Home / Romansa / Begin Again With You / 15. Kejutan Dari Raga

Share

15. Kejutan Dari Raga

last update Last Updated: 2025-08-29 08:00:26

Dengan setelan serba putih, Hanna mengajak Raga pagi ini mengantar kepergian Arman untuk yang terakhir kalinya. Hanna tahu bahwa banyak sekali pertanyaan di dalam kepala anaknya yang tidak bisa diutarakan kepadanya. Hanna yakin Raga masih bingung dengan semua ini. Karena meskipun selama ini mereka hidup berkecukupan, namun Raga pasti tidak mengira jika pemakaman orang yang Hanna katakan sebagai Eyang Kakung kepadanya ini terlalu mewah hingga tenda serta hiasan bunganya-bunga yang ada di tempat ini sudah seperti dekorasi pernikahan. Lokasi tempat pemakamannya pun jauh dari kesan hororr. Di sini semua tertata rapi bahkan Eyang Kakungnya di makamkan di salah satu tenpat yang terbaik yang ada di tipe peak estate.

Kali ini Hanna dan Raga berdiri di dekat Shinta yang masih berusaha tegar untuk menerima kenyataan ini. Kenyataan bahwa kini dirinya menjadi seorang janda yang harus

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Begin Again With You   16. Surat Wasiat Arman

    Siang hari ini Hanna duduk di samping Shinta. Di sekitar mereka ada beberapa pengacara keluarga Aledra, Bejo dan beberapa anggota keluarganya. Meskipun semalam Hanna sudah membicarakan kemungkinan pertemuan hari ini dan apa yang akan dibahas bersama dengan Pradnya, namun tetap saja ia merasa gugup. Memprediksi sesuatu dan menjalaninya secara langsung nyatanya sangat berbeda. Apalagi Raga yang tidak diperbolehkan untuk berada di ruangan ini membuat Hanna semakin merasa was-was. Biasanya Raga yang akan mencoba memberikannya ketenangan dengan mengusap usap punggung tangannya dengan jari hingga Hanna merasa jauh lebih baik dan siap menghadapi apapun."Apa semua sudah berkumpul?" tanya pengacara keluarga Aledra yang sudah Hanna kenal sejak kecil bernama Rudi.Anggukan kepala cukup membuat Rudi untuk mengeluarkan sebuah surat yang

  • Begin Again With You   15. Kejutan Dari Raga

    Dengan setelan serba putih, Hanna mengajak Raga pagi ini mengantar kepergian Arman untuk yang terakhir kalinya. Hanna tahu bahwa banyak sekali pertanyaan di dalam kepala anaknya yang tidak bisa diutarakan kepadanya. Hanna yakin Raga masih bingung dengan semua ini. Karena meskipun selama ini mereka hidup berkecukupan, namun Raga pasti tidak mengira jika pemakaman orang yang Hanna katakan sebagai Eyang Kakung kepadanya ini terlalu mewah hingga tenda serta hiasan bunganya-bunga yang ada di tempat ini sudah seperti dekorasi pernikahan. Lokasi tempat pemakamannya pun jauh dari kesan hororr. Di sini semua tertata rapi bahkan Eyang Kakungnya di makamkan di salah satu tenpat yang terbaik yang ada di tipe peak estate.Kali ini Hanna dan Raga berdiri di dekat Shinta yang masih berusaha tegar untuk menerima kenyataan ini. Kenyataan bahwa kini dirinya menjadi seorang janda yang harus

  • Begin Again With You   14. Cerita kepada sahabat

    Pradnya menatap Hanna dengan kening berkerut karena Hanna yang baru saja sampai di rumahnya terlihat ketakutan dan napasnya seperti orang yang baru saja selesai mengikuti lomba lari marathon. Penampilannya kali ini benar-benar sudah tidak on point. Rambutnya sudah tidak tertata rapi di tempatnya, keringat juga sudah membasahi keningnya hingga membuat Pradnya segera mengambil kotak tisu wajah yang ada di meja dekat televisi berada. Ia segera memberikannya kepada Hanna yang langsung menerimanya sambil mengucapkan terimakasih secara pelan. Beberapa saat Pradnya menunggu hingga akhirnya keadaan Hanna jauh lebih baik. "Gue ambil minum buat lo dulu," kata Pradnya lalu ia segera berdiri dari sofa yang ia duduki. Beberapa saat Pradnya meninggalkan Hanna di ruang keluarga hingga akhirnya saat ia kembali, Hanna baru saja selesai menelepon seseorang. "Thanks, Nya," ucap Hanna sambil membuka botol air mineral dingin yang ditaruh Pradnya di atas meja. Baru setelah Hanna selesai meminum air

