Share

Kekecewaan

Author: Mr. Mystery
last update Last Updated: 2026-01-08 04:32:12

"Karena kalian sudah ada di sini, lebih baik tidak lagi pergi."

Ye Chen tentu saja tidak akan membiarkan mereka melarikan diri dengan mudah dan segera mengejar bandit terdekat. Sayangnya, meskipun dia bisa dikatakan sangat cepat, dua bandit masih berhasil melarikan diri karena mereka berlari secara berpencar.

Bukan karena Ye Chen secara sukarela melepaskan keduanya, melainkan dia hanya memiliki keterampilan selain meninju dan menendang. Sekalipun mengejar keduanya, itu akan memakan waktu, dan Ye Chen tidak ingin membuang-buang waktu untuk mereka.

Pada akhirnya dia hanya bisa menyerah dan mulai memeriksa mayat para bandit yang dia bunuh.

Pada saat yang sama, tiga orang dari karavan yang melihat semua kejadian tercengang dan tidak tahu harus berbuat apa. Terutama saat ketiganya melihat Ye Chen menggeledah mayat para bandit dan mengambil beberapa koin perak.

Sampai Ye Chen selesai dan berjalan ke arah ketiganya, mereka masih terdiam.

"Apa yang terjadi?" Tepat ketika Ye Chen bertanya, ketiganya segera sadar dan dengan ekspresi ngeri segera berlutut di salju.

"Yang Abadi, tolong ampuni kami. Saya tidak tahu bahwa Anda adalah Yang Abadi, mohon maafkan kami karena tidak tahu ketinggian gunung dan sempat merendahkan Yang Abadi."

Tindakan dan perkataan dari salah seorang yang sebelumnya memperingatkan dirinya untuk pergi segera membuat Ye Chen terkejut. Dia tidak menyangka bahwa ketika mereka tahu siapa dirinya, mereka akan segera berlutut dengan tubuh gemetar ketakutan.

Dia mengerutkan keningnya dan berpikir bahwa mulai sekarang, dia harus bertindak sebagai seorang kultivator.

"Bangun." Kata Ye Chen pada ketiganya.

Ketiga manusia biasa itu bangun, tapi mereka tidak bergerak dan menundukkan kepalanya, tidak berani melihat ke arah Ye Chen.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ye Chen sekali lagi bertanya sambil melihat ke arah dua gerbong kayu yang berisi puluhan anak kecil tanpa seorang pun manusia dewasa selain ketiganya.

"Yang Abadi, tolong jangan salah faham." Seorang pria yang lebih tua dari ketiganya segera maju ke depan Ye Chen dengan sikap rendah dan hormat.

Dengan hati-hati, pria yang bernama Ji Bao itu menjelaskan bahwa mereka bertiga sebenarnya adalah para prajurit yang diberikan tugas oleh raja untuk menyusuri seluruh wilayah kerajaan Yunqiyun. Di bawah perintah sang raja, sekelompok orang ditugaskan untuk membasmi para bandit dan menyelamatkan para anak-anak yang menjadi korban.

Dari penjelasannya, Ye Chen menangkap bahwa tragedi yang menimpa desa Siqing pada masa lalu sebenarnya adalah hal yang umum. Sudah lebih dari sepuluh tahun kejadian di mana para bandit itu membunuh, memperkosa, dan menjarah desa-desa kecil telah terjadi.

Tapi ada satu hal yang aneh—para bandit itu pasti akan membunuh siapa pun selain anak-anak di bawah usia lima belas tahun. Ji Bao tidak tahu apa yang terjadi, mungkin Raja Yunqiyun tahu, itulah sebabnya Raja memerintahkan lebih dari satu regu untuk menyelidiki.

Di awal mereka juga memiliki enam belas orang, tapi semenjak operasi selama lebih dari dua bulan di hutan, kelompok mereka hanya tersisa tiga orang. Mereka telah melewati banyak desa yang hancur, termasuk desa Dayan yang menjadi tujuan awal Ye Chen. Desa itu sudah lama dihancurkan oleh bandit, dan anak-anak yang ada di gerbong sebagian besar berasal dari sana. Untungnya ada lebih dari dua puluh anak yang berhasil mereka selamatkan.

Setelah mendengar ceritanya, Ye Chen akhirnya tahu kenapa saat itu di desa Siqing, dia sama sekali tidak menemukan mayat anak-anak selain dirinya. Ternyata tujuan para bandit sebenarnya adalah anak-anak. Sedangkan untuk tujuan tepatnya, ketiga orang itu tidak tahu.

