Share

Bab 1162

Penulis: Ayesha
[ Setelah rapat selesai, jangan langsung pergi. Aku perkenalkan kamu ke beberapa orang penting. ]

Brielle tertegun, lalu menoleh ke arah Raka. Pria itu tidak menoleh ke arahnya. Tak lama kemudian, ponselnya kembali berbunyi.

[ Ini akan membantu kariermu. ]

[ Brielle: Baik. ]

Tak lama setelah rapat berakhir, para peserta tidak langsung pergi. Mereka memanfaatkan kesempatan untuk membangun relasi. Saat Brielle berdiri, dia melihat Raka berdiri di tengah kerumunan sambil menatap ke arahnya.

Brielle
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Saut Sirait
Dunia usaha ya dunia usaha. Kiat dan hukumnya yang mutualis, gak bakal ada tuh karena kagum atau terpesona lalu sumbang. Take and give dan keuntungan adalah nafas alamiah usaha. Bikin yang masuk akal dikit ya Author, spy enak mengikuti.
goodnovel comment avatar
Aaf Elhs
jdi semua peluang yg diberi raka untk briel e itu memang sdh seharusnya briele dapt kan
goodnovel comment avatar
Aaf Elhs
raka hnya memberi jln dgn mengenalkan briele pada ilmuwan terkemuka,, briele bisa semakin dikenal karna prestasi nya sendiri,, raka memang kasih dana secara jor2 tapi itu krna raka butuh hasil penelitian briele. kalo soal pengorbanan raka lebih bnyak mnghabiskan nya untuk devina..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1535

    "Kalau nggak percaya, tanyakan saja ke ibumu! Dia sendiri yang paling tahu berapa utangnya."Devina percaya pemilik toko itu tidak sedang berbohong. Bagaimanapun, pria itu sudah membuka usaha di daerah ini selama tujuh-delapan tahun."Aku yang akan bayar." Setelah berkata begitu, Devina mengeluarkan ponselnya.Melihat itu, pemilik toko juga segera mengeluarkan ponselnya untuk menerima pembayaran.Setelah notifikasi penerimaan uang sebesar 600 juta berbunyi, pria itu berkata dengan niat baik, "Lain kali nasihati ibumu. Kalau nggak punya uang, jangan berjudi lagi."Setelah menutup pintu, hati Devina tenggelam ke dasar. Dalam waktu kurang dari setengah bulan, dia sudah dua kali membantu ibunya menghadapi kejaran penagih utang.Meski masih memiliki uang, dia sama sekali tidak ingin menggunakannya untuk menutupi utang judi sang ibu.Setengah jam kemudian, Ivony pulang. Melihat putrinya duduk di sofa, wajahnya langsung memperlihatkan sedikit rasa bersalah. "Devina, kamu sudah makan?"Tatapan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1534

    Raka menerimanya, lalu menyampirkannya di lengan dengan santai. Dia mengambil iPad dan berkata, "Ayo, kita jenguk Harvis."Keduanya berjalan ke luar ruang istirahat satu demi satu.Di kursi lorong luar, Gavin yang sejak tadi menunggu segera berdiri dan menerima iPad yang diserahkan Raka.Harvis juga sudah sadar. Dia sedang membaca dokumen. Kondisinya tampak jauh lebih baik."Brielle, kamu dan Pak Raka kembali bekerja saja. Aku nggak perlu dijaga lagi," kata Harvis kepadanya.Brielle sempat ragu.Cherlina ikut menimpali, "Ya, Brielle. Kamu kembali ke laboratorium saja. Biar aku yang jaga di sini. Kalau ada apa-apa, nanti aku langsung hubungi kamu."Raka juga berkata kepada Brielle, "Ayo, aku antar kamu ke laboratorium."Brielle akhirnya hanya bisa mengangguk. "Baiklah. Kak Harvis, kalau begitu aku pergi dulu."Dia menoleh kepada Cherlina. "Kalau ada apa-apa, langsung telepon aku."Setelah keluar dari rumah sakit, Raka mengantar Brielle kembali ke laboratorium dengan mengemudikan mobilny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1533

    Sinar matahari menembus celah tirai yang hanya tertutup separuh, meninggalkan bercak-bercak cahaya di lantai. Raka duduk di sofa di seberang, menyandarkan tubuhnya dengan santai.Di tangannya ada sebuah iPad. Layar itu menampilkan pergerakan pasar saham dunia secara langsung. Grafik K berwarna merah dan hijau silih berganti memantulkan cahaya redup di mata Raka yang dalam. Jari-jarinya yang panjang sesekali mengusap layar, melakukan analisis dan memberi beberapa catatan.Namun setelah melihatnya beberapa saat, perhatiannya perlahan beralih kepada wanita yang sedang tertidur di samping.Semalam Brielle memang kurang tidur. Ditambah lagi masa menstruasinya sudah hampir tiba, membuatnya lebih mudah mengantuk dari biasanya.Saat ini, dia tertidur sangat lelap. Bulu matanya yang lentik terpejam lembut menutupi kelopak matanya. Tanpa ekspresi dingin dan kewaspadaan yang biasanya selalu dia tunjukkan, wajahnya tampak begitu lembut dan damai.Tatapan Raka perlahan menjadi semakin dalam. Dia me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1532

