author-banner
_PenaKaisar
_PenaKaisar
Author

Novels by _PenaKaisar

Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

Bangkitnya Warisan Dewa Iblis Terkuat

Dia dihancurkan, diracun, dan dikhianati oleh orang terdekatnya. Tapi takdir berkata lain—dua roh kuno dari surga dan neraka memilihnya sebagai pewaris tunggal. Xiao Fan, jenius nomor satu Kekaisaran Tianyu telah kehilangan segalanya dalam semalam. Dantiannya hancur akibat racun dari sepupunya sendiri. Tunangannya, Lin Yue, membatalkan pertunangan mereka. Dan ayahnya, sang patriark, dipaksa berlutut dalam kehinaan. Dalam keputus asaan, Xiao Fan berlari tanpa tujuan dan berakhir menemukan rahasia yang akan mengubah segalanya: Ternyata dunia ini adalah kandang buatan Dewa Bermata Tiga, dan ia adalah eksperimen gagal dari perang kuno antara Dewa dan Iblis. Dua roh tertinggi—Malaikat Bersayap Enam dan Asura Bertanduk Enam—menyatu ke dalam tubuhnya. Mereka memberinya Dantian Ganda: Emas untuk Dewa, Ungu untuk Iblis. Dan Mata Yin-Yang yang mampu melihat kebenaran dan kelemahan jiwa. Dengan kedua warisan dari dua makhluk legendaris itu, Xiao Fan membantai musuh-musuhnya satu per satu, dan membuktikan bahwa seorang "sampah" bisa menjadi Kaisar Dewa Iblis sejati. Namun saat ia hampir mencapai puncak, gadis yang ia cintai, Xuan'er, dijemput paksa ke Alam Surgawi untuk dikorbankan demi ambisi Dewa Bermata Tiga. Xiao Fan hanya berbisik pada langit: "Jika kau berani menyentuh sehelai rambutnya saja... akan kuhancurkan alam semesta ini."
Read
Chapter: Bab 151
‎Mo Qian berdiri di tengah kepungan Jenderal Wei Zheng, Xiao Fan dan Lei.‎‎"Mo Qian." Suara Wei Zheng menggema di seluruh halaman. "Permainanmu sudah berakhir."‎‎Mo Qian menggertakkan giginya. "Kau pikir kau sudah menang, Wei Zheng?! Aku masih punya—"‎‎Tapi Wei Zheng tidak memberinya kesempatan untuk menyelesaikan kalimatnya. Ia melepaskan aura penuhnya. Dan apa yang terjadi selanjutnya membuat semua orang di halaman itu bahkan Xiao Fan pun terpaku.‎‎Tekanan Qi yang keluar dari tubuh Wei Zheng bukanlah tekanan kultivator Nascent Soul Puncak seperti milik Mo Qian. Ini adalah sesuatu yang lebih tinggi. Tekanan ini adalah sesuatu yang berada di ambang batas antara Nascent Soul dan Spirit Severing. Tanah di bawahnya retak dalam radius puluhan meter. Bangunan-bangunan di sekitarnya bergetar. Para prajurit Klan Mo yang masih berdiri langsung jatuh berlutut, mereka tidak mampu menahan tekanan yang luar biasa dahsyat itu.‎‎Mo Qian membelalakkan matanya. "Ti-tidak mungkin! Kau... ka
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Bab 150
Mo Qian mengangkat tangannya ketika pancaran energi berkumpul di telapak tangannya, energi itu membentuk bola energi merah tua yang berputar-putar dengan suara mendengung. Bola itu semakin membesar, semakin terang, dan tekanan yang dipancarkannya membuat tanah di sekitarnya retak.‎"Aku akan menghabisimu dengan satu serangan, Jenderal Muda. Anggap saja ini hadiah perpisahan dariku."‎‎Xiao Fan mengepalkan kedua tangannya ketika Api Suci Nirwana dan Api Kegelapan Nether menyala bersamaan dan siap untuk bertarung sampai titik darah penghabisan. Ia tahu ia mungkin tidak akan menang. Tapi ia tidak akan pernah menyerah‎‎Tapi tepat saat Mo Qian hendak melepaskan serangannya—‎‎WOOOOOM!‎‎Langit di atas markas tiba-tiba berubah gelap ketika tekanan Qi yang sangat besar turun dari atas. Tekanan berwarna biru tua yang berputar seperti pusaran samudra itu begitu kuat hingga semua orang di halaman itu berhenti bergerak. Para prajurit Klan Mo mendongak, seketika wajah mereka pucat. Bahkan Mo
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Bab 149
