Short
Pembalasan Untuk Suami Mati Palsu

Pembalasan Untuk Suami Mati Palsu

بواسطة:  Seaمكتمل
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8فصول
85وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Saat kabar kematian suami asuh itu datang, aku tidak menangis dan tidak buat keributan. Aku justru segera menarik kembali saham miliknya dan mengurus surat kematian. Aku melakukan semua itu karena aku telah terlahir kembali. Di kehidupan sebelumnya, ayah khawatirkan aku, putri keluarga terkaya akan menderita setelah menikah. Sehingga beliau memilihkan tiga orang suami asuh, lelaki yang sejak kecil dibesarkan untuk menjadi pendampingku. Dari ketiganya, aku memilih Kevin yang paling menonjol untuk jadi suamiku, tetapi baru tiga hari setelah pernikahan, dia tiba-tiba meninggal mendadak. Dalam kesedihan, atas bujukan dua orang lainnya, aku memadamkan niat untuk menikah lagi dan menjalani hidup sebagai janda hingga akhir hayat. Namun, pada usia 80 tahun, ketika aku kembali ke Provens, tempat kenangan cinta kami, aku justru melihat Kevin yang telah mati 60 tahun lalu. Dia hidup bersama pengasuhku yang dulu menghilang, dikelilingi anak dan cucu dan menikmati kehidupan yang begitu bahagia. Aku menyadari telah ditipu seumur hidupku. Amarah membuat pandanganku menggelap, lalu aku meninggal akibat pendarahan otak. Ketika kembali membuka mata, aku mendapati diriku telah kembali ke hari saat kabar kematiannya pertama kali datang. Aku ingin melihat sendiri bagaimana seorang mayat tanpa nama dan identitas bisa terus hidup.

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

"Mira, hidup Kevin memang singkat, tapi selama itu dia selalu ada di sampingmu. Bahkan waktu hujan deras pun dia tetap naik gunung buat survei lapangan demi kamu. Sekarang dia sudah nggak ada, kamu jangan sampai menikah lagi, Kevin pasti sedih."

"Oh ya, soal saham Kevin, lebih baik dialihkan ke kami berdua saja. Kami bakal nemenin kamu dan bareng-bareng jaga semua yang Kevin tinggalin."

Mendengar suara yang begitu kukenal, aku langsung duduk tegak di atas tempat tidur.

Aku benar-benar terlahir kembali ke hari ketika Kevin pura-pura mati dan bawa kekasihnya kabur jauh.

"Liana ke mana?"

Mendengar pertanyaanku, Tama dan Rian sama-sama tertegun.

"Kevin meninggal kamu sama sekali nggak peduli, yang kamu tanyain malah ke mana perginya seorang pembantu."

"Apa kami para suami asuh ini, benar-benar nggak berharga sama sekali di matamu!"

Aku nggak buru-buru saat melihat wajah mereka yang merah padam karena marah dan malu. Aku justru tersenyum tipis.

"Kalau Kevin sudah mati, tarik kembali semua saham yang sebelumnya dialihkan ke dia."

"Rika, ikut aku ke kantor catatan sipil. Cabut identitasnya, lalu urus surat kematian."

Rika, asistenku langsung berlari mengikutiku, sementara Tama dan Rian terpaku membeku di tempat.

"Mira, Kevin baru meninggal. Kok kamu bisa setega itu tarik kembali semua miliknya. Bukannya seharusnya dibagi ke kami?"

Menatap mata mereka yang memerah, langkah kakiku sama sekali tidak berhenti.

Di kehidupan sebelumnya, saat mendengar kabar kematian Kevin, aku menangis sampai pingsan dan memutuskan untuk hidup menjanda seumur hidup.

Sementara saham milik Kevin, atas berbagai isyarat, justru dialihkan kepada Tama dan Rian.

Ketika aku melihat Kevin bersama pembantu bernama Liana dan keluarganya di Provens, aku langsung merasa ada yang tidak beres.

