dia memanjat lagi?""Apakah dia sudah kehilangan akal?""Tempat itu licin karena hujan! Kalau terpeleset, dia bisa jatuh dari ketinggian puluhan meter!"Reyhan yang sejak tadi menikmati penderitaan Raka perlahan menghentikan senyumnya. Alisnya mulai berkerut, ada sesuatu yang terasa tidak beres."Anak itu..." gumamnya pelan sambil menatap layar. "Apa yang sebenarnya ingin dia lakukan?"Damar juga memasang ekspresi bingung. "Kalau dia ingin melarikan diri, seharusnya dia bergerak menjauh. Kalau dia ingin bertahan hidup, seharusnya dia bersembunyi. Lalu kenapa dia justru mendekati area yang lebih berbahaya?"Tidak ad

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 152

    Banyak peserta yang sebelumnya disingkirkan oleh Raka memang tidak menyimpan dendam secara terbuka, tetapi melihat orang yang selama ini mendominasi latihan akhirnya berada dalam posisi terdesak membuat sebagian dari mereka merasakan kepuasan yang sulit disembunyikan."Dia terluka?""Benar, lengan kirinya hampir tidak bergerak.""Napasnya juga sudah berantakan.""Kalau hujan berhenti, dia pasti tidak punya tempat untuk bersembunyi lagi."Komentar demi komentar terus bermunculan.Di sudut lain tenda, Rio langsung mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih. Bara yang masih terbaring di ranjang medis juga memasang wajah gelap. Keduanya ingin membalas ucapan orang-orang itu, namun jumlah mereka terlalu banyak. Pada akhirnya, mereka hanya bisa menahan amarah sambil terus menatap layar.Sementara itu, Tiara berdiri tanpa bergerak di antara kerumunan. Ia sama sekali tidak mendengar tawa ataupun ejekan yang memenuhi ruangan. Perhatiannya hanya tertuju kepada Raka.Melihat kondisi pem

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 151

    Sementara itu, di pusat komando kamp logistik.Arman berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung sambil mengamati seluruh tayangan pengawasan yang ditampilkan pada layar besar. Beberapa instruktur berdiri di sekitarnya, dan hampir semuanya memasang ekspresi yang sulit dijelaskan."Komandan," ujar salah satu instruktur setelah cukup lama terdiam. "Bukankah ini terlalu berlebihan untuk peserta latihan?"Arman tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tertuju pada layar yang memperlihatkan perjuangan Raka di tengah badai. "Kalian semua sudah melihat sendiri kemampuan anak itu," jawabnya dengan nada tenang. "Selama lima hari terakhir, performanya jauh melampaui standar mahasiswa baru biasa."Ia menunjuk layar yang sedang menampilkan rekaman Raka. "Keterampilan tempur, kesadaran medan, kemampuan analisis, pengambilan keputusan, sampai insting bertahannya berada di level yang sangat jarang ditemukan."Para instruktur saling berpandangan. Tidak ada satu pun yang membantah. Karena semua

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 150

    Urat-urat di lehernya tampak menegang. "Kalau bukan karena penyergapan sialan itu, seratus orang seperti kalian sekalipun tetap tidak akan mampu menghentikan aku dan Raka!"Kalimat tersebut langsung membuat seluruh tenda terdiam.Penembak jitu?Kata itu seolah menghantam semua orang secara bersamaan."Apa maksudmu penembak jitu?" tanya salah seorang peserta dengan wajah bingung. "Bukankah latihan ini tidak menggunakan senjata seperti itu?""Aku bahkan belum pernah melihat senapan jitu selama latihan berlangsung.""Benar, dari mana datangnya penembak jitu?"Suasana yang semula ramai berubah menjadi penuh tanda tanya.Bara menarik napas panjang untuk menenangkan emosinya, tetapi kemarahan masih terlihat jelas di wajahnya."Aku tidak sedang bercanda." Suaranya terdengar jauh lebih serius dibanding sebelumnya. "Orang itu jelas bukan peserta biasa."Semua orang langsung memasang ekspresi tegang."Dia menembakku dari jarak sangat jauh," lanjut Bara sambil mengepalkan tangan. "Kemampuan mene

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 92

    Sepanjang perjalanan, Arman menjelaskan kondisi akademi, jadwal pelatihan, serta beberapa fasilitas utama yang tersedia.Tiara mendengarkan dengan tenang. Tatapannya sesekali bergerak mengamati berbagai sudut lapangan. Ketika melihat sekelompok mahasiswa baru sedang menjalani latihan fisik intensit

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 91

    Terik matahari siang menyelimuti Akademi Tempur Garuda tanpa ampun.Gelombang panas yang naik dari permukaan lapangan membuat udara tampak bergetar samar, sementara aroma debu, rumput kering, dan keringat bercampur menjadi satu di tengah suara teriakan instruktur yang terus menggema.Di antara suas

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 88

    Jenderal tua itu mengetuk-ngetuk lembar laporan di depannya dengan ujung jari. "Profil psikologis anak ini bersih total tanpa noda. Tidak ada rekam jejak trauma, tidak ada anomali temperamen.""Bukankah itu indikator yang bagus, Jenderal?""Justru itulah letak masalah terbesarnya," tatapan mata san

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 87

    Di area simulasi rintangan milik Brigade Pengintai Tempur Garuda, seorang prajurit yang tengah merayap di dinding panjat setinggi lima meter mendadak kehilangan fokus. Kakinya terpeleset, membuatnya nyaris terjatuh bebas jika tidak sigap mencengkram tali pengaman."Fokus pada langkahmu, Sialan!" Te

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status