分享

Bab 71 Semi Final!

作者: _PenaKaisar
last update publish date: 2026-06-17 17:27:11

Pagi itu, Arena Naga Emas dipenuhi oleh puluhan ribu penonton yang jauh lebih bersemangat dari hari-hari sebelumnya. Ini adalah babak semi-final. Hanya empat peserta yang tersisa, dan hari ini, dua dari mereka akan saling berhadapan untuk memperebutkan satu tempat di final.

‎Di tribun, Xuan'er duduk di sudut yang sama seperti biasa. Tangannya menggenggam erat ujung lengan bajunya, dan matanya tidak pernah berhenti mencari di antara kerumunan peserta di bawah. Ia sudah melihat Xiao Fan pagi ta
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yg sangat bagus
查看全部評論

最新章節

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 76 Kehancuran Xiao Ren!

    (Note: pada bab ini, author memutuskan untuk mengubah sedikit jurus naga Yin-Yang Xiao Fan yang ia ciptakan pada bab 59)‎Xiao Fan melesat ke depan dengan kecepatan yang meningkat drastis setelah terobosan keduanya. Pedangnya mengayun ke arah bahu Xiao Ren, tapi Xiao Ren menangkisnya. Namun kali ini, gantian Xiao Fan yang tidak memberi waktu untuk bernapas. Ia melepaskan tendangan yang menghantam perut Xiao Ren, lalu membalas dengan pukulan energi ungu yang membuat Xiao Ren terdorong beberapa langkah ke belakang.‎‎"Kau mulai bisa mengimbangiku," desis Xiao Ren sambil menyeka sudut bibirnya. "Tapi jangan sombong dulu!"‎‎Ia menyerang balik dengan tebasan horizontal. Xiao Fan merunduk, lalu menusukkan pedangnya ke arah kaki Xiao Ren, tapi Xiao Ren melompat, dan saat di udara, ia melepaskan tiga naga perak secara bersamaan.‎‎"TEBASAN KETIGA: LANGIT PETIR MENYAMBAR!"‎‎Xiao Fan memutar pedangnya dan menciptakan dinding energi Yin-Yang yang menangkis ketiga naga itu. Begitu naga tera

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 75 Menerobos Batas

    ‎Xiao Ren menyeringai. "Sekarang, saatnya mengakhiri semua ini," katanya sambil mengangkat pedangnya ketika Qi-nya melonjak, dan auranya yang berwarna perak mulai berputar di sekelilingnya seperti badai kecil. "Kau sudah membuatku cukup terhibur, Fan. Tapi permainan ini sudah berakhir."‎‎Ia melesat ke depan dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Tebasannya mengarah ke bahu Xiao Fan, tapi Xiao Fan menangkisnya dengan pedangnya. Namun Xiao Ren tidak berhenti di situ. Ia memutar tubuhnya dan melepaskan tendangan yang menghantam perut Xiao Fan.‎‎Bugh!‎‎Xiao Fan terpental ke belakang. Sebelum ia bisa memulihkan keseimbangannya, Xiao Ren sudah berada di depannya lagi. Kali ini, pedangnya mengarah ke bawah, menghantam lantai tepat di depan kaki Xiao Fan dan menciptakan gelombang kejut yang membuatnya terjatuh.‎‎"Kau lihat perbedaannya sekarang?" Xiao Ren berjalan mengelilingi Xiao Fan yang sedang berusaha bangkit. "Kau hanya berada pada Lapis 2. Sementara aku Lapis 5. Ka

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 74 Final!

    Matahari menyingsing di ufuk timur ketika menyinarkan warna jingga yang membara. Hari ini, Arena Naga Emas bahkan dipenuhi lebih banyak penonton dari hari-hari sebelumnya, bahkan lorong-lorong di antara tribun dipadati oleh orang-orang yang tidak kebagian tempat duduk. Mereka berdiri, berdesakan, dan rela berpanas-panasan hanya untuk menyaksikan pertarungan yang sudah dinanti-nanti sejak turnamen ini dimulai.‎‎Di balkon kehormatan, Kaisar Tianyu duduk di singgasananya. Kali ini, ia tidak bersandar, melainkan mencondongkan tubuhnya ke depan ketika sikunya bertumpu pada sandaran singgasannya dan jari-jemarinya saling bertaut di depan dagunya. Matanya yang tajam menatap arena dengan antisipasi yang sudah tidak bisa ia sembunyikan. Di sampingnya, Jenderal Wei Zheng berdiri dengan postur tegak, tapi bahkan ia yang merupakan seorang prajurit tua yang sudah melihat ratusan pertempuran tidak bisa menyembunyikan ketertarikannya.‎‎"Alkemis Fan melawan Xiao Ren," gumam Kaisar. "Seorang alkem

