Share

BAB 8

last update publish date: 2026-08-07 02:24:50

Ayumi perlahan membuka matanya, dan betapa terkejutnya ia saat mendapati sosok tinggi tegap Adrian sudah berdiri menjulang tepat di hadapannya.

"P-Pak Adrian..." gumam Ayumi lirih, hampir tak terdengar.

Sementara itu, Desi menyentak tangannya dengan kuat dari cengkeraman Adrian hingga terlepas. Wajah wanita paruh baya itu memerah padam menahan amarah.

"Kamu!" desis Desi tajam, "Siapa kamu berani-beraninya mencampuri urusan orang lain?!"

Adrian tak bergeming. Ia menatap Desi dengan pandangan dat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 62

    “Dia baru putus dengan Kak Rakka,” kata Bella, masih tak percaya. “Lagi pula, Ayumi sangat mencintainya. Mana mungkin dia berpaling secepat itu, meski sudah dicampakkan?”Selama ini, Bella tahu betul betapa kakak tirinya itu tergila-gila pada Rakka. Ayumi bahkan rela melakukan apa saja demi pria tersebut. Jadi, bagaimana mungkin perempuan itu tiba-tiba menikah dengan pria lain.“Nggak mungkin bagaimana? Ini buktinya ada di tangan Ibu!” seru Desi seraya mengibaskan cek bernilai fantastis itu di depan wajah putrinya.Bella meraih cek tersebut dengan kasar. Matanya menyipit, membaca angka nominal yang tertera di sana. Jemarinya gemetar hebat, antara tidak percaya dan iri setengah mati. Angka nol di kertas itu seolah menampar harga dirinya keras-keras.“Siapa pria bodoh yang mau menikahi cewek udik kayak Ayumi, Bu? Nggak usah ngarang deh!” bentak Bella dengan napas memburu. Rasa dengki yang tiba-tiba menguasai kepalanya itu seketika melenyapkan sisa-sisa efek alkohol yang tadi membuatnya

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 61

    Ayumi mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ia tidak menyangka pria yang biasanya dingin dan tak tersentuh ini ternyata bisa kesal juga hanya karena masalah panggilan.“Baik... saya akan serius,” ucap Ayumi akhirnya.Ia mulai memutar otak, mencari nama panggilan yang kira-kira terdengar pas agar mereka benar-benar terlihat seperti pasangan yang saling mencintai di depan orang lain. Setelah berpikir beberapa saat, sebuah ide mendadak terlintas di kepalanya. Mata Ayumi berbinar cerah, disertai senyum tipis yang terukir di bibirnya. Ia sangat yakin Adrian pasti akan setuju dengan ini.“Saya sudah memikirkan panggilan yang pas untuk kita,” ujar Ayumi dengan senyum penuh arti.Adrian tak membalas ucapan itu. Pria itu hanya mengangkat sebelah alisnya, lalu kembali sibuk melepas kancing kemejanya satu per satu dengan santai.“Bagaimana kalau... Baby?” usul Ayumi penuh percaya diri.Deg!Panggilan itu sukses membuat gerakan tangan Adrian terhenti seketika. Tubuhnya menegang. Jantungnya mendadak b

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 60

    Adrian tidak menggubris panggilan lirih Ayumi. Ia hanya melirik istrinya sekilas sebelum mengalihkan pandangan kepada orang-orang yang masih duduk di meja makan. “Kami naik dulu,” katanya tenang. “Ayumi perlu membersihkan diri dan beristirahat.” Anita langsung mengangkat alisnya. “Makan malam baru saja dimulai. Kalian mau makan di kamar?” “Iya. Ayumi tadi terjatuh. Kasihan kalau dia harus naik turun tangga,” jawab Adrian santai, tanpa ragu sedikit pun. Ayumi tertegun. Ia mendongak, hendak membantah, karena dirinya baik-baik saja, dan Adrian tak perlu menambahkan kebohongan baru. Tapi sebelum Ayumi sempat bersuara, Adrian sudah mempererat pelukannya di pinggang gadis itu, membuat Ayumi menelan kembali kata-katanya. Lukman, yang sejak tadi memilih diam, akhirnya ikut angkat bicara. Tatapannya tertuju kepada Adrian dengan raut serius. “Apa yang ibumu katakan memang benar, Adrian. Kamu terlalu memanjakan istrimu. Kalau kamu melewatkan makan malam keluarga hanya untuk menemaniny

