Dikhianati suami, Dimiliki CEO

Dikhianati suami, Dimiliki CEO

last updateLast Updated : 2026-03-26
By:  OrangsuksesUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
12views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Novel ini mengangkat kisah tragis Sharlyn, seorang perempuan sederhana yang terjebak dalam pernikahan penuh ketidak adilan dengan keluarga konglomerat Wijaya Group. Hidup Sharlyn berubah menjadi neraka setelah ia tinggal disana, diperlakukan lebih rendah dari pelayan dan menjadi korban kekerasan serta penghinaan tanpa pembelaan. Sampai hari itu tiba, dimana Sharlyn menunjukkan sisi dingin dan tangguhnya dalam membela diri, ketika putri kesayangannya sampai harus merenggut nyawa didepan mata kepalanya sendiri, ketika Mahes membunuh putri pemberaninya. Diantara rasa sakit fisik dan kehancuran bathin, luka Sharlyn semakin dalam ketika ia terpaksa menerima tawaran menikah kontrak untuk menjadi ibu susu dari putri keluarga sultan yang dia tolong. Untuk bertahan hidup. Akankah ia merasakan kebahagiaan sekali saja dalam hidupnya yang senantiasa sunyi....

View More

Chapter 1

berselingkuh depan istri++++

Suasana di sebuah bangunan bernuansa merah marun dengan cahaya temerang, di tengah kediaman Mahestwari. Seorang gadis kecil yang memakai bandana merah dan selalu tampil ceria dan gembira, kini kembali murung. Sorot matanya menjadi sendu.

Saat dia melihat sosok Ayah yang selalu dia banggakan, sedang bermesraan dengan sosok yang tak asing bagi si kecil. Karena dia tahu siapa sosok itu, sosok yang tak lain teman dekat Ibunya.

"Sayang, kenapa gak masuk?" Suara lembut dengan penuh kehangatan itu mengalihkan atensinya ke arah sang ibu yang ada di belakangnya.

"Mommy," sahutnya pelan. "Di sana...." ujarnya sambil menunjuk ke arah depan.

Wanita yang dipanggil Mommynya itu tersenyum pahit, ada getaran halus terpancar dari sudut matanya. Kembali dia menyaksikan perselingkuhan suaminya dengan matanya sendiri. Beberapa kali dia mengawasinya dari jarak jauh, tak berani menegur atau bertindak.

"Lu–luna...." suaranya seakan sulit untuk dikeluarkan. "Masuk yah, biar ini menjadi urusan Mommy."

"Sampai kapan?" tanya gadis kecil yang tak lain Luna itu.

Sharlyn mengernyit, menatap tanya pada putri kecilnya. Sosok kecil itu selalu menjadi pendukungnya. Penguatnya. Bahkan yang paling berani jika menyangkut dirinya.

"A– apa?" Suara Sharlyn gagap, dengan air mata yang sudah membendung di sana. Memasukkan kedua bibirnya ke dalam mulut. Menahan sesuatu yang akan keluar.

"Aku akan ke sana." Tanpa ditahan, Luna langsung lari, dengan kaki kecilnya dia terus berlari kecil menghampiri Daddynya.

"DADDY!" Suaranya menggema. Memekakkan telinga.

Pria yang berparas tampan dengan pakaian casualnya tersentak, lalu langsung melepaskan pelukan hangat dipangkuan si cantik yang memakai gaun ungu gelap itu.

Daddynya bangun dari sofa malas yang ada di sana. Membenarkan kancing kemejanya yang sudah terbuka lebar. Membungkuk. Menyamakan tingginya dengan sang anak.

Sedangkan wanita yang selalu Luna panggil Onty Marry itu juga ikut membenarkan posisi duduknya, dengan pakaian yang sedikit kusut dan berantakkan.

"Hai, Luna...." senyum lebar ia tampilkan, seakan tidak ada beban.

"Daddy jahat!" kata itu keluar dari mulut Luna.

Si kecil menghampiri wanita cantik dengan rambut coklatnya itu, lalu menarik rambut tergerainya dengan kekuatan penuh, hingga Marry meringis kesakitan.

"Aaaws...."

"Hei, sayang... lepasin, kasihan Ontynya."

Daddy yang diketahui namanya Mahestwari itu membantu Marry melepaskan tangan kecil namun gesit putrinya dari rambut Marry.

