Chapter: Bab 313Lalu kembali melanjutkan langkahnya naik ke lantai berikutnya hingga sampai di rumah unit miliknya. Di sana Bayu berdiri menekan gagang pintu yang ternyata tidak terkunci.Saat masu di rumahnya Bayu melihat teman-temannya berkumpul di ruang tengah sambil bersenda gurau. Suara mereka juga terdengar sampai depan pintu.“Bayu kamu lama banget nyampe rumahnya. Aku kirain bakal pulang duluan tadi.” Teo tabg baru saja selesai mandi berhenti sejenak melihat Bayu.“Itu aku sekalian tadi bertemu sama teman lama. Makanya lama,” jawab Bayu. “Teo, kamu habis mandi di kamar mandi samping? Nggak di tempat biasanya?” Teo yang hendak masuk ke kamar. Berhenti sejenak di depan pintu. “Itu karena tadi ada tukang repair jadi aku mandi di kamar mandi lain.” “Hah, tukang repair?” Kedua alis Bayu naik, kemudian ia teringat akan pria yang tidak sengaja menyenggol bahunya saat di tangga.“Iya, tadi ada yang telepon kalau toilet kita
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 312“Mungkin karena pendengaranku jauh lebih bagus darimu,” ejek Bayu sambil bercanda.Telunjuknya menyentuh ujung hidung Selvi lalu tertawa pelan agar suaranya tidak sampai ke dapur.“Kamu nggak nyinggung telingaku budek kan?” tanya Selvi sambil melipat tangannya di dada.“Tidak, mana mungkin. Aku hanya sedang memuji diriku saja.” Bayu kembali terkekeh pelan.“Huu … dasar narsis!”Selvi ikut bercanda melihat Bayu tertawa saat ia mengatainya narsis. Mereka cukup lama bersenda gurau sambil berpegangan tangan. Namun, Bayu kembali melepaskan tangannya. Ia segera pindah tempat duduk ke sofa sebelah lain.“Apa mereka datang?” tanya Selvi saat melihat tingkah Bayu.“Ya, aku akan duduk di sini.” Bayu mulai terlihat canggung.Tidak lama kemudian Sri dan Rini keluar dari dapur. Mereka baru saja menyelesaikan pekerjaan dapur.“Bayu, ayo kita keluar ke halaman depan di sana ada pak Jo. Sebaiknya jangan ganggu Nona yan
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 311 “Iya, satu mobil lagi belum dicuci,” jawab pak Jo.Sri yang mengumpulkan piring-piring dan peralatan lain pun menaruh sebagian di tangan Bayu.“Kalau gitu makasih ya, udah bantu,” ucapnya.Setelah membawa piring ke dapur dan meletakkan di wastafel tempat di samping Sri. Di waktu yang sama Ini datang dan membawakan sisa-sisa makanan dan piring kotor bekas Selvi makan.“Mbak, Bayu kalian sudah selesai makan?” tanya Rini ketika ia baru saja mengambil piring dari rak.“Sudah duluan, tuh aku udah sisain bagianmu di sana.” Sri menunjuk tempatnya menyimpan makanan untuk Rini.Melihat itu Rini pun segera membukanya dan menemukan makanan yang disimpan Sri untuknya. Ketika tangannya menyentuh wadah lauk, ternyata masih terasa hangat ia pun segera duduk dan menyendok nasi ke piring.“Kalau gitu aku makan ya,” ucapnya lalu makan dengan lahap.“Iya makanlah,” sahur Sri.Sedangkan Bayu yang merasa tidak ada kerjaan d
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 310“Tenang … aku udah izin kok. Dia bilang aku boleh datang ke sini jadi makanya aku berani datang,” jawab Bayu santai.Arif tidak mau tanya lebih, soalnya pasti Stevia yang sudah menghubungi Selvi kalau Bayu akan datang. Soalnya Selvi mereka kenal sudah sering menuruti keinginan Stevia sebagai tantenya.Karena hal itu juga Arif tidak memiliki prasangka kalau Bayu dan Selvi sebenarnya memiliki hubungan khusus.Detik berikutnya Bayu sudah masuk dan ternyata Selvi baru saja turun dari tangga. Awalnya mata Selvi terlihat berbinar tapi karena para pekerja di rumahnya tidak tahu hubungan mereka. Jadi sebisa mungkin ia menahan diri untuk berlari ke arah Bayu atau memeluknya.Jadi Selvi hanya bisa meremas tangannya di balik baju oversize yang dikenakannya. Pandangan Selvi langsung kembali berubah seolah seperti biasanya yang biasa saja.“Non Selvi, saya kembali melihat mereka sebentar,” ucap Bayu saat di depan semua orang di rumah itu sebagai bentuk formalitas.“Hmm … ya, terserah kamu saja. La
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 309“Nyonya, pemeriksaannya sudah selesai. Sebaiknya anda istirahat lagi saja,” ucap salah seorang dokter.“Tapi bayiku baik-baik saja kan?” tanya Stevia yang entah mengapa ia merasa khawatir.“Bayinya sehat, Nyonya tidak perlu khawatirkan hal itu. Kalau begitu kami akan pamit dulu sampai jumpa di pemeriksaan berikutnya.” “Syukurlah.” Stevia langsung merasa lega lalu mengusap perutnya.“Nanti jangan lupa untuk meminum suplemen vitamin.”Stevia tidak menjawab ia hanya mengangguk dengan senyuman tanpa menyadari ada sesuatu yang janggal. Beberapa dokter spesialis yang bekerja untuk keluarga Pratama, mereka kini keluar dari kamar Setvia.Ketika sampai di luar rumah dan masuk ke mobil masing-masing untuk membawa hasil pemeriksaan. Di dalam salah satu mobil seorang dokter kandungan menerima telepon dari Farhat.“Ya, Tuan!” jawab si dokter.“Bagaimana hasil pemeriksaan? Apa kalian sudah membawa apa yang aku suruh untuk ha
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: Bab 308“Emm … rasanya enak. Aku baru pertama kali makan mie seenak ini,” jawab Bayu, sambil sesekali meminum kuahnya dari sendok.Jari Teo menunjuk ke minuman Bayu. “Sudah kuduga kamu pasti akan suka. Coba minum matchanya pasti tidak kalah enak!”Bayu pun mengikuti ucapan Teo dan mulai minum minumannya dari sedotan. Rasa asing tapi enak dan menyegarkan itu membuat Bayu mengangguk setuju dengan ucapan Teo kalau minuman itu memang enak juga.“Enak kan?”“Ya, ini juga enak. Kamu tahu aja yang beginian.” Bayu lanjut makan lagi.Begitupun dengan Teo yang lanjut makan mie dan menyeruput kuahnya. Hingga tanpa terasa mereka akhirnya menghabiskan makanan masing-masing hingga tidak tersisa dan begitu juga dengan minumannya.“Ahh … kenyang!” Teo mengusap pelan perutnya lalu punggungnya langsung bersandar ke sandaran kursi di belakangnya.Bayu juga ikut menyandarkan punggungnya. “Iya kenyang banget.” Setelah duduk beberapa saat
Last Updated: 2026-07-12