The Last Regressor: Kesempatan Kedua Untuk Membalas Dendam
Pada tahun 2019 sebuah meteor yang membawa virus bernama 'Veyron' menghantam bumi, mengakibatkan semua kehidupan hancur, 95% manusia menjadi mutan, begitu juga dengan hewan dan tumbuhan. Reivan salah satu manusia yang berhasil selamat dari kehancuran itu berhasil membangkitkan kekuatan tersembunyi virus Veyron, akan tetapi setelah meteor ketiga jatuh dan mutan berevolusi ke fase Evolusi 5, Reivan harus menelan pil pahit, Aurelia (Aurel) wanita yang ia cintai dan percayai selama tiga tahun terakhir semenjak kiaman, menusuknya dari belakang, hingga Reivan berkahir menjadi santapan para mutan Evolusi 5. Akan tetapi kehidupannya tidak berkahir di situ, semesta memberinya kesempatan kedua untuk hidup, Reivan kembali kemasa lalu dimana waktu menunjukkan 2 jam sebelum virus veyron menyebar.
Baca
Chapter: Bab 54Mereka tiba di markas Cipeundeuy ketika Reivan dan kawan-kawan turun dari mobil mereka. Sebuah benteng pertahanan dengan tembok kokoh yang tinggi yang dibangun dari beton menyambut mereka. Terdapat menara pengawas di setiap sudut dan lampu-lampu tenaga surya yang menerangi area dalam.Sita yang juga sudah turun dari mobilnya berjalan mendekati Reivan."Inilah markas kami. Ayo kita masuk."Kata Sita lalu berbalik dan berjalan di depan. Reivan mengangguk ketika ia dan kawan-kawannya bersama Nia dan anggotanya mengikuti langkah Sita.Sita membawa mereka melewati gerbang utama. Beberapa penjaga yang mengenali Wakil Kapten itu langsung memberi jalan tanpa bertanya."Kapten sudah menunggu kita di dalam. Setelah aku menghubunginya dengan radio, dia sangat ingin bertemu dengan kalian."Katanya ketika tiba-tiba perut Bayu berbunyi.Krruukk!Semua orang menatap Bayu ketika Bayu hanya menyeringai malu."Ehehehe! Aku sangat lapar..." Katanya menggaruk kepalanya yang tid
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: Bab 53Beberapa menit setelah Mutan Evolusi Dua itu tumbang, Bayu dan Siti sudah kembali berdebat. Kali ini tentang siapa yang paling berjasa dalam pertarungan tadi.Bayu duduk di atas beton dengan tombaknya yang sudah kembali berbentuk sebatang besi. "Kau lihat sendiri, kan? Aku yang pertama melumpuhkan kakinya. Tanpa itu, kau tidak akan punya celah untuk menusuk lehernya dari belakang."Siti mendengus sambil menggulung lolipop di mulutnya. "Halah. Kalau bukan karena pisauku yang menancap di matanya, kau masih sibuk menghindari serangannya sampai sekarang."Siska yang sedang menyimpan katananya menoleh ke arah mereka dengan ekspresi lelah. "Kalian berdua selalu saja berdebat. Mutannya sudah mati, jadi tidak usah ribut soal siapa yang paling hebat."Raka yang duduk di samping Siti hanya tersenyum tipis. Ia menggulung lolipop kedua di mulutnya tanpa berkata apa-apa.Reivan mengembuskan asap cerutunya pelan. "Kalian semua berkembang. Tapi masih banyak yang harus diperbaiki. Bay
Terakhir Diperbarui: 2026-09-17
Chapter: Bab 52Mutan Evolusi Dua itu mengaum ke arah kumpulan manusia yang ada di hadapannya."ROAR!""MO-MONSTER!" teriak empat orang rekan Nia yang masih hidup."Kalian pergilah dulu." Kata Reivan saat matanya tak lepas dari Mutan Evolusi Dua itu."Lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Nia. "Bukankah lebih bagus jika kita melawannya bersama?" Reivan menatapnya dengan mata sedikit menyipit. "Kalian hanya akan menjadi pengganggu bagi kami. Jadi biarkan kami yang menyelesaikan yang satu ini."Reivan menoleh pada Sarah, temannya Nia. "Bawa teman kalian pergi dari sini."Sarah mengangguk ketika ia menarik Nia menjauh. "Ayo, Nia! Kita harus menjauh sebelum terlambat!"Mereka berdua berlari menjauh ketika Nia menoleh ke belakang dan berkata. "Bertahanlah! Kami akan mencari bantuan!" Teriak Nia. Sementara Mutan Evolusi Dua itu kembali mengaum."Roar!"Ia melesat maju ke arah kelompok Reivan. Reivan melesat ke depan dan menendang Mutan itu."Diamlah! Jangan berisik!" K
