Share

Panas

Penulis: Nur Khasanah
last update Terakhir Diperbarui: 2023-10-16 05:00:47

Pagi menjelang, pria pemilik perusahaan kosmetik itu sudah bangun dari tidur tak lelapnya.

Ya, untuk kali pertamanya seumur hidup Nathan harus tidur di kasur keras dengan ranjang yang sedikit reot. Untung saja tidak tumbang saat mereka tempati bersama. Ditambah drama nyamuk yang semakin membuat kesal Nathan, pria itu harus merelakan kulit putih mulusnya menjadi santapan serangga berukuran kecil yang terdengar ngung-ngungan di telinga.

Keluar dari kamar, Nathan berjalan ke arah dapur untuk mengambil air mineral. Tubuhnya keringetan karena hanis olahraga. Ralat - Nathan keringatan karena merasa gerah karena tak ada satu pun AC yang dipasang di rumah sederhana istrinya.

Krucuk-krucuk!

Glek-glek.

Bos muda itu terlihat menenggak segelas air minum dan menghabiskannya tanpa sisa. Pandangan Nathan pun mengedar menatap sekeliling rumah istrinya yang sudah terlihat tua dan usang.

Meja dapur yang sudah berumur puluhan tahun, terlihat kero
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bos Aroganku Ternyata Suami Dadakanku   Pertemuan Malvin dan Sarah

    Seorang waiters datang membawa segelas lemon ice, meletakkannya di atas meja yang berada tepat di hadapan Malvin. "Ini minumannya, mas?" "Terima kasih," ucapnya datar. Lanjut menatap Sarah yang masih sempat melamun beberapa kali. "Kamu mau minum apa? Sengaja aku belum memesannya untukmu karena khawatir minuman itu tidak akan cocok denganmu," ujarnya lembut. Sukses membuat Sarah terpaku. 'Apa aku telah salah selama ini?' batin wanita itu. "Nggak apa-apa. Samain aja minumannya, mbak?" Jawab Sarah mengalihkan atensinya kepada waiters yang tengah berdiri menunggu. "Baik, Mbak." Jawabnya lalu pergi. Malvin menghela napas panjang. Dia senang sekaligus bingung. Ada perbedaan yang tidak pernah ia temui di hari-hari lalu. Sarah yang selalu acuh padanya, cuek bahkan tak pernah memperdulikan dirinya mendadak ramah dan bersikap tenang. 'Ada apa ini?' Batin pria itu penasaran. "Jadi, ada apa kamu mengajakku bertemu di sini?" tanya Sarah. "Eum ... Bukan sesuatu yang penting. Tapi

  • Bos Aroganku Ternyata Suami Dadakanku   Kembali ke Kota

    Tepat jam 09.00 malam, Nathan dan Leona pergi meninggalkan kediaman rumah baru Bu Leni. Setelah berunding cukup lama, Nathan memutuskan untuk tetap membawa istrinya kembali ke Ibukota.Meski rasa lelah kian mendera tubuh Leona, pria pemilik perusahaan Diana Beauty itu tetap mengupayakan kenyamanan sang istri. Duduk di kursi samping kemudi, Nathan sengaja menurunkan jok hingga posisinya setengah duduk.Beruntung, bantal kecil selalu menemani ke mana pun perginya mobil itu. Nathan sengaja menaruh bantal di kursi belakang untuk jaga-jaga kalau istrinya kelelahan duduk."Begini nyaman?" tanya Nathan setelah menarik ujung selimut yang ia bawa dari rumah Bu Leni.Leona mengangguk kecil sambil tersenyum."Kamu istirahat ya, sayang? Kalau ngantuk tidur. Mas akan bawa mobilnya pelan-pelan," ujar pria itu sembari mengenakan sabuk pengaman."Tapi kalau pelan malah nggak sampai-sampai, mas."Nathan menghela napas panjang. "Terus kamu maunya gimana, sayang? Mas mau kamu nyaman selama perjalanan p

  • Bos Aroganku Ternyata Suami Dadakanku   Tak Nyaman

    Nathan panik hingga terus memaksa istrinya untuk pergi le rumah sakit. Apalagi ini kehamilan pertama untuk keluarga Leonath. Tentu tidak akan Nathan biarkan hal buruk menimpa istri dan janin dalam kandungan."Aku nggak papa, mas. Perutku cuma kram," lembut Leona berusaha menenangkan sang suami. "Yakin nggak papa?" Nathan memastikan.Wanita cantik itu mengangguk sebelum akhirnya mengembangkan senyuman. "Aku udah sempet konsultasi sama dokter kandungan, bahkan aku juga punya nomor teleponnya. Hal ini wajar terjadi karena biasanya karena kecapekkan, mas?" Leona menjelaskan dengan netra yang menatap lekat kedua bola mata suaminya."Betul, le. Leona memang sepertinya kecapekkan, belum sempat istirahat usai acara empat bulanan, eh langsung gas pulang kampung," imbuh Bu Leni yang sudah berpengalaman itu. "Saran ibu, apa tidak sebaiknya Leona istirahat dulu. Kalau kamu nggak keberatan, Leona bisa tinggal di sini sama ibu dan Alya," usul Bu Leni."Asal Mas Nathan ngizinin, aku iya aja sih, Bu

