Share

Bab 4

Author: Sansan
"Daniel, ayo panggil Mama."

Putraku menggelengkan kepala. Dia bersembunyi di balik punggung suamiku sambil berbisik pelan, "Dia bukan mamaku."

Di antara kerumunan wali murid, mulai terdengar suara keraguan.

"Bukannya mamanya Daniel itu Serly, ya? Sebelum sekolah dimulai aku pernah bertemu dengannya. Kok sekarang ...?"

"Ya, aku juga ingat begitu. Ini sebenarnya ada apa, sih?"

Wajah Yulia seketika pucat pasi. Dia menatap Axel dengan tatapan memohon bantuan.

Benar saja, hanya setelah ragu selama dua detik, Axel melangkah maju dengan tenang ke atas mimbar, berdeham pelan, lalu mulai berbicara.

"Hadirin sekalian, kalian sudah salah paham."

"Serly bukan ibu dari anakku. Dia hanya ...."

Dia berhenti sejenak, lalu menatap Yulia dengan tatapan yang sangat lembut.

"Dia hanya pengasuh yang kusewa untuk anakku. Ibu kandung Daniel yang sebenarnya adalah Nona Yulia."

Pengasuh?

Aku terpaku. Tatapanku mendingin seperti es.

Aku dan Axel sudah bersama sejak zaman kuliah.

Kami sudah melewati suka dan duka selama sepuluh tahun.

Saat bisnisnya bangkrut dan terlilit utang besar, aku rela bertengkar dengan ayahku demi dia.

Saat dia menderita penyakit lambung karena terlalu sering menjamu klien, aku bangun jam lima pagi setiap hari untuk memasakkan bubur khusus untuknya.

Saat dia bilang suka anak-anak, di atas meja operasi pun aku bahkan rela mengorbankan nyawaku demi menyelamatkan bayiku.

Sekarang, di depan putraku sendiri, di depan semua orang tua teman sekelasnya, dia bilang aku hanyalah seorang pengasuh.

Rasa dingin di hatiku berbalik arah, meledak menjadi api yang berkobar hebat.

Para wali murid di dalam kelas tampaknya mulai percaya.

Mereka bergumam seolah baru saja mendapat pencerahan.

"Oh, ternyata begitu. Kalau begitu Serly itu sudah keterlaluan. Cuma pengasuh saja berani-beraninya menyuruh anak itu memanggilnya Mama."

Bahkan ada yang mulai menasihati Yulia.

"Bu Yulia, sifatmu terlalu lembut, jadi harus lebih berhati-hati. Jangan biarkan pengasuh menginjak-injak harga dirimu. Kalau dia sampai memberi pengaruh buruk pada anak, itu masalah besar."

"Benar, pengasuh seperti itu memang sangat menjengkelkan."

Yulia tampak sangat kegirangan. Dia tersenyum lembut dan bersahaja.

"Ya, kalian benar sekali. Aku akan lebih berhati-hati."

Putraku membantah dengan mata memerah, "Salah! Kalian semua salah! Dia bukan mamaku! Mamaku namanya Serly!"

Seorang wali murid berdecak dan menatap putraku dengan hina.

"Lihat itu, benar-benar sudah dirusak pengaruhnya. Sampai-sampai tidak mau mengakui ibu kandungnya sendiri. Kalau sudah besar nanti pasti jadi anak tidak tahu budi. Bu Yulia, Anda dan Pak Axel harus mendidik anak ini dengan keras."

"Benar sekali. Putriku tidak pernah berani membantah seperti itu. Ini pasti karena Bu Yulia terlalu memanjakannya."

"Kalau menurutku, buka saja celananya sekarang lalu pukul dia sampai kapok. Kalau sudah dipukul, dia pasti akan jadi penurut."

"Ah, itu terlalu kasar. Bagaimana kalau dikurung saja di dalam lemari? Nanti kalau dia sudah mau memanggil Mama dengan benar, baru dikeluarkan."

Para wali murid itu saling menimpali, sibuk memberikan saran-saran kejam.

