Share

BAB 32

Penulis: Bachtiar putri
last update Tanggal publikasi: 2026-09-10 23:09:58

Adrian dan Ayumi melangkah menghampiri kedua orang tua Adrian yang berdiri di area VIP.

"Adrian, kenapa lama sekali?" tegur Anita dengan raut wajah masam.

"Tadi jalanan macet, Ma," kilah Adrian singkat.

Ia sengaja memberikan alasan itu karena malas menjelaskan tentang Jessica. Ia tahu, jika ibunya mengetahui apa yang terjadi, Anita pasti akan membela wanita itu seperti biasanya.

Anita mendengkus pelan. “Sudahlah. Para tamu penting sudah mulai berdatangan. Cepat sambut mereka.”

Adrian mengangguk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 47

    Ayumi terpaku.Tatapannya tertahan pada dada bidang Adrian yang kini terbuka di hadapannya. Untuk sesaat, rasa canggung dan bersalah yang tadi memenuhi benaknya menghilang, tergantikan oleh kekaguman yang sulit ia sembunyikan.'Wah... Gila, ototnya kenceng banget...' batin Ayumi terpesona.Ini bukan pertama kalinya ia melihat Adrian bertelanjang dada. Namun, baru kali ini ia menyentuh tubuh pria itu dalam keadaan sadar.Ia memperhatikan lekuk otot di dada Adrian, garis tegas di perutnya, serta urat-urat halus yang tampak semakin jelas ketika pria itu menahan napas. Entah sejak kapan, sentuhan Ayumi tak lagi sekadar mengobati luka. Jemarinya bergerak perlahan, menyusuri kulit hangat yang terasa begitu kontras dengan telapak tangannya sendiri.Adrian semakin menegang. Rahangnya mengeras, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuh. Dinginnya jemari Ayumi yang menyentuh kulitnya terasa seperti percikan api yang membakar nalurinya.Dada pria itu naik-turun cepat. Hembusan napas pana

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 46

    Adrian menatap punggung Ayumi sampai gadis itu menghilang di balik pintu yang tertutup rapat.Ia kemudian menyandarkan tubuhnya pada sofa. Tatapannya kosong menatap langit-langit kamar, sebelum sebuah helaan napas berat lolos dari bibirnya.Adrian tahu Ayumi berbohong.Selama tiga puluh dua tahun hidupnya, terlebih sejak menjadi pebisnis sukses di usia muda, Adrian sudah bertemu dengan begitu banyak orang. Berbagai macam watak dan karakter sudah ia hadapi. Karena itu, bukan hal sulit baginya untuk mengenali ketika seseorang sedang menyembunyikan sesuatu.Namun, Adrian memilih pura-pura percaya. Ia merasa tak punya hak untuk mencampuri urusan pribadi Ayumi, meski statusnya saat ini adalah suami gadis itu.Tetapi entah kenapa, ada rasa bersalah yang diam-diam menyelinap ke dalam hati Adrian.Jika bukan karena desakan orang tua dan kakeknya yang berniat menjodohkannya dengan wanita yang tak pernah ia sukai, Adrian tidak akan menyeret Ayumi masuk ke dalam kehidupannya yang rumit dan penuh

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 45

    Setelah lelah menangis, Ayumi pun tertidur meringkuk di sofa. Napasnya mulai teratur, meski sesekali isakan lirih masih lolos dari bibirnyaJam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam saat pintu kamar terbuka. Adrian melangkah masuk sambil melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya, wajahnya tampak sangat lelah.Namun, langkah tegapnya mendadak terhenti. Pandangannya tertuju pada tubuh mungil Ayumi yang terlelap pasrah di atas sofa.Adrian melangkah mendekat tanpa suara. Keningnya berkerut saat melihat sisa air mata di sudut mata gadis itu. Melihatnya, entah kenapa hatinya terasa tak tenang.'Kenapa dia menangis?' tanyanya dalam hati.Pikirannya mendadak berputar, menebak-nebak alasan di balik air mata itu.'Apa karena perlakuan Ibu seharian ini?'Adrian mengembuskan napas berat. Jika terkaan itu benar, rasanya sangat wajar. Siapa juga yang bakal betah berhadapan dengan mertua sekejam ibunya?Ia lalu berjongkok di depan Ayumi, menatap wajah gadis itu dengan tatapan yang sulit dijel