  • Bos Aroganku Ternyata Suami Dadakanku   Ancaman Joshua

    Nathan baru sempat menyusul masuk setelah obrolannya lewat telepon dengan Joshua selesai. Pria pemilik Diana Beauty itu tidak habis pikir dengan pemikiran Joshua yang terus saja berkeinginan untuk menghancurkan rumah tangganya dengan sang istri."Halo.""[Nathan. Gue pikir lo udah nggak mau angkat telepon gue lagi.]""Mau apa lagi?""[Gue cuma mau istri lo, Nath.]""Ck." Nathan mendecih. "Itu nggak akan pernah terjadi, Jo. Leona itu istriku. Kami sudah sah secara agama dan hukum.""[Tapi kalian masih bisa bercerai. Dan aku akan menikahi Leona.]""Jangan mimpi, Jo. Leona sedang mengandung anakku.""[Kamu tenang saja! Aku akan merawat anak itu seperti anak kandungku sendiri.]""Kurang ajar! Kenapa—.""[Kalau gue enggak bisa bahagia dengan Leona. Gue juga enggak akan biarkan Leona bahagia dengan siapapun termasuk lo, Nath.]" Tandas Joshua yang langsung memutuskan panggilan secara sepihak.'Keterlaluan.' Geram Nathan. Dia tidak terima dengan pernyataan Joshua. Tidak cukupkah dia yang ingi

  • Bos Aroganku Ternyata Suami Dadakanku   Hadiah Rumah Untuk Ibu II

    "Siap?" "Lets, go!" Sorak Leona yang antusias akan pergi ke kampung halamannya. Wanita hamil empat bulan itu terlihat cantik meskipun hanya mengenakan dress selutut warna putih yang dibalut dengan blazer berwarna navy. Senada dengan sang suami - Nathan juga mengenakan kemeja panjang berwarna Navy berpadu dengan celana jeans hitam panjang.Tepat jam sepuluh pagi, setelah semuanya siap dengan barang-barang yang akan di bawa, mobil Nathan melaju dengan kecepatan rendah membelah jalanan Ibukota yang cukup ramai."Ibu belum ngabarin Alya kan kalau kita sedang perjalanan pulang?" tanya Leona kepada Bu Leni yang duduk di kursi belakang."Ini ibu baru mau ngabarin," jawabnya sembari mengeluarkan ponsel dari dalam tas berlogo dior itu. Ya, wanita berhijab coklat tua itu selain mendapat hadiah rumah dari sang mantu, dia juga mendapat tas branded dari Leona. Katanya Leona sudah bosan pakai tas tersebut, itu sebabnya dia memberikan tas tersebut untuk Bu Leni."Jangan dulu, bu!" Sergah Leona cepa

  • Bos Aroganku Ternyata Suami Dadakanku   Hadiah untuk Ibu I

    Jam 7 pagi"Ibu mau ngapain?" tanya Ijah yang tengah sibuk dengan aktivitasnya mencuci piring sisa semalam di wastafel."Saya mau bikin sarapan, Bi?" Bu Leni membuka kulkas, mengambil beberapa bahan masakan seperti sayuran dan daging. Alhamdulillah, semua makanan untuk acara empat bulanan Leona ludes tak bersisa.Semua orang terlihat menikmati semua makanan olahan yang disajikan dalam prasmanan malam itu. Sisanya dibagikan ke warga supaya tidak mubadzir."Ibu duduk saja! Nanti biar saya yang masak.""Nggak papa, Bi. Santai aja, nggak usak sungkan begitu.""Hehe ....""Ini Leona sama mantuku belum bangunkah?" lirihnya ketika mengupas kentang di meja. Wanita itu merasa menyesal karena mengingat kejadian semalam yang lagi-lagi tak sengaja memergoki menantu dan anaknya yang hendak beribadah.Pluk!Bu Leni menepuk jidat."Kenapa, Bu? Sakit kepala?""Nggak papa, Bi.""Ehem-ehem!" Suara seseorang berdehem yang tak asing itu membuat Bu Leni dan Ijah kompak menoleh menuju sumber suara. Mendapa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status