تسجيل الدخولSaat kabar kematian suami asuh itu datang, aku tidak menangis dan tidak buat keributan. Aku justru segera menarik kembali saham miliknya dan mengurus surat kematian. Aku melakukan semua itu karena aku telah terlahir kembali. Di kehidupan sebelumnya, ayah khawatirkan aku, putri keluarga terkaya akan menderita setelah menikah. Sehingga beliau memilihkan tiga orang suami asuh, lelaki yang sejak kecil dibesarkan untuk menjadi pendampingku. Dari ketiganya, aku memilih Kevin yang paling menonjol untuk jadi suamiku, tetapi baru tiga hari setelah pernikahan, dia tiba-tiba meninggal mendadak. Dalam kesedihan, atas bujukan dua orang lainnya, aku memadamkan niat untuk menikah lagi dan menjalani hidup sebagai janda hingga akhir hayat. Namun, pada usia 80 tahun, ketika aku kembali ke Provens, tempat kenangan cinta kami, aku justru melihat Kevin yang telah mati 60 tahun lalu. Dia hidup bersama pengasuhku yang dulu menghilang, dikelilingi anak dan cucu dan menikmati kehidupan yang begitu bahagia. Aku menyadari telah ditipu seumur hidupku. Amarah membuat pandanganku menggelap, lalu aku meninggal akibat pendarahan otak. Ketika kembali membuka mata, aku mendapati diriku telah kembali ke hari saat kabar kematiannya pertama kali datang. Aku ingin melihat sendiri bagaimana seorang mayat tanpa nama dan identitas bisa terus hidup.
عرض المزيدMelihat bahwa usahanya menunjukkan sikap baik kepada Satria sekaligus menjelekkan aku gagal, Liana akhirnya berhenti berpura-pura."Itu semua cuma kebetulan. Aku waktu itu kaget, jadi ngomong tanpa mikir.""Lagian Mira juga nggak kenapa-kenapa, 'kan? Kenapa kalian sampai blokir kartu Kevin? Jelas-jelas kalian sengaja. Kalian jahat banget!"Aku tersenyum tipis lalu ikut membuka pintu mobil."Kalau soal jahat, apa aku masih kalah sama kamu yang numpang jasa orang lain dan nutupinya belasan tahun?"Sambil berkata begitu, aku mengeluarkan setumpuk dokumen dan menghantamkannya tepat ke wajah Kevin.Kevin hanya melirik sekilas, tapi ekspresi penuh amarahnya langsung membeku. Detik berikutnya, tubuhnya mulai gemetar."Mira … ternyata kamu …."Liana buru-buru mendekat untuk melihat isi berkas itu. Dia langsung terpaku di tempat begitu matanya menangkap tulisan di dalamnya."Nggak … bukan begitu, Kevin. Yang nyelametin nenek waktu itu benar-benar aku."Sambil bicara, Liana mengguncang lengan Ke
Untungnya, Satria tidak kehilangan banyak darah. Dia hanya pingsan sesaat akibat benturan. Keributan itu pun segera dihentikan.Karena khawatir dengan keadaanku, Satria terus mengikuti tim medis dan menjagaku. Tanpa disadari olehnya, Kevin dan dua orang lainnya sudah menghilang tanpa jejak.Dia tidak tahu apa yang sebenarnya kupikirkan, sehingga tidak berani bertindak gegabah dan hanya menunggu sampai aku sadar.Setelah mencerna semua yang terjadi, aku kembali menanyakan kondisi Liana.Ternyata Liana sama sekali tidak apa-apa. Dia hanya mengalami sedikit lecet di lengan, sudah keluar dari rumah sakit, lalu pergi bersama Kevin dan yang lainnya.Aku menundukkan pandangan dan tertawa kecil.Kartu kredit milik mereka bertiga sudah lama kuhentikan. Semua hak istimewa mereka di Keluarga Andrian juga sudah kucabut.Terbiasa hidup serba mewah, mereka pasti tidak akan pergi begitu saja.Jika tebakanku tidak meleset, sekarang mereka pasti sedang bersembunyi di vila yang dulu kubelikan untuk mere
"Soal kejadian waktu itu, Liana ceritain semuanya ke aku dengan jelas. Dia tahu nenekku pakai baju apa hari itu, bahkan tahu persis berapa biaya rumah sakitnya. Kamu tahu kenapa dia bisa ingat sedetail itu? Karena 10 juta itu persis sama dengan biaya makan siangmu hari itu.""Kamu kebiasaan hidup di atas, ngeremehin orang miskin. Kamu maksa aku masuk ke Keluarga Andrian sebagai menantu yang jadi bahan tertawaan. Kamu nggak ngerti apa-apa!"Sambil berteriak, Kevin tiba-tiba menerjangku seperti orang gila dan menekanku ke ranjang."Mira, demi tetap tinggal di Keluarga Andrian, aku sudah ngorbanin semua harga diriku. Tapi, Liana itu batas terakhirku. Aku nggak bakal biarin dia kenapa-kenapa.""Hari ini, sekalipun langit runtuh, kamu tetap harus nyumbang kulit buat Liana!"Matanya dipenuhi kebencian saat ia menekan mulut dan hidungku sekuat tenaga, berniat mencekikku sampai pingsan.Aku menggigit telapak tangannya sekuat tenaga. Kevin meringis kesakitan dan terpaksa melepas, tapi seluruh t
Diliputi kesedihan, Satria pergi ke luar negeri. Begitu mendengar kabar Kevin meninggal, dia segera memindahkan perusahaannya kembali ke dalam negeri, tanpa ragu mulai mengejarku.Di bawah pengaruh Tama dan Rian yang terus mencuciku, hatiku seolah dipasangi beban kesetiaan. Seberapa keras pun Satria berusaha, aku tetap menolak untuk menikah lagi.Satria bertahan di sisiku tanpa status dan tanpa nama, memberikan dukungan penuh untuk karierku. Bisa dibilang, di kehidupan sebelumnya aku masih kokoh di puncak sebagai orang terkaya. Sebagian besar itu berkat jasanya.Sementara aku justru menganggapnya sebagai orang yang memanfaatkan keadaanku, bahkan tidak pernah meliriknya dengan sungguh-sungguh.Dadaku terasa perih. Saat menatap Satria, mataku dipenuhi rasa bersalah."Awalnya aku mau jemput kamu, nggak nyangka malah kamu yang datang nyari aku."Begitu kata-kata itu keluar, air mataku langsung jatuh tanpa bisa kutahan.Tatapan Satria jernih dan penuh kepedulian. Dia menghela napas pelan."












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.