Terakhir Diperbarui: 2026-09-16
Chapter: Bab 51"Lariiiiii!" teriak teman-teman Dimas ketika di belakang mereka para Mutan mengejar."Roar! Roar! Rawr!"Sambil berlari menjauh, Dimas menoleh ke belakang ketika menembakkan pistolnya.Dor! Dor! Dor!"Matilah kalian, binatang! Jangan mendekat!" kata Dimas sambil terus menembak para Mutan.Sarah yang berada di depan berseru. "Tidak! Di depan jalan buntu!" Katanya saat melihat tembok tinggi yang ada di depan mereka. Sementara Dimas terus menembak dan melawan para Mutan, ia berkata. "Kalian tunggu apa lagi! Ayo cepat keluarkan senjata kalian! Teriaknya pada teman-temannya di sela dirinya terus menembaki para Mutan. Lalu ia melihat Nia yang melawan Mutan dengan tongkat."Oi, Nia! Di mana senjatamu?"Nia yang mengayunkan tongkatnya untuk menghantam salah satu Mutan yang mendekat ke arahnya berkata. "Aku memberikannya pada anak-anak tadi!"Dimas menoleh padanya. "Bodoh! Kita di sini tidak bisa melindungi diri sendiri, dan kau malah memberikan senjatamu pada merek
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: Bab 50Reivan berdiri menatap bagasi mobil mereka saat ia memeriksa apa yang mereka temukan."Roti, air, obat-obatan, makanan kaleng, mi instan, alkohol..."Lalu Bayu yang berdiri di sampingnya berkata. "Kau pasti akan senang melihat ini, Van..."Bayu mengangkat satu pak rokok."Ooh? Ada rokok?" Reivan membelalakkan matanya ketika ia sedikit tersenyum.Bayu menatap Reivan ketika ia menaikkan alisnya dan berkata seraya tersenyum. "Hehe, coba kau perhatikan baik-baik, Van... ini adalah satu boks cerutu dari tahun seribu sembilan ratusan. Gimana?” Tanya Bayu dengan nada membanggakan diri. Reivan tersenyum lalu memegang boks itu. "Bagus-bagus," katanya saat ia menepuk pundak Bayu. "Cukup untuk merokok cukup lama."Reivan kemudian menyimpan boks rokok itu ke dalam bagasi lalu menutupnya.Bug!Ia kemudian berkata setengah berteriak kepada teman-temannya. "Ayo siap-siap, kita berangkat sekarang!"Dan itu dibalas anggukan oleh mereka. "Oke, Kak!" seru Siti dan Raka bers
Terakhir Diperbarui: 2026-09-14
Chapter: Bab 49Di dalam bak sebuah truk yang melaju kencang, sekelompok mahasiswa duduk berdesakan. Mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh kelompok Kapten Satria.Seorang pria berambut gondrong bernama Dimas mengeluh dengan kesal. "Sialan! Mereka seenaknya aja nyuruh kita kerja!"Seorang wanita berambut panjang bernama Sarah menimpali. "Cukup. Kita udah bergantung hidup sama mereka. Wajar kalau mereka nyuruh kita kerja."Dimas mendecak. "Apa kalian rela diperlakukan kayak gini? Kita ini mahasiswa dari universitas ternama!"Seorang pria berkaos coklat yang duduk di sampingnya menghela napas. "Kau nggak perlu ngungkit itu. Aku bahkan udah dapet tawaran kerja di perusahaan. Masa depanku harusnya cerah. Tapi sekarang..."Ucapannya terpotong saat ia melihat area sekitar yang hancur. Ia hanya bisa menghela napas.Dimas menimpali lagi. "Seharusnya sekarang aku udah lanjut S2 di luar negeri. Visaku bahkan udah siap."Seorang wanita berambut hitam yang diikat ekor kuda bernama Nia
Terakhir Diperbarui: 2026-09-13

Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat
Dia dihancurkan, diracun, dan dikhianati oleh orang terdekatnya. Tapi takdir berkata lain—dua roh kuno dari surga dan neraka memilihnya sebagai pewaris tunggal.
Xiao Fan, jenius nomor satu Kekaisaran Tianyu telah kehilangan segalanya dalam semalam. Dantiannya hancur akibat racun dari sepupunya sendiri. Tunangannya, Lin Yue, membatalkan pertunangan mereka. Dan ayahnya, sang patriark, dipaksa berlutut dalam kehinaan.