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 44

    Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Ayumi duduk sendirian di sofa yang ada di kamarnya. Jemarinya memijat pelan pergelangan kaki yang terasa nyeri akibat seharian memakai sepatu hak tinggi yang ukurannya tak pas di kakinya.“Aduh, pegalnya,” gumam Ayumi. “Gara-gara sepatu kekecilan itu, kakiku jadi lecet.”Ia meraih salep antiseptik dari laci nakas, lalu mengoleskannya perlahan ke bagian yang merah dan melepuh. Sesekali ia meringis menahan perih, lalu menempelkan plester untuk menutupi lukanya.Setelah selesai, Ayumi mengembuskan napas panjang dan menyandarkan tubuhnya ke sofa.Sejak insiden di dapur tadi, ibu mertuanya benar-benar marah. Anita bahkan melarang Ayumi melakukan apa pun dan menyebutnya sebagai wanita sial.“Sulit... benar-benar sulit,” gumam Ayumi pelan. “Padahal aku sudah melakukan semua perintahnya. Tapi kenapa wajahnya tidak pernah terlihat senang?”Ayumi menunduk, menatap kakinya yang sudah dibalut plester.“Aku sudah

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 43

    "Nyonya!" seru Ayumi, dengan suara meninggi. "Ya ampun, Nyonya... maafkan saya!"Rasa bersalah langsung menyergapnya. Tanpa pikir panjang, Ayumi melangkah maju rasa panik membuat akalnya jadi buntu. Ia menyambar kain serbet yang tersampir di bahu, lalu buru-buru mengusapkan ke pakaian mewah dan wajah bersinar sang ibu mertua."Nyonya, maafkan saya... saya benar-benar tidak sengaja! Biar saya bantu bersihkan!" ucapnya gugup.Ia terus menggosok wajah Anita. Semakin digosok, riasan cantik wanita itu makin luntur dan berantakan tak karuan.Anita hanya diam, tapi tubuhnya gemetar hebat. Matanya memerah, menahan amarah yang sudah mendidih di dada."Apa yang kamu lakukan?!" desis Anita tajam, suaranya tertahan di tenggorokan."Tenang saja, Nyonya... saya bantu keringkan rambut dan bajunya," jawab Ayumi polos."Hentikan! Hentikan sekarang!" jerit Anita. "Singkirkan tangan kotormu dari wajahku!"Ia merebut kain serbet itu dari tangan Ayumi, lalu membantingnya ke lantai dengan keras. Lalu berdi

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 42

    "Keluarga Lukito punya aturan yang sangat ketat tentang etika keluarga," ucap Anita tenang seraya menyesap tehnya.Wanita paruh baya itu duduk anggun di sofa panjang ruang keluarga. Ia meletakkan cangkir porselennya perlahan ke atas meja kaca, menimbulkan denting halus yang bergema tipis. Setelah itu, ia mendongak, menatap datar Ayumi yang berdiri kaku tak jauh di hadapannya."Dan sekarang, saya akan mengajarimu tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di rumah ini," ujarnya dingin.Anita membetulkan posisi duduknya, menatap Ayumi dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Aturan pertama... kamu harus bersikap anggun, berkelas, dan pandai mengambil hati relasi. Dengan begitu, kamu bisa menunjang keberhasilan bisnis suamimu."Ia menjeda kalimatnya sejenak, "Dan aturan kedua... selama masa bimbingan ini, kamu dilarang keras mengeluh, apalagi membantah ajaran saya. Mengerti?"Ayumi yang sejak tadi berdiri kaku langsung mengangguk paham. "Mengerti, Ma," sahutnya polos."Panggil s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status