  • Begin Again With You   13. Lobby Hotel

    Aditya mengedarkan pandangannya untuk menatap sekeliling tempat ini. Sudah satu jam dirinya berada di sini dan Gavriel masih setia duduk di sampingnya. Berkali-kali Gavriel mengajaknya pulang namun Aditya enggan untuk beranjak dari tempat ini. Ia masih menunggu Hanna yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya selama 12 tahun ini. Berbagai cara Adit coba untuk mencari Hanna selalu saja sia-sia. Karena itu ia nekat datang ke tempat ini saat ini sebagai salah satu cara yang bisa ia tempuh untuk menemui cinta pertamanya. "Lo nunggu apa sih, Bro. Kita balik aja sekarang." Gvariel mencoba untuk mengajak Adit pulang karena ia merasa sudah cukup lama mereka berada di tempat ini."Gue nunggu seseorang yang sudah gue cari bertahun-tahun tapi dia belum kelihatan juga sampai sekarang."Gavriel menghela napas panjang. "Dit, kalo gue boleh jawab jujur, orang enggak kelihatan bertahun-tahun itu kemungkinannya kalo enggak dia meninggal ya paling dia memang enggak kepingin ketemu sama lo."Adit me

  • Begin Again With You   12. Dia mau datang melayat

    Setelah belasan tahun mencoba mencari kabar tentang Hanna, akhirnya Adit menemukan momentum yang pas untuk menemuinya. Ya, kabar meninggalnya Arman Aledra semalam membuat Adit yakin bahwa Hanna pasti akan muncul di sana. Meskipun ia masih menyembunyikan kisah masa lalunya dengan Hanna dari semua orang namun tidak ada salahnya ia mengajak temannya untuk datang ke acara ini. Group Lapak Dosa Aditya : Sudah dengar kabar duka dari pengusaha Arman Aledra belum lo semua? Ada yang mau ikutan takziah enggak hari ini sama gue?Wilson : Enggak. Gue enggak kenal sama yang bersangkutan.Gavriel : Wait a second... gue cek data dulu. Kayanya enggak asing gue sama namanya. Elang : Kemungkinan besar kalo sudah masuk circle kenalan Adit sih minimal masuk daftar nasabah prioritas atau emerald saldonya.Gavriel : Seribu buat Elang Mahaputra Adikara... tebakannya mendekati kebenaran. Ternyata udah diatas itu dia statusnya waktu gue cek. Aditya : ikut gue melayat, Gav?Gavriel : Setelah jam pulang kan

  • Begin Again With You   11. Tamu tak diundang

    Tok...Tok...Tok...Sebuah suara ketukan di pintu rumahnya malam ini membuat Hanna kembali membuka matanya. Padahal ia baru akan tertidur setelah seharian ia sibuk bekerja dan mengurus rumah. Meninggalnya Yati dan Sanusi sejak dua tahun lalu karena terjangkit virus covid-19 membuat kehidupan Hanna berubah hampir 180 derajat. Kini dirinya harus mengurus rumah sendirian ditambah mengurus Raga yang beberapa bulan lagi sudah selesai menempuh pendidikan sekolah dasarnya."Ma, bukain pintunya itu. Berisik banget,"Suara dari arah kamar Raga yang berada di sebelah kamar Hanna membuatnya menghela napas panjang. "Sebentar. Mama bangun dulu.""Perlu ditemani enggak?""Enggak usah. Mama berani."Setelah mengatakan itu, Hanna segera bangun dari posisi tidurnya. Ia berdiri dan keluar dari pintu kamarnya untuk menuju ke arah ruang tamu. Begitu ia membuka pintu rumah, sosok orang yang sudah dua belas tahun tidak ia temui berdiri di depannya."Pak Bejo?" gumam Hanna pelan yang membuat Bejo menganggu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status