Dalam keputus asaan, Xiao Fan berlari tanpa tujuan dan berakhir menemukan rahasia yang akan mengubah segalanya: Ternyata dunia ini adalah kandang buatan Dewa Bermata Tiga, dan ia adalah eksperimen gagal dari perang kuno antara Dewa dan Iblis.
Dua roh tertinggi—Malaikat Bersayap Enam dan Asura Bertanduk Enam—menyatu ke dalam tubuhnya. Mereka memberinya Dantian Ganda: Emas untuk Dewa, Ungu untuk Iblis. Dan Mata Yin-Yang yang mampu melihat kebenaran dan kelemahan jiwa.
Dengan kedua warisan dari dua makhluk legendaris itu, Xiao Fan membantai musuh-musuhnya satu per satu, dan membuktikan bahwa seorang "sampah" bisa menjadi Kaisar Dewa Iblis sejati.
Namun saat ia hampir mencapai puncak, gadis yang ia cintai, Xuan'er, dijemput paksa ke Alam Surgawi untuk dikorbankan demi ambisi Dewa Bermata Tiga.
Xiao Fan hanya berbisik pada langit:
"Jika kau berani menyentuh sehelai rambutnya saja... akan kuhancurkan alam semesta ini."
Baca
Chapter: Bab 181Saat mendengar penjelasan Bai Mei bahwa Hutan Seribu Daun diracuni oleh racun yang sama dengan Racun Pelahap Jiwa, Xiao Fan langsung teringat pada catatan-catatan yang ia temukan di markas Sekte Seribu Racun di Desa Racun. Tentang formula racun yang membunuh jiwa tanpa merusak tubuh dan termasuk klien misterius yang membayar dengan batu roh surgawi. Dan juga tentang pesanan khusus dari Kultus Mata Tiga yang tidak pernah dijelaskan tujuannya.Semuanya mulai tersambung dalam pikirannya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk gambar yang mengerikan."Sekte Seribu Racun hanyalah alat kecil," kata Xiao Fan pelan, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada yang lain. "Kultus Mata Tiga menggunakan mereka untuk menyebarkan racun ke seluruh dunia fana. Dan salah satu target utama mereka adalah Hutan Seribu Daun."Tetua Bai Mei mengangguk. "Karena dengan meracuni Pohon Leluhur, mereka bisa memadamkan Api Kehidupan Hijau secara perlahan. Memastikan bahwa tidak ada manusia fan
Terakhir Diperbarui: 2026-09-05
Chapter: Bab 180Xiao Fan tidak membuang waktu untuk merayakan kemenangan perang. Ia membawa Xuan'er kembali ke ibukota dengan kecepatan penuh menggunakan kereta terbang yang ditarik oleh Lei dalam wujud Qilin-nya yang besar. Sepanjang perjalanan, Xuan'er terbaring lemah di dalam kereta. Racun Pelahap Jiwa terus menyebar perlahan namun pasti, bergerak mendekati jiwanya sedikit demi sedikit. Batu roh surgawi yang menahannya mulai memudar cahayanya."Kakak Xiao Fan..." bisik Xuan'er, suaranya nyaris tak terdengar. "Kalau aku... kalau aku tidak selamat... tolong jangan salahkan dirimu...""Jangan bicara seperti itu." Xiao Fan menggenggam tangannya yang dingin. "Kau akan selamat. Aku akan memastikannya. Aku tidak akan membiarkanmu pergi.""Kau selalu... terlalu keras kepala...""Dan kau selalu suka memarahiku karena itu." Xiao Fan menatapnya. "Jadi bertahanlah. Kau masih harus memarahiku banyak hal setelah ini."Xuan'er tersenyum lemah. "Berjanji... jangan lakukan sesuatu yang bodoh..."