Tentu saja Ye Chen juga tidak berniat untuk mencari tahu, karena perselisihan manusia fana tidak ada hubungannya dengan dirinya. Mendengar bahwa desa Dayan sudah hancur, Ye Chen hanya bisa menghela napas, nasib buruk tampaknya menimpa semua desa terpencil.

Setelah berbicara beberapa waktu, Ye Chen mengetahui nama ketiganya, Wu Zhen, serta dua bersaudara Ji Bao dan Ji Bin. Dari ketiganya, mereka akan pergi ke kota Dayun, kota militer terbesar di wilayah ini.

"Yang Abadi," Ji Bao berkata dengan hormat. "Kami sebenarnya sedang dalam perjalanan kembali ke kota Dayun untuk melapor. Tapi dengan kondisi kami saat ini..." Dia melirik rekan-rekannya yang terluka parah. "Kami sangat khawatir akan gangguan bandit di jalan. Jika Yang Abadi bersedia, kami ingin meminta Anda untuk menjadi pengawal kami sampai ke kota Dayun. Sebagai ucapan terima kasih dan imbalan, kami akan memberikan akomodasi serta seribu koin perak setelah tiba di kota."

Ye Chen mempertimbangkan tawaran itu sejenak. Dia memang butuh uang, hasil menggeledah bandit hanya beberapa puluh koin perak, tidak cukup untuk waktu yang lama. Terlebih lagi, dia juga butuh tempat tinggal dan informasi tentang dunia kultivasi.

"Baik," Ye Chen akhirnya mengangguk. "Aku memang berniat pergi ke kota yang lebih besar."

Ji Bao tampak lega mendengar jawaban itu. Dengan begitu, setelah mengubur beberapa korban dari rombongan, Ye Chen duduk di gerbong terdepan dengan Ji Bao sebagai pengemudi.

Ketika hari menjelang sore dan beberapa penundaan karena gangguan bandit kecil yang dengan mudah Ye Chen bunuh, kelompok mereka akhirnya tiba di gerbang kota Dayun.

Saat Ye Chen melihat gerbang kota yang cukup besar dengan beberapa prajurit menjaga pintu, antisipasi awalnya telah menghilang. Dengan tujuan untuk mencari kultivator lainnya, awalnya Ye Chen berharap kota Dayun akan memiliki beberapa, tapi dari pembicaraannya dengan Ji Bao dalam perjalanan, dia menemukan bahwa selain dirinya, tidak ada kultivator yang muncul di kota Dayun selama bertahun-tahun.

Ji Bao juga berkata bahwa kota Dayun ini sebenarnya adalah garnisun militer terdepan dari kerajaan Yunqiyun. Tujuan Ji Bao ke sini untuk melapor kepada komandan, kemudian mengurus anak-anak yang diselamatkan.

Ye Chen merasa kecewa dengan tidak adanya kultivator di sini, tapi karena sudah ada di kota ini, dia tidak berniat untuk segera pergi. Ji Bao telah mengaturkan akomodasi untuknya, sebuah penginapan kecil di bagian timur kota.

"Kami harus melapor dulu kepada komandan, Yang Abadi," Ji Bao berkata sebelum berpisah. "Mungkin butuh beberapa hari untuk mengurus administrasi dan pencairan imbalan untuk Anda. Setelah urusan selesai, saya akan datang menemui Anda dengan uang perak yang dijanjikan."

Ye Chen mengangguk. "Tidak perlu terburu-buru."

Sambil menunggu, Ye Chen berjalan-jalan di kota Dayun, mencoba mencari informasi yang berguna. Tidak lupa juga dia membeli pedang besi biasa dan beberapa pakaian baru.

Sayangnya, selama beberapa hari tinggal di kota Dayun, Ye Chen sama sekali tidak pernah mendengar ada seseorang yang pernah melihat kultivator.

Apa yang Ye Chen temukan hanyalah berita tidak jelas dan meragukan. Di mana orang-orang sering mengatakan bahwa ada pria tao di suatu kuil terbengkalai di luar kota Dayun.

Menurut rumor, ada seorang pria tao yang tinggal dan mendedikasikan dirinya untuk mengobati orang-orang yang terluka dengan beberapa imbalan seadanya. Bahkan jika pasien tidak bisa membayarnya sama sekali, tagihannya akan ditangguhkan selama tiga tahun.

