Home / Romansa / Bos, I'm Pregnant! / BAB 74 - Serangan Rama Wiaksana

Share

BAB 74 - Serangan Rama Wiaksana

Author: Isrrinya JENO
last update publish date: 2026-06-21 09:52:06

Keesokan paginya, suasana rumah keluarga Wiharja di Surabaya kembali dipenuhi kesibukan. "Hati-hati dijalan, Besan." ucap Mama Indah (Mama Aex) kepada Mama Sarah.

Papa Narendra dan Mama Sarah sudah bersiap untuk pulang ke Jakarta lebih dahulu. Sementara itu, Alex dan Sella memutuskan untuk tinggal satu hari lagi di Kota Pahlawan ini.

Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, Sella ingin menikmati Surabaya lebih lama. Menjelajahi kota tempat Alex dilahirkan dan dibesarkan, sekaligus kota yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
NenengYhara
lah jadi Sean gak bersama Fara ya. aduh semoga Fara baik2 saja.
goodnovel comment avatar
Elly Julita
astagaaa, degdegan nihhh,,, mama sarah harus datang tepat waktu nih kerumah fara
goodnovel comment avatar
bian cilla
semoga mama Sarah CPT sampai dan bisa menemani fara
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 84 - Yoga bersama mama Sarah dan Sella

    Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar, menyinari wajah Fara yang masih terlelap. Sean sudah bangun lebih awal, Pria itu tampak rapi dengan kemeja kerjanya yang sudah terpasang sempurna, namun dasinya masih dibiarkan menggantung longgar di kerah. Sean duduk di tepi ranjang, memandangi istrinya yang masih terlelap dengan senyum yang tidak pernah pudar sejak semalam. Pikiran Sean pagi ini sudah terbagi. Di satu sisi, ia memiliki tumpukan rapat penting di kantor yang tidak bisa ditinggalkan, namun di sisi lain, ia tidak ingin melewatkan jadwal rutin kesehatan istrinya. Tadi malam, ia telah menemukan sebuah modul latihan yoga pranatal yang dirancang khusus untuk ibu hamil di trimester akhir. Baginya, kebugaran Fara dan kenyamanan sang buah hati adalah prioritas utama. "Sayang, bangun..." bisik Sean lembut, menyentuh pundak Fara. Fara menggeliat pelan, matanya terbuka dengan sisa kantuk yang masih kentara. "Sudah pagi, Mas?" "Sudah. Aku harus segera ke kantor untuk urusan

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 83 - Obrolan Sean & Sean Jr

    Suasana kamar Sean di rumah mama papanya sangat tenang. Cahaya lampu kamar yang temaram menciptakan bayangan lembut di dinding, memberikan kesan hangat yang kontras dengan hiruk-pikuk pesta pengumuman jenis kelamin pewaris baru keluarga Narendra yang baru saja selesai beberapa jam lalu. Bunga-bunga segar sisa dekorasi masih menyisakan aroma harum yang samar di sudut ruangan. Fara dan Sean sedang berbaring santai di atas ranjang king size dengan seprai sutra yang halus. Namun, alih-alih beristirahat setelah hari yang panjang, Sean justru masih duduk bersandar di kepala ranjang. Sebuah MacBook Pro berada di pangkuannya, layarnya yang terang memantulkan cahaya ke wajahnya yang tampak serius sekaligus antusias. Fara, yang tadinya memejamkan mata, perlahan membuka kelopaknya. Rasa penasaran mengalahkan rasa kantuknya. Ia miring ke samping, mencoba mengintip apa yang sedang dikerjakan sang suami. Ternyata, layar itu tidak menampilkan laporan bisnis atau grafik saham yang biasanya me

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 82 - Pengumuman, dia Jagoan!

    Sepekan berlalu begitu cepat, Hari yang dinanti-nantikan oleh keluarga besar Narendra akhirnya tiba. Sinar matahari pagi yang cerah masuk melalui jendela kamar Fara dan Sean, seolah memberi restu pada hari istimewa ini. Fara berdiri di depan cermin, memperhatikan bayangannya sendiri dengan pakaian yang anggun namun nyaman untuk ibu hamil. Ia masih merasa gugup, namun kehadiran Sean di belakangnya, yang memeluk pinggangnya dengan lembut, mampu meredakan degup jantung yang tidak beraturan. "Kamu terlihat sangat cantik, Sayang," bisik Sean di dekat telinga Fara. Fara tersenyum ke arah cermin, lalu menoleh menatap suaminya. "Apa aku terlalu berlebihan? Bagaimana kalau mereka menganggapku terlalu banyak bergaya?" Sean tertawa kecil, mencium kening istrinya dengan kasih sayang. "Berhenti berpikir berlebihan. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Ingat, ada Mama dan Sella yang akan menjagamu." Sesampainya di kediaman utama keluarga Narendra, suasana sudah sangat ramai. Halaman luas y

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 81 - Rencana Pengumuman Penerus Kecil

    Malam harinya, ruang keluarga di kediaman Sean dan Fara terasa lebih hangat. Aroma teh melati dan sisa tawa masih menggantung di udara, memberikan kenyamanan yang menyelimuti hati Fara. Setelah puas makan asinan bogor siang tadi, malam ini semuanya tengah duduk-duduk di sofa sembari berbincang ringan. Tangannya sesekali mengusap perutnya yang mulai membuncit, sementara Sean duduk tepat di sampingnya, jemarinya bertaut erat dengan jemari sang istri.Sebelum mereka benar-benar berpamitan untuk pulang ke rumah mereka sendiri, Mama Sarah meletakkan cangkir tehnya ke atas meja porselen dengan pelan. Matanya yang teduh menatap Fara dan Sean bergantian, memancarkan binar antusiasme yang sulit disembunyikan."Fara, Sean," panggil Mama Sarah lembut. "Mama ingin memberitahu sesuatu. Pekan depan, Papamu ingin mengadakan pertemuan keluarga besar. Acara ini akan dihadiri oleh kakek, nenek, paman, bibi, dan sepupu-sepupu Sean dari luar kota. Kami akan mengumumkan jenis kelamin cucu pertama keluar

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 80 - Mengidam

    Berita mengenai jenis kelami calon cucu keluarga Narendra sudah terdengar oleh seluruh keluarga, "Bayinya, laki-laki." informasi dari Sean bukan sekadar kabar angin belaka, melainkan sebuah gelombang kebahagiaan yang menyapu seluruh keluarga besar. Kabar mengenai jenis kelamin calon buah hati Fara dan Sean telah tersebar luas, memicu antusiasme yang tak terbendung. Ponsel Fara hampir tidak pernah berhenti bergetar. Alex dan Sella, Om dan Tante yang kini menetap di Surabaya, menjadi pihak yang paling heboh. Mereka tak henti-hentinya mengirimkan pesan suara yang penuh dengan tawa dan sorak-sorai, diselingi pesan teks berisi daftar perlengkapan bayi yang sudah mereka siapkan untuk dikirim segera ke Jakarta. Hari ini, suasana di kediaman Fara dan Sean terasa lebih hangat dari biasanya. Papa Narendra dan Mama Sarah memutuskan untuk berkunjung. Bagi pasangan muda itu, kehadiran orang tua bukan hanya sekadar silaturahmi, melainkan suntikan semangat yang luar biasa. Di ruang tengah, peman

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 79 - He is a BOY!

    Suasana di dalam ruang periksa dr. Adya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo terasa begitu tenang namun sarat akan antisipasi. Sesuai dengan rencana yang mereka susun bersama dr. Winda sebelumnya, hari ini Sean dan Fara akhirnya berada di sini untuk mendapatkan kepastian yang sudah membuat mereka penasaran selama berbulan-bulan.​Setelah sesi konsultasi singkat, dr. Adya memberikan saran profesionalnya. "Untuk mendapatkan visualisasi yang lebih detail dan akurat mengenai kondisi janin serta memastikan apa yang ingin kalian ketahui, saya sarankan kita lakukan USG transvaginal," jelas dokter tersebut dengan nada menenangkan.​Fara, yang memang sudah tidak sabar dan menyimpan rasa ingin tahu yang sangat besar, langsung mengangguk mantap. "Saya setuju, Dokter. Lakukan saja yang terbaik agar kita bisa melihatnya dengan jelas."​Berbeda dengan istrinya yang begitu tenang, Sean justru terlihat sedikit tegang. Sisi protektifnya langsung muncul, ia merasa khawatir jika prosedur tersebut akan mem

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 22 - Kesempatan Untukmu

    Pagi itu, sinar matahari masuk malu-malu melalui celah jendela apartemen, menyinari kepulan uap dari panci sup yang tengah mendidih. Di dapur yang biasanya riuh dengan ocehan Giselle, kini hanya ada keheningan yang canggung namun tidak lagi terasa mencekik. Sean bergerak dengan sangat hati-hati.

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 21- Rumah Sakit

    "Fara sayang, bangun yuk. Saya di sini, kamu tidak rindu dengan saya juga, hmm? Kita sudah satu bulan nggak ketemu loh, masa pas ketemu kamunya nggak mau bangun." Sean menangis, Elusan lembut di pipi berhasil mengusik wanita muda yang tengah tidak sadarkan diri akibat terjadi di kamar mandi semal

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 19 - Pertemuan di hamparan hijau

    "FARA!" "BERHENTI, SAYA INGIN BICARA!" Lari! Fara terus berlali pelan-pelan menjauh dari sosok yang begitu tidak ingin wanita itu jumpai lagi, kondisi wanita itu tengah hamil jalan 2 bulan itu sangat tidak mendukung sekali untuknya lari dan ngehindar dari orang itu. Sekenceng apapun Fara lari, w

  • Bos, I'm Pregnant!   BAB 18 - Mae Salong

    Jet pribadi Sean mendarat di Chiang Mai saat fajar baru saja menyingsing. Dari sana, perjalanan berlanjut dengan mobil SUV melintasi jalanan berkelok tajam yang membelah pegunungan Thailand Utara. Sean menatap keluar jendela, melihat kabut tebal yang menyelimuti tebing—persis seperti perasaannya: bu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status