Share

Bab 5

Penulis: Sansan
Melihat kehadiranku, putraku berseru gembira, "Mama!"

Dia berusaha melepaskan diri dari kekangan Yulia, tetapi wanita itu memegangnya dengan sangat kuat.

"Lepaskan aku! Aku mau ke tempat Mama! Dasar perempuan jahat!"

Di depan banyak orang, Yulia menolak melepaskannya. Tangan yang tadi menarik Daniel tiba-tiba berubah arah. Begitu aku menyadari apa yang ingin dia lakukan, putraku sudah menangis keras.

"Mama, tolong! Dia mencubit tanganku! Sakit!"

Aku melayangkan tatapan tajam. Yulia sontak tersadar telah lepas kendali dan melonggarkan cengkeramannya. Putraku pun segera berlari ke arahku.

Aku mengambil tisu dan menyeka air mata di sudut matanya dengan lembut. Hatiku diliputi rasa bersalah.

Jika saja aku menyadari ada yang tidak beres lebih awal, Daniel tidak akan menderita sebanyak ini.

Wajah Yulia sangat pucat. Di hadapan tatapanku yang mengintimidasi, dia tak mampu mengeluarkan sepatah kata bantahan pun.

Aku berdiri tegak dengan ekspresi serius.

"Aku bicara padamu, Axel! Apa kamu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 12

    Mungkin karena itulah, Yulia menghalalkan segala cara untuk mendekati Axel. Ada banyak jalan dalam hidup. Namun, jika memilih jalan pintas, dia harus siap menanggung konsekuensi pahitnya.Setelah Yulia, giliran Axel yang datang. Dia menghadangku di taman favorit putra kami, berusaha menggunakan "kasih sayang seorang ayah" yang sebenarnya tidak ada, untuk membuatku berubah pikiran."Serly, selama bertahun-tahun menikah, aku hanya melakukan satu kesalahan ini. Daniel masih kecil, dia nggak bisa hidup tanpa ayahnya. Demi anak kita, maafkan aku sekali ini saja!"Aku menatap pria yang terasa asing di depanku ini dengan perasaan getir. Dulu, demi anak, aku sudah memberinya kesempatan yang tak terhitung jumlahnya. Aku pun tersenyum pahit."Axel, bagiku ini sudah nggak ada artinya. Kalau salah, ya tetap saja salah, kenapa kamu berpikir aku akan memaafkanmu?" "Sebagai suami, kamu selingkuh. Sebagai Ayah, kamu membiarkan anakmu ditindas.""Apa hakmu minta maaf?"Mata Axel memerah, wajahnya

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 11

    [Tadi Yulia sengaja menggiring kita untuk menghujat orang ini. Astaga, aku tadi membelanya, ternyata aku cuma dimanfaatkan!] [Nona Serly jadi pengasuh? Astaga, kudengar saat Nona Serly masih SD saja, pengasuhnya ada seratus orang. Ngapain dia jadi pengasuh?]Dalam sekejap, reputasi influencer besar itu runtuh. Beberapa kisah pribadiku mulai terungkap. Kisah tentang wanita yang berani mencintai dan berani membenci pun diketahui publik. Berani melawan keluarga demi cinta, tetapi justru dikhianati dan difitnah oleh orang yang dicintainya.Teman-teman di daftar kontak Yulia mulai mengambil tangkapan layar dari momen-momen di media sosialnya dan mengunggahnya ke internet. Dia pun dijuluki netizen sebagai "Mbak Ratu". Dia memanen buah pahit dari perbuatannya sendiri. Perundungan di internet kini berbalik menyerang Yulia seperti banjir bandang.Sedangkan Axel, setelah tahu aku adalah putri Perusahaan Tirtana, dia segera menunjukkan kesetiaannya. "Serly, ternyata kamu diam-diam sudah b