Yulia tidak bisa menyembunyikan binar kebahagiaan di matanya, tetapi dia tetap berpura-pura tidak tega dan menatap Axel dengan ragu.

"Axel, saran mereka ada benarnya juga. Bagaimana kalau ...."

"Tunggu dulu!"

Aku berdiri, melepas masker yang menyamarkan wajahku, lalu mengeluarkan ponsel yang sedari tadi merekam video.

Suaraku menggelegar di dalam ruangan.

"Axel, di depan semua orang ini aku tanya sekali lagi kepadamu. Kalau Yulia adalah ibunya Daniel, lalu aku ini siapa?"

Senyum di wajah Axel dan Yulia seketika membeku.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 12

    Mungkin karena itulah, Yulia menghalalkan segala cara untuk mendekati Axel. Ada banyak jalan dalam hidup. Namun, jika memilih jalan pintas, dia harus siap menanggung konsekuensi pahitnya.Setelah Yulia, giliran Axel yang datang. Dia menghadangku di taman favorit putra kami, berusaha menggunakan "kasih sayang seorang ayah" yang sebenarnya tidak ada, untuk membuatku berubah pikiran."Serly, selama bertahun-tahun menikah, aku hanya melakukan satu kesalahan ini. Daniel masih kecil, dia nggak bisa hidup tanpa ayahnya. Demi anak kita, maafkan aku sekali ini saja!"Aku menatap pria yang terasa asing di depanku ini dengan perasaan getir. Dulu, demi anak, aku sudah memberinya kesempatan yang tak terhitung jumlahnya. Aku pun tersenyum pahit."Axel, bagiku ini sudah nggak ada artinya. Kalau salah, ya tetap saja salah, kenapa kamu berpikir aku akan memaafkanmu?" "Sebagai suami, kamu selingkuh. Sebagai Ayah, kamu membiarkan anakmu ditindas.""Apa hakmu minta maaf?"Mata Axel memerah, wajahnya

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 11

    [Tadi Yulia sengaja menggiring kita untuk menghujat orang ini. Astaga, aku tadi membelanya, ternyata aku cuma dimanfaatkan!] [Nona Serly jadi pengasuh? Astaga, kudengar saat Nona Serly masih SD saja, pengasuhnya ada seratus orang. Ngapain dia jadi pengasuh?]Dalam sekejap, reputasi influencer besar itu runtuh. Beberapa kisah pribadiku mulai terungkap. Kisah tentang wanita yang berani mencintai dan berani membenci pun diketahui publik. Berani melawan keluarga demi cinta, tetapi justru dikhianati dan difitnah oleh orang yang dicintainya.Teman-teman di daftar kontak Yulia mulai mengambil tangkapan layar dari momen-momen di media sosialnya dan mengunggahnya ke internet. Dia pun dijuluki netizen sebagai "Mbak Ratu". Dia memanen buah pahit dari perbuatannya sendiri. Perundungan di internet kini berbalik menyerang Yulia seperti banjir bandang.Sedangkan Axel, setelah tahu aku adalah putri Perusahaan Tirtana, dia segera menunjukkan kesetiaannya. "Serly, ternyata kamu diam-diam sudah b

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 10

    Ada orang yang memercayai kata-katanya, tapi tentu saja banyak juga yang tidak. Kegaduhan di luar menarik perhatian Axel, yang kemudian berjalan ke arah kami.Saat pertama kali melihatku, matanya menunjukkan binar kekaguman sesaat. Sebuah detail yang langsung ditangkap oleh Yulia. Wanita itu menggertakkan giginya, wajahnya terlihat sangat mengerikan karena sangat marah."Kak Axel, dia sengaja datang ke sini untuk merusak acara kenaikan jabatanmu!"Kekaguman di mata Axel lenyap seketika, digantikan oleh rasa jijik dan tidak sabar. "Serly, apa yang kamu lakukan di sini?"Harus kuakui, mereka memang pasangan serasi. Kalimat pertama yang mereka ucapkan padaku sama persis. "Ikut rapat," jawabku singkat.Mendengar itu, amarah Axel meledak. Dia melangkah maju dan melayangkan tamparan keras ke wajahku. Plak!"Apa belum cukup kamu menghancurkan Yulia? Sekarang kamu mau menghancurkanku juga?"Axel refleks menganggapku datang untuk membuat kekacauan. Kalimat "ikut rapat" tadi seolah menjad