Xuan'er mundur perlahan dengan bola kristal yang masih menyala ketika menciptakan ilusi-ilusi kecil untuk mengalihkan perhatian. Mo Qian terus melangkah mendekat ketika senyumnya semakin lebar. Tapi sebelum ia bisa mencapai Xuan'er, sebuah teriakan dari tengah halaman membuatnya berhenti.‎‎"MO QIAN! AKU BELUM SELESAI DENGANMU!"‎‎Itu suara Xiao Fan. Mo Qian menoleh, dan senyumnya sedikit memudar.‎‎Di tengah halaman, Xiao Fan masih berdiri. Darah mengalir dari pelipisnya. Jubahnya robek di puluhan tempat. Tapi matanya tetap memancarkan cahaya emas dan ungu dengan api yang belum padam.‎‎Tapi bahkan Xiao Fan tidak bisa melawan seratus orang sendirian. Satu per satu, musuh terus berdatangan. Lei di atas mulai melambat. Dan ketika seorang kultivator Inti Emas Puncak Klan Mo melompat ke udara dan menghantam tubuh Lei dengan palu raksasa berlapis energi, Lei terjatuh.‎‎"AAAAARGH!" Lei menabrak atap salah satu bangunan dan terguling ke tanah. Bulunya hangus di beberapa bagian, dan da
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Bab 148
Xiao Fan mengepalkan tangannya ketika api di kedua tangannya membara lebih besar. Ia menatap Mo Qian, lalu menatap Wei Lian yang tergeletak tak sadarkan diri di kaki musuhnya. Ia tidak bisa menyerahkan dokumen-dokumen itu karena dokumen itu adalah satu-satunya harapan untuk menjatuhkan Mo Qian. Tapi ia juga tidak bisa membiarkan Wei Lian mati. Wei Zheng sudah mempercayakan putrinya padanya. Dan ia tidak akan mengkhianati kepercayaan itu.‎"Lei," katanya, suaranya rendah tapi penuh otoritas. "Kita akan menahan mereka di sini tak peduli berapa pun jumlahnya hingga bala bantuan datang. Atau sampai kita menemukan cara untuk menyelamatkan Wei Lian."‎‎Lei yang masih dalam wujud kudanya yang besar menyeringai lebar. "Akhirnya! Perintah yang kutunggu-tunggu! Aku sudah bosan bertarung melawan beberapa orang saja! Saatnya untuk pertempuran sesungguhnya!" Surainya berkilat dengan petir biru. "Tuan, aku akan terbang dan menyerang dari atas. Kau tetap di bawah saja. Lalu kita akan membuat mereka
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Bab 147
‎Malam harinya. ‎Di dalam markas Klan Wei, para prajurit sedang beristirahat setelah seharian berjaga. Xiao Fan duduk di ruang utama untuk memeriksa peta pertahanan yang ditinggalkan Wei Zheng. Xuan'er di sisi lain sedang menyeduh teh di sudut ruangan. Lei tidur di atas tumpukan tas, dengkuran kecilnya memenuhi ruangan. Dan Wei Lian berdiri di dekat jendela sembari menatap bulan dengan ekspresi yang sulit diartikan.‎‎"Kau tidak tidur?" tanya Xiao Fan tanpa menoleh dari petanya.‎‎"Aku tidak bisa tidur," jawab Wei Lian singkat.‎‎"Kenapa begitu?"‎‎"Aku tidak tenang, firasatku mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi." Wei Lian menoleh ketika matanya yang dingin menatap Xiao Fan.‎‎Xiao Fan meletakkan petanya. Ia mengaktifkan Mata Yin-Yang-nya dan menatap ke luar jendela. Dan ia segera melihat puluhan aura bergerak di kejauhan dan mendekat dengan cepat. Bukan hanya kultivator Klan Mo, tapi ia bisa melihat aura ungu beracun di antara mereka yang tak lain adalah anggota K
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Bab 146
Fajar menyingsing di ufuk timur ketika Wei Zheng akhirnya berangkat. Ia menunggangi seekor kuda perang hitam raksasa dengan bulu mengkilap dan mata yang menyala merah, dan di punggungnya pedang besarnya itu tersarung. Di belakangnya, sepuluh pengawal elit Klan Wei mengikuti dengan formasi rapat. Mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik, dipilih langsung oleh Wei Zheng sendiri untuk mengawalnya kembali ke ibukota.‎‎"Jangan sampai kau lengah sedikit pun," kata Wei Zheng pada Xiao Fan yang berdiri di gerbang markas. "Mo Qian pasti sudah tahu tentang kepergian ku ini. Dan aku yakin, dia akan mencoba sesuatu yang tidak menyenangkan."‎‎"Aku memang sudah menduganya." Xiao Fan menatap Wei Zheng. "Pergilah Jenderal. Semakin cepat Anda kembali, maka semakin baik."‎‎Wei Zheng mengangguk. Kemudian ia menoleh pada Wei Lian yang berdiri di samping Xiao Fan. Wajah putrinya itu tetap tanpa ekspresi, tapi Wei Zheng tahu ada sebuah kekhawatiran di balik ketenangan itu. "Lian'er. Jaga dirimu b
Last Updated: 2026-07-25
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status