    "Hanya luka daging yang agak dalam. Istirahat beberapa hari juga akan sembuh."Setelah berkata begitu, Harvis mengangkat kepala dan memandang Raka. "Pak Raka, tenang saja. Ini nggak akan memengaruhi peluncuran produk minggu depan."Mendengar itu, Brielle langsung menoleh ke arah Raka.'Jangan bilang dia masih meminta Harvis menghadiri acara peluncuran produk?' batinnya.Seolah membaca tatapan menyalahkan Brielle, Raka berkedip dengan wajah yang tampak tidak bersalah, lalu berkata kepada Harvis, "Lukamu cukup parah. Jangan memaksakan diri."Harvis langsung tampak sedikit canggung.Baru saat itu dia sadar ucapannya tadi telah membuat Brielle salah paham. Dia buru-buru menjelaskan, "Brielle, jangan salah paham. Pak Raka nggak maksa aku. Aku sendiri yang ingin datang. Tolong jangan menyalahkan Pak Raka."Brielle juga sadar bahwa dirinya tadi bereaksi berlebihan.Dengan sifat Harvis dan betapa pentingnya proyek itu baginya, selama kondisi tubuhnya masih memungkinkan, dia pasti akan bersiker

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1531

    Brielle tidak menyangka Raka akan mengakui semua itu dengan terus terang. Dia menatapnya selama beberapa detik sebelum berkata, "Semuanya sudah terjadi. Yang terpenting sekarang adalah menyelesaikan masalah ini dan memastikan kejadian seperti ini nggak terulang lagi. Soal Faye, biarkan hukum yang menanganinya."Menurut Brielle, sudah tidak ada gunanya memperdebatkan siapa yang benar atau salah.Kebencian Faye terhadapnya sudah terlalu dalam. Sekalipun yang memecat Faye bukan Raka, melainkan Harvis atau orang lain, besar kemungkinan Faye tetap akan menyalahkan dirinya.Ditambah lagi keluarganya sudah bangkrut, ayahnya dipenjara, ibunya masuk daftar hitam karena gagal memenuhi kewajiban finansial. Hidup Faye sudah jatuh ke titik paling rendah. Dalam keadaan seperti itu, kejadian apa pun bisa memicu kegilaannya."Baik. Kita nggak usah bahas ini lagi. Makan dulu."Raka mengambil sendok dan lebih dulu mengambilkan lauk untuk Brielle.Brielle sedikit tertegun."Aku bisa ambil sendiri.""Mala

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1530

    Pikiran Brielle kembali melayang pada tatapan Raka yang terus bersikeras menanyakan soal gelas air tadi. Perasaannya menjadi semakin rumit.Pukul tujuh malam, Harvis masih tertidur. Brielle mendengar suara pintu dibuka dari luar. Dia mengira seorang perawat yang masuk. Namun saat menoleh, ternyata Raka yang datang. Di tangannya ada sebuah tas berisi kotak makanan, juga sebuah tas pakaian."Kenapa kamu datang lagi?" tanya Brielle dengan suara pelan dan penuh keterkejutan."Aku bawain pakaian bersih untukmu. Pergilah mandi dan ganti baju di kamar mandi sebelah."Sambil berbicara, Raka melirik lengan baju Brielle yang masih berlumuran darah.Sebenarnya Brielle tidak terlalu memedulikannya. Namun karena Raka sudah membawakannya, dia pun pergi ke kamar mandi di ruangan sebelah.Ketika mengeluarkan isi tas itu, dia terkejut mendapati bahwa isinya bukan hanya pakaian, tetapi juga pakaian dalam dan handuk mandi. Barulah dia teringat Raka tadi memang menyuruhnya mandi sebelum berganti pakaian.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 750

    Suasana hati Brielle sangat baik, begitu pula Lambert. Dia sebisa mungkin tidak memberi tekanan pada Brielle, menjaga suasana tetap ringan dan menyenangkan.Pada saat yang sama, beberapa kali ketika dia memotret anak-anak, dia sengaja memasukkan Brielle ke dalam bingkai. Di bawah lensa kamera, senyu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 717

    "Ke depannya, jangan sembarangan sentuh barang-barangku." Suara Raka terdengar sebagai peringatan.Meskipun tidak sampai berteriak, sejak kecil Raline belum pernah menerima ucapan keras dari kakaknya. Di telinganya, itu sama saja seperti dibentak. Rasa sedih langsung meluap. "Oke, aku nggak akan sen

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 730

    Brielle menutup pintu, lalu menelepon Frederick, menyampaikan apa yang baru saja dikatakan Raka, serta memintanya menyiapkan rencana penanganan terbaik.Di seberang sana, Frederick juga menghela napas lega. "Aku juga percaya Pak Raka pasti punya cara untuk mengatasinya.""Rapat sore dibatalkan. Kamu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 716

    "Apa dia mengatakan sesuatu kepadamu sampai-sampai kamu sakit begini?" tanya Raline langsung.Devina tersenyum pahit. "Raline, jangan ditanya lagi. Kata-katanya cukup menyakitkan, lebih baik nggak usah diceritakan.""Aku tetap ingin dengar. Cepat kasih tahu aku." Raline benar-benar ingin tahu sejaha

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status