Rumor semacam itu jelas sangat meragukan, tapi hanya itu yang Ye Chen temukan dalam tiga hari ini. Besok, dia putuskan untuk ke kuil terbengkalai itu untuk memastikannya sendiri.

Pada saat ini, Ye Chen yang sedang duduk di rumah makan dan sedang minum teh tiba-tiba mendengar keributan di depan pintu. Melihat apa yang terjadi, dia menemukan beberapa pasukan berkuda berhenti tepat di depan. Kemudian beberapa orang dengan baju besi mulai berteriak dan mengusir semua pengunjung di rumah makan.

Ye Chen mengernyit.

Tiga hari ini dia dengan sengaja low profil, tidak pamer kekuatan, tidak cari masalah. Tapi kalau Ji Bao melaporkan keberadaannya ke komandan militer...

"Apakah mereka datang mencariku?" gumamnya pelan, merasa tidak senang.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Benih Dao Kekacauan    Sumberdaya yang menipis

    Malam hari.Di salah satu tebing dengan pemandangan seluruh hamparan gunung bambu. Setengah hari sejak pertama kali keduanya minum, Ye Chen yang sudah banyak berbicara dengan Gua Lin tidak lagi memiliki banyak keluhan seperti sebelumnya.Karena pada dasarnya, Gua Lin memang jarang berada di Sekte Bambu Muda. Sepanjang hidupnya, dia selalu bepergian dan kembali ke Sekte Bambu Muda lima tahun sekali. Jadi wajar jika dia tidak tahu jika Ye Chen adalah murid baru Sekte Bambu Muda.Gua Lin ini juga murid generasi terakhir yang masuk ke Sekte Bambu Muda seratus tahun yang lalu, jadi dia sangat senang saat mengetahui ada murid lain selain dirinya. Terlebih lagi, Gua Lin bercerita bahwa sejak seratus tahun dia menjadi murid Sekte Bambu Muda, dia tidak memiliki saudara seperguruan sama sekali."Jadi, Kakak Senior Gua Lin, kenapa kamu kembali hari ini?" Ye Chen bertanya sambil meminum gelas berisi anggur di tangannya."Untuk mengambil Pil Pembangun Pondasi." Jawab Gua Lin, dan membuat Ye Chen b

  • Benih Dao Kekacauan    Gua Lin

    "Dia," Lin Xinglan kembali berbalik dan menjawab dengan nada yang agak ragu-ragu, "Dari berita yang saya peroleh, dia memang dari keluarga kecil di suatu desa kecil yang bernama Siqing. Dia juga memiliki marga "Ye" yang sama dengan keluarga "Daun", tapi murid tidak yakin bahwa dialah yang kita cari selama ini.""Kita sudah mencarinya selama ribuan tahun terakhir dan tidak pernah mendapatkan petunjuk sama sekali. Jadi wajar jika kamu tidak merasakannya, aku pikir juga tidak akan mudah untuk menemukannya, jika tidak, orang-orang dari jalan iblis akan menemukannya lebih awal. Terlebih lagi, aku dengar bahwa selama beberapa tahun terakhir ini, jalan iblis mulai mencari ribuan pemuda di wilayah kita, tapi mereka masih belum mengumumkan keberhasilannya."Lin Xinglan tiba-tiba mengerutkan keningnya saat mendengar kata-kata itu. Saat mencoba untuk memikirkannya, dia juga merasa hal itu masuk akal."Hhh..." Menghela napas, pria misterius itu kembali berkata tanpa daya, "Lupakan saja, kita tida

  • Benih Dao Kekacauan    Permulaan dan pertanda

    "Oh, sial! Apakah kamu sudah jauh-jauh hari memikirkannya?"Lin Xinglan mengambil kertas pemberian Ye Chen dan tak lama kemudian kedua matanya yang sedikit menyipit mulai melihat antara Ye Chen dan kertas di tangannya."Bajingan kecil, apakah kamu sebenarnya seorang alkemis atau ahli perwayangan? Kenapa kamu meminta hal-hal seperti ramuan roh dan besi sebagai permintaan?""Hehehe, Kakak Senior Xinglan, aku sebenarnya seorang alkemis. Sedangkan untuk bahan-bahan boneka yang aku inginkan, itu hanya karena aku ingin membuat boneka. Entah aku bisa membuatnya atau tidak, aku telah memperoleh Teknik wayang, jadi aku berharap Kakak Senior Xinglan akan membantuku. Akan lebih baik jika Kakak Senior memberikan masing-masing bahan yang aku inginkan sebanyak tiga kali lipat.""Tiga kali lipat?" Lin Xinglan mulai melihat ke arah Ye Chen dengan jijik. "Bajingan licik, apakah menurutmu aku sangat kaya dan bisa memberikan apa pun sesuai keinginanmu? Jangan bermimpi, sekalipun aku berjanji, aku tidak

