author-banner
Lailiela
Author

Novels by Lailiela

Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

Bayu Saputra hanyalah kuli kasar yang tak pernah dianggap ada. Wajah tidak menarik, auranya suram. Wanita pun enggan meliriknya. Hingga suatu malam ia menolong pria tua misterius yang memberinya sebuah batu akik. Batu itu mengubah segalanya. Wajahnya menjadi memikat, ia juga mendapatkan kekuatan melampaui nalar, auranya membuat wanita yang dulu menghina kini justru mendekat. Dari pria terbuang, ia bangkit menjadi sosok yang diperebutkan. Namun ia segera menyadari kekuatan batu itu tumbuh setiap kali hasratnya terpenuhi jika berhubungan dengan wanita. Hingga seorang wanita baru saja memberikan penawaran. “Jadi apa kamu setuju untuk jadi Simpananku?”
Read
Chapter: Bab 102
“Straight! Hehehe … apa ada kartu kalian yang lebih bagus dari ini?”Senyuman Tomang merekah tangannya mengumpulkan uang judi di atas meja langsung dengan cepat mencemarinya menghitung. “Bagus, uangnya pas itungan!” Basri terlihat gusar ia mengusap pelan rambutnya ke belakang. Dapat dipastikan kalau sudah berapa kali dia kalah dalam permainan kartu. Pelan Bayu mendekat pada Basri lalu berbisik,“Apa mau aku bantu, satu permainan aku janji bakal menangin kok.”Mendengar itu Basri langsung memegang dagunya seolah menimang-nimang ucapan Bayu barusan. Ia berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab, “Kamu yakin bisa menang? Kamu lihat Tomang, dia itu lawan yang cukup berat kamu lihat kan tadi.”Bayu mengangguk. “Lihat kok, tapi aku mau coba aja lawan dia.”“Yakin?” Basri kembali memastikan. “Tenang, aku bakal coba untuk menang!” Basri pun akhirnya setuju ia memberikan tempatnya untuk Bayu bermain bersama yang lainnya.“Sekarang Bayu yang bakal gantiin aku main, dia bilang mau coba lag
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Bab 101
“Aku rasa sudah semuanya, laptop dan buku, pakaian yang dipakainya semalam,” gumam Bayu.Ia lalu menarik selimut menutupi tubuh Selvi yang dipenuhi oleh tanda bekas merah habis bercinta semalam. Tangan Bayu mengusap lembut pucuk kepala Selvi lalu segera keluar dari sana sebelum pagi semakin terang.Karena hari ini Minggu jadi Bayu libur dan siang harinya ia berada di tempat latihan menembak bersama Alex.Ruangan yang sama yang sering ia gunakan untuk latihan tempatnya berada tercium bau khas ruangan itu.Bahu Bayu sejajar dengan arah bidikan dan peluru yang melesat selalu sengaja ia buat tidak tepat sasaran. Hanya sampai lingkaran nomor dua dari titik merah poin tertinggi.Bayu dengan sengaja menampilkan wajah agak kecewa saat bidikannya tidak tepat sasaran. Bahunya langsung menurun dengan hala'an nafas gusar seolah ia merasa frustasi.Namun, Alex yang melihat ke arahnya segera menepuk pelan bahu Bayu. Ia mencoba untuk memberikan sedikit semangat agar Bayu mau berusaha berlatih lebih
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Bab 100
Tanpa sadar mulut Selvi terbuka karena nikmat sentuhan itu mulai menguasainya. Pikirannya mulai melayang-layang dan membuatnya tidak fokus.Akan tetapi dengan cepat ia kembali fokus pada ko laptop di depannya dan mengetik cepat untuk menyelesaikan laporan presentasinya buat besok.Sayangnya tangan Bayu menyentuh area sensitifnya yang sudah basah kuyup.“Apa ini? Kamu ternyata sudah sebasah ini.”Kali ini Bayu pindah arah ia berjongkok di depan kursi di bawah meja tempat Selvi duduk sambil membuka kaki wanita itu ke arahnya.Ia melepaskan celana dalam Selvi dan menghisap area sensitif hingga semakin basah dan becek dibuatnya.“Henghh … hnghh hmm … Bayu!” Tangan Selvi menjambak pelan rambut Bayu yang ada di antara kedua kakinya.Bibir Bayu dan lidahnya bermain di bawah sana membuat Selvi sampai beberapa kali mengeluarkan cairan dan membuat metanya menyipit dengan nafas terengah-engah dan tubuh gemetar.“Akhh … hng
