Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 81 - Rencana Pengumuman Penerus Kecil

Share

BAB 81 - Rencana Pengumuman Penerus Kecil

Author: Isrrinya JENO
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-25 13:27:21

Malam harinya, ruang keluarga di kediaman Sean dan Fara terasa lebih hangat. Aroma teh melati dan sisa tawa masih menggantung di udara, memberikan kenyamanan yang menyelimuti hati Fara.

Setelah puas makan asinan bogor siang tadi, malam ini semuanya tengah duduk-duduk di sofa sembari berbincang ringan. Tangannya sesekali mengusap perutnya yang mulai membuncit, sementara Sean duduk tepat di sampingnya, jemarinya bertaut erat dengan jemari sang istri.

Sebelum mereka benar-benar berpamitan untuk p
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (7)
goodnovel comment avatar
𝑰𝒄𝒉𝒂 𝑸𝒂𝒛𝒂
Mertua idaman banget dah..
goodnovel comment avatar
bian cilla
bahagia terus fara
goodnovel comment avatar
bian cilla
Fara dilimpahkan kebahagiaan sekarang suami yg perhatian dan bonus mertua yg sayang seperti anak sendiri
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 86 - Ekhem 🌚

    Cahaya lampu meja yang temaram membasuh kamar itu dengan warna keemasan yang lembut, menciptakan bayangan panjang di dinding. Di luar, suara rintik gerimis air bersahutan dengan angin malam yang berdesir pelan di sela-sela jendela. Namun, suasana tenang itu tidak sepenuhnya hinggap di atas tempat tidur berukuran *king size* yang mereka tempati. Sean bergerak gelisah. Ia membalikkan tubuh ke arah kanan, menarik selimut hingga ke pinggang, lalu sedetik kemudian berpindah ke arah kiri dengan dengusan tertahan. Suara gesekan sprei dan napasnya yang tidak beraturan memecah kesunyian. Fara, yang sedari tadi mencoba memejamkan mata, akhirnya menghela napas panjang. Ia menoleh, menatap punggung suaminya yang masih terus bergerak resah. Rasa tidak enak menyelinap di hatinya, ia tahu benar apa yang mengganggu pikiran suaminya itu. "Kenapa?" suara Fara memecah keheningan, lembut namun tegas. Sean menghentikan gerakannya, Ia terdiam sejenak sebelum perlahan berbalik menghadap istrinya.

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 85 - Kangen, katanya

    Pukul satu siang, matahari Jakarta sedang terik-teriknya, memantulkan cahaya menyilaukan pada kaca-kaca gedung pencakar langit. Sean melangkah keluar dari lobi kantor dengan napas lega. Pekerjaan hari ini terasa lebih ringan dari biasanya, atau mungkin karena pikirannya sudah lebih dulu sampai di rumah. Tidak seperti biasanya, ia tidak menunggu Alex. karena suami dari adiknya itu hari ini masih harus berkutat dengan tumpukan dokumen di ruang kerja Papa Narendra. Alex memang sedang dalam masa pembuktian untuk proyek besar perusahaan Papa Narendra. Sementara Sean, setelah menyelesaikan kewajibannya memilih untuk tidak membuang waktu dan memilih untuk pulang. Baginya, satu jam lebih awal di rumah jauh lebih berharga daripada satu jam tambahan di kantor yang hanya akan menguras energi dan emosinya semakin banyak. Sepanjang perjalanan pulang, ia hanya ditemani oleh alunan musik radio yang pelan dan lamunan tentang Fara, istriinya. Sean sesekali tersenyum sendiri saat mengingat obrola

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 84 - Yoga bersama mama Sarah dan Sella

    Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar, menyinari wajah Fara yang masih terlelap. Sean sudah bangun lebih awal, Pria itu tampak rapi dengan kemeja kerjanya yang sudah terpasang sempurna, namun dasinya masih dibiarkan menggantung longgar di kerah. Sean duduk di tepi ranjang, memandangi istrinya yang masih terlelap dengan senyum yang tidak pernah pudar sejak semalam. Pikiran Sean pagi ini sudah terbagi. Di satu sisi, ia memiliki tumpukan rapat penting di kantor yang tidak bisa ditinggalkan, namun di sisi lain, ia tidak ingin melewatkan jadwal rutin kesehatan istrinya. Tadi malam, ia telah menemukan sebuah modul latihan yoga pranatal yang dirancang khusus untuk ibu hamil di trimester akhir. Baginya, kebugaran Fara dan kenyamanan sang buah hati adalah prioritas utama. "Sayang, bangun..." bisik Sean lembut, menyentuh pundak Fara. Fara menggeliat pelan, matanya terbuka dengan sisa kantuk yang masih kentara. "Sudah pagi, Mas?" "Sudah. Aku harus segera ke kantor untuk urusan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 83 - Obrolan Sean & Sean Jr