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 73 Malam Sebelum Final

    Malam telah turun sepenuhnya di atas Kota Tianyu ketika Xiao Fan duduk bersila di atas tikar anyaman. Di hadapannya, sebuah kotak kayu kecil terbuka yang isinya: gulungan kuno yang sudah tidak asing lagi baginya 'Jurus Yin-Yang Abadi' Ia sudah membacanya puluhan kali sebelumnya, tapi malam ini, ia membacanya dengan tujuan yang berbeda.‎Tangannya membuka gulungan itu perlahan ketika diagram-diagram rumit yang digambar dengan tinta yang masih bersinar setelah ribuan tahun terlihat. Tahap Pertama: Harmoni Dualitas. Ia sudah menguasainya—kedua Dantian-nya kini berputar dalam keseimbangan yang sempurna, emas dan ungu, Yin dan Yang, saling melengkapi tanpa saling menghancurkan.‎‎Tapi itu tidak cukup, apalagi besok adalah Final dari turnamen Klan.‎‎Ia menggeser gulungan itu ke bagian berikutnya. Ke Tahap Kedua: Inti Ganda. Diagram-diagram di bagian ini lebih rumit ketika menunjukkan dua jalur energi yang berbeda, emas dan ungu yang harus dibentuk secara bersamaan di dua Dantian yang ter

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 72 Jurus Pedang Sembilan Langit Xiao Ren?

    Sorakan untuk kemenangan Fan belum sepenuhnya reda ketika Tetua Shen kembali melangkah ke tengah arena. Kali ini, suaranya terdengar lebih berat dari sebelumnya, mungkin karena ia tahu bahwa pertarungan berikutnya akan sama sengitnya, atau mungkin lebih.‎‎"Pertarungan semi-final kedua!" serunya. "Xiao Ren dari Klan Xiao melawan Wei Lian dari Klan Wei!"‎‎Begitu nama itu disebut, percakapan di antara para penonton langsung bergeser. Tidak ada lagi yang membicarakan Fan. Sekarang, semua mata tertuju pada dua peserta yang baru saja melangkah ke arena.‎‎"Aku penasaran siapa yang akan menang. Xiao Ren memang pewaris Klan Xiao, tapi Wei Lian adalah Putri Es. Teknik Mawar Es-nya belum pernah gagal sejauh ini."‎‎"Tapi kau lihat sendiri kan? Xiao Ren bahkan belum mengeluarkan kekuatan penuhnya di setiap pertarungannya. Dia selalu terlihat santai."‎‎"Itu karena dia belum bertemu dengan ‎lawan yang sepadan. Tapi kali ini Lawannya adalah Wei Lian. Dia tidak akan lagi membiarkan Xiao Ren

  • Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat   Bab 71 Semi Final!

    Pagi itu, Arena Naga Emas dipenuhi oleh puluhan ribu penonton yang jauh lebih bersemangat dari hari-hari sebelumnya. Ini adalah babak semi-final. Hanya empat peserta yang tersisa, dan hari ini, dua dari mereka akan saling berhadapan untuk memperebutkan satu tempat di final.‎‎Di tribun, Xuan'er duduk di sudut yang sama seperti biasa. Tangannya menggenggam erat ujung lengan bajunya, dan matanya tidak pernah berhenti mencari di antara kerumunan peserta di bawah. Ia sudah melihat Xiao Fan pagi tadi, sebelum pemuda itu mengenakan topengnya, dan ia tahu bahwa hari ini akan menjadi pertarungan terberat yang pernah dihadapi oleh pemuda itu.‎‎"Kau harus menang, Kakak," bisiknya dalam hati. "Kau sudah berjanji."‎‎Di area tunggu, Bo, Jin, dan Shao berdiri bersama. Mereka sudah tersingkir, tapi mereka tetap datang untuk memberikan dukungan. "Mo Cheng," kata Bo, suaranya lebih serius dari biasanya. "Aku tidak suka ini. Dia sudah menyembunyikan kekuatannya sejak awal."‎‎"Aku juga merasakann

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status