Seakan menulikan pendengarannya, Luna menambah kekuatan dengan tangan satu lagi yang ikut bergerak. Menarik rambut itu hingga beberapa dari sana sudah mulai rontok.

Wajahnya memerah, nafasnya tersengal. Tapi tidak dengan tekadnya. "Onty, jahat...."

"Onty jahaaaaat!!" Teriakan dengan penuh kekuatan.

Mahestwari kelimpungan. Setelah berhasil melepas tangan kanan Luna dari rambut Marry, dia juga berusaha melepaskan tangan satunya lagi. Namun, Luna tidak membiarkan tangannya menganggur dalam waktu lama. Dengan tangannya yang gemetar itu tanpa pikir panjang, ia mengeluarkan pensil dari sakunya. Lalu Ia cengkram sisi kanan lehernya Marry menggunakan ujung pensil yang tajam.

Menekannya dengan tajam. Matanya memerah, sesuatu dalam dirinya yang tidak pernah ia perlihatkan. Sosok yang datang ketika ia marah selama masa pertumbuhannya, kini sosok itu mengeluarkan emosi yang selama ini dipendamnya.

Tangan Mahestwari sibuk melepaskan tangan Luna yang masih merusak rambut Marry, sedangkan wanita cantik itu terus berusaha menghempaskan tangan yang dengan beraninya melukai lehernya, hingga mengeluarkan bau amis.

"S–sakit, Sayang... Onty kesakitan!" ringis Marry dengan linangan air mata yang bercucuran.

Entah dapat tenaga dari mana gadis kecil itu, hingga bisa melukai dirinya dengan begitu kejam.

"Onty jahat...." nafasnya tersengal. "Daddy juga jahat!!"

Mahestwari yang tersulut emosi, karena Luna sangat sulit dikendalikan. Dia langsung mengangkat tubuh kecil itu, walau tangan kecilnya masih susah dilepas dari rambut Marry yang sudah berantakkan dan rontok.

"Daddy jahat... Daddy jahat...."

Hanya kata-kata itu yang selalu terlontar dari mulut si kecil. Hingga Mahestwari melempar tubuh si kecil ke atas sofa lainnya. Suasana di ruang tengah itu mulai mencengkam, ketika suara tinggi dari Mahestwari terdengar sampai menggelegar.

"Kamu keterlaluan Luna Rosse Sifarelegn!!" bentaknya dengan geram.

Tangannya yang hendak menampar si kecil tertahan diudara. Tiba-tiba, dari arah samping sosok yang tak kalah cantik dari Marry datang, masih dengan menahan tangan Mahestwari.

"Sebelum melukai Ross, langkahi dulu mayat saya, Mas!" Suara yang penuh penekanan dan dingin keluar dari seorang istri yang selama ini selalu bersikap lembut dan lunak dihadapannya.

Mahestwari diam, syok dibuatnya. Matanya pun memerah dengan tatapan tajam. Melihat perubahan drastis istrinya. "Sharlyn... lepaskan tanganku."

Alih-alih melepaskan, Sharlyn malah menekannya dengan kuku tajamnya. Dia membalas tatapan tajam suaminya dengan tanpa ekspresi. "Tidak! Sebelum niatmu berubah—"

"Tidak untuk menyakiti anak-anakku. Darah dagingku, jiwaku!" lanjutnya dengan penekanan tegas.

Mahestwari langsung menghempaskan tangannya dengan kasar. Mendengus kesal. Dia terdiam, melirik ke arah Marry yang masih shock. Dia juga menghampirinya.

"Kau tidak apa-apa?" Perkataan yang tersirat kekhawatiran itu Mahestwari berikan pada Marry.

Marry menggeleng kecil. "Mmm, hanya sedikit syok saja."

"Pulanglah, aku akan mengurus ini dulu." Suaranya lembut namun dingin.

Marry hanya mengangguk kecil, lalu beranjak dari duduknya dengan tubuh lemas.

Mahestwari menelisik kesudut ruangan. Dia juga menyadari jika Sagara, putra sulungnya sedang memperhatikan situasi saat ini. "Gaga... antar Onty Marry pulang!"

Setelah mereka pergi, suasana mendadak sunyi, sebelum suara Sharlyn keluar.

"Saya mendengar, dia hamil anakmu, apa itu benar?!" tanya Sharlyn dingin.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status