    Suasana kamar Sean di rumah mama papanya sangat tenang. Cahaya lampu kamar yang temaram menciptakan bayangan lembut di dinding, memberikan kesan hangat yang kontras dengan hiruk-pikuk pesta pengumuman jenis kelamin pewaris baru keluarga Narendra yang baru saja selesai beberapa jam lalu. Bunga-bunga segar sisa dekorasi masih menyisakan aroma harum yang samar di sudut ruangan. Fara dan Sean sedang berbaring santai di atas ranjang king size dengan seprai sutra yang halus. Namun, alih-alih beristirahat setelah hari yang panjang, Sean justru masih duduk bersandar di kepala ranjang. Sebuah MacBook Pro berada di pangkuannya, layarnya yang terang memantulkan cahaya ke wajahnya yang tampak serius sekaligus antusias. Fara, yang tadinya memejamkan mata, perlahan membuka kelopaknya. Rasa penasaran mengalahkan rasa kantuknya. Ia miring ke samping, mencoba mengintip apa yang sedang dikerjakan sang suami. Ternyata, layar itu tidak menampilkan laporan bisnis atau grafik saham yang biasanya me

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 82 - Pengumuman, dia Jagoan!

    Sepekan berlalu begitu cepat, Hari yang dinanti-nantikan oleh keluarga besar Narendra akhirnya tiba. Sinar matahari pagi yang cerah masuk melalui jendela kamar Fara dan Sean, seolah memberi restu pada hari istimewa ini. Fara berdiri di depan cermin, memperhatikan bayangannya sendiri dengan pakaian yang anggun namun nyaman untuk ibu hamil. Ia masih merasa gugup, namun kehadiran Sean di belakangnya, yang memeluk pinggangnya dengan lembut, mampu meredakan degup jantung yang tidak beraturan. "Kamu terlihat sangat cantik, Sayang," bisik Sean di dekat telinga Fara. Fara tersenyum ke arah cermin, lalu menoleh menatap suaminya. "Apa aku terlalu berlebihan? Bagaimana kalau mereka menganggapku terlalu banyak bergaya?" Sean tertawa kecil, mencium kening istrinya dengan kasih sayang. "Berhenti berpikir berlebihan. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Ingat, ada Mama dan Sella yang akan menjagamu." Sesampainya di kediaman utama keluarga Narendra, suasana sudah sangat ramai. Halaman luas y

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 81 - Rencana Pengumuman Penerus Kecil

    Malam harinya, ruang keluarga di kediaman Sean dan Fara terasa lebih hangat. Aroma teh melati dan sisa tawa masih menggantung di udara, memberikan kenyamanan yang menyelimuti hati Fara. Setelah puas makan asinan bogor siang tadi, malam ini semuanya tengah duduk-duduk di sofa sembari berbincang ringan. Tangannya sesekali mengusap perutnya yang mulai membuncit, sementara Sean duduk tepat di sampingnya, jemarinya bertaut erat dengan jemari sang istri.Sebelum mereka benar-benar berpamitan untuk pulang ke rumah mereka sendiri, Mama Sarah meletakkan cangkir tehnya ke atas meja porselen dengan pelan. Matanya yang teduh menatap Fara dan Sean bergantian, memancarkan binar antusiasme yang sulit disembunyikan."Fara, Sean," panggil Mama Sarah lembut. "Mama ingin memberitahu sesuatu. Pekan depan, Papamu ingin mengadakan pertemuan keluarga besar. Acara ini akan dihadiri oleh kakek, nenek, paman, bibi, dan sepupu-sepupu Sean dari luar kota. Kami akan mengumumkan jenis kelamin cucu pertama keluar

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 74 - Serangan Rama Wiaksana

    Keesokan paginya, suasana rumah keluarga Wiharja di Surabaya kembali dipenuhi kesibukan. "Hati-hati dijalan, Besan." ucap Mama Indah (Mama Aex) kepada Mama Sarah. Papa Narendra dan Mama Sarah sudah bersiap untuk pulang ke Jakarta lebih dahulu. Sementara itu, Alex dan Sella memutuskan untuk tingga

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 73 - Akankan badai ini cepat berlalu?

    Mesin mobil akhirnya mati, menyisakan keheningan yang menyesakkan di dalam kabin. Jam di dasbor menunjukkan pukul 17.00. Tepat dua puluh menit yang lalu, Sean dan Farah meninggalkan kediaman orang keluarga Narendra, bukan karena jamuan makan malam formal, melainkan karena Fara ingin bertemu dalang d

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 72 - Amarah yang tak tertahan

    Perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Di dalam kabin pesawat kelas bisnis yang tenang, Fara menyandarkan kepalanya di bahu Sean. Sesekali, Sean mengecup puncak kepala istrinya, berusaha menyalurkan ketenangan yang sebenarnya tidak ia rasakan sendiri. Sejak

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 71 - Pengungkapan Rahasia

    Matahari baru saja mengintip dari balik cakrawala, menyapa kota Surabaya dengan hangat. Namun, suasana di ruang keluarga kediaman Wiharja pagi ini terasa jauh dari kata hangat. Ketegangan menggantung tebal di udara. Sean dan Fara sudah berdiri rapi dengan satu koper kecil yang telah terkemas, ber

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status