Mag-log in"Terjebak dalam tubuh karakter sampingan di dunia persilatan yang kejam adalah hukuman mati. Di sini, keberadaanmu ditentukan oleh seberapa tajam pedangmu. Namun, bagi seseorang yang mengetahui akhir dari cerita ini, pengetahuan adalah senjata yang lebih mematikan daripada Qi. Aku tidak butuh belas kasihan. Aku hanya butuh kesempatan untuk merebut setiap keberuntungan yang seharusnya menjadi milik sang pahlawan. Siapakah penguasa Murim yang sebenarnya? Biarkan aku menunjukkan cara menulis ulang takdir."
view moreKeesokan harinya, ketika pendar fajar baru saja merayapi ufuk timur dan menyapu embun pagi di halaman, suasana di depan kediaman terasa begitu hangat namun diselimuti keheningan yang berat."Tolong... hati-hati di jalan ya..." ucap Ok Ryeong dengan suara lembut dan penuh perhatian. Tangannya yang halus dengan cekatan membantu memasangkan jubah hitam panjang milik suaminya."Iya, aku janji... aku akan berhati-hati," sahut Jang Seonwo pelan. Pria itu sedikit menundukkan tubuhnya yang tinggi tegap, membiarkan jemari lembut istrinya merapikan lipatan kain jubah hitam tersebut, mengikat tali pinggang, hingga mengatupkan kancing paling atas pada kerah jubahnya sampai benar-benar rapi."Jangsam...! Padahal kau baru saja kembali!" tegur sebuah suara yang terdengar manja bercampur kesal.Yeon, gadis monster laba-laba peliharaan Jang Seonwo, berdiri tak jauh dari mereka dengan wajah cemberut. Matanya menatap sang tuan denga
"Aaaaahh...!"Jeritan histeris meluncur deras dari tenggorokan Ok Ryeong. Rasa ngeri, kejut, dan kenikmatan tiada tara menjalar serentak menyelimuti seluruh jalinan sarafnya. Tubuhnya terasa begitu ringan, melayang di udara tanpa daya ketika Jang Seonwo—pria yang menjadi suaminya sekaligus mitra kultivasinya—mengangkat bobot tubuhnya seolah tak lebih berat dari selembar kertas. Dalam posisi berdiri tegak, punggung mulus Ok Ryeong menempel erat pada dada bidang suaminya yang kokoh dan penuh kehangatan.Pertautan dua raga dalam pose berdiri ini seketika mengubah ritme penyatuan mereka menjadi jauh lebih intens dan mendalam. Tanpa tumpuan kaki di lantai, Ok Ryeong benar-benar kehilangan kendali atas tubuh maupun kesadarannya. Pusaka sakti milik Jang Seonwo—sebuah bentuk manifestasi energi kejantanan yang luar biasa besar dan perkasa—kini bergerak dengan bebas tanpa hambatan sedikit pun, melesak dengan bebas memasukinya sesuka hati.Cplaaak...! Cplaaak...! Cplaaak...!Suara benturan fisik
Jang Seonwo masih asyik mempermainkan kedua jarinya yang dibaluri kehangatan energi batin Qi Yin Yang di dalam liang dubur sekaligus liang surgawi Ok Ryeong. Tubuh sang istri kini benar-benar sudah berada di ambang batas ketahanan; ia sudah tak tahan lagi dan sangat ingin digergayangi habis-habisan oleh keperkasaan pusaka monster milik suaminya.SLURPP... JLUUB... SLURPP..."Tidak...? Lalu kapan, Seonwo-ah...?" rintih Ok Ryeong lirih tertatih-tatih dengan napas yang memburu pendek dan parau.Ia menahan sensasi aneh nan dahsyat yang membuat kedua liang intimnya merembeskan dan memuncratkan cairan enak begitu deras, melumasi jari-jari Seonwo dan membasahi seprai sutera putih yang kini koyak di bawah tubuh mereka.CRIIIT... JRAASH...!"Tenang saja, aku pasti akan melakukannya..." sahut Seonwo terkekeh pelan, suara seraknya bergema hangat di tengkuk Ok Ryeong. Ia sengaja menahan hasrat membara demi menuruti sekaligus menyiksa rasa penasaran dan keperawanan gerbang belakang istrinya."Buka
"Apa...?" Ok Ryeong berdiri tegap di atas ranjang. Jantungnya berdegup kencang, suasananya yang semula dinaungi oleh gelombang cinta mendadak berubah menjadi kepulan amarah yang membara."Empat selir...?" repetnya meyakinkan pendengarannya."I-itu yang ingin aku katakan..." sahut Jang Seonwo menunduk patuh, memasrahkan diri siap menerima hukuman apa pun dari sang istri sah. "Untuk mendekati Lee Jaewon, aku terpaksa harus mendekati dan mengikat mereka...""Yah..." Ok Ryeong melenguh berat. Ia berkacak pinggang di atas ranjang, berdiri polos tanpa sehelai benang pun. Meski amarah menguasai dadanya, nalurinya sebagai wanita Murim tahu betul seluk-beluk taktik dan intrik politik. "Memang... harus begitu adanya..." lanjutnya pasrah, tidak punya daya dan kuasa untuk menolak kenyataan yang sudah telanjur terjadi."Maafkan aku, Ok Ryeong.... Jadi, nantinya mereka akan keluar dari Cheonmumaeng..." tambah Seonwo dengan nada
Kuil PhoenixAku melangkah mengendap-endap masuk ke dalam Kuil Phoenix, menyelinap di antara bayang-bayang pilar besar. Udara di dalam sini terasa sangat kontras dengan badai salju di luar; hangat, lembap, dan dipenuhi aroma dupa melati yang memabukkan hingga menusuk paru-paru. Namun, alih-alih lan
"Zhu Kang?... Apa maksudmu berkata begitu?" tanya Peng Garyeon dengan suara yang bergetar hebat, terombang-ambing di antara amarah yang tersisa dan desahan yang tak tertahankan.Jlebb.....Aku tidak memberikan jawaban secara verbal. Dengan kasar, kutekan kepalanya yang sempat terangkat agar kembali
Tap... Tap... Tap...Langkah kakiku yang berat—sengaja meniru vibrasi aura Qi milik Zhu Kang—menggema rendah di atas lantai kayu paviliun yang dingin. Peng Garyeon tidak menoleh sama sekali; ia justru semakin menenggelamkan dirinya ke dalam gundukan bantal sutra, seolah menyerahkan seluruh martabat
Aku menahan napas sedalam mungkin, mematung di atas kayu penyangga atap yang dingin. Teknik Hidden Body bekerja sempurna; keberadaanku kini seolah melebur dengan kegelapan malam. Dari celah ubin kayu yang sempit, aku menunduk ke bawah, menatap lurus ke dalam ruangan yang menjadi jantung dari segala






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu