Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 80 - Mengidam

Share

BAB 80 - Mengidam

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-06-24 11:06:48

Berita mengenai jenis kelami calon cucu keluarga Narendra sudah terdengar oleh seluruh keluarga, "Bayinya, laki-laki." informasi dari Sean bukan sekadar kabar angin belaka, melainkan sebuah gelombang kebahagiaan yang menyapu seluruh keluarga besar.

Kabar mengenai jenis kelamin calon buah hati Fara dan Sean telah tersebar luas, memicu antusiasme yang tak terbendung. Ponsel Fara hampir tidak pernah berhenti bergetar. Alex dan Sella, Om dan Tante yang kini menetap di Surabaya, menjadi pihak yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (16)
goodnovel comment avatar
gumara
ngidam sewajar nya ajanya fara
goodnovel comment avatar
gumara
ngidam itu juga tergantung orang nya. jangan di bawa ego, biar anak nya juga gak ego
goodnovel comment avatar
ganispgr57
kalau bumil egk di turuti ngidam nya bahaya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 171 - Langkah Baru Menyusun Masa Depan ​dan Kemandirian

    Setelah mematikan daya ponselnya secara total, Fara melangkah pelan membelakangi jendela besar yang menghadap langsung ke landasan pacu. Suara deru mesin pesawat dari kejauhan samar-samar terdengar, seolah memanggilnya untuk segera meninggalkan kota ini dan terbang sejauh mungkin dari segala kerumitan yang membakar jiwanya. Di atas ranjang empuk, Sefan tertidur sangat lelap. Garis-garis halus di wajah polos balita empat tahun itu tampak begitu tenang, amat bertolak belakang dengan gemuruh batin yang sedang berkecamuk di dalam dada ibunya. Fara naik ke atas tempat tidur secara perlahan, menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, lalu menarik napas panjang demi melonggarkan himpitan sesak yang tak kunjung surut. Tangan kanannya bergerak perlahan, mengusap permukaan perutnya yang kini membuncit makin jelas. Di usia kehamilan yang memasuki akhir bulan kelima ini, calon anak keduanya seolah bisa merasakan kerapuhan sang mama. Kedutan halus terasa berkali-kali di rahimnya, memb

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 170 - Beri Aku Jeda

    Mobil taksi yang ditumpangi Fara melaju membelah jalanan kota Sydney yang sibuk. Di dalam kabin yang dingin dan tenang itu, Fara hanya terdiam termenung. Tubuhnya bersandar kaku pada jok kulit, sementara tangan kirinya tak pernah lepas dari genggaman jemari mungil Sefan. Putranya yang sejak tadi setia duduk di sampingnya, mengusap punggung tangan sang Mama tanpa sepatah kata pun. Di dalam kepala Fara, bayang-bayang kejadian di ruang rawat inap VIP tadi berputar berulang kali tanpa henti. Wajah wanita jelita bergaun putih itu, cara jemarinya menggenggam erat tangan Sean, serta keterkejutan di mata mereka saat pintu terhempas terbuka, terus menari-nari membakar benaknya. Apalagi ketika Fara mengingat kembali fakta bahwa hubungan Sean bersama wanita itu terjalin jauh sebelum transaksi perjanjiannya dan juga sebelum pernikahan yang pernah Fara jalani bersama suaminya dulu. Pikiran-pikiran liar mulai merayapi batin Fara yang rapuh. Apakah dulu Sean juga melakukan hal yang sama dengan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 169 - Satu Langkah Tanpa Kembali

    Ruangan VIP itu seketika hening, menyisakan deru napas Sean yang patah-patah dan denyut ketegangan yang menembus hingga ke tulang. Berbagai kalimat pembelaan telah terlontar dari bibir Sean, mulai dari penjelasan tentang berkas hukum di atas nakas hingga keberadaan cincin yang diklaimnya hanya sebagai sisa kenangan lama yang hendak diserahkan kembali. Namun, sebuah fakta tunggal yang akhirnya meluncur dari mulut Sean membuat atmosfer di dalam kamar itu serasa membeku seketika. Wanita itu adalah mantan sekretaris Sean tujuh tahun lalu, sosok yang bertugas mendampingi Sean jauh sebelum keberadaan Fara, bahkan sebelum babak kelam bersama Bella dimulai. Mama Sarah memegang dadanya yang kempas-kempis, menatap putra tunggalnya dengan sorot mata tak percaya bercampur amarah yang memuncak. ​"Kamu ini benar-benar bodoh, Sean! Luar biasa bodoh!" jerit Mama Sarah dengan suara bergetar parau, memecahkan keheningan. "Otak kamu ditaruh di mana, Sean?! Kamu sudah punya Fara! Kamu punya Sefan,

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 168 - Siapa Wanita Itu, Mas?

    Keheningan mencekam yang sempat menggantung di dalam ruang rawat inap bernomor 502 itu pecah seketika. Suara detak jarum jam dinding seolah tergantikan oleh gemuruh amarah yang memuncak dari dua orang tua yang merasa sangat dikhianati oleh anak kandungnya sendiri. Mata Mama Sarah memerah, berkaca-kaca oleh rasa syok dan amarah yang tak lagi bisa dibendung. Tanpa memedulikan selang infus yang masih menempel di punggung tangan Sean, Mama Sarah melangkah lebar menghampiri ranjang rawat tersebut. PLAK! Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi kiri Sean. Suara tamparan itu bergema nyaring di seluruh sudut ruangan. Kepala Sean terlempar ke samping. Pria itu hanya bisa membisu, memegangi pipinya yang terasa panas, sementara raut wajahnya pucat pasi memancarkan rasa bersalah yang amat dalam. "Jadi kamu menyuruh Papa diam dan menyuruh Mama diam menyembunyikan sakitmu dari Fara itu untuk ini?! Untuk selingkuh dengan perempuan ini, begitu?!" berteriak Mama Sarah dengan suara melengki

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 167 - Kejutan di Balik Pintu

    Keputusan dibuat lebih cepat dari perkataan sebelumnya, ketidakpastian yang menggerogoti batin Fara akhirnya membuat Papa Narendra tidak punya pilihan lain selain mengintruksikan penerbangan privat menuju Sydney, Australia.Mereka tidak bisa lagi membiarkan Fara berada dalam gulungan prasangka dan stres yang berisiko mengganggu calon cucu mereka yang baru berusia lima bulan itu. Di dalam kabin pesawat jet eksekutif yang melintasi Samudra Hindia, suasana begitu hening dan mencekam. Suara deru mesin pesawat seolah kalah oleh pekatnya ketegangan yang menyelimuti empat penumpang di dalamnya.Raut panik dan rasa cemas menghantui semua orang. Namun, Fara adalah yang paling terpukul. Wanita yang kini perutnya sudah membuncit menyembul indah di balik gaun longgarnya itu memilih untuk membisu sepanjang perjalanan. Jemari tangannya tak pernah lepas mengusap lembut perutnya sendiri, seolah memohon kekuatan dari calon anak keduanya agar ia tidak jatuh pingsan akibat degupan jantungnya yang terp

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 166 - Tirai Rahasia Sean

    Hari-hari terasa berjalan lebih lambat dan dingin dari biasanya. Sudah tiga minggu berlalu sejak Sean dan Papa Narendra berangkat ke Australia untuk agenda kunjungan bisnis serta menemui beberapa kolega penting perusahaan. Awalnya, segala sesuatu berjalan wajar. Namun, memasuki minggu kedua, benih-benih keanehan mulai menyeruak dan mengganggu pikiran Fara. Papa Narendra sudah kembali ke Jakarta sejak seminggu yang lalu. Namun, Sean sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang.Fara merasa ada yang sangat tidak beres. Tidak biasanya suaminya bersikap seperti ini. Selama ini, setiap kali pergi dinas bersama Papa mertuanya, Sean selalu pulang bersamaan. Urusan bisnis mereka selalu satu paket, jika agenda Papa Narendra telah usai, maka tugas Sean pun selesai karena mereka berangkat bersama dengan tujuan dan rombongan yang sama.Guna mengurai benang kusut di kepalanya, Fara sempat memberanikan diri menceritakan kebingungan ini kepada ibu mertuanya, Mama Sarah. Namun, respons yang

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 5 - Selamat Tinggal Fara

    "Aku sudah siapkan sarapan buat kamu," suara bariton itu terdengar dari arah meja makan minimalis yang terletak di tengah ruangan. Sean berdiri di sana, masih dengan aura penguasa meski hanya mengenakan kemeja yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak tenang, kontras dengan kegelisahan yang m

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 4 - Rahasia

    Jemari Fara gemetar hebat saat menekan tombol *Pasecode* pintu apartemen mewah Sean. Sekali gagal, dua kali gagal, hingga pada percobaan ketiga, tangannya terasa kaku seperti es. Dingin yang menjalar dari ujung kuku hingga ke hatinya membuat koordinasi motoriknya kacau. Belum sempat ia menekan di

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 3 - Keputusan

    "Hasil lab?" Sean mengulang pertanyaan itu dengan nada yang lebih rendah, namun terasa jauh lebih mengintimidasi. Matanya yang tajam seolah mampu menguliti setiap lapisan kebohongan yang coba Fara bangun. "Fara, kamu tadi dari rumah sakit. Kenapa harus ada pemeriksaan lab kalau alasannya hanya asa

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 2 - Pening

    Bella, tunangan Sean. Dia akan kembali. Tentu saja, dua tahun sudah berjalan dan kontrak mereka akan segera berakhir. Tapi bagaimana dengan anak ini? Lampu ruang rapat yang terang benderang terasa sangat dingin. Di depannya, Sean sedang mempresentasikan proyek bernilai miliaran rupiah dengan keten

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status