Share

36. Setitik Cinta

Author: Dinis Selmara
last update publish date: 2025-10-08 17:12:33
“Kenapa sih, Ma? Pagi-pagi udah ngereog aja,” gerutu Vera sambil membuka mata setengah.

Mumpung Jay Wijaya—suami Riani—sedang dinas di luar kota, ibu dan anak itu memang tidur bersama setelah berbelanja hingga larut malam.

“Kamu lihat ini.” Riani menyodorkan ponselnya. “Aileen kirim Mama foto, katanya habis kecelakaan.”

Dengan mata masih berat, Vera meraih ponsel itu, menatap layar sekilas, lalu mengembalikannya.

“Nggak besar jahitannya,” gumamnya, sebelum kembali memejamkan mata.

Rian
Dinis Selmara

Benar milik Aileen nggak seeehhh?

| 99+
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (22)
goodnovel comment avatar
Gie Mlg
Papanya Abra dulu waktu menikahi mamanya Abra atas dasar apa ya? ...
goodnovel comment avatar
Susi Susilawati
riani selalu ikut campur aja
goodnovel comment avatar
Nining Mulyaningsi
hadechh c Abra ini gak bisa lebih tegas apa kenapa harus luluh Mulu sihh .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   291. Teguran Mertua

    Hari ketiga diklat Abra, masih berlanjut kegiatan lain hingga Sabtu dan Minggu. Sesuai janji suaminya, Serayu diizinkan ikut dan akan menginap bersamanya di hotel tempat acara berlangsung. Sementara Abra menyelesaikan sesi terakhir diklatnya, Serayu bisa beristirahat dan memanjakan diri di kamar hotel. “Ada lagi yang kurang, Sayang?” tanya Abra sambil memperhatikan istrinya yang sedang menelisik isi koper kecilnya. Serayu mengecek sekali lagi perlengkapan miliknya, lalu akhirnya menggeleng. “Nggak ada lagi deh. Cukup.” “Nanti kalau ada yang kurang atau kamu butuh sesuatu saat saya lagi diklat, hubungi Aksa aja.” Serayu langsung mendecakkan lidah. “Tidak sudi.” Abra mengembuskan napas pelan. “Sayang…” katanya sabar. “Aksa bisa bantu kamu.” Serayu langsung memasang wajah manyun. “Kalau dipikir-pikir, waktu Mas Aksa sama Mas lebih banyak daripada aku sama Mas.” Abra mendekat, merangkul kesayangannya. “Iya, itu memang tugasnya PA.” “Masa aku makin nggak suka sam

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   290. Masih Marah?

    “Saya masih marah, tapi saya juga sayang kamu,” balas Abra. Kalimat itu justru membuat Serayu mendongak dengan bibir cemberut, menahan sedih mendengar pengakuan suaminya. “Benar ini cuma salah paham, Mas,” lirihnya. “Saya minta maaf udah bikin Mas Abra marah.” “Jadi kamu harus apa supaya saya nggak marah lagi?” tanya Abra dengan wajah datarnya. Serayu langsung membulatkan matanya kecil, sedikit terkejut dengan pertanyaan itu. “Hah…” Wanita itu tampak berpikir keras. “Harus jaga jarak dari dr. Ezra?” tebaknya hati-hati. Namun melihat tatapan Abra yang masih belum puas membuat Serayu buru-buru mengoreksi jawabannya sendiri. “Oh… bukan cuma dr. Ezra. Semua lelaki?” “Lalu?” tanya Abra lagi. Serayu mengerutkan keningnya bingung, ia benar-benar memikirkan jawaban yang tepat. “Harus selalu nurut sama Mas Abra?” tebaknya lagi asal saja kali ini. Percayalah, saat itu Abra sedang berusaha mati-matian untuk tidak tertawa melihat wajah polos istrinya yang kebingungan sendiri. M

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   289. Marah

    Begitu masuk ke dalam mobil, Serayu langsung menghubungi suaminya. Namun panggilannya tidak diangkat. Serayu menggigit bibir bawahnya sambil menatap layar ponselnya yang kembali gelap. Tak lama kemudian sebuah pesan masuk dari Abra. Bukan balasan panjang, melainkan sebuah foto. Foto suasana ruang diklat yang masih ramai. Beberapa dokter tampak duduk berdiskusi bersama. Foto itu datang bersama pesan singkat. [Masih ada briefing. Saya marah.] Serayu menyernyitkan keningnya. Lucu sekali. Cara Abra marah justru membuatnya gemas sendiri. Cepat-cepat Serayu mulai mengetik penjelasan panjang. Ia mengatakan kalau dirinya sama sekali tidak membeli apa pun meski berada di toko bayi dan sangat ingin membelinya. Ia tetap ingin pergi bersama Abra. Memilih semuanya bersama suaminya. Sebenarnya Serayu sengaja pulang lebih dulu karena tidak ingin terlalu lama bersama Ezra. Bahkan soal video call tadi, ia hanya beralasan agar bisa cepat pulang. Sejujurnya ia memang tidak ingin terlibat lebih