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 99
“Aku ingin kita melakukannya tapi hari ini aku harus mengerjakan tugas presentasi besok!” Selvi menghentikan bibir Bayu yang hendak kembali menciumnya lagi. “Tapi aku juga tidak mau pergi dari sini. Aku masih mau berduaan sama kamu.”“Kalau gitu aku ada satu ide.” Wajah Selvi mendongak menatap penasaran ke wajah Bayu dengan alisnya yang terangkat. “Apa dong?” tanyanya dengan manja.“Kamu kerjain di sini aja, jadi sekalian kita bisa tidur bareng.”Saran Bayu terdengar bagus, mata Selvi langsung berbinar menatap ke arahnya. “Bentar ya, aku ambil laptop sama bukuku ke sini.” Saking semangatnya Selvi sampai memberikan kecupan ringan di pipi lalu ia segera berlari keluar dari kamar.Bayu sempat membeku sambil menyentuh pipinya yang dicium Selvi barusan. Terasa masih hangat di permukaan kulitnya, ia pun tersenyum seperti seseorang yang tersipu malu.Tapi perasaan hangat itu anehnya hanya dirasakannya saat bersama Selvi. Namun, ia juga memiliki hasrat gairah yang ditahannya di saat yan
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 98
“Aku harap kedepannya kamu bisa lebih memperhatikan Hasan. Kamu tahu kan aku tidak bisa bersamanya mengingat hubungan kita saat ini.” Stevia ikut menunduk tapi kakinya kembali melangkah menuju mobil. “Tunggu,” panggil Harson.Seketika itu Stevia kembali menghentikan tangannya yang hendak meraih gagang pintu. “Aku dengar kamu akan segera menikah.” Stevia langsung mengangguk. “Itu benar, aku akan menikah dengan Farhat Pratama. Kamu tahu dia jadi aku tidak perlu menjelaskannya.”Harson kembali menunduk ia tidak berani menatap kembali ke arah stevia. Namun, tangannya mengepal di sisi tubuhnya dengan rahang yang mengeras. Tapi harson kembali berusaha untuk mengucapkan kata, “Selamat, selamat karena kamu akan segera menikah. Aku harap kamu bahagia.” Setelah mengucapkan itu Harson langsung berbalik. Ia segera masuk lebih dulu ke dalam mobilnya yang sudah lama menunggu. Stevia sejenak sempat membeku sete
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 97
“Momi, aku kangen!” “Apa aku boleh menitipkan Hasan sebentar?” Harson melihat ke jam tangannya. “Aku ada jadwal sidang sebentar lagi jadi apa aku bisa menitipnya sebentar? Nanti aku akan segera jemput jika sidangnya selesai.” Sejenak Stevia terdiam, jujur saja ia masih merasa sangat canggung jika ditinggal berdua dengan putranya. Karena selama ini Hasan jarang bertemu dengannya dan bahkan hampir tidak pernah, hanya saja beberapa kali akhir-akhir ini Harson baru mempertemukan mereka. Jadi Stevia masih agak kaku. “Nak, apa kamu mau ikut ke kantorku?” “Iya, mau!” Hasan langsung setuju, wajah polos anak itu terlihat bersemangat. “Momi, aku boleh duduk menunggu di sana? Aku janji nggak akan nakal.” Tatapan mata Hasan sangat jernih, ia menatap Stevia dengan penuh harap. Namun terlihat ada rasa takut dan masih sungkan terhadap ibunya. “Tentu, ayo kita pergi.” Stevia menggenggam tangan kecil itu di tangannya. Meski mereka jarang bertemu tapi perasaan hangat untuk anaknya tetap ada.
Last Updated: 2026-03-29
You may also like
Perangkap Kencan Buta CEO
Perangkap Kencan Buta CEO
Urban · agneslovely2014
38.2K views
Kubuang Suami Sampah Pada Tempatnya
Kubuang Suami Sampah Pada Tempatnya
Urban · Meisya Jasmine
37.5K views
KEBANGKITAN SANG PEWARIS
KEBANGKITAN SANG PEWARIS
Urban · DeyaaDeyaa
36.9K views
Tuan Muda Jenius
Tuan Muda Jenius
Urban · mic.assekop
36.8K views
Rahasia Kekayaan Sang Barista
Rahasia Kekayaan Sang Barista
Urban · Jimmy Chuu
36.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status