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 59

    Hari mulai gelap ketika mobil Adrian melaju membelah jalanan kota. Lampu-lampu kendaraan berderet di sepanjang jalan, sementara para pekerja yang baru pulang membuat lalu lintas semakin padat.Di kursi penumpang, Ayumi hanya diam menatap keluar jendela. Jemarinya mencengkeram sabuk pengaman dengan erat mencoba menekan rasa malu yang masih mengganjal di dadanya. Kini Adrian tahu semuanya, tahu betapa rakusnya keluarganya terhadap uang.Ayumi menarik napas dalam-dalam. Berkali-kali ia menyusun kata-kata di benaknya, tetapi semuanya terasa salah. Namun, setelah beberapa saat bergulat dengan pikirannya, ia akhirnya memberanikan diri untuk membuka suara."Pak... Adrian," panggilnya lirih, suaranya hampir tenggelam oleh deru mesin mobil."Hmm?" sahut Adrian pendek tanpa menoleh."Terima kasih untuk yang tadi. Tapi..." Ayumi menggantungkan kalimatnya. Ia ragu, lidahnya mendadak terasa kelu.Adrian melirik sekilas dari sudut matanya, menyadari keraguan di wajah wanita di sampingnya, sebelum k

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 58

    Desi menegang seketika. Ia merasa panik, takut kalau Adrian tahu bahwa dialah yang menampar Ayumi tadi, bisa-bisa uang mahar yang ia harapkan tidak akan pernah ia miliki."Itu..." Desi mencari alasan secepat mungkin. "Ibu hanya ingin memberinya pelajaran, agar bersikap sopan kepada orang tua.”Desi menghela napas, lalu memasang wajah sedih. “Sejak menikah dengan keluarga kaya, dia seperti tidak mau mengakui kami lagi. Dia sudah membuang keluarganya sendiri.”Ia menyeka sudut matanya, tampak seperti sedang menahan tangis. “Lihat saja. Ayahnya masuk rumah sakit, tapi dia tidak peduli.”Ardian menatap mata Ayumi yang basah. "Benar begitu, Ayumi?"Ayumi menggeleng lemah. "Tidak... tidak seperti itu," bisiknya hampir tak terdengar.Ardian kembali menatap kedua orang tua di hadapannya. "Apapun yang istri saya lakukan, saya yakin dia punya alasan kuat untuk itu. Tapi sebagai suaminya..." Ardian jeda sejenak, menekankan setiap kata."...saya jelas tidak terima jika istri saya diperlakukan ka

  • Bos, Jangan Buat Aku Jatuh Cinta    Bab 57

    Arman yang sejak tadi terbaring lemah perlahan berusaha bangkit. Dengan susah payah, ia menyandarkan punggung pada bantal. Pandangannya tertuju kepada pria yang berdiri di belakang Ayumi.“Ayumi…” Suaranya lirih. Jari-jarinya yang gemetar menunjuk kearah Adrian. “Siapa pria itu?”Sebelum Ayumi sempat menjawab, Ardian sudah lebih dulu maju satu langkah. Pria itu berdiri tegap tepat di samping Ayumi, membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda hormat.“Perkenalkan, nama saya Adrian. Saya suami Ayumi.”Ruangan itu seketika hening. Arman tertegun. Desi yang duduk di samping ranjang pun tak kalah terkejut, sedangkan Ayumi menoleh cepat ke arah Adrian dengan tatapan tak percaya, jantungnya berdegup kencang mendengar ucapan itu.'Apa yang dia katakan? Suami?'Ayumi tidak pernah menyangka Adrian akan mengungkapkan pernikahan mereka secara langsung seperti ini. Bukankah sejak awal mereka sepakat untuk merahasiakannya?“Apa maksudmu?” Arman menatap Adrian, lalu mengalihkan pandangannya kepada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status