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 9

    Bagi orang pintar, makna tersirat dari perintah itu sangat jelas. Siapa lagi yang bisa melakukan siaran langsung selain Yulia?Axel merasa sangat senang dalam hati. Ternyata Wakil Presiden yang baru ini sangat mengenal orang-orang di sekitarnya. Dia membatin, 'Sepertinya hadiah-hadiah itu nggak sia-sia. Posisi Direktur Pemasaran kali ini pasti jadi milikku!'Aku melihat ekspresi kegembiraan Axel melalui kamera pengawas, sudut bibirku sedikit terangkat. Sambil meminta sekretaris untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan, aku mengeluarkan ponsel dan mengiriminya pesan.[Axel, setelah beberapa hari ini, apa nggak ada yang mau kamu jelaskan?]Balasannya sangat tegas. [Jelaskan apa? Semuanya hanya kesalahpahaman, tapi kamu malah perhitungan. Serly, aku beri tahu kamu, kalau kau nggak meminta maaf kepada Yulia, aku nggak akan pernah memaafkanmu seumur hidup! Kalau bukan karena kamu yang lalai menjaga anak, Yulia nggak akan bersusah payah menjadi ibu untuk Daniel!]Tidak kusangka, pria

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 8

    "Bukannya seharusnya suami istri melewati suka dan duka bersama? Saat Pak Axel paling membutuhkannya, dia memilih pergi. Kenapa sekarang setelah Pak Axel sukses, dia ingin kembali?" "Nona Serly kemudian menggunakan identitas pengasuh untuk menempel secara nggak tahu malu. Karena kami nggak mau memberi pengaruh buruk pada anak, kami mengatakan kepada publik bahwa Nona Serly adalah pengasuh di rumah." "Lalu tentang Daniel ... aku sudah berusaha keras untuk menjadi ibu yang baik. Tapi aku tetap ditolak. Baru sekarang aku sadar betapa sulitnya menjadi ibu tiri. Sangat susah untuk masuk ke dalam hati seorang anak." "Hari itu, Nona Serly mengamuk di sekolah karena gagal merayu Pak Axel, yang akhirnya membuatku kehilangan pekerjaan. Tapi aku akan tetap menghadapi hidup dengan positif, karena pasanganku membutuhkanku."....Banyak sekali omong kosong yang dia katakan. Aku hanya bisa tertawa melihat isi videonya. Di saat yang sama, Axel juga mengunggah pernyataan di X.[Jalan di depan mema

  • Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru   Bab 7

    Wajah Yulia memerah karena marah, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tak lama kemudian, tubuhnya tampak limbung dan terhuyung mundur. Axel segera merangkulnya dan membentakku, "Apa kamu nggak tahu kalau Yulia punya penyakit jantung?""Lalu apa hubungannya denganku?" jawabku dingin.Axel mengangkat Yulia dengan gaya bridal style. Saat melewatiku, dia berbisik dengan gigi terkatup rapat, "Kalau sampai terjadi sesuatu pada Yulia, aku nggak akan melepaskanmu!" "Serly, kamu benar-benar membuatku kecewa!"Melihat punggung Axel yang pergi dengan tergesa-gesa, hatiku terasa sangat getir. Aku tidak menyangka akan mendengar kalimat ancaman keluar dari mulutnya.Kecewa? Axel, Axel. Sebenarnya aku sudah lama kecewa padamu. Hanya saja, kenangan selama bertahun-tahun ini membuatku masih menyimpan sedikit harapan.Aku harus berterima kasih pada Yulia, karena telah membantuku melihat wajah asli Axel dan menghancurkan imajinasi terakhirku. Kasih sayang yang dulu hanya milikku, kini telah be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status