LOGIN"Zhao Yuan Shao si siluman besar yang menginginkan kematian, tapi enggan mengalami reinkarnasi demi menunggu sang kekasih. Penantiannya berakhir ketika sang kekasih terlahir kembali sebagai manusia fana yang punya takdir menjadi Dewi Gunung. Apapun rela dilakukan Zhao Yuan Shao agar sang kekasih bisa menjadi Dewi Gunung sepenuhnya. Hanya saja takdir keduanya menjadi bertentangan, sebab seorang Dewi Gunung tidak mungkin bersatu dengan siluman besar. Akankah Zhao Yuan Shao merelakan cinta dan pengorbanannya bertahun-tahun, atau dia akan mengorbankan dunia demi cintanya?"
View MoreHutan Xilling sudah tertinggal jauh dibelakang saat rombongan Zhu Shen Mei berjalan menghadapi malam yang dingin. Ao Jun berjalan paling depan, memimpin jalan dengan tenang meski sesekali akan menoleh ke belakang memastikkan yang lain. Sementara Zhu Shen Mei dan Zhao Yunshi ada di barisan tengah, dan Zhao Yuan Shao ada di urutan paling belakang menjaga mereka dari serangan tiba-tiba. "Sekarang kita harus mendapatkan pusaka kedua," ucap Ao Jun yang tiba-tiba menghentikan langkah. Siluman naga itu menoleh ke rombongan dibelakangnya. Kening Zhu Shen Mei berkerut sebentar, tangannya memegang pusaka pertama didalam tasnya. "Pusaka apa lagi yang akan kita cari kali ini?" tanyanya dengan serius. Zhao Yuan Shao dan Zhao Yunshi secara kompak melangkah agar lebih dekat dengan keduanya. Mendengarkan dengan seksama petunjuk yang akan diberikan Ao Jun dalam perjalan mereka kali ini. Ao Jun menatap mereka satu persatu, sebelum menjelaskan dengan tenang. "Pusaka kedua, cermin kata hati atau Lij
Hutan Xilling semakin gelap saat rombongan Zhu Shen Mei masuk lebih dalam. Pohon-pohon berbagai jenis menjulang tinggi dengan cabang yang saling terjalin dan membuat suasana hutan semakin rindang. Cahaya matahari tertutup oleh dahan-dahan pohon, sehingga jalan seta[ak yang menjadi jalur perjalanan mereka hari ini tampak remang-remang. Aroma tanah yang basah bersampur dengan kabut tipis yang seakan muncul dari tanah itu sendiri, menjadi teman dalam perjalanan mereka. Zhu Shen Mei menggenggam erat tali tasnya, menahan perasaan aneh di dada. “Tempat ini… seolah ada sesuatu atau seseorang yang sedang mengamati kita,” gumamnya lirih.Ao Jun menoleh singkat, senyum tipis muncul di wajahnya. “Itu karena kita memasuki wilayah Mo Ling. Siluman kabut bisa menyatu dengan udara. Setiap langkahmu sudah ia dengar.”Zhao Yuan Shao langsung mendengus, berdiri sedikit lebih dekat pada Shen Mei. “Bagus. Kalau dia berani mendekat, aku akan cabik kabutnya sampai pecah seperti awan di musim panas.”“Kala
Keheningan yang membekas dari janji Zhao Yuan Shao seolah membuat udara di kedai itu menjadi berat dan kental. Bahkan suara angin yang meniup gorden bambu terasa lebih lambat dari biasanya.Zhu Shen Mei menarik napas pelan, lalu mengalihkan pandangan, berusaha menyembunyikan matanya yang memerah. Tapi suara pelan Ao Jun segera menyentakkannya kembali.“Kalau begitu, dengarkan baik-baik. Pusaka pertama, Xingluo Zhenyu — Giok Penjaga Bintang. Disimpan di Kuil Bintang Sembilan di daerah utara Pegunungan Jiuyan.”Zhao Yunshi mengangkat alis. “Kuil itu sudah lama ditinggalkan manusia. Tak ada siapa pun yang bisa menembus kabut hitamnya, apalagi menyentuh pusaka di dalamnya.”“Tepat,” Ao Jun menyahut. “Karena yang menjaganya bukan sembarang siluman. Tapi Mo Ling, siluman kabut purba, yang sudah gila karena menjaga giok itu terlalu lama.”Zhao Yuan Shao menoleh pelan. “Berarti kita harus bertarung.”“Tidak selalu,” ujar Ao Jun sambil menatap Zhu Shen Mei. “Kadang, siluman tidak mencari perta
Siang itu, tepat seperti yang diperkirakan oleh Zhao Yuan Shao, Ao Jun benar-benar datang. Tepat ke kedai, dia sudah bersama dengan Bai Hu, adiknya. Mata pria siluman naga itu langsung tertuju pada Zhu Shen Mei yang mengekor dibelakang Zhao Yuan Shao. "Akhirnya kau datang juga, Ao Jun." Zhao Yuan Shao tersenyum miring, jenaka seperti biasa. Namun fokus Ao Jun bukan pada pria siluman itu, melainkan pada aura Zhu Shen Mei. Gadis itu tampak berbeda, pandangannya jauh lebih tajam dan tenang. "Tentu saja aku datang, untuk melihat sendiri kebangkitan sang dewi." Ao Jun berujar pelan, matanya tanpa kedip memperhatikan gadis itu. Zhao Yuan Shao mengikuti arah pandangan Ao Jun, pria siluman naga itu masih memperhatikan Zhu Shen Mei. "Jangan menatapnya terlalu lama, dia takut pada mu!" ketusnya kasar. Siluman harimau merah itu memang tidak suka, jika ada yang membuat Zhu Shen Mei tidak nyaman. Tapi yang paling jelas, Zhao Yuan Shao tidak ingin ada yang mendekati gadis itu. Ao Jun memutar b
Zhu shen mei berkedip beberapa kali, kemudian menunjuk dirinya sendiri. “Maksud mu energi spiritual dalam diri ku?”“Benar, aku sudah mulai merasakan energi yang sangat familiar dari dalam tubuh mu. Kekuatan yang cukup besar juga meledak dari dalam diri mu sejak penyerangan siluman serigala Selatan
Napas Zhu Shen Mei masih belum teratur ketika ia menarik diri perlahan, menyadari betapa dekatnya wajah mereka barusan. Ujung jarinya gemetar saat menyentuh bibirnya sendiri—hangat, masih terasa jejak Zhao Yuan Shao di sana.“Yu-yuan Shao… aku—” Zhu Shen mei tidak bisa melanjutkan kalimatnya, dia
“Jika kau merindukannya itu wajar, Yuan Shao. Kau menunggu Li Shan Niangniang terlahir kembali dua belas ribu tahun lamanya, dan itu bukan waktu yang sebentar.” Zhu Shen Mei menambahi dengan tenang. Arsiparis biro itu merasa sakit hati, meski dia memiliki perasaan khusus pada Zhao Yuan Shao. Tapi
Zhu Shen Mei dan Zhao Yuan Shao duduk berdampingan dibwah pohon begonia. Kelopak bunga mulai berguguran, satu-dua ada yang tersangkut di rambut mereka berdua, atau tertinggal di lipatan hanfu keduanya.“Sebentar lagi festival lentera, dan disaat itu biasanya ada banyak siluman yang ikut berhambur b
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.