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 10

    Ada orang yang memercayai kata-katanya, tapi tentu saja banyak juga yang tidak. Kegaduhan di luar menarik perhatian Axel, yang kemudian berjalan ke arah kami.Saat pertama kali melihatku, matanya menunjukkan binar kekaguman sesaat. Sebuah detail yang langsung ditangkap oleh Yulia. Wanita itu menggertakkan giginya, wajahnya terlihat sangat mengerikan karena sangat marah."Kak Axel, dia sengaja datang ke sini untuk merusak acara kenaikan jabatanmu!"Kekaguman di mata Axel lenyap seketika, digantikan oleh rasa jijik dan tidak sabar. "Serly, apa yang kamu lakukan di sini?"Harus kuakui, mereka memang pasangan serasi. Kalimat pertama yang mereka ucapkan padaku sama persis. "Ikut rapat," jawabku singkat.Mendengar itu, amarah Axel meledak. Dia melangkah maju dan melayangkan tamparan keras ke wajahku. Plak!"Apa belum cukup kamu menghancurkan Yulia? Sekarang kamu mau menghancurkanku juga?"Axel refleks menganggapku datang untuk membuat kekacauan. Kalimat "ikut rapat" tadi seolah menjad

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 9

    Bagi orang pintar, makna tersirat dari perintah itu sangat jelas. Siapa lagi yang bisa melakukan siaran langsung selain Yulia?Axel merasa sangat senang dalam hati. Ternyata Wakil Presiden yang baru ini sangat mengenal orang-orang di sekitarnya. Dia membatin, 'Sepertinya hadiah-hadiah itu nggak sia-sia. Posisi Direktur Pemasaran kali ini pasti jadi milikku!'Aku melihat ekspresi kegembiraan Axel melalui kamera pengawas, sudut bibirku sedikit terangkat. Sambil meminta sekretaris untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan, aku mengeluarkan ponsel dan mengiriminya pesan.[Axel, setelah beberapa hari ini, apa nggak ada yang mau kamu jelaskan?]Balasannya sangat tegas. [Jelaskan apa? Semuanya hanya kesalahpahaman, tapi kamu malah perhitungan. Serly, aku beri tahu kamu, kalau kau nggak meminta maaf kepada Yulia, aku nggak akan pernah memaafkanmu seumur hidup! Kalau bukan karena kamu yang lalai menjaga anak, Yulia nggak akan bersusah payah menjadi ibu untuk Daniel!]Tidak kusangka, pria

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 8

    "Bukannya seharusnya suami istri melewati suka dan duka bersama? Saat Pak Axel paling membutuhkannya, dia memilih pergi. Kenapa sekarang setelah Pak Axel sukses, dia ingin kembali?" "Nona Serly kemudian menggunakan identitas pengasuh untuk menempel secara nggak tahu malu. Karena kami nggak mau memberi pengaruh buruk pada anak, kami mengatakan kepada publik bahwa Nona Serly adalah pengasuh di rumah." "Lalu tentang Daniel ... aku sudah berusaha keras untuk menjadi ibu yang baik. Tapi aku tetap ditolak. Baru sekarang aku sadar betapa sulitnya menjadi ibu tiri. Sangat susah untuk masuk ke dalam hati seorang anak." "Hari itu, Nona Serly mengamuk di sekolah karena gagal merayu Pak Axel, yang akhirnya membuatku kehilangan pekerjaan. Tapi aku akan tetap menghadapi hidup dengan positif, karena pasanganku membutuhkanku."....Banyak sekali omong kosong yang dia katakan. Aku hanya bisa tertawa melihat isi videonya. Di saat yang sama, Axel juga mengunggah pernyataan di X.[Jalan di depan mema

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 7

    Wajah Yulia memerah karena marah, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tak lama kemudian, tubuhnya tampak limbung dan terhuyung mundur. Axel segera merangkulnya dan membentakku, "Apa kamu nggak tahu kalau Yulia punya penyakit jantung?""Lalu apa hubungannya denganku?" jawabku dingin.Axel mengangkat Yulia dengan gaya bridal style. Saat melewatiku, dia berbisik dengan gigi terkatup rapat, "Kalau sampai terjadi sesuatu pada Yulia, aku nggak akan melepaskanmu!" "Serly, kamu benar-benar membuatku kecewa!"Melihat punggung Axel yang pergi dengan tergesa-gesa, hatiku terasa sangat getir. Aku tidak menyangka akan mendengar kalimat ancaman keluar dari mulutnya.Kecewa? Axel, Axel. Sebenarnya aku sudah lama kecewa padamu. Hanya saja, kenangan selama bertahun-tahun ini membuatku masih menyimpan sedikit harapan.Aku harus berterima kasih pada Yulia, karena telah membantuku melihat wajah asli Axel dan menghancurkan imajinasi terakhirku. Kasih sayang yang dulu hanya milikku, kini telah be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status