Beranda / Young Adult / Bara di Hati Mikha / 89. Urus Syarat Nikah

Share

89. Urus Syarat Nikah

Penulis: Kristiana0909
last update Tanggal publikasi: 2026-08-11 09:05:38

Bara Nareswara POV

Sudah empat hari aku menghabiskan waktu di rumah. Siapa sangka jika aku akan bisa kuat untuk tidak menyentuh minuman beralkohol bahkan tidak pergi ke club malam hanya sekedar untuk mencari kesenangan sesaat. Sungguh, aku rasanya bahkan tidak percaya jika aku bisa sekuat ini menahan godaannya. Sebagai pengalihannya, aku dan Mikha s

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bara di Hati Mikha   140. Kelahiran Langit yang jauh dari ekspektasi

    Bara Nareswara POVSejak pulang ke rumah hingga sore ini, aku sama sekali tidak bisa berleha-leha. Mulai dari membantu Mikha melakukan induksi, hingga kini menunggunya di rumah sakit. Terpaksa kali ini aku memberitahukan jika Mikha sudah hampir melahirkan karena bukaannya sudah sembilan. Satu bukaan lagi dan lengkap. Karena itu aku memberitahu keluarga dan tentunya kedua teman Mikha. Daripada aku diam saja, yang ada nanti justru akan menjadi masalah.Aku tidak keberatan untuk mencucikan celana dalam Mikha yang terkena lendir bercampur darah miliknya. Bagiku tidak ada rasa jijik toh bagaimanapun juga, ini semua adalah tugasku. Kalo bukan aku mau siapa lagi?"Bar, kamu makan dulu sana di bawah."

  • Bara di Hati Mikha   139. Nikmatnya kontraksi

    Mikhaila Ameera Violetta POVHari kedua Bara ada di rumah dan kami hampir tidak pernah keluar dari kamar, terutama aku. Ya, tentu saja aku tidak keluar dari kamar karena Bara yang memilih untuk mengambilkan makan dan minum ke dapur. Meksipun aku sebenarnya ingin turun tapi untuk berjalan saja rasanya sudah sakit. Seperti ada yang mengganjal di daerah intiku. Semakin menjadi-jadi semua rasa sakit dan tidak nyaman ini sejak Bara tidak henti-hentinya menggempur diriku sejak kemarin dengan alasan sedang berupaya membantu Langit membuka jalan lahirnya. Apesnya Bara bahkan tidak berhenti memainkan kedua puncak gunung kembarku hingga menghisapnya. Alasannya pun tak kalah membuat geleng-geleng kepala. Dari alasan agar kelak ketika Langit lahir, put**g milikku sudah muncul dan tentunya untuk membantu merangsang terjadinya kontraksi.

  • Bara di Hati Mikha   138. Protein Urine positif satu

    Bara Nareswara POVSetiap hari aku selalu berdoa agar Mikha jangan sampai melahirkan sebelum aku pulang ke rumah. Tentu saja aku tidak akan melewatkan kesempatan untuk menemaninya dalam melewati masa-masa persalinan. Terlebih kami membuat adonan Langit bersama, jadi tidak mungkin aku tidak ikut ambil bagian dalam proses Mikha melahirkan.Sepertinya Tuhan mendengar semua doa-doaku karena siang ini ketika aku sampai di rumah kembali, aku menemukan Mikha yang sedang melakukan Yoga di tempat gym pribadiku. Aku memilih menunggu dirinya sampai selesai di dekat pintu. Satu setengah bulan tidak berjumpa dengannya nyatanya membuatku cukup tersiksa. Tidak peduli hampir setiap hari kami melakukan video call terlebih di kala malam hari sebelum kami beristirahat malam, tapi bertatap muka

  • Bara di Hati Mikha   137. Surat Gugatan Perceraian

    Mikhaila Ameera Violetta POVKandunganku sudah memasuki usia 37 minggu. Ini sama saja dengan Langit sudah bisa keluar kapan saja ia mau. Bahkan dokter Hans memintaku mulai melakukan induksi alami dengan Bara. Dokter Hans mengatakan jika kami sudah boleh berhubungan dengan cara Bara menebarkan benihnya di dalam rahimku. Katanya sih ini lebih enak daripada disuntik induksi buatan nanti ketika aku melahirkan. Lagipula sebentar lagi Bara akan puasa lama. Setidaknya 40 hari sejak aku melahirkan Langit.Andai saja Bara tidak sedang berada di luar kota sejak satu bulan yang lalu, mungkin saja aku akan santai menghadapi semua ini. Aku akan dengan senang hati menerima invasinya pada diriku dengan rudalnya.Aku menghela napas panjang karena menyada

  • Bara di Hati Mikha   136. Berpisah dengan Mikha

    Bara Nareswara POV"Bar, buruan lo berangkat. Tiga jam lagi pesawatnya take off.""Iya, kagak usah berisik lo. Bentar lagi gue berangkat."Setelah mengatakan itu kepada Kafka, aku segera menutup teleponku. Andai saja sejak tadi Mikha tidak memilih duduk di dekat jendela sambil berusaha menyembunyikan rasa ikhlasnya, mungkin aku sudah berangkat ke bandara sejak tadi. Tapi rasanya aku tidak tega meninggalkan dirinya seperti ini. Yang ada aku akan kepikiran sepanjang jalan.Kini aku memilih melangkahkan kakiku ke arahnya. Saat sampai di belakang tubuh Mikha, aku memeluknya dari arah belakang dengan kedua tanganku. Aku taruh daguku di atas pundaknya.

  • Bara di Hati Mikha   135. Akhirnya kita ngemall bareng

    Mikhaila Ameera Violetta POVSebagai menantu yang baik, aku memilih untuk memakai konsep yang dipilih Mama Belinda di acara baby shower hari ini. Semua aku lakukan karena aku menghargai usahanya untuk membuat pesta ini. Tentu saja pesta ini lebih banyak dihadiri teman-teman sosialita Mama mertuaku itu daripada teman-temanku. Aku bahkan hanya mengundang dua orang temanku saja, Maureen dan Kania.Saking aku tidak terlalu kenal dengan teman-teman Mama Belinda, aku akhirnya duduk di kursi yang ada di pojokan bersama dua sahabatku. Mama membiarkan aku duduk bersama mereka karena sudah hampir satu jam aku menyalami teman-temannya yang mulai berdatangan ke rumah ini."Gila sih, ini acara bahkan bisa lebih gede daripada mitoni kemarin,"

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status