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   288. Berbelanja Bersama

    “Aahh… iya, dr. Ezra ikut juga. Ternyata dia teman kakak sepupuku. Mereka teman waktu jaman kuliah jadi mau ikut jengukin,” jelas Amalia. “Dokter Ezra,” panggil Amalia melambaikan tangan dan dibalas oleh lelaki itu. “Kenapa kamu ajak aku kalau udah ditemanin dokter Ezra?” tanya Serayu memicingkan matanya. “Eh… aku baru tahu dia temennya kakakku waktu mau ke parkiran tadi. Katanya dia mau ke mall beli kado baby.” Serayu melanjutkan langkahnya malas. “Kenapa sih?” tanya Amalia. Serayu menggeleng. “Mau langsung cari kadonya atau makan dulu?” tanya Ezra. “Cari kado dulu aja. Biar nanti setelahnya santai. Lagian masih sore juga ini,” kata Amalia melirik Serayu yang mengangguk setuju. Ketiganya jalan bersamaan menuju toko penjual pelengkapan bayi. “Dokter Serayu,” panggil Ezra membuat Serayu menoleh. “Saya belum minta maaf dengan baik,” katanya pelan. “Dok, sebaiknya kita tidak lagi membicarakan hal itu.” “Iya, untuk itu saya minta maaf. Tolong jalan menghindari saya setelah

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   287. Bermanja Ria

    Tiga hari ke depan jadwal Abra benar-benar padat. Ada diklat kedokteran berskala nasional yang melibatkan banyak rumah sakit besar dan Abra menjadi salah satu pembicara utamanya. Waktunya penuh, bahkan di akhir pekannya. Serayu menatap layar ponsel Abra beberapa saat hingga akhirnya mengembalikannya. “Saya belanja sendiri aja,” rajuknya. Nada suaranya terdengar kecewa meski berusaha agar terdengar biasa saja. Setelah itu Serayu langsung berbaring dan masuk ke dalam selimut membelakangi Abra tanpa bicara lagi. Abra mengembuskan napas pelan. Ia tahu istrinya sedih. Dan itu membuatnya semakin bersalah, padahal permintaan istrinya sederhana saja. Abra ikut naik ke atas ranjang lalu mendekat dari belakang. Tangannya perlahan melingkari tubuh Serayu dengan hati-hati. “Maafkan saya,” bisiknya pelan di dekat telinga istrinya. Serayu diam beberapa saat lalu akhirnya bersuara, “Sedih…” Serayu mengakui. “Padahal pengen pilih sama Mas juga.” Kalimat itu membuat dada Abra mengencang. Pri

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   286. Salah Sangka

    Ezra menatap kemesraan kecil itu dalam diam. Cara Abra merangkul Serayu. Cara wanita itu bermanja pada suaminya. Bahkan langkah mereka yang berjalan berdampingan saja terasa terlalu menyakitkan untuk dipandang lama-lama. Perasaannya salah. Dan Ezra tidak tahu harus mulai dari mana untuk mengakhirinya. Lucu sekali, pikirnya pahit. Sekalinya jatuh cinta… ia justru jatuh pada seseorang yang tidak mungkin ia miliki. “Dokter Ezra," panggil seseorang. Ezra tetap menatap punggung Serayu yang semakin menjauh di lorong tanpa berkedip. Sampai sebuah lambaian tangan di depan wajahnya menyadarkannya. “Hellooo… dr. Ezra.” Suara riang bercampur heran itu membuat Ezra tersentak kecil lalu menoleh pada Amalia yang berdiri di sampingnya sambil mengangkat alis. “Ah… iya, Dok?” kejut Ezra. “Melamunin apa?” tanya Amalia sambil melirik ke lorong yang kini sudah kosong. Ezra tersenyum tipis lalu menggeleng pelan. Ia melihat lucunya raut heran di wajah Amalia. “Nggak ada.” Tatapan Amalia masih

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   72. (Bukan) ABG Labil

    “Maaf—”Namun belum sempat Ryan lanjut bicara, suara tenang tapi tegas Abra memotong, “Saya minta kamu menjaga jarak dari istri saya, Serayu.”Nada suaranya datar, tapi dingin. Abra menatapnya hanya sebentar, lalu melempar kembali botol minuman itu. Refleks, Ryan menangkapnya dengan satu tangan. Ger

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   67. Pindah Tugas

    Abra gelisah. Ia bolak-balik memeriksa ponselnya, menunggu kabar yang tak juga datang. “Seminggu? Yang benar saja,” gerutunya, nada kesal menyelinap di sela napasnya. Hari itu Abra tidak tenang. Hari ini tidak ada jadwal operasi harusnya bisa fokus pada pekerjaannya sebagai pemilik rumah sakit, ta

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   68. Mengambil Resiko

    FlashbackSeharusnya Abra marah besar. Ada seseorang yang berani mencoreng nama baiknya. Abra paling anti dengan segala jenis skandal—apa pun itu, tapi saat menatap mata wanita itu kemarahan itu luluh seketika.Abra tidak bisa membenci Serayu, ia justru tersiksa karena tak bisa memeluk wanita itu.

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   73. Panggilan Sayang

    “Kamu istri saya, Rayu,” ujar Abra mengingatkan. “Semua orang juga sudah tahu kalau saya istri Mas Abra,” sahut Serayu. “Sangat tahu, bahkan sampai ke masa lalu—” “Sayang…,” panggil Abra tatapannya seolah tak setuju, membuat Serayu spontan menghentikan kalimatnya. Tangan lelaki itu terulur, mengg

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status