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
Chapter: Bab 179Xiao Fan meletakkan telapak tangannya yang menyala Api Suci Nirwana di atas luka di bahu Xuan'er. Api emas itu merembes masuk ke dalam tubuh gadis itu, mencari racun hitam yang sedang menyebar. Tapi begitu api suci menyentuh racun itu, reaksi yang terjadi sungguh di luar dugaan."AAAAARGH!" Xuan'er menjerit. Tubuhnya menegang seperti tersengat petir. Matanya membelalak lebar, dan darah hitam mulai mengalir lebih deras dari lukanya."Xuan'er!" Xiao Fan menarik tangannya dengan panik. "Apa yang terjadi?!"Racun Pelahap Jiwa tidak seperti racun-racun lain yang pernah ia hadapi. Racun ini bereaksi terhadap api. Bukannya lenyap atau dimurnikan, racun itu malah bergerak lebih dalam ke arah jiwa Xuan'er."Jangan... jangan gunakan api suci..." desah Xuan'er disela napasnya ya g tersengal. "Racun ini... dia memakan energi... dia menjadi lebih kuat setiap kali kau mencobanya..."Xiao Fan mengepalkan tangannya. "Kalau Api Suci tidak berhasil, maka..." Ia menyalakan Api Kegelapan
Terakhir Diperbarui: 2026-08-24
Chapter: Bab 178Tepat saat Kaisar Xiyuan terjatuh dan kontrak gelapnya melemahkannya, langit di atas lembah berubah. Tekanan berwarna keemasan yang berputar seperti matahari begitu kuat hingga semua orang yang hadir langsung merasakan kehadiran seorang kultivator yang berada di puncak dunia fana.Kaisar Tianyu turun dari langit. Jubah emasnya berkibar-kibar diterpa angin. Di sekelilingnya, aura Setengah Langkah Dao Transformation yang murni memancar dengan kekuatan yang membuat tanah di bawahnya retak dan udara di sekitarnya bergetar. Semua prajurit langsung jatuh berlutut, tidak mampu menahan tekanan itu. Bahkan Wei Zheng menundukkan kepalanya dalam-dalam."Yang Mulia..." bisiknya.Kaisar Tianyu mendarat di hadapan Kaisar Xiyuan. Ekspresinya lebih dingin dari es, lebih tajam dari pedang. Ia menatap kaisar itu yang sedang berlutut dan merintih, dengan mata yang menunjukkan campuran antara kekecewaan dan kemarahan yang tertahan."Kaisar Xiyuan," suaranya menggema di seluruh lembah. "Kau t
Terakhir Diperbarui: 2026-08-22
Chapter: Bab 177Xuan'er jatuh berlutut. Darah hitam mengalir dari bahunya. Tapi Xiao Fan tidak bisa langsung menolongnya, terlalu banyak musuh di sekelilingnya. Ia menghantam pembunuh yang mencoba menusuknya dari samping, lalu melesat ke arah Xuan'er sambil berteriak pada Lei."LEI! JAGA XUAN'ER!""TAPI TUAN! MUSUH MASIH—""SEKARANG!"Lei mendarat di samping Xuan'er, tubuhnya membesar hingga seukuran kuda. Petir menyambar-nyambar di sekelilingnya, menciptakan dinding listrik yang membuat para pembunuh tidak bisa mendekat. "Nona Xuan'er! Bertahanlah! Aku akan melindungimu! Jangan mati di sini!"Xuan'er tersenyum lemah. "Lei... kau benar-benar... tidak pernah berubah..."---Kaisar Xiyuan menyaksikan penyergapannya mulai gagal. Para pembunuh Kultus yang ia kirim jatuh satu per satu. Wei Zheng menebas mereka seperti ilalang. Xiao Fan membakar dan melahap mereka dengan dua apinya. Dan Lei menggagalkan setiap serangan dari atas."MATI KALIAN!" teriak Kaisar Xiyuan, berdiri dari kur
Terakhir Diperbarui: 2026-08-21
Chapter: Bab 176Di tengah perundingan, Xiao Fan terus mengamati Kaisar Xiyuan dengan Mata Yin-Yang-nya. Perdana Menteri Zhao sedang membacakan syarat-syarat damai dengan suara monoton, tapi Xiao Fan tidak mendengarkannya. Perhatiannya sepenuhnya tertuju pada aura Kaisar Xiyuan yang semakin lama semakin jelas terlihat tidak stabil.Di permukaan, aura Kaisar Xiyuan tampak seperti aura kultivator Spirit Severing Puncak—kuat, mengintimidasi, dan penuh wibawa. Tapi di bawahnya, ada lapisan energi gelap yang berdenyut seperti jantung makhluk hidup.'Dia seharusnya berada di Setengah Langkah Dao Transformation,' pikir Xiao Fan. 'Setara dengan Kaisar Tianyu. Tapi kekuatannya sekarang hanya sekitar Spirit Severing Puncak. Sebagian besar energinya terkuras oleh sesuatu....'Matanya bergerak ke leher Kaisar Xiyuan. Di balik kerah jubahnya yang tinggi, tersembunyi sebuah tato hitam. Tato itu berbentuk mata dengan tiga pupil. Sama seperti simbol Kultus Mata Tiga.'Kontrak gelap,' Xiao Fan menyimpulka
Terakhir Diperbarui: 2026-08-21