  • Benih Dao Kekacauan    Tak berdaya

    "Hahahaha!!"Lin Xinglan tiba-tiba tertawa sangat puas saat berhasil menggoda Ye Chen, tapi dia memang tidak berbohong dan menjelaskan, "Jika sepuluh ribu tahun yang lalu, Sekte Bambu Muda memang salah satu yang terbaik dan terbesar di Benua Giok Merah, tapi itu adalah masa lalu. Jadi, terima saja kenyataan bahwa kini hanya ada tiga orang yang tersisa.""Tapi, Senior..." Ye Chen ingin mengatakan sesuatu, tapi dia tidak tahu harus berkata apa.Sekte yang hanya memiliki tiga orang belaka, apakah itu masih bisa disebut sebagai Sekte?"Kamu mungkin kecewa setelah mengetahui kebenaran Sekte Bambu Muda, tapi apakah kamu lupa, dengan akar roh lima elemen yang kamu miliki, apakah kamu bisa bergabung dengan sekte lainnya?" Saat bertanya tentang ini, nada suara Lin Xinglan menjadi agak serius.Ketika Ye Chen mendengar pertanyaan itu, dia juga tahu bagaimana akhirnya. Dia tidak lagi memiliki pilihan dan hanya bisa menghela napas."Maaf, Senior. Junior hanya sedikit terkejut." Dengan mengatakan i

  • Benih Dao Kekacauan    Sekte Bambu Muda

    "Ingat baik-baik. Ini adalah pertama dan terakhir kalinya, jika keluarga kalian masih tidak belajar...." Lin Xinglan tidak melanjutkan kata-katanya, tapi ketiga Keluarga Wei tahu maksudnya dan buru-buru mengangguk serius."Terima kasih atas pengampunan Senior.""Mulai hari ini, kami, Keluarga Wei berjanji akan mulai mendisplinkan para junior di dalam Keluarga.""Harap Senior percaya, bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi."Tiga orang Keluarga Wei segera berterima kasih dan berjanji pada Lin Xinglan.Mendengar janji itu, meskipun Lin Xinglan tidak yakin, dia tidak bisa lagi melakukan apa pun dan menoleh ke arah Ye Chen, sebelum membawanya kembali ke kapal terbang di awal.Ketika kembali ke kapal, Lin Xinglan yang melihat rasa terima kasih di antara kedua mata Ye Chen hanya tersenyum ringan dan kembali merenggangkan kedua tangannya. Dia juga mulai menguap dan berjalan ke arah kabin kapal."Perjalanan ke Sekte Bambu Muda setidaknya masih butuh waktu beberapa hari lagi untuk

  • Benih Dao Kekacauan    Hukum mutlak Dunia Abadi

    "Siapa yang berani sombong di kediaman keluargaku?!"Suara yang terdengar agung dengan penuh tekanan ini seakan-akan membuat jantung Ye Chen berdegup kencang, dan bahkan dadanya mulai terasa sesak.Akan tetapi, dengan suara dengusan pelan dari Lin Xinglan, semua hal yang membuatnya kesulitan tiba-tiba menghilang begitu saja. Tempat itu juga menjadi sunyi selama beberapa waktu sebelum tiga sosok tiba-tiba terbang dari arah gunung menuju ke arahnya.Satu wanita dan dua pria, seorang pria yang berusia sekitar enam puluh tahun, dan terlihat sebagai pemimpin dari ketiganya buru-buru datang ke arah Lin Xinglan."Senior, maafkan kami karena tidak menyambut kedatangan Anda." Berkata dengan nada yang bermartabat, pria tua itu segera memberikan hormat dan postur merendah."Apakah kamu yang bernama Wei Changqi?" Tanya Lin Xinglan langsung tanpa basa-basi.Ketika Ye Chen mendengar pertanyaan itu, dia segera mengubah wajahnya dan melihat tiga orang di depannya. Terutama pada pria tua yang menjadi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status