Setelah menyuruh orang-orangku memeriksa pembukuan secara mendesak, barulah aku tahu dua suami asuh itu manfaatkan saham yang kualihkan kepada mereka untuk memberi Kevin biaya hidup 10 miliar setiap bulan, agar dia bisa membawa pembantunya hidup santai di luar negeri.

Di kehidupan sebelumnya aku hanya bekerja keras untuk orang lain, maka di kehidupan ini, kabar kematian itu justru datang tepat seperti yang kuharapkan.

Mobil baru saja tiba di kantor catatan sipil ketika kabar dari perusahaan masuk. 30% saham atas nama Kevin telah sepenuhnya ditarik kembali dan menjadi milikku.

Aku mengangguk puas lalu menyerahkan berkas-berkas itu ke tangan petugas.

"Ini semua dokumen mendiang suami saya, Kevin. Tolong bantu saya hapus data kependudukannya."

Petugas itu menatap foto Kevin dengan sorot mata penuh penyesalan.

"Masih muda, lulusan kampus ternama, dan menantu Keluarga Andrian. Sayang banget, ya."

Setelah itu, petugas tersebut langsung memasukkan data dengan cekatan dan mengeluarkan stempel resmi, bersiap untuk mencap.

Tepat di saat krusial itu, Tama dan Rian bergegas datang.

"Jangan dicap!"

Melihat keringat yang menetes di dahi mereka berdua, hatiku mendadak terasa perih.

Aku memang memilih Kevin sebagai suami, tetapi jika bicara soal perasaan dan perlakuan, aku tidak pernah sedikit pun memperlakukan mereka dengan buruk. Selain saham, apa pun yang Kevin miliki, mereka juga mendapatkannya.

Namun, sejak awal mereka justru bersekongkol menipuku selama 60 tahun penuh!

Saat mereka rutin mengirim uang kepada Kevin agar dia bisa merawat Liana dengan nyaman di luar negeri, aku justru terus menanamkan modal untuk mereka, berharap mereka bisa menjalani hidup yang layak.

Ketika mereka mengobati rindu lewat video dan foto, aku seorang perempuan terkaya, masih turun ke dapur dan memasak untuk mereka dengan tanganku sendiri.

Saat mereka berdalih pergi bahas urusan bisnis demi bisa berkumpul, aku diam-diam mengakuisisi perusahaan gim yang mereka sukai sebagai kejutan.

Aku menganggap mereka sebagai keluarga, sementara mereka memperlakukanku seperti orang bodoh.

Kini saatnya mereka melihat kenyataan. Tanpa nama besar Keluarga Lukas, mereka hanyalah anak-anak panti asuhan yang kupungut dan kubesarkan.

"Tama, Rian, kalau ngomong sama aku, pakai bahasa yang sopan."

Tama ternganga lebar, amarah jelas memenuhi sorot matanya.

"Kami anggap kamu orang paling dekat, jadi kenapa kamu ngomong dan nyuruh kami pakai nada kayak gini?"

Rian pun mengerutkan kening dalam-dalam.

"Mira, kamu kenapa hari ini? Apa karena Kevin meninggal, jadi kamu terlalu terpukul?"

Aku tersenyum dingin. Kelembutan yang biasa kuberikan pada mereka kutarik kembali, digantikan wibawa sebagai putri tunggal keluarga terkaya.

"Apa pun yang kulakukan, memangnya aku perlu jelasin ke kalian?"

Keduanya terdiam dengan wajah penuh keterkejutan. Kuku mereka menekan telapak tangan, sebelum akhirnya menundukkan kepala dengan patuh.

"Iya, Nona. Kami cuma kaget dengar kabar Kevin meninggal, jadi kebawa emosi …."

Aku tidak minat mendengar penjelasan lebih lanjut dan langsung mengangkat tangan untuk menghentikan mereka.

"Cap saja."
توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
8 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status