LOGIN“Nona, sudah bersiap?” tanya Bayu lalu segera ikut meraih tangan Stevia untuk membantunya berjalan.
“Ayo pegangan sama aku saja. Dokter bilang Nona sudah bisa benar-benar pulang sekarang?”“Iya, barusan dokternya masuk ke sini terus kamu masuk saat dia udah keluar,” jawab Stevia.“Urusan administrasi sudah selesai?” Bayu meraih kursi roda yang dibawa suster lalu mendudukkan Stevia dia tasnya.“Udah, semuanya sudah diurus jadi aku bisa keluar dari rumah sakNamun, sayangnya karena harus melarikan diri bersama seorang anak kecil membuat ibunya tidak bisa pergi lebih cepat hingga akhirnya ditangkap oleh anak buah mami Riska.Hukumannya sangatlah berat setelah mereka menemukan Sari (ibu Bayu). Kala itu mereka mengurung Sari di dalam sebuah gudang dan Sari diperkosa dan digilir oleh pria-pria bejat dan anak buah mami Riska dan para pelanggan yang membayar murah.Sejak itu Bayu jarang melihat ibunya selama berbulan-bulan hingga akhirnya Sari kembali pulang. Mami Riska membebaskannya setelah Sari menjadi gila dan ternyata dia juga sudah terkena penyakit kelamin.Itu sangat mengguncang hidup Bayu setelah ia perlahan jadi dewasa dan mengingat apa yang terjadi. Bukan berarti Bayu tidak marah atau menyimpan dendam terhadap Mami Riska. Namun, belum cukup saatnya untuk membalaskan itu ia hanya menunggu waktu dan memperkuat diri.Kembali mengingat itu membuat kedua tangan Bayu mengepal di kedua sisi. “
Melihat suapan terakhir itu Selvi tidak menolak, ia tetap melahapnya lagi hingga kedua pipinya terlihat besar karena dipenuhi oleh makanan.“Eumm … minhum!” Selvi mencoba meraih kembali gelas air.“Ini minum pelan-pelan.” Bayu membatu Selvi mengambilkan gelas dan langsung memberikannya ke mulut gadis itu. Mulut Selvi melepaskan gelas yang sudah kosong. “Ahh … kenyang banget. Aku rasa perutku benar-benar penuh.”Dengan mengusap perutnya Selvi kembali bersandar ke sisi sandaran ranjang. Berbeda dengan Bayu yang sedang meletakkan piring dan gelas ke atas nampan kecil yang dibawa Sri tadi.“Kalau gitu malam ini kamu sebaiknya tidur lebih awal. Aku tidak akan mengganggumu lagi untuk malam ini. Sekarang aku akan keluar untuk mengantarkan ini ke dapur, kalau begitu selamat malam, Selvi!” Sebelum keluar Bayu sempat mengusap pucuk kepala Selvi dengan lembut. Setelah itu barulah ia keluar.Dengan hati-hati Bayu yang akhirnya men
Bab 198 “Aku hnggh … tidak tahan. Bayu, ayo masukkan saja!” Selvi sampai akhirnya ia terus mengeluarkan cairannya. Rasa lengket dan basah dirasakan Bayu. “Ini aku rasa sudah mulai melebar, sekarang saatnya aku mulai memasukinya!” Selvi merasakan kedua jari Bayu yang sudah dicabutnya dan digantikan oleh batang berukuran pergelangan tangannya sedang menggesek, karena licin berlendir gesekannya semakin intens. “Bayu, aku baru saja keluar akkh … di bagian sana masih terasa sensitif!” Kedua tangan Selvi berpegangan pada pundak Bayu. Penampilan Selvi yang terlihat berantakan karena dirinya membuat Bayu semakin bergairah. Ia juga sudah tidak bisa menahannya lagi. “Kamu baru saja merasakan nikmat lalu bagaimana denganku?” Bayu akhirnya mulai mengarahkan benda pusakanya untuk masuk. Jleb! “Aahh … akhh! Hnggh … aahh dalam banget!” Selvi merasakan batang Bayu mulai menghujan
“Jadi kamu mau tidur langsung?” Selvi bergeleng pelan. “Nggak kok, aku masih mau belajar dulu. Kan Tante yang nyuruh aku rajin belajar.”“Ah iya, benar juga. Jadi pergilah naik sekarang aku tidak akan menghentikanmu di sini lama-lama.” Stevia menarik kursi di meja makan lalu mendudukkan dirinya.Sementara Selvi mulai menaiki tangga, sedangkan Sek mulai menata makan malam yang disukai Stevia bahkan lengkap dengan rujak mangga yang sering dimakannya.Sri perlahan mundur ke belakang setelah menyajikan makanan di meja. “Silahkan dinikmati Nom!” ucapnya.“Ya, makasih Mbak,” sahut Sri.Suara di ruang makan sangat hening hanya terdengar suara piring dan sendok yang saling berdentingan. Rasa yang pas dengan selera Stevia membuatnya makan lebih banyak. Porsinya bertambah lebih banyak dari biasanya dan begitu juga dengan nafsu makannya.Sementara Bayu yang baru saja keluar lewat pintu belakang tadinya hendak menemui Ari
“Ah, benar juga bagaimana bisa aku lupa itu!” Pegangan Bayu semakin kuat pada stir mobil. Hal yang selama berhari-hari ini selalu dipikirkannya bagaimana bisa ia lupa.“Jadi aku harap nanti kita bersama-sama ke rumah sakit. Tapi seandainya ini benar-benar anakmu apa kamu tidak masalah?” Mobil berhenti di depan rumah tanpa disadari Stevia mereka telah sampai. Bayu belum sempat menjawab dia sudah keluar dari mobil untuk membukakan pintu.Di sekeliling sepi hanya ada Bayu dan Stevia yang berada di depan rumah. Tubuh Bayu masih berdiri di tempat saat Stevia berbalik hampir melanjutkan langkah.Bayu mulai bersuara, “Aku tidak mempermasalahkannya. Justru aku akan sangat merasa senang atas kelahirannya sebagai anakku. Hanya saja …”Wajah Bayu menunduk dengan tangan yang mengepal di kedua sisi. “Seperti yang kamu ketahui kalau hubungan kita sangat tidak menguntungkan bagimu. Ditambah lagi kamu akan segera menikahi pria lain, aku hanya
Pandangan Bayu langsung kembali ke pintu masuk persidangan, dengan langkah cepat ia segera berdiri di samping pintu masu lalu melihat ke arah jam.Tidak lama pintu dibuka dan persidangan akhirnya selesai. Stevia dan Clara berjalan keluar sedangkan Bayu langsung menghampiri keduanya.“Bayu, kamu bikin kaget aja!” Clara memukul pelan bahu Bayu.“Ah, maaf! Aku cuma mau jalan bareng. Kamu kan tahu tiga Minggu lalu Nona Stevia sudah pernah ditikam oleh seseorang jadi sebagai pengawalnya aku harus ekstra hati-hati menjaganya.” Bayu langsung bergeser ke samping Stevia, ia berjalan sambil mengikuti kelambatan langkah kaki mereka. “Bayu benar, dia harus ekstra menjagaku setidaknya untuk saat ini,” bela Stevia ikut menambahkan.Apa yang dikatakan Stevia dan Bayu itu benar jadi Clara pun mengangguk. “Hmm … ya, aku juga berpikiran sama. Dia emang harus lindungin Kak Stevia. Kejadian waktu itu juga benar-benar tidak terduga banget







